Repository Universitas Jember

Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 5 of 9

Recent Submissions

  • Item type:Item,
    Perilaku Petani terhadap Risiko Fluktuasi Harga pada Usahatani Tembakau Besuki Na-Oogst di Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember
    (Fakultas Pertanian, 2026-07-31) Risa Dwi Adinda
    Tembakau Besuki Na-Oogst merupakan salah satu komoditas perkebunan yang digunakan sebagai bahan baku cerutu sehingga berorientasi ekspor dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Usahatani tembakau Besuki Na-Oogst dihadapkan pada tingkat resiko yang tinggi akibat fluktuasi harga jual daun kering. Kondisi fluktuasi tersebut menyebabkan keputusan petani berbeda-beda dalam menjalankan usahataninya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku petani terhadap risiko fluktuasi harga pada usahatani tembakau Besuki Na-Oogst di Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku petani tersebut. Penelitian dilakukan di Kecamatan Wuluhan sebagai salah satu sentra produksi tembakau besuki Na-Oogst di Kabupaten Jember dengan menggunakan data primer yang diperole melalui proses wawancara dan kuisioner pada petani. Perilaku petani dianalisis menggunakan analisis fungsi utilitas kuadratik melalui pengukuran nilai Certainty Equivalent (CE). Selanjutnya, faktor-faktor yang memengaruhi perilaku petani tersebut dianalisis menggunakan analisis regresi logistik biner. Variabel independen yang digunanakan meliputi usia, tingkat pendidikan, pengalaman bertani, jumlah anggota keluarga, luas lahan, dan kemitraan, sedangkan variabel dependennya adalah perilaku petani terhadap risiko fluktuasi harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani responden memiliki sikap (risk neutral) dalam menghadapi risiko fluktuasi harga. Selain itu, hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa perilaku petani dipengaruhi oleh variabel usia tingkat pendidikan, pengalaman bertani, jumlah anggota keluarga, luas lahan, dan kemitraan. Namun, variabel yang berpengaruh secara signifikan meliputi variabel usia, pengalaman bertani, serta jumlah anggota keluarga, sedangkan variabel lainnya tidak berpengaruh secara signifikan.
  • Item type:Item,
    Analisis Numerik Model SEARQ pada Mahasiswa Kecanduan Shopee Paylater Menggunakan Metode Milne-Simpson Orde 6
    (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026-09-24) Shinta Ayu Suryana
    Perkembangan teknologi finansial (financial technology) telah membawa perubahan dalam sistem pembayaran digital, salah satunya melalui layanan Buy Now Pay Later (BNPL). Shopee PayLater merupakan salah satu layanan BNPL yang banyak dimanfaatkan masyarakat karena memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi dengan sistem pembayaran secara cicilan. Kemudahan tersebut menjadikan Shopee PayLater semakin diminati, terutama oleh mahasiswa yang memiliki tingkat aktivitas belanja daring cukup tinggi. Di sisi lain, penggunaan Shopee PayLater yang tidak terkendali dapat memicu perilaku konsumtif dan berkembang menjadi kecanduan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti meningkatnya pengeluaran, kesulitan mengendalikan penggunaan layanan, hingga permasalahan keuangan. Oleh karena itu, diperlukan suatu model matematika yang mampu menggambarkan dinamika kecanduan Shopee PayLater sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam memahami penyebaran perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis numerik terhadap model matematika SEARQ (Susceptible–Exposed–Addicted–Recovered–Quitter) pada mahasiswa kecanduan Shopee PayLater menggunakan metode Milne-Simpson orde 6 sebagai metode penyelesaian numerik. Model SEARQ merupakan hasil modifikasi dari model matematika kecanduan media sosial yang dikembangkan oleh Alemneh dan Alemu (2021). Pada penelitian ini, variabel dan parameter model disesuaikan dengan karakteristik penggunaan Shopee PayLater sehingga terdiri atas lima kelompok, yaitu Susceptible (individu yang rentan menggunakan Shopee PayLater), Exposed (individu yang mulai terpapar penggunaan Shopee PayLater), Addicted (individu yang mengalami kecanduan), Recovered (individu yang berhasil menghentikan penggunaan namun masih berpotensi menggunakannya kembali), dan Quitter (individu yang menonaktifkan fitur Shopee PayLater). Hubungan antar variabel dinyatakan dalam bentuk sistem persamaan diferensial biasa orde satu. Penyelesaian model dilakukan secara numerik menggunakan metode Milne-Simpson Orde 6 yang diformulasikan melalui interpolasi polinomial Lagrange berderajat lima sehingga diperoleh persamaan predictor dan corrector beserta galat pemenggalan lokalnya. Metode Milne-Simpson merupakan metode multi-langkah, sehingga perlu bantuan metode Runge–Kutta Orde 4 sebagai nilai awal metode. Selanjutnya dilakukan analisis konvergensi secara teoritis berdasarkan syarat Lipschitz untuk membuktikan bahwa solusi numerik yang dihasilkan akan mendekati solusi eksak ketika ukuran langkah semakin kecil. Implementasi metode dilakukan menggunakan perangkat lunak MATLAB.
  • Item type:Item,
    Analisis Produksi dan Efisiensi Biaya Usaha Peternakan Ayam Ras Petelur di Kecamatan Balung Kabupaten Jember
    (Fakultas Pertanian, 2026-07-29) Fani Eka Oktafia
    Usaha peternakan ayam ras petelur merupakan salah satu kegiatan agribisnis yang berperan penting dalam penyediaan protein hewani bagi masyarakat. Kecamatan Balung merupakan sentra produksi telur ayam ras petelur tertinggi di Kabupaten Jember, namun mengalami penurunan produksi yang signifikan pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi telur ayam ras petelur dan mengetahui tingkat efisiensi biaya usaha peternakan ayam ras petelur di Kecamatan Balung Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan analitis. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di Kecamatan Balung Kabupaten Jember. Responden penelitian terdiri atas 31 peternak ayam ras petelur yang berada pada masa produksi puncak. Analisis faktor produksi dilakukan menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglass dan efisiensi biaya dianalisis menggunakan Revenue Cost Ratio (R/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel jumlah pakan, tenaga kerja dan biaya OVK berpengaruh signifikan terhadap produksi telur ayam ras petelur. Sementara itu, variabel lama pencahayaan tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi telur ayam ras petelur. Hasil analisis efisiensi biaya menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 1,31 menunjukkan bahwa setiap pengeluaran biaya sebesar Rp1,00 mampu menghasilkan penerimaan sebesar Rp1,31 sehingga usaha peternakan ayam ras petelur di Kecamatan Balung Kabupaten Jember tergolong efisien
  • Item type:Item,
    Perancangan Sistem Autofeeding Biomassa Kulit Kopi Berbasis Screw Feeder pada Reaktor Gasifikasi Moving Fluidized Bed 
    (Fakultas Teknik, 2026-07-28) Dendi Tegar Setyo Bekti
    Ketergantungan pada bahan bakar fosil serta besarnya potensi limbah kulit kopi di Indonesia, yang mencapai 40–45% dari berat buah kopi segar, mendorong pemanfaatannya sebagai sumber energi terbarukan melalui gasifikasi biomassa. Namun, kestabilan operasi reaktor moving fluidized bed gasifier sangat bergantung pada kontinuitas laju pengumpanan biomassa, sementara sistem pengumpanan manual belum mampu menyediakan suplai yang stabil sehingga menimbulkan fluktuasi temperatur reaktor dan menurunkan keandalan proses gasifikasi. Proyek akhir ini bertujuan merancang sistem autofeeding berbasis screw feeder yang mampu mengumpankan biomassa kulit kopi secara kontinu dan stabil sesuai karakteristik fisiknya, menggunakan engineering design method yang meliputi identifikasi kebutuhan, perancangan konseptual, perhitungan rekayasa mekanik, pemodelan CAD, pemilihan material, fabrikasi, hingga pengujian fungsional. Sistem yang dihasilkan terdiri atas hopper, housing screw, screw feeder 12 flight, poros, bearing, motor DC power window, flange joint, dan rangka penyangga, dengan konfigurasi screw yang mengangkut biomassa secara horizontal sekaligus mendorongnya menuju inlet reaktor secara vertikal. Hasil pengujian menunjukkan seluruh komponen berfungsi dengan baik tanpa deformasi maupun penyumbatan, dengan laju aliran rata-rata 0,762 kg/menit (kapasitas teoritis 0,593 kg/menit) dan waktu tempuh rata-rata 12 detik (teoritis 8 detik). Sistem ini terbukti layak digunakan sebagai mekanisme pengumpanan otomatis untuk mendukung operasi gasifikasi biomassa kulit kopi yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan.
  • Item type:Item,
    Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Roti Selai Cokelat UMKM “Roti Tegal Besar” di Kabupaten Jember
    (Fakultas Teknologi Pertanian, 2026-06-30) Marsha Reinidha Azzahra
    UMKM memiliki peran penting dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian karena dapat membuka lapangan kerja dan memberikan hasil yang signifikan terhadap produk domestik. UMKM Roti Tegal Besar merupakan usaha mikro yang berdiri di Kabupaten Jember dan bergerak pada industri makanan dan minuman. Dalam bidang industri tersebut banyak pesaing dengan karakteristik produk serta cita rasa yang berkemungkinan hampir mirip yang menjadi tantangan tersendiri bagi UMKM Roti Tegal Besar. Salah satu produk unggulan UMKM Roti Tegal Besar adalah roti selai cokelat yang dapat digunakan dalam analisis preferensi konsumen sebagai bentuk usaha membantu keberlanjutan dan memperkuat daya saing produk. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif yaitu survei dan wawancara yang melibatkan 100 orang responden melalui purposive sampling konsumen roti cokelat di Sumbersari, Jember. Sampel didapatkan dari UMKM Roti Tegal Besar sebagai fokus utama penelitian dan beberapa badan usaha pilihan yang memiliki produk roti selai cokelat dan beroperasi di Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember yaitu Donat-Roti Ciliwung dan Fatimah Bakery. Dilakukan penentuan stimuli untuk analisis konjoin terhadap atribut roti selai cokelat menggunakan orthogonal design dengan bantuan aplikasi SPSS, dihasilkan sebanyak 9 stimuli untuk digunakan dalam kuesioner konjoin. Sampel diuji secara sensoris melalui uji hedonik dan konjoin. Selanjutnya dilakukan uji validitas, apabila hasil menunjukkan tidak valid, dilakukan pengulangan pembuatan serta penyebaran kuesioner.