Show simple item record

dc.contributor.authorZAHRA, Putri Gazani
dc.date.accessioned2025-01-15T03:12:14Z
dc.date.available2025-01-15T03:12:14Z
dc.date.issued2024-07-23
dc.identifier.nim171510601148en_US
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/124855
dc.descriptionFinalisasi unggah file repositori tanggal 16 Desember 2024_Kurnadien_US
dc.description.abstractSuku Osing atau “wong blambangan” merupakan Masyarakat asli Banyuwangi yang secara konsisten melaksanakan budaya dan Bahasa Jawi Kuno sejak berdirinya Kerajaan Blambangan. Masyarakat Osing di Desa Kemiren memiliki kepercayaan dalam menganut keseimbangan alam, dimana manusia harus bisa hidup berdampingan dengan lingkungan atau alam. Pemanfaatan tumbuhan obat oleh Suku Osing di Desa Kemiren tidak hanya memberikan manfaat Kesehatan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi sebagian Masyarakat. Hal tersebut merupupakan kekayaan alam yang perlu diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Namun, selama ini pengetahuan tersebut hanya diturunkan secara lisan dan tidak terdokumentasi dengan baik, sehingga rentan terkikis seiring perkembangan zaman yang semakin maju. Kurangnya minat generasi muda terhadap obat tradisional dan kurangnya kesadaran masyarakat untuk mewariskan pengetahuan ini dapat mengancam keberlanjutan tradisi pengobatan Suku Osing. Selain itu, minimnya pengetahuan tentang identifikasi tumbuhan obat di kalangan masyarakat juga menjadi perhatian serius. Hal ini menghambat upaya pelestarian dan pemanfaatan berkelanjutan dari sumber daya alam yang berharga ini. Oleh karena itu, penelitian mendalam mengenai etnobotani tumbuhan obat oleh Suku Osing di Desa Kemiren menjadi sangat penting. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan secara purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi yang meliputi data primer dan studi pustaka yang merupakan data sekunder. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif dan analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat 63 jenis tumbuhan obat yang diketahui Masyarakat Suku Osing di Desa Kemiren untuk mengobati 47 jenis penyakit. Bagian yang dimanfaatkan adalah getah, daun, rimpang, buah, bunga, batang, kulit, dan biji. Pengolahan tumbuhan dilakukan dengan cara direbus, langsung dikonsumsi, diseduh, dioleskan, diteteskan, diparut, dikukus, dibasuhkan, dan ditumbuk yang diperoleh dari budidaya, membeli di pasar, dan mencari di alam. (2) rerata nilai fidelity level tertinggi dari berbagai jenis tumbuhan etnobotani adalah kencur dengan nilai (100%) dan temulawak (100%). Selanjutnya dengan nilai FL yang sama (50%) terdiri dari asam, jahe, sereh. Tumbuhan dengan nilai relative rendah (44.33% - 33.33%) adalah kunyit, gambir, pinang, sirih, dan temu kunci. (3) Variabel-variabel yang signifikan mempengaruhi frekuensi penggunaan tumbuhan obat oleh masyarakat Suku Osing di Desa Kemiren adalah umur, pendidikan, dan pendapatan rumah tangga.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherFakultas Pertanianen_US
dc.subjectEtnobotanien_US
dc.subjectTumbuhan Obaten_US
dc.subjectSuku Osingen_US
dc.titleEtnobotani Tumbuhan Obat oleh Suku Osing di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangien_US
dc.typeSkripsien_US
dc.identifier.prodiAgribisnisen_US
dc.identifier.pembimbing1Prof. Dr. Ir. Yuli Hariyati, M.S.en_US
dc.identifier.validator0a67b73d_2025_01_tanggal 15en_US
dc.identifier.finalization0a67b73d_2025_01_tanggal 15en_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record