Repository Universitas Jember
Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
- Koleksi Laporan Hasil Pengabdian Masyarakat
- Koleksi Laporan Praktek Kerja Program Diploma
- Koleksi Disertasi Program Doktoral
- Koleksi Laporan hasil penelitian dosen UNEJ
- Koleksi Tesis Program Magister
Recent Submissions
Item type:Item, Potensi Ekstrak Daun Ungu 10% (Graptophyllum pictum L. Griff) Terhadap Ekspresi TNF-α Pada Penyembuhan Soket Pasca Pencabutan Gigi Tikus Wistar(Fakultas Kedokteran Gigi, 2025-07-14) Nadiya Ayu Sekar KinariPencabutan gigi merupakan tindakan mengeluarkan gigi dari soketnya karena suatu kondisi medis. Pencabutan gigi menyebabkan trauma pada soket gigi yang kemudian memicu terjadinya inflamasi. Fase inflamasi terjadi dari hari ke-0 hingga hari ke-5 pada luka. Inflamasi yang berlangsung lama menimbulkan rasa nyeri, tidak nyaman, dan dapat menimbulkan komplikasi. Pada fase inflamasi terdapat sitokin sitokin pro-inflamasi, salah satunya adalah TNF-α. Ekspresi TNF-α dapat dijadikan sebagai salah satu parameter terlewatinya fase inflamasi karena meningkatnya ekspresi TNF-α pada luka, menandakan proses inflamasi yang sedang berlangsung. Apabila ekspresi TNF-α pada luka menurun maka menandakan proses penyembuhan luka semakin membaik dan proses inflamasi dapat dengan cepat terlewati. Rasa nyeri dan tidak nyaman yang diakibatkan inflamasi yang berkepanjangan biasanya diberikan obat anti-inflamasi NSAID seperti natrium diklofenak. Natrium diklofenak merupakan salah satu obat anti-inflamasi yang banyak digunakan oleh masyarakat dengan persentase 42,98-56,16%, namun memiliki efek samping jangka panjang. Hal tersebut mendorong berbagai penelitian untuk mencari bahan alam yang diharapkan dapat meminimalisir efek samping yang akan terjadi. Pada penelitian ini bahan alam yang digunakan yaitu ekstrak daun ungu 10% yang memiliki efek farmakologis sebagai anti-inflamasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi ekstrak daun ungu 10% terhadap ekspresi TNF-α pada inflamasi pasca pencabutan gigi pada Tikus Wistar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian post test only control group design. Penelitian ini menggunakan Tikus Wistar jantan yang dilakukan pencabutan gigi molar pertama rahang bawah regio kiri. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 48 ekor Tikus Wistar yang dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kontrol negatif dengan akuades (KA), kontrol positif dengan natrium diklofenak (KN), dan kelompok perlakuan dengan ekstrak daun ungu 10% (KE) yang masing-masing kelompok diteliti pada hari ke-1, ke-3, ke-5, dan ke-7. Pemberian akuades, natrium diklofenak, dan ekstrak daun ungu (Graptophillum pictum L. Griff) konsentrasi 10% dilakukan secara sondase sebanyak satu kali dalam sehari yaitu pada pagi hari.Item type:Item, Peran Warna pada Sinematografi sebagai Penggambaran emosi Cerita dalam Film Blade runner 2049(Fakultas Ilmu Budaya, 2024-07-24) Akhmad Ridho ZakariaColor plays a pivotal role in the cinematography of Blade Runner 2049, shaping mood, atmosphere, and audience perception. The film's success lies in its ability to create an immersive atmosphere through detailed production design, atmospheric music by Hans Zimmer and Benjamin Wallfisch, and strong performances from the cast. This qualitative research examines how Blade Runner 2049 uses color to convey emotions, employing observation and literature study as data collection methods. The study begins by watching the film and taking screenshots to analyze aspects of cinematography and color. From 139 initial data points, the selection is reduced to 13 focused examples. These examples highlight the use of specific color palettes and lighting techniques to communicate character emotions and story nuances effectively. Ultimately, the research underscores that Blade Runner 2049 utilizes color to create a complex and immersive atmosphere, demonstrating its vital role in enhancing the film's narrative and emotional depth.Item type:Item, Kesesuaian Retikulosit Hemoglobin dan Indeks Eritrosit dalam Menilai Defisiensi Besi pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Stadium V(Fakultas Kedokteran, 2026-01-29) Qatrunada Permata YumnaChronic kidney disease stage 5 is a condition with high morbidity, frequently accompanied by anemia, particularly in patients undergoing hemodialysis. Anemia in this population is not only caused by erythropoietin deficiency but also by disturbances in iron metabolism, especially functional iron deficiency. Accurate assessment of iron status is crucial to ensure optimal anemia management and improve patient outcomes. In this context, the study aims to analyze the agreement between Reticulocyte Hemoglobin (Ret-He) and erythrocyte indices in assessing iron deficiency in patients with chronic kidney disease stage 5 undergoing hemodialysis. This research was designed as an analytical observational study with a cross-sectional approach. Data were obtained from medical records of routine hemodialysis patients, specifically focusing on the values of Ret-He, MCV, and MCH. The data were then analyzed using Spearman’s correlation to assess the relationship between parameters and Cohen’s Kappa agreement test to evaluate the level of agreement between Ret-He and the erythrocyte indices. The results revealed a significant positive correlation between Ret-He and both MCV (ρ = 0,588) and MCH (ρ = 0,714). However, the level of agreement between Ret-He and the erythrocyte indices was classified as very weak (Kappa = 0,138), suggesting that although the two parameters are related, they do not fully substitute for each other. Ret-He is more responsive to iron deficiency and tends to detect changes in iron status earlier than MCV and MCH. This study concludes that reticulocyte hemoglobin has potential as additional parameter in assessing iron status in patients with chronic kidney disease stage 5. The combined use of Ret-He and erythrocyte indices may provide a more comprehensive evaluation of anemia in clinical practice.Item type:Item, Pengaruh Audit Sumber Daya Manusia dan Kompetensi Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja Karyawan Melalui Motivasi Kerja pada Operator SPBU di Kabupaten Jember(Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 2025-12-10) Fitra Ar RasyidDalam penelitian ini akan dibahas bagaimana pengaruh audit sumbar daya manusia dan kompetensi sumber daya manusia terhadap kinerja karyawan melalui motivasi kerja mereka. Kompetensi sumber daya manusia merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh staff operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) seperti pengetahuan umum dan berita atau isu terkini, keterampilan, dan sikap perilaku atau attitude. Hal ini penting dan menjadi standar dasar utama dalam perekrutan karyawan staff di awal. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif dengan smartPLS. Sampel yang digunakan berjumlah 252 orang. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Audit Sumber Daya Manusia berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan, Kompetensi Sumber Daya Manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan, Audit Sumber Daya Manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja, Kompetensi Sumber Daya Manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja , Audit Sumber Daya Manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui motivasi kerja, Kompetensi Sumber Daya Manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui motivasi kerja dan Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan.Item type:Item, Morfometri Organ Pencernaan Ayam KUB yang Disuplementasi Sambiloto dan Diinfeksi Salmonella enteritidis(Fakultas Pertanian, 2026-07-01) Syahrani Nur FadilaSalmonella enterica merupakan bakteri patogen yang dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan unggas dan menurunkan produktivitas ayam. Penggunaan ekstrak sambiloto (Andrographis paniculata) sebagai fitobiotik alami menjadi alternatif untuk membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan unggas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak sambiloto terhadap morfometri dan kondisi fisik organ pencernaan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) yang diinfeksi S.enterica. Penelitian menggunakan rancangan faktorial dengan faktor perlakuan dan kelompok bobot badan. Perlakuan terdiri atas kontrol negatif (K-), infeksi S.enterica dengan kontrol antibiotik (PAb), ekstrak sambiloto tanpa infeksi (PS1), dan ekstrak sambiloto pada ayam yang diinfeksi S.enterica (PS2). Parameter yang diamati meliputi berat dan panjang organ pencernaan serta kondisi fisik organ secara makroskopis. Data morfometri dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut apabila terdapat perbedaan nyata, sedangkan kondisi fisik organ dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap berat esofagus, berat duodenum, berat usus besar, dan panjang duodenum, dimana perlakuan PS2 menghasilkan nilai tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Kelompok bobot badan berpengaruh nyata terhadap berat proventrikulus, berat jejunum, berat ileum, berat sekum, panjang duodenum, dan panjang sekum. Pengamatan makroskopis menunjukkan sebagian besar organ pencernaan berada dalam kondisi normal, sedangkan perdarahan hanya ditemukan pada duodenum dan jejunum pada perlakuan PAb. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak sambiloto mampu membantu mempertahankan morfometri dan kondisi fisik organ pencernaan ayam KUB yang diinfeksi S.enterica sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai fitobiotik alami untuk mendukung kesehatan saluran pencernaan unggas.
