Repository Universitas Jember

Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 5 of 9

Recent Submissions

  • Item type:Item,
    Aplikasi Nano Zinc Melalui Daun Terhadap Pertumbuhan Tanaman PADI (Oryza Sativa L.)
    (Fakultas Pertanian, 2026-09-11) Ela Selsa Bina Febrianti
    Beras hitam (*Oryza sativa* L.) merupakan kultivar padi lokal yang berpotensi untuk dikembangkan, namun produktivitasnya masih relatif rendah. Aplikasi nanopartikel seng oksida (ZnO) melalui daun merupakan salah satu upaya untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi nanopartikel ZnO melalui daun terhadap pertumbuhan padi hitam Karekan Banjarnegara serta menentukan konsentrasi yang paling efektif. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima konsentrasi ZnO (0; 15,6; 31,2; 46,8; dan 62,5 mg/L) dan lima ulangan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, biomassa segar, biomassa kering, klorofil a dan b, kandungan fenolik total, serta kandungan flavonoid total. Data dianalisis menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan uji LSD pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ZnO berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada sebagian besar periode pengamatan, biomassa segar, biomassa kering, klorofil a dan b, serta kandungan fenolik total, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan flavonoid total. Konsentrasi 46,8 mg/L (P3) menghasilkan capaian terbaik, dengan nilai tertinggi pada tinggi tanaman, biomassa segar, biomassa kering, klorofil a dan b, serta kandungan fenolik total. Oleh karena itu, konsentrasi 46,8 mg/L merupakan konsentrasi ZnO yang paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan padi hitam Karekan Banjarnegara dalam kondisi penelitian ini.
  • Item type:Item,
    Penjatuhan Putusan Pidana Bersyarat (Voorwaardelijke Veroordeling) Sebagai Implementasi Restorative Justice Pada Tahap Adjudikasi
    (Fakultas Hukum, 2023-04-04) Shabiq Israth
    Penjatuhan putusan pidana bersyarat merupakan salah satu dari pelaksanaan atau dikenal dengan strafmodus pidana penjara di Indonesia. Adapun pelaksanaan pidana bersyarat adalah si terpidana tidak perlu menjalankan hukumannya dan diganti dengan masa percobaan dalam waktu dan atau dengan syarat-syarat tertentu sebagaimana ditetapkan oleh hakim terhadapnya. Menariknya, pidana bersyarat memiliki irisan yang cukup jelas dengan restorative justice. Restorative Justice sebagai salah satu cara yang belakangan juga diadopsi, baik oleh kepolisian, kejaksaan, hingga di pengadilan. Meskipun menjadi alternatif, pelaksanaan restorative justice juga dapat terbilang sangat terbatas, karena hanya dapat diterapkan terhadap pidana ringan, perkara anak, perkara perempuan dan perkara narkotika, padahal sebagai ultimum remedium, hukum pidana atau dalam hal ini pidana badan harus menjadi hal terakhir yang dijatuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji atau membuktikan mengenai penjatuhan pidana bersyarat yang dapat dikatakan sebagai alternatif dari restorative justice pada tahap pengadilan atau adjudikasi, karena terdapat kesamaan antara keduanya. Dalam penelitian ini digunakan tipe penelitian doktrinal dengan tiga pendekatan, yaitu pendekatan peraturan perundangan-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji sumber bahan hukum primer yaitu terdiri dari peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan, serta bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal, artikel, kamus hukum, dan lain-lain. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa pidana bersyarat memiliki karakteristik yaitu pertama, mengembalikan fungsi pidana badan, sebagai ultimum remedium, yang sedapat mungkin dihindari; kedua, membuka peluang agar terjadi penyatuan kembali di masyarakat; dan ketiga, menghindarkan pelaku dari stigma negatif. Karakteristik tersebut bersesuaian dengan restorative justice, yaitu pertama, menghindarkan pelaku dari hukuman pidana badan, dan lebih menekankan kepada kebutuhan korban; kedua, berusaha untuk menyatukan apa yang telah terpecah/terpisah; dan ketiga, menghindarkan pelaku dari stigma negatif.
  • Item type:Item,
    Hubungan Petani Kopi dan Tengkulak Dalam Rantai Pemasaran Kopi di Desa Karangharjo Kecamatan Silo Kabupaten Jember
    (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2026-09-12) Dita Kumalasari
    Hubungan antara petani kopi dan pedagang perantara bukan sekadar hubungan ekonomi, melainkan juga melibatkan relasi sosial yang melekat dalam jaringan pemasaran lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara petani kopi dan pedagang perantara dalam rantai pemasaran kopi di Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, dengan menggunakan perspektif *embeddedness* (keterlekatan) dari Mark Granovetter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian terdiri dari enam petani kopi dan dua pedagang perantara yang dipilih melalui teknik *purposive sampling*. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani mempertimbangkan faktor harga, kepercayaan, kekerabatan, akses modal, lama hubungan, transportasi, dan fasilitas pascapanen saat memilih pedagang perantara. Ikatan yang kuat tercermin dalam hubungan jangka panjang, kepercayaan, kekerabatan, dan hubungan utang-piutang, sedangkan ikatan yang lemah tercermin dalam hubungan yang relatif baru, harga yang lebih tinggi, dan adanya peluang pemasaran alternatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa keputusan ekonomi petani melekat dalam hubungan sosial.
  • Item type:Item,
    Analisis Kandungan Serat Kasar dan Daya Terima Bolu Kukus Ampas Tahu dengan Penambahan Tepung Kacang Merah: Alternatif Camilan Tinggi Serat
    (Fakultas Kesehatan Masyarakat, 2026-09-11) Naura Calluella Abhista
    Konstipasi merupakan gangguan pencernaan yang ditandai dengan frekuensi buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu dan berkaitan dengan rendahnya asupan serat. Prevalensi konstipasi mencapai 24% pada remaja Indonesia dan 79,2% pada mahasiswa di Jember, sedangkan 97,5% remaja Indonesia masih memiliki tingkat konsumsi buah dan sayur yang kurang sebagai sumber serat. Ampas tahu dan tepung kacang merah merupakan sumber serat lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi dikembangkan menjadi bolu kukus. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kandungan serat kasar dan daya terima bolu kukus ampas tahu dengan penambahan tepung kacang merah serta menentukan formulasi terbaik. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas empat formulasi, yaitu F0 (0%), F1 (10%), F2 (20%), dan F3 (30%) tepung kacang merah, dengan tiga kali pengulangan. Kandungan serat kasar dianalisis menggunakan metode gravimetri SNI 2891:1992, sedangkan daya terima dinilai oleh 30 panelis semi terlatih berusia 15-19 tahun menggunakan uji hedonik empat tingkat. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan Duncan's Multiple Range Test serta uji Friedman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan serat kasar meningkat secara signifikan seiring peningkatan proporsi tepung kacang merah, yaitu dari 4,81% menjadi 8,78% (p<0,001), dan seluruh atribut daya terima menunjukkan perbedaan yang signifikan antarformulasi (p<0,05). Metode Perbandingan Eksponensial menetapkan F2 (20% tepung kacang merah) sebagai formulasi terbaik karena memiliki keseimbangan antara kandungan serat kasar dan daya terima. Analisis lebih lanjut terhadap serat pangan total dan komposisi proksimat disarankan untuk memperoleh gambaran kandungan gizi produk yang lebih komprehensif.
  • Item type:Item,
    Perancangan dan Optimasi Coiled Tubing Gas Lift (CTGL) serta Perbandingan Kinerja terhadap Continous Gas Lift (CGL) pada Sumur X
    (Fakultas Teknik, 2026-07-29) Scienza Halima Kananga Merka
    Declining reservoir pressure over the production life presents a major challenge in the oil and gas industry, reducing the natural energy required to lift fluids to the surface. Well X, a horizontal well in the NDF Field that has been producing for more than seven years with a water cut reaching 85%, shows a significant decline in production rate, necessitating optimization of the artificial lift system. This study aims to design and optimize the Coiled Tubing Gas Lift (CTGL) system and compare its performance against conventional Continuous Gas Lift (CGL) in Well X. The research methodology includes building a base case CGL well model using PROSPER, matching with actual field data, designing the CTGL system, and conducting sensitivity analyses on gas injection rate, coiled tubing depth, top node pressure, bottom hole pressure, and coiled tubing size to obtain the optimal configuration. Sensitivity analysis identified the optimum conditions at gas injection rate of 1 MMSCFD, top node pressure of 130 psig, coiled tubing size of 1 inch, and injection depth of 6000 ft. The optimal CTGL configuration achieved a liquid rate of 887 STB/d, representing a 6.10% increase compared to the base case CGL which only reached 836 STB/d. Therefore, the implementation of CTGL with optimized operating parameters has been proven to significantly enhance the production performance of Well X compared to the conventional CGL system.