Repository Universitas Jember

Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 5 of 9

Recent Submissions

  • Item type:Item,
    Struktur Dan Aktivitas Fotokatalitik Komposit Graphitic Carbon Nitride/N-TIO2 Nanotube (G-c3n4/N-Tnt) Dengan Variasi Rasio Massa G-c3n4 Terhadap Naphthol Blue Black
    (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 2026-08-14) Niski Berliany Ana Bella
    Titanium dioxide (TiO2) is the one of the most widely used semiconductor photocatalyst. However, its application under visible-light irradiation is limited by its wide bandgap. Coupling nitrogen-doped TiO2 nanotubes (N-TNT) with graphitic carbon nitride (g-C3N4) is expected to enhance visible-light absorption and improve photocatalytic performance through heterojunction formation. This study investigated the effect of g-C3N4 mass ratio on structural characteristics and photocatalytic activity of g-C3N4/N-TNT composites toward naphthol blue black (NBB) degradation. The composits were synthesized by the ultrasonication-assisted dispersion method with g-C3N4 mass ratio of 1:9, 3:7, 1:1, and 2:1. The synthesized materials were characterized using X-Ray diffraction (XRD), Fourier Transform Infra-red (FTIR), Raman spectroscopy, Scanning Electron Microscopy–Energy Dispersive X-Ray (SEM–EDX), Surface Area Analyzer (SAA analysis of N2 adsorption isotherms using BET model), and UV–Visible Diffuse Reflectance Spectroscopy (UV–Vis DRS). Photocatalytic activity was evaluated through NBB degradation under visible-light irradiation using a 100 W LED lamp, while the reaction kinetics were analyzed using pseudo-first-order model. Characterization results confirmed the successful formation of g-C3N4/N-TNT composites through physical coupling without formation of new crystalline phases or functional groups. Increasing the g-C3N4 content modified the morphology, elemental composition, specific surface area, and optical properties of composites, while reducing the bandgap from 3,00 eV for N-TNT to 2,67–2,73 eV. The g-C3N4/N-TNT 3:7 composite exhibited the highest specific surface area of 69,889 m2g-1. Photocatalytic evaluation demonstrated that all composites exhibited higher activity than the individual materials. The g-C3N4/N-TNT composite with 1:1 mass ratio showed the highest photocatalytic performance, achieving 65,26% NBB removal after 180 min of visible-light irradiation (based on C1) and the highest apparent rate constant (K_app) of 0,0059 min-1.
  • Item type:Item,
    Analisis Performa Deteksi Dan Segmentasi Berbasis YOLO Pada Rov Untuk Inspeksi Keramba Jaring Apung Akuakultur
    (Fakultas Teknik, 2026-07-31) Wahyu Tri Utama
    KJA (Keramba Jaring Apung) pada akuakultur laut rentan mengalami kerusakan berupa lubang jaring dan vegetasi yang menurunkan struktural jaring, sehingga diperlukan metode inspeksi bawah air yang efektif menggunakan ROV (Remotely Operated Vehicle) yang diintegrasikan dengan deep learning berbasis YOLO. Penelitian ini bertujuan menganalisis performa deteksi dan segmentasi objek lubang jaring dan vegetasi pada KJA menggunakan arsitektur YOLO 11, YOLO 12, dan YOLO 26 varian nano yang diimplementasikan pada ROV berbasis Raspberry Pi 5. Penelitian menggunakan dataset aqua_net dari Roboflow sejumlah 3.061 data yang terdiri atas 2.661 objek lubang jaring dan 400 objek vegetasi, dengan pembagian 2.143 citra data latih, 612 citra data validasi, dan 306 citra data uji. Tahapan penelitian meliputi pencarian parameter optimal melalui hyperparameter auto-tuning, pelatihan model, pengujian performa model, pengujian berbagai format inferensi, serta pengujian langsung pada ROV di lingkungan perairan. Hasil tuning menghasilkan parameter optimal berupa laju pembelajaran awal 0,007 dan momentum 0,9 pada iterasi ke-9 dengan best fitness sebesar 0,64736, menghasilkan precision 89,479%, recall 87,116%, mAP (mean Average Precision)@0,5 sebesar 92,38%, dan mAP@0,5;0,95 sebesar 64,736%. Penurunan resolusi citra menjadi 320 piksel tetap mempertahankan akurasi di atas 0,920 mAP50. Format MNN (Mobile Neural Network) terbukti paling optimal dengan 25 FPS (Frame Per Second) pada YOLO 26n-det. Pengujian pada ROV menghasilkan YOLO 26n-det format MNN sebesar 25,1 FPS dengan latency 39,9 ms, dan YOLO 26n-seg format MNN sebesar 14,9 FPS dengan latency 67,3 ms, dengan jarak deteksi efektif pada rentang 30–50 cm. Berdasarkan hasil tersebut, YOLO 26n dengan format MNN direkomendasikan sebagai model dan format terbaik untuk implementasi deteksi dan segmentasi objek pada ROV inspeksi KJA di lingkungan bawah air.
  • Item type:Item,
    Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Media Powtoon Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Fisika Siswa Sma
    (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026-07-25) Anindia Putri
    This study aims to examine the effect of the discovery learning model assisted by Powtoon media on the motivation and learning outcomes of high school students in physics. The research was motivated by the low motivation to learn physics of students at SMA Negeri 2 Jember due to less interactive learning, which has an impact on learning outcomes that are not optimal. This study uses a quantitative approach with a true experiment method and a posttest only control group design. The study population was all grade X students of SMA Negeri 2 Jember, with samples determined using a purposive sampling technique, namely class X-8 as the experimental group and class X-9 as the control group, each totaling 36 students. Learning motivation data were collected through a Likert scale questionnaire, while learning outcome data were collected through reasoned multiple-choice questions on the topic of global warming. Data analysis was carried out using the Shapiro-Wilk normality test, Levene's Test homogeneity test, and Independent Sample T-Test hypothesis test with the help of SPSS 27. The results showed that the average learning motivation score of the experimental class (80) was higher than the control class (71) with a significance value of <0.001, while the average learning outcomes of the experimental class (87) were higher than the control class (79) with a significance value of <0.001. Thus, it can be concluded that there is a significant influence of the application of the discovery learning model assisted by Powtoon media on the motivation and learning outcomes of high school students in physics.
  • Item type:Item,
    Analisis Multidimensi Keberlanjutan Kawasan Usaha Perkebunan Kopi (KUPK) Rakyat di Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar
    (Fakultas Pertanian, 2026-07-28) Asti Nur Dewanti
    Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan penting di Indonesia yang berperan strategis dalam pembangunan sektor pertanian dan perekonomian nasional. Kabupaten Karanganyar, khususnya Kecamatan Ngargoyoso, memiliki potensi besar dalam pengembangan kopi rakyat karena kondisi agroekologi lereng Gunung Lawu yang sesuai untuk budi daya kopi Arabika dan Robusta. Meskipun memiliki jumlah tanaman kopi terbanyak di kabupaten tersebut, produktivitas kopi di Kecamatan Ngargoyoso masih tergolong sangat rendah dibandingkan rata- rata nasional. Kondisi ini diperparah oleh berbagai tantangan multidimensi, mulai dari lemahnya pengelolaan pascapanen, menurunnya minat generasi muda untuk bertani, kerentanan ekosistem akibat topografi berbukit dan alih fungsi lahan, hingga lemahnya koordinasi kelembagaan antarpelaku usaha. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian mengenai keberlanjutan kawasan usaha perkebunan kopi rakyat di Kecamatan Ngargoyoso dengan pendekatan analisis skala berganda (Multidimensional Scaling) belum pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan kawasan usaha perkebunan kopi rakyat di Kecamatan Ngargoyoso berdasarkan lima dimensi utama, yaitu ekologi, ekonomi, sosial, kelembagaan, dan teknologi, serta mengidentifikasi faktor-faktor sensitif yang memengaruhi indeks keberlanjutan pada setiap dimensi tersebut. Penelitian dilaksanakan di Desa Segorogunung dan Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner berskala bertingkat kepada lima puluh petani kopi yang ditentukan secara sengaja dan menyeluruh (total sampling) dari tiga kelompok tani. Data dianalisis menggunakan teknik penilaian cepat keberlanjutan usaha kopi yang merupakan adaptasi dari metode analisis skala berganda, dengan hasil berupa nilai indeks status keberlanjutan pada setiap dimensi serta identifikasi atribut paling berpengaruh melalui analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan usaha perkebunan kopi rakyat di Kecamatan Ngargoyoso secara keseluruhan berada pada status cukup berkelanjutan, dengan nilai rata-rata indeks multidimensi sebesar 59,51. Secara rinci, dimensi ekonomi memperoleh nilai tertinggi sebesar 65,67, diikuti dimensi ekologi sebesar 62,38, dimensi sosial sebesar 60,05, dimensi teknologi sebesar 55,97, dan dimensi kelembagaan menjadi dimensi dengan nilai terendah sebesar 53,46. Pada dimensi ekologi, faktor paling sensitif adalah perawatan dan pemeliharaan tanaman serta penggunaan pupuk, yang keduanya justru sudah berjalan cukup baik di lapangan, sementara pemahaman konservasi lahan dan air masih perlu diperkuat. Pada dimensi ekonomi, stabilitas harga jual dan keberagaman saluran pemasaran menjadi kekuatan yang perlu dipertahankan, meskipun kontribusi usahatani kopi terhadap pendapatan rumah tangga masih rendah akibat skala usaha yang kecil. Pada dimensi sosial, faktor paling sensitif adalah dominasi petani berusia lanjut, keterbatasan keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan usahatani, serta pandangan optimis petani yang menjadi modal sosial penting bagi keberlangsungan usaha. Pada dimensi kelembagaan, minimnya keterlibatan lembaga swasta dan lemahnya kemitraan menjadi hambatan utama, sedangkan pada dimensi teknologi, praktik sortasi biji kopi yang masih dilakukan secara manual serta standardisasi mutu produk yang masih sederhana turut membatasi daya saing produk. Secara umum, temuan ini menunjukkan bahwa kekuatan usahatani kopi rakyat di Kecamatan Ngargoyoso terletak pada praktik budi daya dan stabilitas harga, sedangkan kelemahan utamanya berada pada aspek kelembagaan dan keterlibatan sosial yang belum merata, khususnya keterlibatan perempuan tani dan kemitraan dengan pihak swasta. Kesenjangan antar dimensi ini perlu ditangani secara terintegrasi agar keberlanjutan usaha tidak hanya bertumpu pada aspek teknis budi daya, tetapi juga diperkuat melalui penguatan kelembagaan dan modal sosial. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kawasan usaha perkebunan kopi rakyat di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar secara multidimensi berada pada kategori cukup berkelanjutan. Untuk meningkatkan status keberlanjutan tersebut, diperlukan langkah strategis berupa penguatan konservasi lahan, pengembangan produk kopi Lawu berindikasi geografis untuk meningkatkan kontribusi pendapatan petani, percepatan regenerasi petani muda dan pemberdayaan perempuan tani, fasilitasi kemitraan antara petani dengan lembaga swasta dan pemerintah daerah, serta peningkatan penguasaan teknologi pengolahan dan sortasi biji kopi guna mendorong keberlanjutan usaha perkebunan kopi rakyat secara menyeluruh.
  • Item type:Item,
    Manajemen Risiko dan Strategi Mitigasi Risiko Usaha Budidaya Udang Vaname di PT Bonafit Bamaraja Marine Kabupaten Jembrana
    (Fakultas Pertanian, 2026-07-29) Nurul Jinan Faradisi
    Sektor perikanan memiliki peran yang penting dalam pembangunan nasional karena memiliki potensi sumber daya laut yang mendukung ketahanan pangan nasional, peningkatan devisa, penyedia lapangan pekerjaan, dan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat. Subsektor budidaya perikanan memiliki potensi yang besar khususnya budidaya udang. Udang vaname menjadi salah satu komoditas utama dalam kegiatan budidaya perikanan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat. Peningkatan produksi udang vaname di Indonesia menggambarkan adanya perkembangan pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan. Perkembangan budidaya udang vaname menunjukkan tren yang positif baik di tingkat nasional maupun regional. PT Bonafit Bamaraja Marine yang berada di Kabupaten Jembrana Provinsi Bali merupakan salah satu perusahaan budidaya pembesaran udang vaname yang menerapkan sistem ultra intensive aquaculture dengan sistem bioflok dan pengelolaan kualitas air berbasis sensor digital. Selama periode produksi yang diusahakan PT Bonafit Bamaraja Marine mengalami beberapa permasalahan yaitu adanya cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi yang berkepanjangan, serangan berbagai macam penyakit dan virus, serta adanya gangguan teknis berupa sistem aerasi dan sirkulasi air yang mengganggu kualitas lingkungan dan memengaruhi tingkat kelangsungan hidup udang vaname. Adanya beberapa permasalahan tersebut perlu diidentifikasi dan dilakukan pemetaan strategi mitigasi manajemen risiko produksi untuk setiap bagian selama proses budidaya berlangsung untuk mengoptimalkan kinerja manajemen produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) faktor-faktor yang menyebabkan risiko produksi pada usaha budidaya udang vaname di PT Bonafit Bamaraja Marine Kabupaten Jembrana, (2) prioritas risiko dan mitigasi risiko produksi yang dilakukan dalam usaha budidaya udang vaname di PT Bonafit Bamaraja Marine Kabupaten Jembrana. Penentuan lokasi penelitian menggunakan purposive method yang berada di PT Bonafit Bamaraja Marine Kabupaten Jembrana yang merupakan salah satu perusahaan budidaya pembesaran udang vaname. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode analitik. Metode pengambilan data menggunakan data primer dan sekunder. Metode pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik purposive sampling dengan memperhatikan pertimbangan bahwa tenaga kerja telah bekerja selama 3 tahun dan berkaitan langsung dengan proses produksi dengan jumlah informan sebanyak 5 orang. Metode analisis data untuk mengidentifikasi faktor penyebab risiko produksi menggunakan fishbone diagram dan untuk menganalisis prioritas sumber risiko dan prioritas strategi pengelolaan risiko produksi menggunakan House of Risk (HOR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Faktor yang menyebabkan risiko produksi pada usaha budidaya udang vaname yaitu terbagi menjadi lima kategori yaitu manusia (man), metode (method), lingkungan (environment), mesin (machine), dan bahan (material). 2) Prioritas sumber risiko yang ditetapkan yaitu sebanyak 11 sumber risiko dan strategi mitigasi pengelolaan sebanyak 14 strategi pengelolaan yang diprioritaskan.