Repository Universitas Jember

Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 5 of 9

Recent Submissions

  • Item type:Item,
    Pengaruh Self-Efficacy dan Self-Confindence Terhadap Kemampuan Berpikir Kombinatorik Siswa dalam Menyelesaikan Soal Kombinatorik
    (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026-07-30) Filzah Naura Qurrotil ‘ Ain
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan berpikir kombinatorik siswa dalam menyelesaikan soal kombinatorik. Kemampuan berpikir kombinatorik merupakan salah satu kemampuan berpikir tingkat tinggi yang penting dalam pembelajaran matematika karena membantu siswa menentukan berbagai kemungkinan penyelesaian masalah secara sistematis dan logis. Berdasarkan hasil observasi di SMAN Jenggawah, masih ditemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal kombinatorik, kurang berani mencoba strategi penyelesaian yang berbeda, serta memiliki keyakinan diri yang rendah terhadap kemampuan matematikanya. Rendahnya kemampuan tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor afektif, khususnya self-efficacy dan self-confidence. Self-efficacy merupakan keyakinan siswa terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas tertentu, sedangkan self-confidence merupakan kepercayaan diri siswa dalam mengemukakan pendapat, mengambil keputusan, dan menyelesaikan permasalahan matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh self-efficacy dan self-confidence terhadap kemampuan berpikir kombinatorik siswa dalam menyelesaikan soal kombinatorik serta mengetahui model regresi linear berganda yang menggambarkan hubungan kedua variabel tersebut terhadap kemampuan berpikir kombinatorik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII SMAN Jenggawah Tahun Ajaran 2025/2026 sebanyak 243 siswa. Sampel penelitian berjumlah 151 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket self-efficacy, angket self-confidence, dan tes uraian kemampuan berpikir kombinatorik. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji prasyarat analisis yang meliputi uji outlier, uji normalitas, uji linearitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi, dan uji multikolinearitas, kemudian dilanjutkan dengan analisis regresi linear berganda menggunakan uji F, uji t, dan koefisien determinasi. Berdasarkan hasil analisis data, seluruh instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,87. Hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa data tidak mengandung outlier, residual berdistribusi normal, hubungan antarvariabel bersifat linear, tidak terjadi heteroskedastisitas, tidak terjadi autokorelasi, serta tidak terjadi multikolinearitas sehingga memenuhi syarat untuk dilakukan analisis regresi linear berganda. Selanjutnya, pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji F untuk mengetahui pengaruh self-efficacy dan self confidence secara simultan terhadap kemampuan berpikir kombinatorik serta uji t untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel secara parsial. Hasil analisis menunjukkan bahwa self-efficacy dan self-confidence secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kombinatorik siswa dalam menyelesaikan soal kombinatorik. Selain itu, secara parsial self-efficacy maupun self-confidence juga memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kombinatorik siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi self-efficacy dan self-confidence yang dimiliki siswa, maka semakin baik pula kemampuan berpikir kombinatorik siswa dalam menyelesaikan soal kombinatorik.
  • Item type:Item,
    Faktor Child Penalty terhadap Partisipasi Kerja Perempuan di Provinsi Jawa Timur
    (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 2026-07-09) Elsa Sally Netimanta
    Partisipasi kerja perempuan merupakan indikator penting dalam menggambarkan keterlibatan perempuan dalam aktivitas ekonomi. Namun, perempuan yang telah menikah dan memiliki anak usia dini sering menghadapi kendala dalam mempertahankan partisipasi kerja akibat tanggung jawab domestik dan pengasuhan anak, yang dikenal sebagai fenomena child penalty. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jumlah anak usia 0–4 tahun, usia, tingkat pendidikan, status perkawinan, dan pendapatan rumah tangga terhadap partisipasi kerja perempuan di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data cross-section yang bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2024. Sampel penelitian terdiri atas 398 perempuan menikah yang memiliki anak usia 0–4 tahun di Provinsi Jawa Timur. Metode analisis yang digunakan adalah regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia dan tingkat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap partisipasi kerja perempuan. Status perkawinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap partisipasi kerja perempuan. Sementara itu, jumlah anak usia 0–4 tahun dan pendapatan rumah tangga tidak berpengaruh signifikan terhadap partisipasi kerja perempuan, meskipun masing-masing menunjukkan arah hubungan negatif dan positif. Temuan ini menunjukkan bahwa fenomena child penalty di Provinsi Jawa Timur belum terbukti signifikan secara statistik, meskipun keberadaan anak usia dini cenderung menurunkan peluang perempuan untuk bekerja. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mendukung perempuan dalam menyeimbangkan peran domestik dan ekonomi, seperti penyediaan layanan pengasuhan anak dan kebijakan kerja yang lebih fleksibel.
  • Item type:Item,
    Pengembangan Media Pembelajaran Canva Berbasis Deep Gamification dengan Model Case Based Learning (CBL) dalam Pembelajaran Memirsa Eksploratif Teks Deskripsi pada Siswa Kelas VII SMP Katolik Santo Petrus
    (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026-07-30) Wike Dyah Utami
    This research is motivated by the low exploratory listening ability of seventh-grade junior high school students in descriptive texts, which tend to be monotonous. Therefore, this study aims to develop an immersive gamification-based learning media using an interactive and adaptive Case-Based Learning (CBL) model. The research method used is Research and Development (R&D) with a 4D development model. The experimental subjects were seventh-grade students of St. Peter Catholic Junior High School. Data were collected through needs analysis, product creation, and questionnaires validated by experts and practitioners. The results of the study showed that the developed learning media received a very satisfactory rating from 94% of Indonesian language material experts (very feasible), 84% of learning media expert validators (sufficient), 96% of language expert validators (very feasible), and 96% of Indonesian language learning practitioner validators (very feasible). Meanwhile, students showed enthusiasm in the implementation process as evidenced by the responses given. Based on these results, it can be concluded that the immersive gamification-based learning media with the Case-Based Learning (CBL) model is valid, feasible, and effective for use in teaching exploratory listening skills to descriptive texts to seventh-grade junior high school students.
  • Item type:Item,
    Pengembangan Media Pembelajaran Flashcard Berbasis Nilai Nasionalisme untuk Mitigasi Perilaku Bullying pada Materi IPAS kelas IV Sekolah Dasar
    (FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, 2026-08-31) Imelinda Wanda Lindi Arianti
    Perilaku bullying masih menjadi salah satu permasalahan yang sering dijumpai di lingkungan sekolah dasar dan dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan sosial, emosional, maupun akademik peserta didik. Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, khususnya di SDN Tanggul Wetan 04 namun kasus perundungan masih tetap ditemukan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa diperlukan strategi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai karakter yang mendorong peserta didik untuk saling menghargai, menghormati perbedaan, dan berperilaku sesuai norma yang berlaku. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah penggunaan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Dikembangkan media pembelajaran flashcard berbasis nilai nasionalisme pada materi IPAS kelas IV, khususnya materi norma dan adat istiadat daerah, sebagai upaya mitigasi preventif terhadap perilaku bullying. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran flashcard berbasis nilai nasionalisme yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif sebagai media pembelajaran sekaligus sebagai sarana mitigasi perilaku bullying pada peserta didik kelas IV sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahap, yaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian dilaksanakan di SDN Tanggul Wetan 04 pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 dengan subjek penelitian sebanyak 21 siswa kelas IV. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, angket validasi, angket respons siswa, tes hasil belajar berupa pre-test dan post-test, serta dokumentasi. Kelayakan produk ditentukan melalui uji kevalidan oleh ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa, sedangkan kepraktisan diukur melalui respons siswa, dan keefektifan dianalisis berdasarkan ketuntasan hasil belajar setelah penggunaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan berhasil memenuhi seluruh kriteria kelayakan. Berdasarkan hasil validasi, media memperoleh tingkat kevalidan sebesar 95,45% dari ahli media, 92,22% dari ahli materi, dan 91,25% dari ahli bahasa sehingga termasuk dalam kategori sangat layak untuk digunakan. Setelah melalui tahap revisi sesuai masukan para validator, media diimplementasikan dalam pembelajaran IPAS kelas IV. Hasil uji keefektifan menunjukkan bahwa ketuntasan belajar klasikal mencapai 85%, dengan 18 dari 21 peserta didik berhasil mencapai nilai di atas kriteria ketuntasan minimal. Dari aspek kepraktisan, hasil angket respons siswa memperoleh persentase sebesar 90,95% dengan kategori sangat praktis. Hal tersebut menunjukkan bahwa media flashcard mudah digunakan, menarik perhatian siswa, serta mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menyenangkan. Integrasi nilai nasionalisme dalam setiap kartu juga memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada aspek pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran flashcard berbasis nilai nasionalisme yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran IPAS kelas IV sekolah dasar. Media ini tidak hanya mendukung peningkatan hasil belajar peserta didik, tetapi juga menjadi salah satu alternatif media pembelajaran yang mampu menanamkan nilai-nilai nasionalisme sebagai bentuk mitigasi preventif terhadap perilaku bullying. Oleh karena itu, media pembelajaran ini layak dimanfaatkan oleh guru sebagai pendukung pembelajaran yang lebih interaktif sekaligus sebagai mitigasi preventif perilaku bullying siswa di sekolah dasar
  • Item type:Item,
    Keabsahan Klaim Ramah Lingkungan terhadap Potensi Greenwashing pada Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.
    (FAKULTAS HUKUM, 2026-09-07) Arita Ajeng Rahayu
    Kekhawatiran terhadap perubahan iklim mendorong konsumen memilih produk yang dianggap ramah lingkungan, salah satunya yaitu KBL Berbasis Baterai yang dipromosikan secara masif oleh pelaku usaha dengan klaim “ramah lingkungan” sebagai daya tarik utamanya. Namun, klaim “ramah lingkungan” menjadi masalah hukum apabila tidak disertai dengan penyampaian informasi yang benar, lengkap dan transparan, sehingga berpotensi menimbulkan praktik greenwashing yang menyesatkan konsumen. Penelitian ini mengkaji tentang pengaturan kewajiban pelaku usaha dalam memberikan informasi yang benar kepada konsumen, keabsahan klaim ramah lingkungan berdasarkan indikator lingkungan yang menyesatkan dan prinsip transparansi informasi bagi konsumen, serta arah pengaturan ke depan untuk mengatasi praktik greenwashing dalam industri KBL Berbasis Baterai. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual untuk menjawab rumusan masalah secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewajiban pelaku usaha untuk menyampaikan informasi yang benar kepada konsumen pada dasarnya telah diatur dalam Undang-undang Perlindungan Konsumen dan diperkuat dengan UUPPLH. Selain itu, keabsahan klaim ramah lingkungan pada KBL Berbasis Baterai tidak selalu dapat dinyatakan sah secara hukum, suatu klaim lingkungan dinyatakan sah secara hukum apabila sepenuhnya dapat dipertanggungjawabkan dan tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Lebih lanjut, kerangka hukum yang ada saat ini belum mampu mengatasi praktik greenwashing secara efektif, sehingga diperlukan pembaruan pengaturan ke depan yang lebih jelas dan tegas agar perlindungan hukum bagi konsumen dapat berjalan lebih efektif, menyeluruh dan memberikan kepastian hukum baik bagi konsumen maupun pelaku usaha.