Repository Universitas Jember
Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
- Koleksi Laporan Hasil Pengabdian Masyarakat
- Koleksi Laporan Praktek Kerja Program Diploma
- Koleksi Disertasi Program Doktoral
- Koleksi Laporan hasil penelitian dosen UNEJ
- Koleksi Tesis Program Magister
Recent Submissions
Item type:Item, Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Pembelajaran Mendalam Berbantuan GeoGebra pada Materi Kerucut(Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026-04-16) Nadilla Fathimah AzzahraKurikulum di Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan sepanjang sejarahnya. Perubahan kurikulum memberikan tantangan, salah satunya adalah timbulnya ketidakjelasan di kalangan guru dan murid sehingga terdapat guru kesulitan untuk beradaptasi dan dapat menyebabkan kualitas pembelajaran yang tidak maksimal. Tantangan tersebut memerlukan strategi yang dapat mengoptimalkan dampak pendidikan melalui pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu pendekatan pembelajaran yang berkembang saat ini adalah Deep Learning atau pembelajaran mendalam. Pendekatan pembelajaran mendalam berfokus pada pembelajaran yang bermakna, mendalam, dan kontekstual bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kemampuan berkreasi, dan penyelesaian masalah. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika SMP Negeri 7 Jember, perangkat pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam masih terbatas, karena masih dalam tahap uji coba. Kurangnya pemanfaatan teknologi seperti GeoGebra sebagai media pembelajaran untuk membantu murid dalam memvisualisasikan konsep materi sehingga murid kesulitan dalam memahami konsep yang abstrak dan murid kurang berperan aktif dalam pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam berbantuan GeoGebra yang menggunakan model pengembangan 4D yang terdiri dari tahap define (pendefinisian), tahap design (perancangan), tahap develop (pengembangan),dan tahap disseminate (penyebaran). Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif. Instrumen penelitian pada penelitian ini meliputi lembar validasi, lembar observasi, lembar angket respon dan lembar tes. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, dan tes. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 2025 dan 9 Desember 2025 dengan subjek penelitian kelas IX F. Proses pengembangan perangkat pembelajaran dengan menganalisis kebutuhan pembelajaran dan karakteristik murid. Kemudian dilakukan perancangan awal untuk menghasilkan draft 1 perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi perencanaan pembelajaran, lembar kerja murid, dan tes sumatif. Perencanaan pembelajaran yang dirancang sesuai dengan kerangka kerja pembelajaran mendalam dan sintaks Problem Based Learning. Lembar kerja murid dirancang untuk menyajikan permasalahan terkait kerucut serta aktivitas menemukan rumus luas permukaan dan volume kerucut. Tes sumatif dirancang untuk mengukur pemahaman materi yang terdiri dari dua soal uraian kontekstual. Kemudian, perangkat pembelajaran divalidasi oleh validator dan direvisi sesuai saran validator. Selanjutnya, perangkat pembelajaran diuji cobakan pada murid kelas IX SMP Negeri 7 Jember untuk memperoleh data kepraktisan dan keefektifan. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Skor rata-rata valid sebesar 3,86 dari skor maksimal 4,00. Perolehan persentase kepraktisan dari angket respon murid sebesar 75,41%; 90%; 85%; dan 83,57% . Keefektifan diperoleh dari hasil tes belajar murid dengan perolehan persentase kepraktisan sebesar 93,3% yang mencapai kategori ketuntasan klasikal dengan nilai hasil tes belajar murid minimal 70. Perangkat pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam ini dapat menjadi alternatif solusi dari keterbatasan perangkat pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam dan dapat membantu murid dalam memahami konsep materi kerucut melalui visualiasasi konsep berbantuan GeoGebra. Perolehan persentase angket respon murid masih belum maksimal karena murid murid tergesa-gesa mengisi angket sehingga tidak membaca secara teliti isi angket, pengisian angket pada waktu yang tidak efektif sehingga kelas tidak kondusif. Oleh karena itu, disarankan pengisian angket dilakukan pada waktu yang efektif dan kondusif serta memberikan arahan kepada murid untuk membaca setiap pernyataan angket dengan teliti. Selain itu, pemanfaatan teknologi juga membutuhkan koneksi internet yang memadai dan kemampuan murid dalam mengaplikasikan GeoGebra masih perlu ditingkatkan. Tampilan objek di Geogebra pada saat dioperasikan di smartphone masih kurang besar. Penelitian ini difokuskan pada materi kerucut yaitu luas permukaan dan volume, penelitian dilakukan pada jam pelajaran yang tidak efektif. Berdasarkan keterbatasan penelitian tersebut, diasarankan bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan perangkat pembelajaran pada materi yang lebih luas, penelitian dilakukan pada jam pelajaran yang efektif serta dapat meningkatkan keterampilan murid dalam menggunakan teknologi secara optimal.Item type:Item, Perencanaan Sistem Pedestrian dan Parkir serta Dampaknya terhadap Kinerja Lalu Lintas Satu Arah (SSA) di Kawasan Kampus Kabupaten Jember(Fakultas Teknik, 2025-01-31) Nabilah Inasa AuliaJember merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur dengan keberagaman budaya dan kehidupan masyarakatnya. Kegiatan utama meliputi pendidikan, perdagangan, dan kebudayaan. Namun memiliki permasalahan kemacetan pada jam tertentu dan kondisi infrastruktur pedestrian kurang berfungsi baik sehingga dapat menghambat akses pejalan kaki. Pemerintah Jember telah menerapkan Sistem Satu Arah (SSA) di pagi dan sore hari. SSA adalah sistem manajemen yang menciptakan suatu rangkaian di beberapa jalan yang terhubung erat dengan suatu kota guna memaksimalkan potensi pada kawasan kampus, yakni Jalan Kalimantan, Jalan Mastrip, Jalan Riau, dan Jalan Jawa. Penelitian ini menggunakan data hasil survei yang dilakukan pada 8 segmen. Pengumpulan data geometrik jalan dan volume kendaraan dilakukan dengan menggunakan survei manual serta analisis jaringan jalan dilakukan dengan menggunakan formulir Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Kinerja lalu lintas saat diberlakukan SSA lebih baik daripada saat dua arah diberlakukan. Pada Segmen 6 (Jl. Jawa Prosalina – Jl. Jawa B. Bangka) akan direncanakan pedestrian dengan lebar sebelah kiri sebesar 5,2 meter dan sebelah kanan sebesar 1,85 meter. Pada Segmen 7 dan 8 direncanakan pedestrian dengan lebar 3,5 meter untuk bagian kiri dan 1,85 meter untuk bagian kanan. Pada Jl. Kalimantan akan direncanakan pedestrian dengan 3,5 meter untuk bagian kiri dan 1,85 meter untuk bagian kanan. Dampaknya, hasil kinerja lalu lintas setelah dilakukan pelebaran pedestrian saat SSA memiliki derajat kejenuhan tertinggi berada pada angka 0,60. Sementara itu, Jl. Mastrip dan Jl. Riau memiliki karakteristik yang hampir sama. Jalan Mastrip dan Jalan Riau tidak memadai jika diberlakukan parkir on street sehingga direncanakan parkir onstreet pada Jl. Kalimanatan dan Jl. Jawa. Hasil derajat kejenuhan tertinggi saat direncanakan parkir setelah mengalami pelebaran pedestrian berada pada angka 0,87.Item type:Item, Pengaruh Penambahan Glukosa dan Galaktosa terhadap Aktivitas Endo-³- 1,4-D-xilanase Rekombinan (XynBTN63D) dalam Saccharomyces Cerevisiae BJI824(Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 2026-09-04) Arini Audina DamayantiEndo-³-1,4-D-xilanase (EC 3.2.1.8) merupakan enzim xilanolitik yang mampu menghidrolisis ikatan ³-(1,4)-xilosidik pada xilan menghasilkan xilooligosakarida (XOS) seperti xilobiosa dan xilotriosa. Gen rekombinan xynBTN63D yang berasal dari sistem abdominal rayap telah diekspresikan secara ekstraseluler pada Saccharomyces cerevisiae BJ1824 menggunakan plasmid pYHM1-xynBTN63D dengan promoter GAL1 yang diinduksi oleh galaktosa. Produksi XOS secara industri memerlukan biaya tinggi, sehingga diperlukan pengaturan komposisi sumber karbon untuk memperoleh pertumbuhan sel dan aktivitas enzim yang optimal. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh variasi glukosa terhadap pertumbuhan S. cerevisiae BJ1824 rekombinan serta pengaruh penambahan galaktosa terhadap aktivitas endo-³-1,4-D-xilanase dan produk hidrolisis xilan yang dihasilkan. Media yang digunakan adalah YPG sebagai media kontrol dan YMin sebagai media minimal dengan komposisi yeast ekstrak 0,5% (b/v), KH2PO4 0,5% (b/v), (NH4)2SO4 0,2% (b/v), dan MgSO4·7H2O 0,04% (b/v). Variasi glukosa yang digunakan adalah 0%; 0,5%; 1%; dan 2% (b/v), sedangkan variasi galaktosa yang digunakan adalah 0%; 0,2%; 0,5%; dan 1% (b/v). Pertumbuhan kultur diamati menggunakan OD600 hingga 96 jam. Aktivitas enzim ditentukan dengan metode DNS (Miller) menggunakan substrat Beechwood xylan, kadar protein dianalisis dengan metode Bradford, dan produk hidrolisis dianalisis secara kualitatif menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan standar xilosa (X1), xilobiosa (X2), dan xilotriosa (X3). Hasil pengujian menunjukkan bahwa glukosa 0,5% memberikan pertumbuhan S. cerevisiae BJ1824 rekombinan stabil dibandingkan konsentrasi glukosa lainnya. Penambahan galaktosa meningkatkan aktivitas endo-³-1,4-Dxilanase, dengan galaktosa 1% (b/v) menghasilkan aktivitas tertinggi. Aktivitas enzim meningkat setelah fase eksponensial dan mencapai kondisi optimum pada 48372 jam setelah induksi. Analisis kadar protein menunjukkan bahwa sampel crude enzyme mengandung protein total yang tidak seluruhnya merupakan xilanase aktif, sehingga peningkatan kadar protein tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan aktivitas enzim. Hasil analisis KLT menunjukkan bahwa lane standar campuran X1, X2, dan X3 menghasilkan tiga zona migrasi yang berbeda, sedangkan sampel hasil hidrolisis menunjukkan bercak yang dominan sejajar dengan xilobiosa (X2) dan sebagian mendekati xilotriosa (X3), sementara bercak pada posisi xilosa (X1) tidak tampak dominan. Hal tersebut menunjukkan bahwa produk hidrolisis xilan didominasi oleh xilooligosakarida berantai pendek, sesuai dengan karakteristik endo-³-1,4-D-xilanase yang memotong rantai xilan pada bagian internal dan menghasilkan XOS sebagai produk utama. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media YMin dengan glukosa 0,5% dan induksi galaktosa 1% merupakan kondisi terbaik untuk pertumbuhan dan aktivitas endo-³-1,4-D-xilanase rekombinan (XynBTN63D) pada S. cerevisiae BJ1824, serta menghasilkan produk hidrolisis berupa xilobiosa yang berpotensi dikembangkan sebagai xilooligosakarida (XOS) kandidat prebiotik.Item type:Item, Identifikasi Kandungan Metabolit Sekunder Daun Paku (Cyclosorus parasiticus Linn.) Asal Tancak dan Rembangan Menggunakan Metode GC-MS(Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 2026-09-29) Meylani AnggreiniIndonesia adalah negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk pakis (Cyclosorus parasiticus), yang berasal dari daerah Tancak dan Rembangan di Jember di Jawa Timur. Pakis ini telah digunakan sebagai obat tradisional di berbagai daerah Indonesia karena metabolit sekundernya. Namun, informasi mengenai metabolit sekunder yang terkandung dalam Cyclosorus parasiticus, khususnya di area Tancak dan Rembangan, terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dan menentukan potensi mereka dalam obat berbasis pada literatur. Sampel parasiticus Cyclosorus dimaserasi menggunakan 96% Metanol dengan perbandingan 3:1 selama 3 hari, kemudian terkonsentrasi menggunakan rotary evaporator Dan dianalisis oleh GC-MS. Hasil GC-MS mengungkapkan bahwa C. parasiticus dari Tancak mengandung 41 senyawa, terdiri dari 47,73% metabolit primer, 50% Metabolit sekunder, dan 2,27% artefak atau kontaminan. Metabolit sekunder terpenoid (18,18%), fenol (13,64 keton (4,55%), furanon (2,27%), pyran (2,27%), benzofuran (2,27%); dan triterpen saponin (2,27%). Puncak tertinggi diidentifikasi sebagai cathecol (70,07%) dari senyawa fenol, sementara puncak terendah adalah hidrokuinon (0,11%) dari senyawa fenol. Demikian pula, C. Parasiticus dari Rembangan juga menunjukkan 43 senyawa yang teridentifikasi, yang terdiri dari 51,16% metabolit primer, 39,53% metabolit sekunder, dan 9,30% artefak Atau kontaminan. Metabolit sekunder adalah fenol (11,63%), furanon(9,30%), furan (4,65%), keton (2,33%), benzofuran (2,33%), pyranone (2,33%), Alkaloid (2,33%), terpenoid (2,33%), dan triterpen saponin (2,33%).Yang tertinggi Konsentrasi diamati untuk cathecol (8,53%) dari senyawa fenol, sedangkan konsentrasi terendah (0,17%) adalah 3-Furanmenthanol dari furan.Item type:Item, Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Lingkungan Pesantren terhadap Prestasi Santri melalui Semangat Belajar pada Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Nurul Islam Sepangkor Besar Kabupaten Sumenep(Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 2026-11-05) HabibiPenelitian ini berangkat dari masih belum optimalnya prestasi santri di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Islam Sepangkor Besar Kabupaten Sumenep. Data Daftar Kumpulan Nilai (DKN) selama lima semester belum mencapai target yang di inginkan pesantren yaitu berada pada rentang 89–100. Selain itu, semangat belajar santri masih mengalami perubahan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran semangat belajar dalam memediasi pengaruh kepemimpinan transformasional dan lingkungan terhadap prestasi santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research. Populasi penelitian sebanyak 83 santri aktif dan seluruhnya dijadikan sampel dengan teknik sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara, dan kemudian data di analisis menggunakan SEM PLS dengan menggunakan aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian memperoleh bahwa kepemimpinan transformasional, lingkungan berpengaruh signifikan terhadap semangat belajar dan prestasi santri. Semangat belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi santri. Semangat belajar juga memediasi pengaruh kepemimpinan transformasional dan lingkungan terhadap prestasi santri.
