Pengembangan Soal Aljabar Model AKM dengan Konteks Sosial Budaya untuk Mengukur Kemampuan Numerasi Siswa SMP
Abstract
Data Rapor Pendidikan Indonesia tahun 2023 memperlihatkan bahwa
kemampuan numerasi siswa di Indonesia masih rendah. Salah satu penyebabnya
karena siswa tidak suka mengerjakan soal matematika. Penelitian ini bertujuan
untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan hasil pengembangan soal
aljabar model AKM dengan konteks khusus, yaitu sosial budaya. Penggunaan
konteks khusus dalam soal AKM diharapkan dapat menambah minat siswa untuk
mengerjakan soal AKM. Penelitian ini menerapkan model pengembangan 4-D
modifikasi. Langkah penelitian yang digunakan meliputi pendefinisian,
perancangan, dan pengembangan. Soal AKM yang dikembangkan menggunakan
konten aljabar, konteks sosial budaya, dan level kognitif yang knowing, applying,
dan reasoning. Produk yang dikembangkan meliputi kisi-kisi, soal AKM dan
kunci jawabannya, serta panduan penskoran. Subjek Penelitian ini adalah siswa
kelas VIII-A dan VIII-C SMPN 1 Wlingi Blitar. Skor tes siswa kemudian diproses
dan diuji menggunakan pemodelan Rasch. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa sebanyak 10 butir soal memenuhi kategori valid karena telah memenuhi
setidaknya salah satu kriteria validitas, diantaranya ialah Outfit Mean Square
(MNSQ), Outfit Z-Standard (ZSTD), dan Point Measure Correlation (Pt Mean
Corr) dengan masing-masing nilainya berturut-turut ialah 0,5 < 𝑀𝑁𝑆𝑄 < 1,5;
−2,0 < 𝑍𝑆𝑇𝐷 < 2,0; dan 0,4 < 𝑃𝑡 𝑀𝑒𝑎𝑛 𝐶𝑜𝑟𝑟 < 0,85. Selain itu, soal telah
memenuhi kriteria reliabel karena memiliki nilai reliabilitas 0,88. Pada penelitian
ini, model Rasch membagi kelompok kemampuan numerasi siswa menjadi 2
kategori, yakni siswa berkemampuan numerasi rendah sebanyak 75% dan 25%
lainnya berkemampuan numerasi tinggi.