Repository Universitas Jember

Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 5 of 9

Recent Submissions

  • Item type:Item,
    Kebijakan Keamanan Energi Korea Selatan pada Pemerintahan Moon Jae-In
    (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2026-05-12) Zarina Febry Aisya Putri
    South Korea's dependence on energy imports, exceeding 90%, poses significant strategic challenges. This makes South Korea vulnerable to price fluctuations and geopolitical threats. This thesis analyzes South Korea's energy policy from 2017 to 2022 in the context of energy security challenges, particularly under the Moon Jae-In administration. Using a qualitative case study approach, this research utilizes secondary data to explore the interaction of political, economic, and environmental factors that influence energy strategy. The findings demonstrate the application of rational choice Theory and the Energy Security Concept, which encompasses four key dimensions of Energy Security: availability, accessibility, affordability, and acceptability, in South Korea's energy security policy. Policies such as Renewable Energy 3020 can strive to increase energy supply (Availability) and be acceptable to the South Korean people (Acceptability). While the Third Energy Master Plan 2019 in energy efficiency innovation can increase energy affordability for the public in terms of cost (affordability). Furthermore, diversification of energy sources increases energy accessibility and reduces the risk of geopolitical instability (accessibility). This study emphasizes the importance of rational decision-making in developing adaptive energy policies and contributes to discussions in international relations on energy security and policy-making for energy-dependent countries.
  • Item type:Item,
    Potensi Limbah Kulit Pisang Tanduk dalam Pembuatan Soft Candy sebagai Sumber Antioksidan
    (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 2026-06-09) Siti Rohmah Dania
    Antioxidants are compounds that can protect cells from the effects of reactive oxygen free radicals. One of the antioxidant compounds is vitamin C and flavonoids. Antioxidants can also be found in banana peels, one of which is the tanduk banana peel. This study aims to identify the flavonoid and vitamin C content in tanduk banana peels, the antioxidant activity in tanduk banana peel soft candy, and test the water content of the soft candy. The results of the identification of tanduk banana peels showed that the content of vitamin C and flavonoids with a value of 75,91 and 54,19 mg/100g at maximum concentration. The resulting content has a small value because the drying process is quite long, namely 17 hours. This study also identified antioxidants contained in tanduk banana peel soft candy. The results showed that the soft candy has an antioxidant content of 11% in the 24 g banana peel powder variation. This antioxidant content is relatively small, this occurs because of the drying process is too long and the manufacturing process. The soft candy was also identified for its water content, the results showed different values in each variation. This occurs because of the differences in the banana peel powder variations in the manufacturing process. Further research is recommended to optimize the drying time to minimize the loss of antioxidant compounds.
  • Item type:Item,
    Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, dan Indeks Pembangunan Manusia terhadap Ketimpangan Pendapatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2020-2024
    (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 2026-06-19) Sabrina Yolansia Augusti
    Ketimpangan pendapatan merupakan permasalahan pembangunan yang masih menjadi tantangan utama di berbagai wilayah, termasuk Provinsi Jawa Barat. Perbedaan karakteristik ekonomi, sosial, dan pembangunan antar kabupaten/kota menyebabkan terjadinya variasi ketimpangan secara spasial dan temporal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Jawa Barat menggunakan pendekatan Geographically Weighted Regression–Panel (GWR-Panel). Data yang digunakan merupakan data panel sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 25 kabupaten/kota periode tahun 2020–2024. Hasil penelitian menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif yang mengindikasikan pola pengelompokan ketimpangan pendapatan antar wilayah. Model Fixed Effect Model (FEM) terpilih sebagai model regresi global terbaik sebelum dilakukan analisis spasial lokal. Hasil estimasi GWR-Panel menunjukkan bahwa pengaruh PAD, TPAK, dan IPM terhadap ketimpangan pendapatan bersifat tidak homogen antar wilayah, sehingga setiap kabupaten/kota memiliki karakteristik pengaruh variabel yang berbeda. Temuan penelitian menegaskan pentingnya kebijakan pembangunan yang bersifat spasial dan berbasis karakteristik daerah guna mengurangi ketimpangan pendapatan secara lebih efektif. Optimalisasi pemanfaatan PAD, peningkatan partisipasi tenaga kerja, serta pembangunan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor strategis dalam mendorong pemerataan pembangunan di Provinsi Jawa Barat.
  • Item type:Item,
    Analisis Yuridis Putusan Pemidanaan dalam Tindak Pidana Turut Serta Melakukan Penganiayaan Mengakibatkan Kematian (Putusan Nomor 32/Pid.B/2025/PN Jap)
    (Fakultas Hukum, 2026-05-07) Defyani Shafa Armanto
    Sistem peradilan pidana memiliki komponen yang paling menentukan jalannya suatu perkara yakni surat dakwaan yang disusun oleh Jaksa Penuntut Umum dan pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan. Pada Putusan Nomor 32/Pid.B/2025/PN Jap yang akan dikaji, terdapat tiga orang terdakwa yang tersangkut perkara kekerasan di dalam sebuah hotel pada dini hari, hingga mengakibatkan seorang korban meninggal dunia. Para terdakwa dituntut dengan dakwaan berbentuk alternatif subsidaritas. Dakwaan kesatu Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP, dan dakwaan kedua primer Pasal 351 ayat (3) Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta dakwaan kedua subsider Pasal 351 ayat (1) Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Melalui pertimbangannya hakim memvonis dengan Pasal 351 ayat (3) Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dari putusan tersebut terdapat dua permasalahan pokok yang menjadi fokus kajian. Pertama, apakah dakwaan Jaksa Penuntut Umum telah sesuai berdasarkan Pasal 143 ayat (2) KUHAP Jo. Surat Edaran Jaksa Agung Nomor: SE-004/J.A/11/1993. Kedua, apakah pertimbangan Hakim yang menyatakan terdakwa terbukti Pasal 351 ayat (3) Jo. Pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHP sesuai berdasarkan fakta di persidangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian surat dakwaan dengan ketentuan Pasal 143 KUHAP ditinjau dari syarat formil dan syarat materiil, serta mengkaji ketepatan pertimbangan hakim dalam menerapkan Pasal 351 ayat (3) Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surat dakwaan jaksa bahwa surat dakwaan telah memenuhi seluruh syarat formil. Namun terdapat kekurangan pada syarat materiil yakni pada unsur kecermatan. Terdapat kesalahan penulisan nomor ayat pada salah satu lapisan dakwaan, struktur dakwaan yang melewatkan satu tingkatan yang seharusnya ada, serta penggunaan frasa yang justru mempersempit pembuktian di persidangan. Sehingga surat dakwaan berpotensi cacat secara materiil. Dari sisi lain, putusan hakim meskipun pasal yang dipilih secara formal dapat dipertahankan karena unsur-unsurnya terpenuhi. Fakta persidangan menunjukkan mengarah pada pasal dakwaan kesatu yang ancaman pidananya lebih tinggi dan pembuktiannya pun lebih mudah dilakukan. Hakim tidak menjelaskan secara yuridis mengapa pasal tersebut dikesampingkan. Meskipun pertimbangan hakim dinilai sah secara formal, namun belum mencerminkan keadilan yang sesungguhnya bagi korban karena pilihan pasal yang digunakan membatasi batas maksimum hukuman yang bisa dijatuhkan. Sebagai tindak lanjut, penelitian ini merekomendasikan agar jaksa lebih teliti dan cermat dalam setiap aspek teknis penyusunan dakwaan, dan agar hakim memberikan penjelasan yuridis yang lengkap atas setiap pilihan yang diambil dalam putusan demi memperkuat transparansi dan akuntabilitas putusan serta keadilan bagi korban dan masyarakat.
  • Item type:Item,
    Efektivitas Ekstrak Ganyong (Canna edulis Kerr.) terhadap Kadar Gula Darah pada Mencit yang Diinduksi Aloksan dan Pemanfaatannya sebagai Book Chapter
    (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026-02-23) Ayu Aprilia
    Ganyong (Canna edulis) merupakan tanaman yang umum ditemukan di Indonesia, menjadi salah satu bahan pangan. Tanaman ini memiliki berbagai senyawa metabolit sekunder (bioaktif) seperti flavonoid, alkaloid, dan fenolik. Senyawa-senyawa ini membuat tanaman ganyong berpotensi dalam mengatasi antidiabetik selain penggunaan obat-obatan sintetik seperti metformin dan glibenklamid. Selain itu, pada ganyong mengandung antioksidan yang berperan dalam mengatasi radikal aktif penyebab diabetes. Sehingga tanaman ini berpotensi dalam mengatasi kelonjakan kadar gula darah pada penderita diebetes. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dari ekstrak ganyong terhadap kadar gula darah pada mencit yang telah diinduksi aloksan (keadaan diabetes) dan melihat dosis berapakah yang paling efektif dalam menurunkan kadar gula darah. Berdasarkan hal tersebut, hasil dari penelitian ini akan dituangkan dalam bentuk Book Chapter yang ditujukan kepada masyarakat umum. Tujuan pembuatan produk ini untuk menginformasikan kepada masyarakat luas terkait pengaruh dari ganyong terhadap penurunan kadar gula darah yang diharapkan menambah informasi masyarakat terkait pengobatan alternatif ini. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan mencit jantan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Mencit terbagi menjadi 6 kelompok; kelompok normal, kontrol negatif, kontrol positif, dosis ekstrak 200 mg/kgBB, dosis ekstrak 400 mg/kgBB, dan dosis ekstrak 600 mg/kgBB. Setelah masa aklimasi selama 7 hari dilakukan pengukuran kadar gula darah pada mencit dan dilanjutkan induksi aloksan 175 mg/kgBB secara intraperiotenal. Setelah terindikator diabetes dilanjutkan masa pengobatan selama 10 hari secara oral gavage.