Show simple item record

dc.contributor.authorHERLAMBANG BUDI PRAKOSO
dc.date.accessioned2013-12-02T04:26:04Z
dc.date.available2013-12-02T04:26:04Z
dc.date.issued2013-12-02
dc.identifier.nimNIM060710101013
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2241
dc.description.abstractSuatu keluarga yang tidak mempunyai anak akan merasa kurang dalam hidupnya. Namun, hal seperti itu sudah bisa diatasi dengan cara pengangkatan anak atau adopsi anak. Anak angkat merupakan bagian dari sebuah keluarga, khususnya bagi keluarga yang tidak mempunyai keturunan langsung. Masuknya anak angkat dalam suatu keluarga menimbulkan persoalan-persoalan baik mencakup hak dan kewajibannya maupun terhadap sudut pandang keberadaannya. Hak dan kewajiban anak angkat tersebut menyangkut juga hal harta kekayaan. Kompilasi Hukum Islam mengatur tentang kedudukan anak angkat terhadap perolehan wasiat wajibah, tetap mendapatkan hak terhadap harta peninggalan orang tua angkatnya, hal ini sesuai dengan ketentuan pasal 209 ayat Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk meneliti dan membahasnya lebih lanjut dalam skripsi dengan judul: “KEDUDUKAN CUCU ANGKAT TERHADAP PEMBERIAN WASIAT WAJIBAH BERDASARKAN KOMPILASI HUKUM ISLAM Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah apakah cucu angkat berhak mendapatkan wasiat wajibah menurut Kompilasi Hukum Islam dan pertimbangan hukum hakim pada putusan No. 149/Pdt.G/2009/PTA.Sby. Tujuan penulisan skripsi ini terbagi menjadi 2 yaitu: tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umumnya yaitu untuk memenuhi dan melengkapi tugas sebagai persyaratan pokok guna mencapai gelar Sarjana Hukum Universitas Jember, dan memberikan sumbangan pemikiran. Tujuan khususnya yaitu untuk mengetahui terlebih memahami solusi atas permasalahan dalam skripsi ini sehingga akhirnya dapat menghasilkan suatu karya ilmiyah yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiyah dan berguna bagi masyarakat. Metode penelitian dalam penyusunan skripsi ini menggunakan metode yuridis normative dengan pendekatan masalah, yang pertama adalah pendekatan undang-undang Kesimpulan dari penulisan skripsi ini adalah bahwa cucu angkat berhak mendapatkan wasiat wajibah menurut Kompilasi Hukum Islam. Mengacu pada pasal 185 ayat Dan saran dari skripsi ini adalah para ahli waris yang mempunyai saudara angkat, apabila memutuskan untuk mengajukan gugatan terkait sengketa harta waris, hendaknya mempelajari aturan-aturan tentang hak-hak anak angkat / cucu angkat terhadap harta peninggalan kakek angkatnya. Sehingga para ahli waris kakek/nenek angkatnya tersebut tidak semena-mena dalam membagi dan menetukan atas harta peninggalan pewaris. dan hendaknya para majelis hakim pengadilan agama lebih jeli dan teliti memeriksa kasus-kasus yang terjadi, sehingga dapat diminimalisir terjadinya kesalahan dalam membuat putusan agar tidak merugikan masyarakat.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries060710101013;
dc.subjectwasiat wajibah, hukum islamen_US
dc.titleKEDUDUKAN CUCU ANGKAT TERHADAP PEMBERIAN WASIAT WAJIBAH BERDASARKAN KOMPILASI HUKUM ISLAM (Studi Putusan Nomor 149/Pdt.G/2009/PTA Sby)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record