Show simple item record

dc.contributor.authorSULTHONI, Nur Rifqi
dc.date.accessioned2025-01-13T02:47:16Z
dc.date.available2025-01-13T02:47:16Z
dc.date.issued2023-07-20
dc.identifier.nim191510901036en_US
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/124725
dc.description.abstractPertanian merupakan sektor penting yang mendukung kehidupan manusia. Seiring bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan pangan terus meningkat. Pertumbuhan populasi yang cepat juga menimbulkan masalah bagi pertanian, terutama dalam hal menanam tanaman. Meningkatnya permintaan pangan dan persaingan dalam perdagangan pangan menciptakan hubungan antar individu, kelompok dan bangsa (Yuwono et al., 2019). Kebutuhan pangan yang semakin meningkat membuat kegiatan proses produksi menjadi kegiatan manusia yang sangat penting. Proses usaha tani tidak hanya berorientasi pada kegiatan produksi pangan, tetapi juga berdampak pada berbagai aspek yaitu perkembangan pertanian yang ada. Pembangunan pertanian mencakup beberapa aspek seperti teknologi produksi, pemasaran, dan sumber daya manusia. Sayuran daun merupakan komoditas yang banyak ditanam di dataran tinggi, namun sayuran daun juga banyak ditanam di dataran rendah. Budidaya sayuran daun dipengaruhi oleh kondisi tumbuh yang baik untuk setiap komoditas, seperti ketinggian tempat, suhu, kondisi tanah, pH tanah dan ketersediaan air. Menurut Liverdi dan Saparinto (2016), tanaman sayuran daun tumbuh dengan baik apabila lingkungan budidaya mendukung pertumbuhan tanaman dan mengoptimalkan hasil tanaman yang dibudidayakan dengan memperhatikan kebutuhan pertumbuhan masing-masing komoditas. Persyaratan untuk menanam sayuran daun biasanya bervariasi untuk setiap komoditas, seperti pH dan tingkat irigasi. Kegiatan budidaya sayuran daun dilakukan melalui pekerjaan persiapan seperti penyiapan benih, penyiapan tanah, pemupukan, pemeliharaan dan pemanenan. Dikutip dari Theresia et al., (2016) Saat menyiapkan benih, petani seringkali menyisihkan hasil panen hingga siap digunakan pada musim tanam berikutnya. Persiapan tanah adalah mencangkul tanah terlebih dahulu, kemudian membuat bedengan, dan memberikan pupuk dasar pada bedengan yang akan digunakan. Perawatan tanaman dilakukan dengan cara tradisional yaitu menggunakan pupuk kimia sintetik yang diperoleh dari kios terdekat dan menggunakan pestisida kimia untuk mengatasi masalah hama tanaman sayuran yang dibudidayakan. Penanaman sayuran oleh petani masih dipengaruhi oleh faktor musim. Pada musim kemarau, petani cenderung menghasilkan hasil panen sayur yang lebih baik dibandingkan saat musim hujan, namun hal ini mempengaruhi harga jual yang cenderung lebih rendah karena pasokan sayur di pasaran cukup tinggi. Menanam sayuran daun pada musim hujan sering menemui kesulitan karena kualitas panen yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan menanam sayuran daun pada musim kemarau. Pembatasan itu juga membuat petani lebih lama dari musim kemarau untuk memanen sayuran dan dapat menyebabkan gagal panen. Hal ini dipengaruhi oleh praktek petani menanam sayuran daun yang tidak memperhatikan budidaya yang baik sehingga gagal mendapatkan hasil sayuran daun yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku petani dalam budidaya tanaman sayuran daun di Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember yaitu pada pengetahuan petani, sikap petani, dan keterampilan petani dalam budidaya yang meliputi kegiatan pembenihan, pengolahan tanah, penanaman, perawatan, dan pemanenan. Penentuan daerah penelitian dilakukan dengan menggunakan Purposive method yaitu di Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif. Metode penentuan informan menggunakan Purposive method. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan Miles anda Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pengetahuan petani dalam pembenihan yaitu dengan melakukan pembuatan benih mandiri, dalam pengolahan tanah meliputi pembukaan tanah dengan dicangkul, penambahan pupuk dasar, pendinginan tanah, pembuatan bedengan dan perataan bedengan, dalam penanaman dilakukan dengan cara disebar untuk tanaman bayam, kenikir, dan kangkung, dan dilakukan penyemaian serta pindah tanam untuk sawi dan kemangi, pada perawatan tanaman meliputi penyiraman, penyiangan, pemupukan, dan penanganan hama, pemanenan dilakukan pada tanaman berusia 28 – 30 hari dan pada komoditas sawi pada usia 15 -20 setelah pindah tanam. Sikap petani dalam budidaya tanaman sayuran daun pada kegiatan pembenihan yaitu pada keyakinan masyarakat dalam tingkat keberhasilan pembenihsan serta benih yang dihasilkan lebih baik untuk diterima di pasaran. Sikap dalam pengolahan tanah didasarkan pada kepercayaan masyarakat dalam pemanfaatan pupuk kandang untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman sayuran daun serta lebih efisien dalam penggunaan pupuk. Sikap dalam penanaman dilihat dari perlakuan petani dalam proses penanaman seperti proses pindah tanam yang dilakukan dengan memperhatikan usia tanaman serta pemberian jarak tanam. Sikap dalam perawatan yaitu berua keyakinan petani terhadap perawatan yang dilakukan sudah maksimal untuk menghasilkan produksi tanaman sayuran daun yang baik. Sikap petani dalam pemanenan tanaman sayuran daun masih dipengaruhi oleh permintaan pasar serta masih belum melakukan penyortiran dikarenakan khawatir mengalami kerugian Keterampilan petani dalam budidaya tanaman sayuran daun di Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi pada kegiatan pembenihan yaitu dengan pemilihan tanaman yang dijadikan pembenihan dengan kriteria yang dimiliki petani. Keterampilan petani dalam pengolahan tanah meliputi pembukaan tanah dengan pencangkulan, selanjutnya pembersihan tanah, penambahan pupuk kandang, pendinginan tanah selama 3 hingga 5 hari, dan terakhir pembentukan bedengan serta perataan bedengan. Keterampilan petani dalam penanaman meliputi perlakuan pada beberapa komoditas seperti bayam, kangkung, dan kenikir cukup disebar pada bedengan yang telah dipersiapkan, untuk komoditas sawi dan kemangi perlu dilakukan penyemaian dan pindah tanam. Ketermpilan petani dalam perawatan antara lain penyiraman yang dilakukan selama 2 kali sehari pagi dan sore, penyiangan dilakukan sekali dalam sekali masa tanam, pemupukan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada usia 5 dan usia 10 hari setelah pindah tanam dengan pupuk yang digunakan yaitu pupuk Urea dan NPK sebangak ½ kg setiap bedengan, penanganan hama dilakukan dengan penyemprotan pestisida kimia. Pemanenan dilakukan dengan cara dipotong untuk komoditas sawi dan kemangi, dan dicabut untuk komoditas bayam, kangkung, dan kenikir. Penanganan panen dilakukan dengan pembersihan pada kolam yang ada dilahan selanjutnya diangkut ke rumah petani dan diikat untuk dipasarkan.en_US
dc.description.sponsorshipDr. Ir. Sri Subekti, M.Si.en_US
dc.publisherFakultas Pertanianen_US
dc.subjectPerilaku petanien_US
dc.subjectBudidayaen_US
dc.subjectTanaman Sayuranen_US
dc.titlePerilaku Petani Dalam Budidaya Tanaman Sayuran di Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jemberen_US
dc.typeSkripsien_US
dc.identifier.prodiPenyuluhan Pertanianen_US
dc.identifier.pembimbing1Dr. Ir. Sri Subekti, M.Si.en_US
dc.identifier.validatorvalidasi_repo_ratna_Januari 2025en_US
dc.identifier.finalization0a67b73d_2025_01_tanggal 13en_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record