Show simple item record

dc.contributor.authorNyla Zukhrufa Hadi
dc.date.accessioned2013-12-02T05:23:04Z
dc.date.available2013-12-02T05:23:04Z
dc.date.issued2013-12-02
dc.identifier.nimNIM081510601029
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2276
dc.description.abstractProgram Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) yang diluncurkan Departemen Pertanian sejak tahun 2008 merupakan strategi Departemen Pertanian yang menjawab kesulitan petani dalam rangka akses permodalan yang dipusatkan di Gapoktan dan melindungi petani dari jeratan rentenir. Dana PUAP awalnya diberikan kepada Gapoktan, yang selanjutnya Gapoktan diberi keleluasan untuk mengelola dana tersebut. Dana tersebut kemudian disalurkan kepada petani guna memenuhi permodalan petani. Sebesar Rp 100.000.000, dana yang diberikan ke setiap Gapoktan untuk dikelola dan digulirkan kepada anggota. Pada Juknis (Petunjuk Teknis) PUAP telah tercatat pengelolaan dana PUAP berdasarkan LKMA (Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis), karena output yang diharapkan dengan adanya Program PUAP adalah terbentuknya LKMA Mandiri. Pada kenyataan di beberapa daerah pengelolaan dana PUAP terdapat penyimpangan yaitu tidak sesuai dengan Juknis Deptan dengan terdapatnya peluang terjadinya KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme). Hal tersebut dikarenakan Gapoktan diberi kewenangan penuh untuk mengelolaa dana PUAP sebesar Rp 100.000.000,- tersebut. Penelitian dilaksanakan pada Gapoktan Mulyo Abadi Desa Sidorejo dan Gapoktan Karya Tani Desa Gadingrejo. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui pengelolaan dana PUAP di Desa Sidorejo dan Desa Gadingrejo Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember , (2) Untuk mengetahui keberadaan modal sosial dalam pengelolaan dana PUAP di Desa Sidorejo dan Desa Gadingrejo Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember, (3) Untuk mengetahui strategi pengembangan pengelolaan dana PUAP di Desa Sidorejo dan Desa Gadingrejo Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember. Penentuan daerah penelitian menggunakan purposive method. Metode yang dilakukan adalah metode deskriptif. Uji validitas dilakukan melaui metode Triangulasi yaitu pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pengelolaan program PUAP pada Gapoktan Mulyo Abadi hampir secara keseluruhan telah sesuai dengan pengelolaan berdasarkan LKMA pada Juknis Deptan. Pada Gapoktan Karya Tani belum secara keseluruhan sesuai dengan pengelolaan berdasarkan LKMA pada Juknis Deptan. (2) Terdapatnya modal sosial yang terdiri dari kepercayaan, jaringan dan norma pada daerah penelitian terbukti pada Gapoktan Mulyo Abadi yang menjunjung tinggi modal sosial dalam pengembalian sehingga pengembalian lancar dan dana berkembang, sedangkan pada Gapoktan Karya Tani modal sosial belum dijunjung tinggi sehingga pengembalian tidak lancar dan dana belum berkembang, (3) Terdapatnya faktor pendorong dan penghambat yang berbeda pada Gapoktan Mulyo Abadi dan Gapoktan Karya Tani maka dapat dihasilkan satu strategi pengelolaan dana PUAP yaitu dengan mengoptimalkan faktor pendorong yang terdiri dari: terdapatnya program jangka panjang, mempunyai fasilitas dan pengurus Gapoktan aktif maka dapat meminimalisasi semua faktor penghambat yang terdapat pada setiap Gapoktan.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries081510601029;
dc.subjectSOSIAL, DANA PUAPen_US
dc.titleKEBERADAAN MODAL SOSIAL DAN STRATEGI PENGEMBANGAN TERHADAP PENGELOLAAN DANA PUAP KECAMATAN UMBULSARI KABUPATEN JEMBERen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record