Repository Universitas Jember

Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 5 of 9

Recent Submissions

  • Item type:Item,
    Literasi dan Identitas Budaya Generasi Z dalam Pelestarian Budaya Banyuwangi 
    (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026-07-07) Prayogi Adi Pratama
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan literasi budaya Generasi Z, identitas budaya Generasi Z, serta pelestarian budaya Banyuwangi yang dilakukan oleh Generasi Z. Penelitian dilatarbelakangi oleh perkembangan globalisasi dan teknologi digital yang memengaruhi pemahaman generasi muda terhadap budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Partisipan penelitian berjumlah 10 orang Generasi Z yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan mereka dalam kegiatan budaya. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi budaya Generasi Z di Banyuwangi terbentuk melalui keluarga, masyarakat, sekolah, dan media sosial. Identitas budaya Generasi Z masih terlihat melalui penggunaan bahasa Osing dan keterlibatan dalam kesenian tradisional Banyuwangi, seperti Tari Gandrung dan musik tradisional. Pelestarian budaya dilakukan melalui penggunaan bahasa Osing dalam lingkungan keluarga, partisipasi dalam kegiatan budaya, serta keterlibatan dalam Masyarakat budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi budaya berperan dalam membentuk identitas budaya Generasi Z. Identitas budaya yang kuat mendorong kesadaran generasi muda untuk berpartisipasi dalam pelestarian budaya Banyuwangi.
  • Item type:Item,
    Analisis Tingkat Keberlanjutan Perkebunan Kakao Rakyat di Desa Jambewangi, Kabupaten Banyuwangi
    (Fakultas Pertanian, 2026-07-31) Dwi Nurul Istiqomah
    Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas ekspor strategis Indonesia, namun keberlanjutan usahataninya di tingkat perkebunan rakyat masih menghadapi berbagai tantangan. Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi menunjukkan dinamika usahatani kakao yang kompleks akibat pergeseran komoditas, keragaman umur tanaman, dan variasi pengelolaan kebun antarpetani, sehingga penerapan praktik pertanian berkelanjutan tidak bersifat homogen. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat keberlanjutan perkebunan kakao rakyat serta mengidentifikasi atribut pengungkit utamanya, menggunakan data primer dari 56 petani kakao rakyat di Desa Jambewangi. Tingkat keberlanjutan usahatani kakao dianalisis menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) melalui ordinasi MDS untuk memperoleh indeks dan status keberlanjutan pada tiap dimensi, sedangkan atribut pengungkit keberlanjutan diidentifikasi melalui analisis leverage berdasarkan nilai Root Mean Square (RMS) tiap atribut, dengan analisis Monte Carlo digunakan untuk menguji pengaruh kesalahan (error) dalam pendugaan. Atribut yang dianalisis mencakup lima dimensi keberlanjutan, yaitu dimensi budidaya, lingkungan, manajemen, ekonomi, dan sosial yang disusun mengacu pada standar sertifikasi Rainforest Alliance. Hasil penelitian menunjukkan status keberlanjutan perkebunan kakao rakyat di Desa Jambewangi berada pada kategori Cukup Berkelanjutan (indeks 53,84%). Secara rinci, dimensi ekonomi (36,09%), budidaya (43,71%), dan manajemen (47,60%) berstatus Kurang Berkelanjutan; dimensi sosial (61,34%) Cukup Berkelanjutan; dan dimensi lingkungan (80,45%) Berkelanjutan. Atribut sensitif meliputi pemangkasan rutin, varietas unggul, manajemen dan prioritas penggunaan pupuk, serta pengendalian hama terpadu (budidaya); investasi pengelolaan kebun dan nilai tambah kakao (ekonomi); tidak membuka lahan hutan (lingkungan); identifikasi risiko oleh kelompok tani (manajemen); serta partisipasi kelompok tani dan pelatihan (sosial). Temuan ini menegaskan bahwa keberlanjutan usahatani kakao rakyat ditentukan secara bersamaan oleh aspek budidaya, ekonomi, manajemen, sosial, dan lingkungan.
  • Item type:Item,
    Karakterisasi Proksimat dan Metabolit Sekunder pada Berbagai Varietas Daun Ubi Jalar yang Ditanam di Pasrujambe, Kabupaten Lumajang
    (Fakultas Teknologi Pertanian, 2026-09-29) Denanda Karunia Putri Rahmanto
    Daun ubi jalar merupakan salah satu bagian tanaman yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber makanan fungsional berkat nilai gizinya serta metabolit sekundernya yang berfungsi sebagai antioksidan alami. Komposisi senyawa-senyawa ini dapat bervariasi antardivarietas; oleh karena itu, karakterisasi diperlukan untuk menentukan potensi masing-masing varietas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi komposisi proksimat, termasuk kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat berdasarkan selisih, dan kadar serat kasar, serta metabolit sekunder, termasuk klorofil, polifenol, flavonoid, vitamin C, dan aktivitas antioksidan pada enam varietas daun ubi jalar (Beta 2, Papua Solossa, Sari, Gatot Kaca, Asban, dan Bima Pasru) yang dibudidayakan di Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui analisis laboratorium dengan menerapkan metode AOAC untuk analisis proksimat, spektrofotometri UV-Visible untuk penentuan klorofil, metode kolorimetri Folin–Ciocalteu untuk analisis polifenol, metode kompleksasi aluminium klorida (AlCl₃) untuk analisis flavonoid, metode titrasi iodometri untuk penentuan vitamin C, dan metode DPPH untuk analisis aktivitas antioksidan. Data uji dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel dengan menghitung nilai rata-rata, simpangan baku, dan Simpangan Baku Relatif (RSD), kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil analisis menunjukkan bahwa keenam varietas daun ubi jalar tersebut memiliki karakteristik proksimat dan kandungan metabolit sekunder yang berbeda-beda. Varietas Beta 2 memiliki kandungan klorofil tertinggi, sedangkan varietas Papua Solossa menunjukkan kandungan vitamin C dan polifenol tertinggi, serta aktivitas antioksidan terkuat, yang ditandai dengan nilai IC₅₀ yang lebih rendah dibandingkan dengan varietas lainnya. Perbedaan komposisi nutrisi dan senyawa bioaktif ini menunjukkan bahwa setiap varietas daun ubi jalar memiliki potensi yang berbeda-beda untuk dikembangkan sebagai sumber nutrisi dan bahan baku pangan fungsional.
  • Item type:Item,
    Pengaruh Substitusi Parsial Semen dengan Abu Sekam Padi dan Serbuk Kapur terhadap Karakteristik Bata Ringan CLC Ramah Lingkungan
    (Fakultas Teknik, 2026-07-24) Alika Safira Humairoh
    Meningkatnya kebutuhan material konstruksi yang ringan, ekonomis, dan ramah lingkungan mendorong pemanfaatan material alternatif sebagai substitusi parsial semen. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan abu sekam padi dan serbuk kapur sebagai substitusi parsial semen terhadap kuat tekan, bobot isi, penyerapan air, harga pokok produksi (HPP), dan emisi CO₂ bata ringan Cellular Lightweight Concrete (CLC). Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan variasi substitusi semen sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Pengujian meliputi kuat tekan, bobot isi, penyerapan air sesuai SNI 8640:2018, serta analisis HPP dan emisi CO₂. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi substitusi 10% merupakan komposisi optimum dengan kuat tekan 11,26 MPa pada umur 7 hari, 12,74 MPa pada umur 14 hari, dan 13,04 MPa pada umur 28 hari, bobot isi kering oven 575 kg/m³, serta penyerapan air 2,15%. Seluruh variasi memenuhi persyaratan SNI 8640:2018. Substitusi parsial semen mampu meningkatkan efisiensi biaya produksi bata ringan CLC. Variasi substitusi 10% memberikan efisiensi biaya terbaik sebesar Rp45.008,90/MPa serta memiliki biaya per MPa yang lebih rendah dibandingkan produk bata ringan komersial. Selain itu, variasi optimum 10% mampu menurunkan emisi CO₂ sebesar 22,44 kg-CO₂/m³ atau 8,85% dengan potensi pengurangan emisi mencapai 125.664 ton CO₂ per tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan abu sekam padi dan serbuk kapur berpotensi menghasilkan bata ringan CLC yang memenuhi persyaratan teknis, memiliki efisiensi biaya yang baik, serta lebih ramah lingkungan.
  • Item type:Item,
    Kedudukan Surat Kuasa yang Dibatalkan Sepihak dalam Akta Perjanjian Sewa-Menyewa
    (Fakultas Hukum, 2026-06-30) Ananda Septa Ryan Efendi
    Penelitian ini mengkaji kedudukan hukum serta dampak pembatalan sepihak surat kuasa dalam Akta Perjanjian Sewa Menyewa, mengingat pembatalan yang tidak sesuai Pasal 1813, 1814, dan 1816 KUHPerdata dapat memicu perbuatan melawan hukum. Melalui metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, penelitian ini membedah berbagai bahan hukum menggunakan teori perjanjian, akta, sewa-menyewa, dan konsep kuasa. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Akta Kuasa Notaril dalam kontrak sewa-menyewa tetap sah dan berkekuatan hukum mengikat berdasarkan KUHPerdata, UUJN, PP Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman, dan teori kontrak. Tindakan pemberi kuasa yang membatalkan kuasa secara sepihak dan tanpa dasar pasca-perjanjian dianggap beriktikad buruk, sehingga melahirkan wanprestasi yang dapat digugat sebagai perbuatan melawan hukum demi menjamin perlindungan para pihak. Oleh karena itu, disarankan adanya rekonstruksi regulasi mengenai kuasa dalam KUHPerdata oleh pembuat kebijakan, sekaligus penerapan prinsip kehati-hatian yang lebih ketat oleh Notaris dalam menerbitkan atau membatalkan akta kuasa