PENGEMBANGAN LKPD MATA PELAJARAN IPAS BERBASIS MODEL PBL (PROBLEM BASED LEARNING) PADA KELAS IV SEKOLAH DASAR
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Rendahnya kualitas penggunaan LKPD dalam pembelajaran IPAS serta
belum optimalnya penerapan model PBL dapat menghambat ketercapaian tujuan
pembelajaran, khususnya dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis
peserta didik. LKPD yang digunakan di sekolah umumnya masih bersifat umum,
kurang kontekstual, dan belum mampu melibatkan peserta didik secara aktif.
Diperlukannya pengembangan bahan ajar berupa LKPD berbasis model PBL yang
dapat mendukung pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan berpusat
pada peserta didik. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, (1) bagaimana
proses pengembangan LKPD berbasis model PBL?, dan (2) bagaimana tingkat
kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan LKPD yang dikembangkan?
Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D)
dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu analysis,
design, development, implementation, dan evaluation. Subjek dalam penelitian ini
adalah peserta didik kelas IV SDN Patrang 2 Jember yang berjumlah 28 anak.
Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara,
dokumentasi, lembar validasi, angket respons peserta didik, dan tes hasil belajar.
Instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi, panduan wawancara,
lembar angket, dan pengembangan intrumen tes. Teknik analisis data yang dipakai
yaitu analisis data hasil validasi, uji reliabilitas instrumen, analisis data keefektifan
produk, dan analisis kepraktisan respons peserta didik
LKPD berbasis model PBL dikembangkan melalui beberapa tahapan,
dimulai dari analisis kebutuhan di lapangan, perancangan desain LKPD
menggunakan aplikasi Canva, pengembangan produk sesuai sintaks model PBL,
hingga tahap validasi oleh ahli materi, bahasa, dan media.
Setelah melalui proses validasi dan revisi, produk diuji cobakan pada peserta didik kelas IV SDN Patrang
2 Jember untuk mengetahui tingkat keefektifan dan kepraktisannya. Berdasarkan
hasil validasi, LKPD memperoleh skor 88 dengan kategori sangat layak. Instrumen
tes memperoleh skor 93,05 dan angket respons peserta didik sebesar 91,11 yang
keduanya termasuk kategori sangat layak.
Hasil uji keefektifan menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta
didik berdasarkan perhitungan N-Gain yang berada pada kategori sedang hingga
tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan LKPD berbasis model PBL mampu
meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi IPAS. Adapun uji
kepraktisan berdasarkan angket respons peserta didik memperoleh persentase
sebesar 88,5% dengan kategori sangat praktis, yang menunjukkan bahwa LKPD
mudah digunakan, menarik, dan membantu proses pembelajaran. Berdasarkan hasil
tersebut, dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis model PBL yang dikembangkan
bersifat valid, efektif, dan praktis, sehingga layak digunakan dalam pembelajaran
IPAS kelas IV SD.
Pengembangan LKPD berbasis model PBL ini disarankan untuk
dimanfaatkan secara optimal oleh peserta didik guna meningkatkan kemandirian
belajar, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan pemecahan masalah. Bagi
guru, LKPD ini dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar pembelajaran IPAS
untuk meningkatkan keaktifan dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Selain
itu bagi sekolah, hasil pengembangan LKPD dapat dijadikan sebagai bahan
pendukung dalam meningkatkan kualitas pembelajaran aktif, inovatif dan berpusat
pada peserta didik serta bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk
mengembangkan LKPD pada materi maupun jenjang pendidikan yang lebih
beragam serta melakukan uji coba dalam skala yang lebih luas agar diperoleh hasil
yang lebih komprehensif.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 29Juni 2026_Kholif Basri
