Pengaruh Aplikasi Kompos Kotoran Ayam dalam Meningkatkan Efektivitas Pengendalian Penyakit Moler dengan Trichoderma sp. pada Bawang Merah
Abstract
Peningkatan produksi bawang merah terkendala adanya penyakit moler yang disebabkan Fusarium sp. Pengendalian penyakit moler banyak dilakukan dengan menggunakan fungisida yang dinilai praktis, namun memiliki dampak negatif berupa rusaknya ekologi tanah. Upaya dilakukan menggunakan agens hayati Trichoderma sp. yang ramah lingkungan untuk meningkatkan efektifitas pengendalian penyakit moler dan meningkatkan hasil produksi bawang merah. Perlu upaya pengoptimalan untuk perkembangan Trichoderma sp. dengan penambahan bahan organik. Pemanfaatan bahan organik berupa pupuk kompos kotoran ayam memiliki keuntungan sebagai penyuplai hara dalam tanah dan dapat meningkatkan penyimpanan air dalam tanah. Pupuk tricho-kompos juga dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kehidupan jasad renik, pencegahan serangan penyakit yang menyerang melalui tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan: P1 : Kontrol; P2 : Trichoderma sp.; P3 : Trichoderma sp. + Pupuk Kandang ayam 2,5 ton/ha; P4 : Trichoderma sp. + Pupuk Kandang ayam 5 ton/ha; P5 : Trichoderma sp. + Pupuk Kandang ayam 7,5 ton/ha; P6 : Trichoderma sp. + Pupuk Kandang ayam 10 ton/ha. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan P5 (27.32%) memiliki persentase keparahan penyakit moler terendah, urutan selanjutnya perlakuan P2 (34.46%), perlakuan P4 (40.71%), perlakuan P6 (41.43%), perlakuan P3 (43.04%), dan perlakuan kontrol menjadi yang terbesar (45.71%).
Collections
- UT-Faculty of Agriculture [4324]