Repository Universitas Jember
Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
- Koleksi Laporan Hasil Pengabdian Masyarakat
- Koleksi Laporan Praktek Kerja Program Diploma
- Koleksi Disertasi Program Doktoral
- Koleksi Laporan hasil penelitian dosen UNEJ
- Koleksi Tesis Program Magister
Recent Submissions
Item type:Item, Perbedaan Motivasi Belajar Siswa Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis Articulate Storyline dengan Media Pembelajaran PowerPoint (Studi Kasus pada Kelas X Materi Lembaga Keuangan dalam Perekonomian di SMA Negeri 4 Jember)(Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2025-10-07) Wahyu SajugoKemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) mendorong digitalisasi pendidikan yang menuntut guru beradaptasi dengan teknologi untuk membentuk pengetahuan dan mendukung pemahaman siswa melalui media pembelajaran digital. Media pembelajaran digital, seperti animasi, video, dan multimedia interaktif mampu menjawab kebutuhan generasi saat ini yang menginginkan pembelajaran interaktif dan relevan dengan teknologi. Pemilihan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dapat mendorong partisipasi aktif dan meningkatkan motivasi belajar, yang berpengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pembelajaran. Motivasi belajar yang baik tercermin dari minat, antusiasme, rasa tanggung jawab, sikap responsif, serta kepuasan siswa sehingga mereka lebih fokus dan tekun dalam proses belajar. Apabila melihat hasil observasi awal dan wawancara bersama guru mata pelajaran ekonomi kelas X di SMA Negeri 4 Jember, diketahui bahwa guru biasa menggunakan papan tulis dan PowerPoint saat mengajar. Penggunaan PowerPoint sejatinya praktis dalam menyajikan materi, akan tetapi kurang interaktif sehingga menjadikan siswa cenderung pasif, tidak bersemangat, dan berujung pada motivasi belajar yang rendah. Hal ini perlu diatasi melalui inovasi media pembelajaran yang mampu meningkatkan interaktivitas dan menarik perhatian siswa, salah satunya melalui penggunaan media interaktif Articulate Storyline. Platform ini dirancang untuk menciptakan media pembelajaran yang menarik dengan fitur interaktif seperti eksplorasi materi dan video melalui tombol navigasi hingga kuis berbentuk game edukatif menyenangkan. Articulate Storyline juga memungkinkan guru merancang pembelajaran yang lebih kreatif, praktis, dan berpusat pada siswa, sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang komunikatif, meningkatkan interaksi guru dengan siswa, serta mendorong motivasi belajar siswa secara signifikan. Penelitian ini menggunakan jenis quasi experimental berpola nonequivalent control group design, melibatkan dua kelompok yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang memperoleh perlakuan berbeda. Kelas eksperimen menerapkan media pembelajaran berbasis Articulate Storyline, sedangkan kelas kontrol menggunakan media PowerPoint. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Jember dengan penentuan lokasi melalui teknik purposive area, sementara sampel diambil dari siswa kelas X menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan yaitu kelas X-2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-3 sebagai kelas kontrol. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, serta pemanfaatan dokumen pendukung. Berikutnya, data dianalisis dengan uji prasyarat berupa uji normalitas dan homogenitas, lalu dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan signifikan terhadap motivasi belajar siswa atas implementasi media pembelajaran Articulate Storyline pada kelas eksperimen dan PowerPoint pada kelas kontrol. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil analisis uji Independent Sample T-Test yang menunjukkan Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Selain itu, perbedaan motivasi belajar ini juga dapat dilihat dari rata-rata persentase motivasi belajar siswa kelas eksperimen lebih unggul sebesar 80,74% dibandingkan kelas kontrol yang hanya mencapai 68,33%. Penerapan Articulate Storyline terbukti mampu mengakselerasi keterlibatan siswa melalui peningkatan minat, perhatian, antusiasme, tanggung jawab, serta respon positif selama pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan multimedia interaktif seperti Articulate Storyline dapat lebih mengoptimalkan motivasi belajar siswa dibandingkan media PowerPoint pada materi lembaga keuangan dalam perekonomian.Item type:Item, Perbedaan Motivasi Belajar Siswa Menggunakan Media Pembelajaran Lumio by Smart dengan Media Pembelajaran Powerpoint (Studi Kasus pada Materi Lembaga Keuangan dalam Perekonomian Kelas X di SMA Negeri 4 Jember)(Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2025-08-13) Isnanda Sidiq Abi HanifahPendidikan yang berkualitas membutuhkan pemanfaatan teknologi, terutama di era digital yang menuntut guru untuk beradaptasi dalam menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi. Media pembelajaran berperan penting dalam menjembatani komunikasi antara guru dan siswa serta meningkatkan efektivitas pembelajaran. Media pembelajaran digital memungkinkan guru menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menarik melalui berbagai platform atau aplikasi. Pemanfaatan media ini tidak hanya mempermudah penyampaian materi, tetapi juga mampu meningkatkan motivasi belajar siswa karena pembelajaran lebih bervariasi dan menyenangkan. Jika ditinjau dari hasil observasi awal dan wawancara dengan guru ekonomi kelas X SMA Negeri 4 Jember, diketahui bahwa media pembelajaran yang umum digunakan berupa papan tulis dan PowerPoint. Meskipun dapat membantu dalam penyampaian materi, namun PowerPoint dinilai masih kurang interaktif serta kurang mampu membangkitkan motivasi dan partisipasi aktif siswa. Oleh karena itu, diperlukan inovasi media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif, seperti Lumio by Smart yang dirancang untuk mendukung pembelajaran digital dengan fitur-fitur interaktif seperti visual, video, dan kuis berbasis permainan edukatif dalam satu platform. Dengan kemampuannya menyajikan materi secara konkret dan melibatkan siswa secara langsung melalui perangkat digital, Lumio by Smart berpotensi mengoptimalkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa dibandingkan dengan PowerPoint khususnya dalam pembelajaran ekonomi materi lembaga keuangan dalam perekonomian.Penelitian ini berjenis eksperimen semu dengan pola nonequivalent control group design yang melibatkan dua kelompok berbeda perlakuan, yakni kelas eksperimen yang menerima pembelajaran melalui media Lumio by Smart dan kelas kontrol yang tetap menggunakan media PowerPoint. Lokasi penelitian ditetapkan secara purposive area di SMA Negeri 4 Jember dengan pemilihan sampel melalui teknik purposive sampling dari populasi sebagian siswa kelas X pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Sampel penelitian menggunakan kelas X-7 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-8 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara, serta dokumen pendukung. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji prasyarat statistik berupa normalitas dan homogenitas, serta pengujian hipotesis dilakukan dengan menerapkan Independent Sample T-Test guna memperoleh kesimpulan empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam motivasi belajar siswa antara kelas yang menggunakan media pembelajaran Lumio by Smart dengan kelas yang menggunakan media PowerPoint. Hal ini merujuk pada temuan dari analisis statistik dengan uji Independent Sample T-Test yang memperlihatkan signifikansi pada taraf 0,000 < 0,05 sehingga secara metodologis mengafirmasi diterimanya hipotesis alternatif. Sejalan dengan rata rata persentase motivasi belajar pada kelas eksperimen yang memperoleh 80,19%, lebih unggul dibanding kelas kontrol yang hanya mendapat 67,81%. Siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan media Lumio by Smart menunjukkan respons belajar yang lebih aktif, antusias, serta termotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dibandingkan dengan siswa di kelas kontrol yang menggunakan media PowerPoint. Temuan ini mengindikasikan bahwa media pembelajaran interaktif seperti Lumio by Smart berkontribusi dalam mengoptimalkan motivasi belajar siswa dibandingkan media PowerPoint pada pembelajaran ekonomi materi lembaga keuangan dalam perekonomian.Item type:Item, Studi Etnofarmasi Ramuan Tradisional pada Masyarakat Suku Madura di Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang(Fakultas Farmasi, 2026-01-29) Indrastito Rafly HidayatIndonesia's Madurese community possesses a profound heritage of traditional medicine, yet formal ethnopharmacological documentation in Sampang District remains limited. This study aimed to inventory the medicinal plants used in traditional herbal remedies by the Madurese tribe in Sampang District and quantitatively assess their cultural significance. A descriptive study design employing both qualitative and quantitative methods was utilized. Data were gathered through semi-structured interviews with 14 purposively and snowball- sampled respondents. The investigation documented 59 traditional remedy formulations utilizing 77 plant species across 35 botanical families to treat 14 distinct disease categories. These remedies were predominantly prepared as decoctions, powders, and squeezed extracts. Quantitative indices revealed that Curcuma longa, Zingiber officinale, Areca catechu, and Curcuma xanthorrhiza yielded the highest Use Values, indicating widespread utilization. The Informant Consensus Factor highlighted strong agreement in treating postpartum, pregnancy, and puerperium conditions (0.61). Furthermore, Rank Order Priority analysis prioritized 13 species for future pharmacological research. Notable plants included Quercus infectoria (88.1) and Areca catechu (70.0), emphasizing their critical role in women's reproductive health and musculoskeletal treatments. The findings underscore the enduring relevance of Madurese traditional knowledge and provide a quantifiable basis for prioritizing indigenous medicinal plants for future research and conservation efforts.Item type:Item, Aplikasi Nano Zinc Melalui Daun Terhadap Pertumbuhan Tanaman PADI (Oryza Sativa L.)(Fakultas Pertanian, 2026-09-11) Ela Selsa Bina FebriantiBeras hitam (*Oryza sativa* L.) merupakan kultivar padi lokal yang berpotensi untuk dikembangkan, namun produktivitasnya masih relatif rendah. Aplikasi nanopartikel seng oksida (ZnO) melalui daun merupakan salah satu upaya untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi nanopartikel ZnO melalui daun terhadap pertumbuhan padi hitam Karekan Banjarnegara serta menentukan konsentrasi yang paling efektif. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima konsentrasi ZnO (0; 15,6; 31,2; 46,8; dan 62,5 mg/L) dan lima ulangan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, biomassa segar, biomassa kering, klorofil a dan b, kandungan fenolik total, serta kandungan flavonoid total. Data dianalisis menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan uji LSD pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ZnO berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada sebagian besar periode pengamatan, biomassa segar, biomassa kering, klorofil a dan b, serta kandungan fenolik total, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan flavonoid total. Konsentrasi 46,8 mg/L (P3) menghasilkan capaian terbaik, dengan nilai tertinggi pada tinggi tanaman, biomassa segar, biomassa kering, klorofil a dan b, serta kandungan fenolik total. Oleh karena itu, konsentrasi 46,8 mg/L merupakan konsentrasi ZnO yang paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan padi hitam Karekan Banjarnegara dalam kondisi penelitian ini.Item type:Item, Penjatuhan Putusan Pidana Bersyarat (Voorwaardelijke Veroordeling) Sebagai Implementasi Restorative Justice Pada Tahap Adjudikasi(Fakultas Hukum, 2023-04-04) Shabiq IsrathPenjatuhan putusan pidana bersyarat merupakan salah satu dari pelaksanaan atau dikenal dengan strafmodus pidana penjara di Indonesia. Adapun pelaksanaan pidana bersyarat adalah si terpidana tidak perlu menjalankan hukumannya dan diganti dengan masa percobaan dalam waktu dan atau dengan syarat-syarat tertentu sebagaimana ditetapkan oleh hakim terhadapnya. Menariknya, pidana bersyarat memiliki irisan yang cukup jelas dengan restorative justice. Restorative Justice sebagai salah satu cara yang belakangan juga diadopsi, baik oleh kepolisian, kejaksaan, hingga di pengadilan. Meskipun menjadi alternatif, pelaksanaan restorative justice juga dapat terbilang sangat terbatas, karena hanya dapat diterapkan terhadap pidana ringan, perkara anak, perkara perempuan dan perkara narkotika, padahal sebagai ultimum remedium, hukum pidana atau dalam hal ini pidana badan harus menjadi hal terakhir yang dijatuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji atau membuktikan mengenai penjatuhan pidana bersyarat yang dapat dikatakan sebagai alternatif dari restorative justice pada tahap pengadilan atau adjudikasi, karena terdapat kesamaan antara keduanya. Dalam penelitian ini digunakan tipe penelitian doktrinal dengan tiga pendekatan, yaitu pendekatan peraturan perundangan-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji sumber bahan hukum primer yaitu terdiri dari peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan, serta bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal, artikel, kamus hukum, dan lain-lain. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa pidana bersyarat memiliki karakteristik yaitu pertama, mengembalikan fungsi pidana badan, sebagai ultimum remedium, yang sedapat mungkin dihindari; kedua, membuka peluang agar terjadi penyatuan kembali di masyarakat; dan ketiga, menghindarkan pelaku dari stigma negatif. Karakteristik tersebut bersesuaian dengan restorative justice, yaitu pertama, menghindarkan pelaku dari hukuman pidana badan, dan lebih menekankan kepada kebutuhan korban; kedua, berusaha untuk menyatukan apa yang telah terpecah/terpisah; dan ketiga, menghindarkan pelaku dari stigma negatif.
