Repository Universitas Jember
Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
- Laporan Hasil Pengabdian Pada Masyarakat
- Koleksi Laporan Praktek Kerja Program Diploma
- Koleksi Disertasi Program Doktoral
- Koleksi Laporan hasil penelitian dosen UNEJ
- Koleksi Publikasi Ilmiah
Recent Submissions
Item type:Item, Implementasi Sistem Otomatisasi Berbasis IoT untuk Efisiensi Pemberian Pakan Ikan Gurami Menggunakan Rule-Based System(Fakultas Teknik, 2026-01-20) Egi Afrian MetaufinandaPenelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan manajemen pemberian pakan pada budidaya ikan gurami yang seringkali tidak teratur dan tidak terukur apabila dilakukan secara manual. Ketidakteraturan ini berdampak pada penurunan kualitas air kolam yang dapat menyebabkan kematian ikan secara mendadak. Untuk mengatasi hal tersebut, dikembangkan sebuah sistem otomatisasi pemberian pakan berbasis Internet of Things(IoT) dengan mengimplementasikan metode Rule-Based System. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai unit kendali utama yang terintegrasi dengan modul RTC DS3231 untuk penjadwalan waktu presisi. Mekanisme pemberian pakan menggunakan motor servo MG996 sebagai pengatur katup dan motor BLDC sebagai pelontar pakan guna mendistribusikan pakan secara merata ke kolam. Metode Rule-Based System diterapkan dengan logika IF-THEN untuk menentukan durasi dan sudut bukaan servo berdasarkan input jumlah ikan (kategori sedikit, sedang, atau banyak) yang dikirimkan pengguna melalui aplikasi Android berbasis MIT App Inventor. Seluruh data interaksi dan parameter sistem disimpan serta dikelola secara real-time menggunakan Firebase Realtime Database. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perangkat keras dan perangkat lunak dapat beroperasi secara sinkron sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Sistem mampu memberikan pakan secara mandiri pada pagi (pukul 07.00) dan sore hari (pukul 16.00) dengan akurasi bukaan servo sesuai kategori jumlah ikan. Implementasi teknologi IoT ini memungkinkan pembudidaya untuk memantau log aktivitas pemberian pakan dan mengubah parameter sistem dari jarak jauh, sehingga meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung optimalisasi pertumbuhan ikan gurami.Item type:Item, Implikasi Hukum Bagi Pelaku Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing yang Mengalami Kebocoran Data dalam Blockchain(Fakultas Hukum Universitas Jember, 2025-07-14) Desy SoesantiPeraturan Bank Indonesia Nomor 6 Tahun 2024 tentang Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing atau PBI 6/2024 merupakan peraturan yang mengatur mengenai penggunaan kontrak pintar dalam kegiatan pasar uang dan pasar valuta asing. Dengan digunakannya kontrak pintar maka blockchain juga ikut digunakan dalam kegiatan pasar uang dan pasar valuta asing. Blockchain ini memiliki risiko mengalami peretasan yang dapat mengakibatkan kebocoran data dari pelaku pasar uang dan pasar valutas asing atau PUVA. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi PUVA terkait implikasi hukum dari kebocoran data yang mereka alami. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian terhadap masalah tersebut. Dalam Penelitian ini dirumuskan dua rumusan masalah, yaitu bagaimana kedudukan hukum blockchain dalam transaksi pasar uang dan pasar valuta asing? dan bagaimana implikasi hukum bagi pelaku pasar uang dan pasar valuta asing yang mengalami kebocoran data dalam blockchain?. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk memenuhi persyaratan pokok memperoleh Gelar Sarjana Hukum di Universitas Jember, untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari di masa perkuliahan sebelumnya, untuk menemukan kedudukan hukum teknologi blockchain dalam kegiatan pasar uang dan pasar valuta asing, dan untuk menemukan implikasi hukum dari kebocoran data dalam blockchain yang dialami oleh pelaku pasar uang dan pasar valuta asing. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan terkait penggunaan teknologi blockchain terkhusus pada kegiatan pasar uang dan pasar valuta asing serta dapat memberikan pandangan bagi pemerintah mengenai kepastian hukum terkait penggunaan teknologi blockchain. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan tipe penelitian normatif dengan dua pendekatan masalah yaitu pendekatan perundangundangan dan pendekatan konseptual. Sumber bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan non hukum. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis bahan hukum secara deduktif. Kajian Pustaka dari penelitian ini meliputi: kajian implikasi hukum; pengertian dan mekanisme kerja blockchain; pengertian kontrak dan kontrak pintar; pengertian valuta asing dan pasar valuta asing; pelaku pasar valuta asing; pengertian dan produk pasar uang serta pelaku pasar uang. Hasil penelitian dari rumusan masalah, yaitu yang pertama mengenai kedudukan hukum blockchain dalam pasar uang dan pasar valuta asing yang telah diatur dalam UU P2SK dan PBI 6/2024. Kedudukan hukum blockchain dijelaskan dalam bagian penjelasan pasal 44 UU P2SK dan pasal 13 ayat 1 PBI 6/2024. Selanjutnya yang kedua, mengenai risiko dari penggunaan blockchain yang dapat menyebabkan kebocoran data dari PUVA. Kebocoran data tersebut menimbulkan implikasi hukum yang berupa kerugian materiil dan immateriil bagi PUVA. Dalam UU ITE juga mengatur mengenai implikasi hukum kebocoran data berupa sanksi bagi pelaku kebocoran data. Upaya penyelesaian kebocoran data yang dialami PUVA dapat dilakukan secara preventif dan represif. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, 1. Kedudukan hukum blockchain dalam transaksi pasar uang dan pasar valuta asing adalah sebagai tempat dilaksanaknnya transkasi pasar uang dan pasar valuta asing yang menggunakan kontrak pintar. Karena kontrak pintar yang digunakan sebagai produk pasar uang dan pasar valuta asing adalah kontrak dari transaksi derivatif yang dilakukan dalam Distributed Ledger Technology/DLT. Blockchain adalah salah satu jenis dari DLT yang sudah diakui di Indonesia. Hal ini berdasarkan ketentuan Pasal 13 PBI 6/2024. 2. Implikasi hukum bagi pelaku pasar uang dan pasar valuta asing yang mengalami kebocoran data berupa kerugian materiil dan immaterial. Kerugian materiil adalah kerugian finansial, sedangkan kerugian immaterial adalah kerugian secara emosional dan sosial pada PUVA yang mengalami kebocoran data. Kerugian tersebut merupakan tanggung jawab dari pelaku kebocoran data atau peretas dan penyedia layanan blockchain. Hal ini berdasarkan ketentuan Pasal 1365 dan Pasal 1366 KUHPerdata. Saran dari penelitian ini adalah 1. Pemerintah seyogyanya memperjelas mengenai penjelasan pasal 13 Peraturan Bank Indonesia Nomor 6 Tahun 2024 tentang Pasar Uang Dan Pasar Valuta Asing (PBI 6/2024). Karena dalam peraturan ini kontrak pintar yang dapat digunakan dalam transaksi pasar uang dan pasar valuta asing, diartikan sebagai kontrak pintar dalam transaksi derivatif yang dilaksanakan dalam Distributed Ledger Technology (DLT). Kata DLT tersebut seharunya lebih spesifik mengarah ke jenis DLT apa yang dapat digunakan dalam transaksi pasar uang dan pasar valuta asing, karena DLT memiliki jenis yang beragam.2. Penyedia layanan blockchain untuk transaksi pasar uang dan pasar valuta asing seyogyanya memperkuat sistem kemanan blockchain yang akan digunakan. Hal ini karena potensi terjadinya kebocoran data dari PUVA cukup tinggi, terlebih lagi kasus peretasan blockchain sudah marak terjadi. Penyedia layanan blockchain dapat memberikan intruksi lebih kepada PUVA mengenai fungsi, cara kerja, dan resiko dari blockchain sebelum menggunakan blockchainItem type:Item, Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis dengan Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning dengan Problem Based Learning (Studi Kasus pada Mata Pelajaran Dasar-dasar Pemasaran Siswa Kelas X Pemasaran Siswa Kelas X Pemasaran SMKN 1 Jember)(FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, 2024-03-09) Eka Stya WardaniThis research aimed to determine the differences in critical thinking skills using Discovery Learning and problem based learning models (case study on the basics of marketing subject for class X marketing at SMKN 1 Jember). This study used the entire population of class X PM. The sample selection process uses purposive sampling technique. The research method used is a quantitative method using a quasi-experimental design. The technique used to collect critical thinking ability data is a test. The research results showed that data analysis used the Independent Sample T-test with a significance level of 0.05. The calculation results obtained were 0.000 < 0.05 with 5.031 > 2.208, which means there is a significant influence. From these results it can be concluded that there is a significant difference in critical thinking abilities between the experimental class which uses the problem-based learning model and the control class which uses the discovery learning model. For educators in basic marketing subjects, the Problem Based Learning learning model can be applied and adapted to students and the material being studiedItem type:Item, Implementasi Program Pemberdayaan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi di Kecamatan Junrejo oleh Dinas Sosial Kota Batu(FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, 2025-07-22) Eka Sukma Ortu Dwi PrantaraPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi program pemberdayaan PRSE dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kota Batu, mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi, serta dampaknya terhadap peningkatan kemandirian penerima manfaat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan ditentukan secara purposive, terdiri atas pihak Dinas Sosial, pendamping PKH, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), penerima manfaat, dan masyarakat sekitar. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi non-partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, & Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program pemberdayaan PRSE telah berjalan sesuai tahapan, yakni pendataan, asesmen kebutuhan, perencanaan, pelatihan keterampilan usaha, pelatihan pengelolaan keuangan, pemberian bantuan modal usaha, serta monitoring dan evaluasi. Program ini terbukti mampu meningkatkan keterampilan usaha, pengelolaan keuangan, serta rasa percaya diri penerima manfaat, meskipun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan anggaran dan perbedaan motivasi peserta. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa implementasi program pemberdayaan PRSE di Kecamatan Junrejo efektif dalam meningkatkan kapasitas ekonomi dan sosial perempuan, namun diperlukan perluasan sasaran, tambahan anggaran, serta pendampingan berkelanjutan agar manfaat program lebih merata dan berkesinambungan.Item type:Item, Penentuan Laju Erosi Pipa Permukaan di Lapangan Gas “SW" dengan Metode Pemodelan Produksi Terintegrasi(Fakultas Teknik Universitas Jember, 2025-07-15) Desyana Nindya PrastiwiSW Gas Field has production wells, namely SWK-01, SWK-02, and SWK-05. SW Gas Field is a gas field with unconsolidated reservoir characteristics, with the fluid produced being retrograde condensate gas, which has the potential to produce sand during the production process. This sand production can cause erosion in the surface piping system, which risks reducing the integrity of production facilities. This study aims to determine the rate and total erosion in surface pipes using an integrated production modeling method based on IPM (Integrated Production Modeling) software and DNV RP O501 guidelines. The model built includes reservoirs, wells, and surface networks, and is validated through a history matching process. Erosion detection is carried out both manually and automatically using the RESOLVE module. Manual detection shows an erosion rate of 0.000013 mpy, with material loss or total erosion of 0.00026 mils (equivalent to 0.0000026 inches) for a prediction period of 20 years. Meanwhile, automatic detection resulted in an erosion rate of 0.000022 mpy and a total erosion of 0.000213 mils (equivalent to 0.00000213 inches). These results indicate that the erosion rate in the SW Gas field is very low and far below the safe limit set by industry standards, which is 0.001 inches per year (or 1 mpy) according to API RP 14E. The results also show that the erosion rate and total vary depending on operational parameters, such as sand flow rate, pipe ID, and separator pressure. In addition, a sensitivity analysis was conducted to identify the dominant factors affecting erosion. This study is expected to contribute to efforts to mitigate erosion risks and improve operational safety and efficiency in the oil and gas industry.
