FUNGSI PAJAK DAERAH DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2009 TENTANG PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH
Abstract
Kesimpulan yang dapat diambil adalah fungsi pajak daerah adalah yang
pertama sebagai Fungsi Budgetair dan pembangunan hanya dapat terlaksana
dengan ditunjang keuangan yang cukup tersedia pada kas negara. Untuk itu, pajak
merupakan sumber penerimaan terbesar dalam keuangan negara. Pajak memegang
peranan dalam keuangan negara lewat tabungan pemerintah untuk disalurkan ke
dalam sektor pembangunan. Tabungan pemerintah ini, diperoleh dari surplus,
penerimaan rutin biasa setelah dikurangi dengan pengeluaran rutin/ biasa.
Penerimaan rutin/ biasa adalah untuk membiayai pengeluaran rutin/ biasa dari
pemerintah, seperti gaji pegawai, pembelian alat tulis, ongkos pemeliharaan
gedung pemerintah, bunga dan angsuran pembayaran hutang-hutang kepada
negara lain, tunjangan sosial dan lain sebagainya. Yang kedua adalah sebagai
Fungsi Regulerend (Fungsi Mengatur), Pajak digunakan sebagai alat untuk
mengatur masyarakat, baik di bidang ekonomi, sosial maupun politik dengan
tujuan tertentu. Pajak digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu dapat
dilihat dalam contoh pemberian insentif pajak, misalnya tax holiday, penyusutan
dipercepat dalam rangka meningkatkan investasi, baik investasi dalam negeri
maupun investasi asing. Kendala dalam pelaksanaan pajak daerah beserta
penyelesaiannya adalah yang pertama kurangnya kesadaran masyarakat akan
kewajiban membayar pajak, kurangnya pembinaan terhadap seluruh perangkat
Dinas, keterlambatan penerimaan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT),
dan lemahnya penegakan hukum terhadap kepatuhan membayar. Kebijakan
Pemerintah Daerah dalam menghadapi kendala tersebut adalah peningkatan
sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya membayar pajak, sosialisasi
pengalihan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan dan Bea Perolehan
Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi pajak daerah yang bertujuan
untuk memperbaiki kewenangan pemungutan, perlu adanya penyelesaian intensif
Collections
- UT-Faculty of Agriculture [4334]
Related items
Showing items related by title, author, creator and subject.
-
PENGARUH PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN DAERAH, AKSESIBILITAS LAPORAN KEUANGAN DAERAH, DAN SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH TERHADAP TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (STUDI PADA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN JEMBER)
KURNIAWATI, MARIA MAGDALENA HESTI (2016-05-17)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh penyajian laporan keuangan daerah, aksesibilitas laporan keuangan daerah dan sistem akuntansi keuangan daerah terhadap transparansi dan akuntabilitas ... -
Pengaruh Penyajian Laporan Keuangan Daerah, Aksesibilitas Laporan Keuangan Daerah, dan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Terhadap Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah (Studi pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Jember) The Effect of Financial Statements Presentation, Financial Statements Accessibility and Regional Financial Accounting Systems to Transparency and Accountability Regional Financial Management (Study of Jember Sub Department of Local Government)
Magdalena Hesti Kurniawati, Maria (UNEJ PRESS, 2016)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh penyajian laporan keuangan daerah, aksesibilitas laporan keuangan daerah dan sistem akuntansi keuangan daerah terhadap transparansi dan akuntabilitas ... -
PENGAWASAN PEMERINTAH TERHADAP PRODUK HUKUM DAERAH (PERATURAN DAERAH) MELALUI MEKANISME PEMBATALAN PERATURAN DAERAH BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH
Yuri Sulistyo (2014-01-21)Tujuan dari penelitian skripsi ini yakni untuk menganalisis bentuk pengawasan yang diterapkan pemerintah terhadap produk hukum daerah yang kemudian dikaitkan dengan mekanisme pembatalan perda berdasrkan UU No. 32 Tahun ...