Repository Universitas Jember

Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 5 of 9

Recent Submissions

  • Item type:Item,
    Prosedur Pembelian Material Bangunan Bagian Purchasing pada PT Kinansyah Adijaya Land
    (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 2026-07-06) Firman Ramadhan Aziz
    Kegiatan magang ini dilaksanakan di PT Kinanasyah Adijaya Land mulai tanggal 15 Januari 2026 sampai dengan 15 April 2026. Laporan magang ini berjudul "Prosedur Pembelian Material Bangunan Bagian Purchasing PT Kinanasyah Adijaya Land", dengan aktivitas utama magang berupa pelaksanaan kegiatan administrasi yang berkaitan dengan proses pengadaan material bangunan untuk kebutuhan pembangunan perumahan. Kegiatan tersebut meliputi pencatatan data pembelian material, pengecekan data supplier, verifikasi dokumen pembelian dengan dokumen pendukung lainnya, serta pengamatan terhadap prosedur pembelian material bangunan yang diterapkan oleh bagian Purchasing. Selain kegiatan yang berkaitan langsung dengan prosedur pembelian, Peneliti juga melaksanakan pengarsipan dokumen pembelian, pencatatan stok material yang tersedia di gudang, serta berbagai kegiatan administrasi yang mendukung operasional perusahaan. Melalui kegiatan tersebut. Peneliti memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan pengadaan material yang terstruktur untuk menjaga ketersediaan bahan bangunan, mendukung kelancaran pembangunan, dan meningkatkan efektivitas pengendalian internal perusahaan. Selama pelaksanaan magang, terdapat beberapa kendala yang ditemui, seperti keterlambatan pengiriman material dari supplier dan perbedaan data pada dokumen pembelian yang memerlukan proses verifikasi ulang. Namun demikian, kendala tersebut dapat diselesaikan melalui koordinasi antara bagian Purchasing, supplier, dan pihak terkait sehingga proses pengadaan material tetap dapat berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, prosedur pembelian material bangunan pada PT Kinanasyah Adijaya Land telah dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan permintaan kebutuhan material, pemilihan supplier, pembuatan Purchase order (PO), penerimaan material, hingga pembayaran kepada supplier. Penerapan prosedur yang jelas serta didukung oleh penggunaan dokumen yang lengkap membantu perusahaan dalam memenuhi kebutuhan material secara tepat waktu, meningkatkan efektivitas pengendalian internal, serta mendukung kelancaran kegiatan pembangunan perumahan.
  • Item type:Item,
    Penerapan Long Take dalam Membangun Immersive Realisme pada Tokoh Utama Film Athena (2022)
    (Fakultas Ilmu Budaya, 2026-07-30) Ibnu Dzaki Ardiansyah
    Film merupakan media audio visual yang mampu menyampaikan cerita melalui perpaduan unsur naratif dan sinematik. Salah satu unsur sinematik yang memiliki peran penting dalam membangun pengalaman menonton adalah teknik pengambilan gambar (shot). Di antara berbagai teknik sinematografi, Long Take merupakan teknik yang mempertahankan durasi pengambilan gambar dalam satu shot tanpa adanya pemotongan (cut) sehingga kontinuitas ruang, waktu, dan aksi dapat terjaga. Penggunaan Long Take tidak hanya berfungsi sebagai pilihan estetika, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman menonton yang lebih mendalam karena penonton mengikuti setiap peristiwa secara langsung bersama tokoh. Film Athena (2022) karya Romain Gavras menjadi salah satu film yang menampilkan penggunaan Long Take secara dominan, terutama pada adegan-adegan yang berfokus pada tokoh utama. Teknik tersebut menghadirkan kesan realistis serta memberikan pengalaman yang imersif melalui pergerakan kamera, pengaturan mise-en-scène, dan kesinambungan ruang serta waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan teknik Long Take dalam membangun immersive realism pada tokoh utama film Athena (2022). Fokus penelitian diarahkan pada adegan-adegan Long Take yang menampilkan tokoh utama sebagai pusat perhatian visual. Analisis dilakukan untuk mengetahui bagaimana unsur sinematografi, khususnya pergerakan kamera, komposisi gambar, kontinuitas ruang dan waktu, serta pengelolaan mise-en-scène bekerja sama dalam menciptakan pengalaman menonton yang terasa nyata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis film. Sumber data primer berupa film Athena (2022), sedangkan sumber data sekunder diperoleh melalui buku, jurnal ilmiah, artikel, serta penelitian terdahulu yang berkaitan dengan teknik long take, sinematografi, mise-en-scène, dan immersive realism. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipatif dengan menonton film secara berulang, dokumentasi berupa tangkapan layar dan pencatatan adegan, serta studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sehingga diperoleh pemahaman mengenai fungsi teknik Long Take dalam membangun pengalaman visual yang imersif.
  • Item type:Item,
    Profil Knowledge of Content and Students Mahasiswa PPG dalam Merencanakan Pembelajaran Literasi Matematis Berdasarkan Program Studi Asal
    (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026-07-29) Nabilatul Hafidhoh
    Pembelajaran literasi matematis menuntut guru tidak hanya menguasai materi matematika, tetapi juga memahami karakteristik siswa sebagai dasar dalam merencanakan pembelajaran. Kemampuan tersebut merupakan bagian dari Knowledge of Content and Students (KCS), yaitu pengetahuan guru tentang bagaimana siswa memahami suatu materi, kesulitan yang mungkin dialami, kemampuan awal yang dimiliki, serta minat dan motivasi belajar siswa. Dalam konteks pendidikan guru, mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) diharapkan telah mampu mengintegrasikan pengetahuan tersebut ketika menyusun perangkat pembelajaran. Namun, profil KCS mahasiswa PPG dalam merencanakan pembelajaran literasi matematis, khususnya jika ditinjau berdasarkan program studi asal, masih belum banyak dikaji. Kondisi ini menjadi penting untuk diteliti karena latar belakang pendidikan yang berbeda berpotensi memengaruhi cara mahasiswa memahami karakteristik siswa dan menggunakannya dalam proses perencanaan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil KCS mahasiswa PPG dalam merencanakan pembelajaran literasi matematis berdasarkan program studi asal. Profil tersebut dikaji melalui tiga kategori, yaitu pengetahuan tentang penguasaan literasi matematis awal dan materi prasyarat matematika siswa, pengetahuan tentang materi matematika dan literasi matematis yang mudah atau sulit dipahami siswa, serta pengetahuan tentang minat, ketertarikan, dan motivasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian profil. Subjek penelitian terdiri atas tiga mahasiswa PPG yang berasal dari program studi S1 Pendidikan Matematika, S1 Tadris Matematika, dan S1 Matematika. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap perangkat pembelajaran yang disusun subjek, angket KCS, dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi metode dengan membandingkan hasil observasi, angket, dan wawancara.
  • Item type:Item,
    Non-Disclosure Agreement (NDA) sebagai Perlindungan Rahasia Dagang pada Perjanjian Maklon Produk Kosmetik
    (Fakultas Hukum, 2025-10-10) Aquila Sabina Putri
    Pertumbuhan pesat industri kecantikan di Indonesia telah membuka peluang bagi perusahaan maklon untuk membantu pelaku usaha yang belum memiliki fasilitas produksi sendiri. Jasa maklon menjadi solusi praktis di Tengah kompleksitas perizinan dan keterbatasan sumber daya, khususnya bagi brand kosmetik baru. Namun, kerja sama ini kerap menimbulkan persoalan terkait perlindungan informasi rahasia, seperti terlihat dalam kasus Ms Glow dan PS Glow serta FF Skin dengan PT Royal. Hal tersebut menegaskan pentingnya pencantuman dan pelaksanaan klausul Non-Disclosure Agreement (NDA) dalam perjanjian maklon guna melindungi rahasia dagang dan hak kekayaan intelektual pemilik merek. Berdasarkan Latar Belakang tersebut, penulis menyusun Skripsi dengan judul "Non-Disclosure Agreement (NDA) Sebagai Perlindungan Rahasia Dagang Pada Perjanjian Maklon Produk Kosmetik" Permasalahan yang dikaji meliputi: (1) Bagaimana bentuk perlindungan hukum Non-Disclosure Agreement (NDA) dalam perjanjian maklon produk kosmetik sebagai perlindungan rahasia dagang pada perjanjian maklon produk kosmetik, (2) Apa akibat hukum pada pelanggaran terhadap klausul kerahasiaan dalam perjanjian maklon produk kosmetik sebagai perlindungan rahasia dagang, (3) Bagaimana Upaya penyelesaian konflik terkait pelanggaran Non-Disclosure Agreement (NDA). Penelitian ini dilakukan tidak hanya untuk memenuhi kewajiban akademis, tetapi juga bertujuan untuk menganalisis peran strategis NDA dalam perjanjian maklon produk kosmetik di Indonesia, dengan mengkaji pengaturan hukumnya berdasarkan UU Rahasia Dagang dan regulasi terkait, mengevaluasi mekanisme kerja sama antara pemilik merek dan perusahaan maklon, serta mengidentifikasi akibat hukum atas pelanggaran terhadap klausul kerahasiaan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan menganalisis peraturan hukum positif terkait rahasia dagang, NDA, dan perjanjian maklon dalam perlindungan HKI di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Non-Disclosure Agreement (NDA) memiliki peran strategis dalam melindungi rahasia dagang dalam perjanjian maklon kosmetik karena bersifat mengikat secara hukum sesuai KUHPerdata dan UU No. 30 Tahun 2000. NDA melindungi informasi bernilai ekonomi seperti formula dan metode produksi, serta mencegah risiko hukum akibat ketiadaan klausul kerahasiaan. Pelanggaran NDA dapat menimbulkan akibat hukum berupa wanprestasi atau perbuatan melawan hukum, dengan sanksi seperti ganti rugi dan pemutusan kontrak. Penyelesaian sengketa dapat dilakukan secara non-litigasi melalui mediasi atau arbitrase, maupun melalui jalur litigasi di Pengadilan Niaga, dengan tetap menjunjung asas pacta sunt servanda demi kepastian dan keadilan hukum. Saran yang dapat penulis sampaikan dalam penelitian ini yakni Setiap perjanjian maklon produk kosmetik seharusnya secara eksplisit mencantumkan klausul Non-Disclosure Agreement (NDA) yang dirumuskan secara rinci dan sesuai dengan Pasal 4 dan 17 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang, guna melindungi informasi strategis dan mencegah kebocoran data yang merugikan secara hukum maupun ekonomi.
  • Item type:Item,
    Fenomena Fandom Love Triangle: Studi Resepsi dalam
    (Fakultas Ilmu Budaya, 2026-07-27) Laura Alfianti
    Perkembangan media digital menjadikan audiens tidak lagi berperan sebagai penonton pasif, melainkan aktif dalam memberikan makna terhadap tayangan yang mereka konsumsi. Fenomena tersebut terlihat pada serial The Summer I Turned Pretty Season 3 yang menghadirkan konflik love triangle antara Belly, Conrad, dan Jeremiah. Konflik tersebut mendorong penggemar untuk menyampaikan pendapat, memberikan dukungan kepada karakter favorit, serta berdiskusi melalui berbagai platform media sosial. Perbedaan pengalaman, nilai, dan sudut pandang membuat setiap audiens menghasilkan pemaknaan yang beragam terhadap cerita dan akhir serial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana audiens memaknai representasi konflik love triangle dalam The Summer I Turned Pretty Season 3 melalui proses decoding serta bagaimana pemaknaan tersebut diekspresikan dalam praktik fandom di media sosial. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori Encoding-Decoding Stuart Hall dan didukung teori fandom Henry Jenkins. Data diperoleh melalui observasi non partisipatif terhadap komentar dan diskusi penggemar pada platform TikTok, Instagram, dan X, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi audiens terbagi ke dalam tiga posisi. Posisi dominant menerima makna yang ditawarkan serial dan menganggap akhir cerita sesuai dengan perkembangan karakter. Posisi negotiated menerima sebagian makna, tetapi tetap menyesuaikannya dengan pengalaman serta pandangan pribadi. Sementara itu, posisi oppositional menolak makna dominan dan membangun penafsiran alternatif terhadap hubungan antartokoh. Temuan tersebut menunjukkan bahwa makna sebuah tayangan tidak bersifat tunggal, melainkan dibentuk melalui proses pemaknaan yang berbeda oleh setiap audiens. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian resepsi audiens serta penelitian mengenai fandom dalam studi televisi dan film.