Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen dalam Keputusan Pembelian Buah Jeruk Lokal di Kabupaten Jember
Abstract
Konsumsi buah jeruk rata-rata oleh masyarakat mencapai 0,0774
kg/kapita/minggu. Namun, disisi lain masih masih belum optimalnya produksi buah
jeruk dalam negeri. Jeruk produksi dalam negeri di berbagai daerah harus bersaing
dengan jeruk impor dari segi harga, kualitas dan kuantitas. Kabupaten Jember
dengan produksi jeruk 3.084.050 kuintal pada tahun 2022. Potensi konsumsi yang
besar dan masuknya buah jeruk impor di pasar tradisional menyebabkan konsumen
semakin selektif dalam melakukan pembelian buah jeruk lokal. Tujuan dari
penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen
dalam keputusan pembelian buah jeruk lokal, sikap konsumen dan kepuasan
konsumen terhadap atribut buah jeruk lokal di Kabupaten Jember.
Lokasi penelitian dilakukan secara sengaja/ purposive method di Kabupaten
Jember dan di 4 (empat) pasar tradisional yaitu Pasar Tanjung, Pasar Mangli, Pasar
Kreongan dan Pasar Wirolegi. Metode penelitian menggunakan yaitu deskriptif dan
analisis. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan kuesioner.
Penentuan sampel secara insidental sampling dengan kriteria umum 1) responden
adalah calon pembeli di pasar tradisional; 2) berusia diatas 17 tahun; 3) memiliki
pengetahuan baik tentang jeruk lokal; 4) bersedia diwawancarai. Kriteria khusus
yaitu 1) responden membeli: sedang membeli buah jeruk lokal sedang
mengkonsumsi buah jeruk lokal 3 bulan terakhir; 2) responden tidak membeli: tidak
melakukan pembelian buah jeruk lokal, memiliki pengalaman mengkonsumsi buah
jeruk lokal 3 bulan terakhir. Jumlah sampel yaitu 100 sampel. Analisis data
menggunakan regresi logistik, fishbein dan Customer Satisfaction Index (CSI).
Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa faktor-faktor yang
mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian buah jeruk lokal yaitu harga,
pendapatan dan jumlah anggota keluarga, sedangkan pendidikan memiliki
pengaruh negatif. Variabel yang tidak mempengaruhi yaitu usia, kedekatan lokasi penjualan dan selera. Analisis sikap fishbein dihasilkan nilai sikap total 79,30 yang
termasuk kategori positif dengan atribut yang menjadi prioritas konsumen dalam
melakukan pembelian buah jeruk lokal di Kabupaten Jember berturut-turut yaitu
rasa, harga, warna kulit buah, ukuran dan aroma. Atribut rasa memiliki sikap sangat
positif, atribut harga memiliki sikap positif, atribut warna kulit buah memiliki sikap
netral dan atribut ukuran serta aroma memiliki sikap negatif. Sedangkan hasil
kepuasan konsumen dihasilkan nilai CSI (Customer Satisfaction Index) sebesar
80,34% dengan kategori “Puas”. Saran yang dapat dilakukan bagi produsen dan
pemasar untuk mempertahankan sikap positif konsumen dan kepuasan konsumen
buah jeruk lokal pada tingkat “puas” dan dapat meningkatkan kualitas atribut yang
memiliki sikap negatif bagi konsumen yaitu ukuran dan aroma.
Collections
- UT-Faculty of Agriculture [4334]