Aplikasi Teknologi Ultrasound dalam Pembuatan Edible Film Berbahan Dasar Ekstrak Kulit Buah Naga – Kitosan dengan Penambahan VCO
Abstract
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi pemakaian plastik
konvensional serta limbah kulit buah naga yang belum dimanfaatkan dengan baik
adalah dengan pengembangan edible film. Edible film adalah lapisan tipis yang
dapat dimakan. Edible film dari ekstrak kulit kulit buah naga memiliki kelarutan
tinggi tetapi lemah pada sifat mekaniknya, sehingga dapat dikombinasikan dengan
kitosan dan Virgin Coconut Oil (VCO). Kitosan dan VCO memiliki sifat yang dapat
meningkatkan ketebalan dan kuat tarik edible film. Sementara penambahan gliserol
sebagai plastisizer dapat meningkatkan perpanjangan edible film. Diluar itu, edible
film dari ekstrak kulit buah naga memiliki zat aktif yang dapat berpengaruh pada
karakteristik fisik dan mekanik. Untuk membantu penggabungan komponen edible
film emulsi tersebut digunakan teknologi ultrasound. Teknologi ultrasound dipilih
karena telah terbukti mampu membentuk film dengan permukaan yang halus serta
memperbaiki nilai kuat tarik dan perpanjangan. Diharapkan bahwa kombinasi
bahan dan modifikasi metode ini akan menghasilkan edible film dengan sifat fisik
dan mekanik yang baik.
Penelitian dilakukan selama 5 bulan di Universitas Jember mulai dari Mei
hingga September 2023. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor, yaitu faktor A berupa waktu kontak
ultrasound selama 0, 10, 20, dan 30 menit, serta faktor B berupa konsentrasi jumlah
penambahan VCO sebanyak 0, 1, dan 2%. Setiap perlakuan diulang tiga kali dan
diamati nilai ketebalan, kelarutan, struktur permukaan, kuat tarik dan
perpanjangannya. Analisis data menggunakan ANOVA dengan tingkat signifikansi
α = 0,05. Dari hasil analisis fisik didapatkan nilai ketebalan antara 0,20 mm hingga
0,28 mm; nilai kelarutan antara 52,85% hingga 69,59%; serta kenampakan struktur
permukaan yang menunjukan belum homogen secara maksimal dengan jumlah dan
ukuran droplet minyak yang bervariasi antara 10 hingga 150 µm. Kemudian pada
analisis mekanik didapatkan nilai kuat tarik antara 1,89 MPa hingga 3,51 MPa; nilai
perpanjangan antara 45,64% hingga 90,67%.; dan elastisitas antara 2,42 MPa
hingga 6,63 MPa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu kontak ultrasound dan
konsentrasi jumlah penambahan VCO secara keseluruhan berpengaruh nyata
terhadap sifat fisik dan mekanik edible film yang dihasilkan. Penambahan waktu
kontak ultrasound meningkatkan nilai kelarutan; kuat tarik; perpanjangan; dan
elastisitas, namun menurunkan nilai ketebalan serta belum maksimal dalam
menurunkan ukuran droplet. Sementara itu, penambahan konsentrasiVCO dalam
jumlah tertentu dapat meningkatkan nilai ketebalan; kuat tarik; dan elastisitas,
namun menurunkan nilai kelarutan dan perpanjangan edible film ekstrak kulit buah
naga-kitosan.