Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi dan Pendapatan Petani Padi Lahan Rawa Berbasis Kearifan Lokal di Rowo Pulo Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember
Abstract
Berkurangnya lahan pertanian mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan dan memanfaatkan lahan kurang produktif untuk budidaya pertanian seperti pada lahan rawa. Lahan rawa merupakan suatu lahan yang secara alami tergenang air sepanjang tahun. Lahan rawa seringkali diremehkan dan dianggap sebagai lahan marginal dan penampungan air saja. Namun, bila dimanfaatkan dengan baik maka akan sangat menguntungkan. Kabupaten Jember merupakan salah satu sentra padi di Jawa Timur yang hasil produksinya juga berasal dari usahatani padi rawa. Kecamatan Gumukmas merupakan penghasil padi terbesar kelima di Kabupaten Jember dengan jumlah produktivitas pada tahun 2022 sebesar 61,90 kw/ha. Kecamatan Gumukmas memiliki lahan rawa terluas di Kabupaten Jember yaitu Rowo Pulo yang berlokasi di Dusun Jati Agung, Desa Gumukmas, Kecamatan Gumukmas dan saat ini telah dimanfaatkan untuk budidaya padi oleh masyarakatnya. Masyarakat Rowo Pulo melakukan usahatani padi pada lahan pinggiran dan tanah tabelan. Dalam usahatani padi, masyarakat Rowo Pulo masih menerapkan menerapkan kearifan lokal. Jumlah hasil panen padi lahan pinggiran dan tanah tabelan berbeda. Berat rendemen gabah lahan pinggiran lebih tinggi daripada tanah tabelan. Menurut Azwar, dkk (2019), usahatani padi lahan rawa memberikan keuntungan untuk diusahakan bila dilihat dari segi ekonomi.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani padi lahan rawa di Rowo Pulo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, (2) mengidentifikasi kearifan lokal dalam usahatani padi lahan rawa di Rowo Pulo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, (3) menganalisis pengaruh kearifan lokal dan faktor-faktor lainnya terhadap pendapatan petani padi lahan rawa di Rowo Pulo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dan analitik. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Responden dalam penelitian ini sebanyak 62 responden yang merupakan petani padi lahan rawa di Rowo Pulo yang budidaya di lahan pinggiran dan tanah tabelan. Faktor produksi dianalisis menggunakan fungsi produksi Cobb Douglas dan faktor pendapatan dianalisis dengan analisis regresi linear berganda.
Hasil analisis pada tujuan pertama menunjukkan bahwa faktor- faktor produksi yang diamati secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produksi padi lahan rawa di Rowo Pulo. Faktor yang berpengaruh signifikan secara parsial terhadap produksi padi lahan rawa di Rowo Pulo meliputi luas lahan, tenaga kerja, pupuk, dan jenis lahan. Sedangkan yang berpengaruh tidak signifikan secara parsial meliputi benih, pestisida dan varietas padi.
Hasil analisis pada tujuan kedua diketahui bahwa kearifan lokal yang masih dipertahankan masyarakat Rowo Pulo dalam melakukan usahatani padi lahan rawa yaitu pengolahan tanah menggunakan panjang dan sorok (garu), penggunaan benih dari hasil panen sebelumnya, penyemaian (Ngurit) dan pencabutan bibit (Ndhaut), penanaman (Tandur) menggunakan gamparan (terompah), tradisi methik sebelum panen, dan tasyakuran setelah panen.
Hasil analisis pada tujuan ketiga menunjukkan bahwa faktor- faktor pendapatan yang diamati secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani padi lahan rawa di Rowo Pulo. Faktor yang berpengaruh signifikan secara parsial terhadap pendapatan padi lahan rawa di Rowo Pulo meliputi harga jual, hasil produksi, biaya produksi, dan jenis lahan. Sedangkan yang berpengaruh tidak signifikan secara parsial yaitu luas lahan dan kearifan lokal.
Collections
- UT-Faculty of Agriculture [4334]