Repository Universitas Jember

Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 5 of 9

Recent Submissions

  • Item type:Item,
    Perbandingan Efektivitas Formulasi Pedikulisida Alami Campuran Bunga Lawang dan Minyak Kelapa dengan Campuran Bunga Lawang dan Cuka secara In Vitro
    (Fakultas Kedokteran, 2019-03-22) Anzil Aziza
    Kutu rambut atau pedikulosisxkapitis adalah infestasi ektoparasit Pediculus humanus capitis yang hidup di rambut dan kulit kepala manusia. Prevalensi pedikulosis kapitis tersebar di negara maju maupun berkembang, di Indonesia belum ada data statistik yang jelas. Adanya efek samping dan resistensi dari pedikulisida kimia diperlukan alternatif berupa pedikulisida alami. Ekstrak bunga lawang terbukti dapat membunuh 100% kutu rambut. Selain itu, minyak kelapa juga mampu membasmi kutu rambut dengan pemakaian yang teratur. Kandungan minyak kelapa, yaitu asam laurat dapat menjadi insektisida alami. Cuka juga dapat mengatasi masalah kutu rambut namun kurang efektif. Cuka dipercaya dapat meluruhkan lem yang melekatkan nit ke rambut sehingga mudah diambil. Pencampuran ini dilakukan untuk melihat apakah campuran tersebut memiliki aktivitas yang sinergis dan berefek potensiasi atau efek antagonis, selain itu pencampuran didasari karena mahalnya ekstrak bunga lawang, sehingga dengan pencampuran ini dapat meminimalkan biaya yang dibutuhkan. Penelitian ini adalah true experimental laboratories secara in vitro dengan 2 kelompok kontrol dan 8 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol yang digunakan adalah kelompok kontrol negatif dengan aquades dan kelompok kontrol positif dengan permethrin 1%, sedangkan kelompok perlakuan yang digunakan berjumlah 8 kelompok, yaitu campuran bunga lawang dengan minyak kelapa dan campuran bunga lawang dengan cuka perbandingan 30:70, 40:60, 50:50, 60:40. Telur kutu ditempelkan pada object glass dengan selotip bolak-balik kemudian ditetesi dengan larutan sebanyak 1 mL selama 0,5; 1; atau 2 menit dan diinkubasi pada suhu ruang selama 5 hari. Pada hari ke-5, telur kutu diamati di bawah mikroskop cahaya, telur dikatakan mati bila operkulum tertutup atau terbuka dengan nimfa di dalamnya. Kutu dewasa direndam dengan larutan sebanyak 1 mL selama 0,5; 1; atau 2 menit, kemudian dibilas dengan aquades 100 mL di atas saringan. Kutu kemudian disimpan di cawan petri yang telah dialasi kertas saring basah dan diinkubasi pada suhu ruang. Mortalitas kutu dewasa diamati pada menit ke-5, 10, 60, 120, 180, 240, dan 1080. Kutu dewasa dikatakan mati bila tidak terdapat gerakan sama sekali dari kutu. Hasil penelitian menunjukkan persentase mortalitas telur kutu tertinggi dimiliki oleh campuran bunga lawang dengan minyak kelapa perbandingan 60:40 sebesar 94,44% dan campuran bunga lawang dengan minyak kelapa perbandingan 60:40 memiliki rerata persentase mortalitas sebesar 86,67%. Hasil tersebut lebih tinggi dibanding kelompok kontrol positif permethrin 1% yang hanya memiliki persentase rerata mortalitas telur kutu sebesar 13,33%. Berdasarkan hasil analisis probit nilai Inhibitory Concentration of 50% (IC 50 ) campuran bunga lawang dengan minyak kelapa untuk telur kutu sebesar 1,073% dan nilai IC 50 dari campuran bunga lawang dengan cuka adalah 0,752%. Hasil penelitian juga menunjukkan persentase mortalitas kutu dewasa kontrol positif sebesar 93,81% dan kontrol negatif sebesar 36,51%. Kelompok perlakuan yang memiliki rerata persentase mortalitas kutu dewasa tertinggi pada campuran bunga lawang dengan minyak kelapa perbandingan 30:70 sebesar 85,71% dan kelompok perlakuan campuran bunga lawang dengan cuka perbandingan 30:70 dengan persentase 79,05%. Berdasarkan hasil analisis probit nilai IC 50 campuran bunga lawang dengan minyak kelapa untuk kutu dewasa sebesar 0,356% dan campuran bunga lawang dengan cuka adalah 0,441%.
  • Item type:Item,
    Implementasi Memory Games Mencocokkan Gambar untuk Mempertahankan Fungsi Kognitif Lansia Demensia dengan Gangguan Memori di UPT PSTW Jember
    (Fakultas Keperawatan, 2026-05-18) Indreswari Cahyani Listyantari
    Penurunan fungsi kognitif, khususnya gangguan memori, merupakan masalah yang sering terjadi pada lansia akibat proses penuaan dan berisiko berkembang menjadi demensia. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan kemampuan berpikir, mengingat, serta kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mempertahankan fungsi kognitif adalah terapi memory games mencocokkan gambar. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan satu partisipan lansia yang mengalami demensia ringan hingga sedang dan memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa terapi memory games mencocokkan gambar diberikan sebanyak 6 kali selama 2 minggu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fungsi kognitif menggunakan instrumen Short Portable Mental Status Questionnaire (SPMSQ) dan Mini Mental State Examination (MMSE). Hasil implementasi menunjukkan adanya perubahan positif pada kemampuan mengingat, konsentrasi, dan orientasi klien setelah diberikan terapi memory games mencocokkan gambar. Lansia tampak lebih mampu mengenali objek, menjawab pertanyaan sederhana, serta menunjukkan peningkatan fokus selama aktivitas berlangsung. Terapi memory games mencocokkan gambar terbukti membantu stimulasi fungsi kognitif melalui latihan memori visual dan perhatian sehingga dapat mempertahankan kemampuan kognitif lansia dengan gangguan memori. Intervensi ini juga memberikan aktivitas yang menarik dan mudah diterapkan dalam pelayanan keperawatan gerontik.Terapi memory games mencocokkan gambar dapat menjadi alternatif intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif untuk mempertahankan fungsi kognitif pada lansia dengan gangguan memori.
  • Item type:Item,
    Transformasi Hukum Penyimpanan Protokol Notaris dari Konvensional ke Blockchain
    (Fakultas Hukum, 2026-06-18) Rico Aldy Munafan
    Penyimpanan protokol notaris dalam penerapannya masih dilakukan secara non-digital, bentuk fisik akta disimpan dalam lemari arsip khusus atau menggunakan brankas besi yang ditempatkan di kantor notaris atau di tempat lain yang telah diberitahukan kepada Majelis Pengawas Notaris. Penyimpanan dokumen dengan cara ini telah berlangsung sejak lama dan dianggap aman karena tahan terhadap api, air dan risiko kerusakan maupun pencurian. Akan tetapi dengan adanya perkembangan teknologi, model penyimpanan konvensional mulai dipertanyakan relevansinya, jika penyimpanan protokol notaris secara konvensional dilakukan dalam jumlah besar dan harus menyimpan dokumen tersebut selama bertahun-tahun bahkan seumur hidup serta setelah notaris tersebut meninggal dunia, protokol tersebut juga harus diserahkan kepada notaris lainnya, maka hal ini menimbulkan beban administratif yang besar dan memakan tempat yang luas. Oleh karena itu muncul urgensi untuk mempertimbangkan alternatif penyimpanan berbasis digital. Dengan demikian, fokus penelitian dalam tesis ini adalah: Pertama, apakah transformasi penyimpanan protokol notaris dari konvensional ke blockchain sah secara hukum. Kedua, bagaimana konsep ke depan transformasi hukum penyimpanan protokol notaris dari konvensional ke blockchain. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yang dilakukan dengan menganalisis dan mengkaji substansi peraturan perundang-undangan dan juga literatur-literatur yang memiliki sifat konsep teoretis terhadap permasalahan serta isu-isu hukum penelitian, mengenai transformasi hukum penyimpanan protokol notaris dari konvensional ke blockchain. Adapun pendekatan yang dipakai dalam tesis ini adalah pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan perbandingan. Bahan hukum penelitian ini terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan non hukum. Pengumpulan bahan hukum tesis ini dilakukan dengan menggunakan metode kepustakaan sistematis yang didapatkan dari buku, hasil penelitian, pendapat para ahli, jurnal dan artikel. Untuk analisis bahan hukum dilakukan secara deduktif yakni bermula pada suatu isu atau permasalahan yang secara umum untuk selanjutnya ditarik kesimpulan sampai pada hal-hal khusus terhadap isu hukum yang menjadi fokus penelitian. Berdasarkan hasil pembahasan dalam tesis ini, diperoleh dua temuan yaitu: Pertama, Transformasi penyimpanan protokol notaris dari konvensional ke blockchain pada dasarnya dapat dilakukan namun belum dapat dinyatakan sah secara hukum, agar memperoleh keabsahan secara hukum, maka harus memenuhi beberapa syarat yaitu, adanya pengaturan yang secara tegas memperbolehkan penyimpanan protokol notaris digital, diakuinya dokumen digital notaris sebagai akta autentik yang kekuatan pembuktiannya setara dengan akta autentik secara fisik dan adanya infrastruktur digatal yang memadai serta sistem yang terintegrasi secara hukum. Kedua, Konsep ke depan transformasi hukum penyimpanan protokol notaris dari konvensional ke blockchain di Indonesia harus dibangun melalui legitimasi normatif yang tegas memperbolehkan penyimpanan protokol notaris secara digital, pengakuan dokumen digital notaris sebagai akta autentik yang kekuatan pembuktiannya setara dengan akta autentik secara fisik, tersedianya infrastruktur digatal yang memadai serta sistem yang terintegrasi secara hukum. Penyimpanan ini harus menjamin hak privasi para pihak, yang diwujudkan melalui pembatasan data yang dicatat dalam blockchain dengan hanya merekam identitas digital dokumen (hash) tanpa memuat data pribadi secara langsung, disertai dengan penerapan enkripsi, pengendalian akses yang ketat, serta mekanisme akuntabilitas melalui sistem audit digital. praktik ini sejalan dengan pengaturan di Italia melalui Decreto Legislativo 7 marzo 2005, n. 82 dan Decreto Legislativo 2 luglio 2010, n. 110 yang memberikan dasar hukum penggunaan dan penyimpanan dokumen digital dalam praktik kenotariatan. Berkaitan dengan hasil penelitian ini disarankan, kepada pemerintah segera memberikan keabsahan transformasi penyimpanan protokol notaris digital dengan membentuk regulasi dan legalitas penyimpanan protokol notaris digital, termasuk pengakuan kekuatan pembuktian dokumen digital sebagai akta autentik, guna mewujudkan pelayanan hukum profesi notaris yang lebih efektif dan efisien dan pemerintah dapat merumuskan konsep transformasi hukum penyimpanan protokol notaris dari konvensional ke blockchain secara komprehensif, baik dari aspek teknis ataupun normatif guna memberikan kepastian hukum, menjamin keamanan dan perlindungan data yang ada dalam protokol notaris.
  • Item type:Item,
    Perlindungan Hukum terhadap Peserta Perusahaan Asuransi Berbadan Hukum Akibat Kebocoran dan Penjualan Data Pribadi di Dunia Maya
    (Fakultas Hukum, 2024-06-20) Romadhoni Putri Andiani
    Kebocoran data ialah suatu kejadian yang disebabkan oleh seseorang, kebocoran dapat terjadi dalam dunia perasuransian. Kebocoran pun sering terjadi pada data pribadi, data pribadi yang mengalami kebocoran pun biasanya akan dijadikan ladang penjualan oleh seseorang yang menginginkan keuntungan pribadi dan menyebabkan kerugian pada orang lain. Kasus kebocoran dan penjualan data pribadi sudah banyak terjadi di Indonesia. Data pribadi konsumen menjadi suatu target pemasaran suatu produk perusahaan maupun perseorangan. Kasus kebocoran dan penjualan data pribadi tersebut terjadi pada salah satu perusahaan asuransi di Indonesia. Data yang bocor ialah data kependudukan seperti foto KTP, akta kelahiran, rekening bank, laporan hasil pemeriksaan laboratorium, informasi nomor pajak pelanggan, serta rekam medis milik peserta asuransi. Akibat dari kebocoran dan penjualan data pribadi tersebut, peserta asuransi merasa dirugikan.
  • Item type:Item,
    Pengaruh Konsentrasi Poc Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman PADI (Oryza Sativa L.) DI Lahan Salin
    (Fakultas Pertanian, 2026-06-18) Muhammad Jamrotul Faris
    Rice (Oryza sativa L.) is the primary staple crop most widely required for consumption in Indonesia, but rice productivity remains relatively low on lands affected by salinity stress. Salinity stress in rice-growing fields is determined by the soil’s salt content. The application of POC (liquid organic fertilizer) is an innovative practice that may help address this constraint. This study was conducted to determine the effects of several LOC concentrations on the growth and yield of rice cultivated on saline land. The experiment took place in a salinity-affected rice production area in Kepanjen Village, Gumukmas Subdistrict, Jember Regency. A single-factor randomized complete block design was used, with POC concentrations as treatments at four levels (7.5 mL/L, 10 mL/L, 12.5 mL/L, and 15 mL/L) and nine replications, resulting in 36 experimental units. The results indicated that POC application influenced both growth and yield of rice. Application at 15 mL/L produced the highest values for number of leaves, number of tillers, panicle length, root length, moisture content, dry grain weight, 100-seed weight, and yield potential. The 12.5 mL/L treatment did not differ significantly from the 15 mL/L treatment for plant height, number of panicles, and number of grains