Repository Universitas Jember
Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
- Koleksi Laporan Hasil Pengabdian Masyarakat
- Koleksi Laporan Praktek Kerja Program Diploma
- Koleksi Disertasi Program Doktoral
- Koleksi Laporan hasil penelitian dosen UNEJ
- Koleksi Tesis Program Magister
Recent Submissions
Item type:Item, Hubungan Budaya Keselamatan Pasien Terhadap Kepatuhan Mahasiswa Koas dalam Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RSGMP UNEJ(Fakultas Kedokteran Gigi, 2026-01-29) Nayunda Keisya Auralia PutriKeselamatan pasien merupakan salah satu indikator mutu pelayanan kesehatan yang dapat diwujudkan melalui budaya keselamatan pasien. Budaya keselamatan pasien yang lemah berpotensi meningkatkan risiko terjadinya insiden keselamatan pasien, termasuk HAIs. Survei Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 hanya 1 dari 13 rumah sakit yang memperoleh skor budaya keselamatan pasien dalam kategori baik. Angka kejadian HAIs di Indonesia mencapai 15,74% yang menunjukkan pentingnya implementasi program PPI secara konsisten di fasilitas pelayanan kesehatan. Mahasiswa koas sebagai tenaga kesehatan dalam tahap pendidikan klinik memiliki peran dalam menjaga keselamatan pasien. Sebagai bagian dari peningkatan mutu pelayanan, RSGMP Universitas Jember secara rutin melaksanakan survei budaya keselamatan pasien dan PPI. Hasil survei internal RSGMP Universitas Jember menunjukkan budaya keselamatan pasien dan PPI perlu ditingkatkan. Budaya keselamatan pasien diyakini berperan dalam membentuk perilaku mahasiswa koas dalam menjalankan praktik PPI. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan budaya keselamatan pasien terhadap kepatuhan mahasiswa koas dalam PPI di RSGMP Universitas Jember. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari mahasiswa koas integrasi I, II, dan III di RSGMP Universitas Jember, dengan jumlah sampel sebanyak 152 mahasiswa. Variabel bebas adalah budaya keselamatan pasien dan variabel terikat adalah kepatuhan PPI. Budaya keselamatan pasien diukur menggunakan instrumen HSOPSC Versi 2.0 yang mencakup sembilan dimensi. Kepatuhan PPI dinilai berdasarkan kepatuhan cuci tangan enam langkah secara berurutan dan penggunaan APD sesuai jenis tindakan klinik, yaitu aerosol dan non-aerosol. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan budaya keselamatan pasien pada mahasiswa koas di RSGMP Universitas Jember berada dalam kategori budaya kuat dengan nilai respon positif sebesar 89,4%. Tingkat kepatuhan PPI, menunjukkan bahwa kepatuhan mahasiswa koas masih belum optimal dengan nilai sebesar 45,4%. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p-value < 0,05 yang berarti terdapat hubungan signifikan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,525 menandakan adanya hubungan dengan kekuatan sedang dan positif antara budaya keselamatan pasien dengan kepatuhan PPI pada mahasiswa koas di RSGMP Universitas Jember. Budaya keselamatan pasien pada mahasiswa koas di RSGMP Universitas Jember tergolong kuat, namun tingkat kepatuhan PPI masih perlu ditingkatkan. Temuan ini menunjukkan bahwa budaya keselamatan pasien yang kuat belum sepenuhnya tercermin dalam perilaku kepatuhan PPI secara optimal. Diperlukan upaya penguatan implementasi budaya keselamatan pasien melalui pelatihan, sosialisasi, dan pengawasan yang konsisten sehingga budaya keselamatan pasien tidak hanya dipahami sebagai secara konseptual, tetapi juga diwujudkan dalam praktik klinik, khususnya dalam penerapan PPI.Item type:Item, Pengaruh Kualitas Layanan, Kualitas Produk, dan Harga Produk, Terhadap Kepuasan Konsumen Warkop Cak Kebo(Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026-09-23) Wahyu Ning ArumPerkembangan industri kedai kopi yang kompetitif di Kabupatan Jember menuntut pelaku usaha untuk memahami faktor faktor yang mempengaruhii kepuasan konsumen, khususnya di kalangan mahasiswa atau pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji pengaruh kualitas layanan, kualitas produk, dan harga produk baik secara parsial maupun simultan terhadap kepuasan konsumen di Warkop Cak Kebo, Sumbersari, Kabupatan Jember. Teori utama yang melandasi peneitian ini adalah Expectancy Disconfirmation Theory (EDT). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh konsumen Warkop Cak Kebo. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden yang diambil menggunakan teknon non probability sampling dengan pendekata purposive dan accidental sampling. Kriteria responden adalah mahasiswa atau pelajar yang sudah berkunjung minimal lebih dari 3 kali. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui instrumen kuesioner berskala likert 1-4, wawancara, serta dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasa konsumen denan kontribusi pengaruh sebesar 5,6%, kualitas produk secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan kontribusi sebesar 63,1%, dan harga produk secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan kontribusi pengaruh sebesar 3,3%, Secara simultan, kualitas layanan, kualitas produk, dan harga produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan nilai F hitung sebesar 82,525 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa variabel independen tersebut memberikan kontribusi sebesar 72,1% terhadap kepuasan konsumen, sedangkan sisanya 27,9% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Kualitas produk terbukti menjadi variabel yang paling dominan dalam menentukan kepuasan konsumen di Warkop Cak Kebo.Item type:Item, Nilai Ekologi Vegetasi Pohon Lima Tahun Pasca Illegal Logging di Blok Jati Lodadi Resort Bandealit Taman Nasional Meru Betiri(Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 2026-05-05) Rizka Fajriyah RamadhanaPerubahan kondisi hutan akibat aktivitas manusia merupakan salah satu isu penting dalam pengelolaan ekosistem tropis karena dapat mempengaruhi struktur dan fungsi vegetasi dalam ekosistem, termasuk kemampuan penyimpanan karbon. Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) sebagai kawasan konservasi telah mengalami tekanan penebangan liar sejak tahun 1998, termasuk di Blok Jati Lodadi Resort Bandealit. Salah satu kasus penebangan liar yang terjadi pada tahun 2020 menargetkan pohon jati (Tectona grandis) dan menyebabkan perubahan kondisi vegetasi hutan. Dalam lima tahun terakhir, kawasan ini menunjukkan adanya proses pemulihan alami melalui suksesi. Namun, informasi mengenai tingkat pemulihan nilai ekologi vegetasi pohon pasca gangguan masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengestimasi nilai ekologi struktural dan fungsional vegetasi pohon, serta menganalisis hubungannya dengan faktor abiotik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Desember 2025 di Blok Jati Lodadi, Resort Bandealit, TNMB menggunakan 15 plot berukuran 20 x 20 m. Data vegetasi pohon yang dikumpulkan meliputi diameter batang, tinggi pohon, dimensi dan kanopi pohon dan persentase densitas kanopi. Faktor abiotik yang diukur meliputi suhu dan kelembaban udara, intensitas cahaya, serta pH, dan kelembaban tanah. Pengukuran dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan pada setiap plot. Nilai ekologi vegetasi dianalisis melalui aspek struktural (volume pohon) dan aspek fungsional (karbon). Hubungan antara faktor abiotik dan nilai ekologi dianalisis menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima tahun pasca penebangan liar, kawasan penelitian memiliki 42 spesies pohon dengan kepadatan tegakan mencapai 2.377 individu/ha. Nilai struktur vegetasi yang diestimasi melalui volume pohon mencapai 94,467 m³/ha, dengan kontribusi terbesar berasal dari Syzygium aqueum. Nilai fungsi vegetasi menunjukkan total biomassa sebesar 32,713 ton/ha, cadangan karbon 16,356 ton C/ha, dan potensi penyerapan karbon sebesar 59,980 ton CO₂/ha. Kontributor terbesar fungsi ekologis tersebut berasal dari Pterocymbium tinctorium. Analisis PCA menunjukkan bahwa volume pohon berkorelasi positif dengan kelembaban tanah, sedangkan cadangan karbon berkorelasi positif dengan pH tanah, intensitas cahaya, dan kelembaban udara. Sebaliknya, suhu menunjukkan hubungan negatif dengan cadangan karbon. Penelitian ini menunjukkan bahwa hutan Blok Jati Lodadi telah mengalami pemulihan struktural dan fungsional dalam lima tahun pasca penebangan liar. Pemulihan tersebut ditunjukkan oleh terbentuknya kembali tegakan pohon yang rapat, meningkatnya biomassa dan cadangan karbon, serta pulihnya fungsi vegetasi sebagai penyerap karbon. Faktor lingkungan, terutama kelembaban tanah, pH tanah, intensitas cahaya, dan kelembaban udara, berperan penting dalam mendukung proses pemulihan ekosistem hutan tropis pasca gangguan.Item type:Item, Pengaruh Pemanfaatan Air Leri dan Limbah Batang Pisang Terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Jamur Merang (Volvariella Volacea)(Fakultas Pertanian, 2026-09-24) Mindi Christy a Putri Perangin - AnginJamur merang (Volvariella volvacea) merupakan salah satu komoditas pangan yang memiliki nilai ekonomi dan kandungan gizi yang tinggi (energi 39,0 kalori, protein 3,8 gram, lemak 0,6 gram, dan serat kasar 1,2 gram per 100 gram). Meski memiliki permintaan meningkat, produksi di Indonesia menurun, pada tahun 2021 mencapai 52.377 kg yang kemudian mengalami penurunan hingga 23.525 kg pada tahun 2022. Namun, pada tahun 2024 produktivitasnya kembali mengalami kenaikan hingga 32.191 kg. Produksi jamur merang masih menghadapi kendala, salah satunya ketersediaan dan kualitas media tanam serta kebutuhan nutrisi selama pertumbuhan. Limbah batang pisang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan media tanam alternatif, sedangkan air leri dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi tambahan untuk mendukung pertumbuhan dan produktivitas jamur merang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi serta pengaruh konsentrasi air leri dan komposisi media limbah batang pisang terhadap pertumbuhan dan produktivitas jamur merang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2026 di kumbung jamur merang Desa Manggaran, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri atas dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi air leri, yaitu L0 (kontrol), L1 (25 ml), L2 (50 ml), dan L3 (75 ml), sedangkan faktor kedua adalah komposisi media, yaitu M1 (100% jerami padi), M2 (50% jerami padi + 50% limbah batang pisang), dan M3 (100% limbah batang pisang). Parameter pengamatan meliputi kecepatan panen, jumlah tubuh buah tiap panen, jumlah total tubuh buah, berat tubuh buah tiap panen, berat total tubuh buah, dan diameter tubuh buah. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan taraf 5% apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi konsentrasi air leri dan komposisi media berbeda nyata terhadap jumlah tubuh buah tiap panen dan jumlah total tubuh buah serta berbeda sangat nyata terhadap berat total tubuh buah, sedangkan pada kecepatan panen, berat tubuh buah tiap panen, dan diameter tubuh buah berbeda tidak nyata. Kombinasi perlakuan 50 ml air leri dan komposisi media 100% limbah batang pisang (L2M3) merupakan kombinasi perlakuan terbaik dalam meningkatkan produktivitas jamur merangItem type:Item, Evaluasi Kinerja Fasilitas Stasiun Jember Berdasarkan Standar Pelayanan Minimum Menggunakan Metode IPA dan OLR(Fakultas Teknik, 2026-07-24) Sananda Firdaus Al KindiThis study was motivated by the fact that facilities at Jember Station do not yet fully meet the Minimum Service Standards (PM 63 of 2019), such as the parking area, waiting room, and restrooms. The objectives are to assess the facilities’ performance against the Minimum Service Standards, determine improvement priorities using Importance Performance Analysis (IPA), and identify facilities that significantly influence passenger satisfaction using Ordinal Logistic Regression (OLR). The study employs a quantitative approach through field observations and a questionnaire administered to 200 respondents who use Jember Station’s services, utilizing purposive sampling and the Slovin formula. The validity and reliability of the instruments were tested, and the data were analyzed using Importance-Performance Analysis (32 indicators) and Ordinal Logistic Regression (32 independent variables, 6 dependent variables) via SPSS. Observations showed that the level of facility compliance with the Minimum Service Standards (SPM) was 84%, with several facilities not yet meeting the standards (assembly point, security personnel, boarding, restrooms, prayer room, parking, accessibility for people with disabilities, and a dedicated ticket counter for people with disabilities). The IPA analysis identified 6 top-priority attributes (CCTV, waiting room, restrooms, information on service disruptions, parking, and pedestrian and disability access), while OLR identified 9 attributes with a significant impact on passenger satisfaction (health facilities, platform facilities, security personnel, train arrival information, no-smoking information, travel disruption information, signage or directional indicators, dedicated access for people with disabilities, and nursing room facilities). The facilities at the new Jember Station currently meet only 84% of the SPM standards and require improvements in 6 IPA priority attributes and 9 significant OLR attributes. It is recommended to install a misting system in the waiting area, add a canopy over the parking area, expand the restrooms and prayer room, and improve facilities for people with disabilities to optimize passenger satisfaction.
