Berat Karkas dan Profil Saluran Pencernaan Kelinci Lokal Jantan yang diberi Feed Additive Tepung Daun Pepaya
Abstract
Peternakan kelinci menghadapi tantangan dalam mencapai produktivitas
optimal dalam hal jumlah pakan dan usaha yang sebanding dengan peternakan
unggas. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah meningkatkan
produktivitas ternak kelinci melalui penggunaan feed additive. Penelitian ini
menggunakan tepung daun papaya (TDP) sebagai pakan tambahan dalam ransum
pakan utama yang digunakan untuk mengetahui dampaknya terhadap berat karkas
dan profil saluran pencernaan kelinci lokal. Kelinci yang digunakan sebanyak 16
ekor dengan 4 ulangan. Pakan yang diberikan dalam 4 perlakuan sebagai berikut:
P0: Pakan utama; P1: Pakan utama + TDP 2%; P2: Pakan utama + TDP 4%; P3:
Pakan utama + TDP 8%. Penelitian ini menggunakan metode analisis data
rancangan acak lengkap (RAL). Data diolah menggunakan excel kemudian
dianalisis menggunakan ANOVA. Jika terdapat pengaruh signifikan, analisis
dilanjutkan dengan uji DMRT untuk menentukan perlakuan paling optimal dalam
penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rataan BB akhir, bobot dan
persentase karkas, bobot lambung dan usus halus P0, P1, P2 relatif sama dan P3
memiliki nilai rataan lebih tinggi dari perlakuan lain. Nilai rataan persentase karkas
P0 lebih kecil dari P1 dan P2 yang memiliki nilai rataan relatif sama dan nilai rataan
P3 lebih besar dari ketiganya. Perlakuan P3 menjadi perlakuan terbaik berdasarkan
pengaruh feed additive TDP dengan dosis berbeda terhadap berat karkas dan profil
saluran pencernaan kelinci lokal. Nilai rataan BB akhir, bobot dan persentase
karkas, bobot lambung dan bobot usus halus P3 secara berurutan adalah 1279.67 g;
600.00 g; 46.87 %; 36.33 g; 87.67 g.
Collections
- UT-Faculty of Agriculture [4334]