Repository Universitas Jember
Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
- Koleksi Laporan Hasil Pengabdian Masyarakat
- Koleksi Laporan Praktek Kerja Program Diploma
- Koleksi Disertasi Program Doktoral
- Koleksi Laporan hasil penelitian dosen UNEJ
- Koleksi Tesis Program Magister
Recent Submissions
Item type:Item, Evaluasi Kesiapan Pengguna di Kabupaten Jember terhadap Aplikasi radarjember.net Menggunakan Pendekatan Technology Readiness Index (TRI) 2.0 dan K-Means Clustering(Fakultas Ilmu Komputer, 2026-07-22) Yohanes Rifki Bagus PangestuPerkembangan teknologi informasi yang pesat telah mengubah cara masyarakat dalam mengakses berita dan layanan digital. radarjember.net sebagai portal berita online regional memiliki peran penting dalam menyediakan informasi bagi masyarakat Jember. Namun, keberhasilan sebuah platform digital tidak hanya ditentukan oleh performa sistem, tetapi juga oleh kesiapan pengguna dalam mengadopsi teknologi tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat kesiapan teknologi pengguna radarjember.net serta mengidentifikasi segmentasi pengguna berdasarkan karakteristik kesiapan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Technology Readiness Index (TRI) 2.0 yang mengukur empat dimensi, yaitu optimism dan innovativeness sebagai pendorong, serta discomfort dan insecurity sebagai penghambat adopsi teknologi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui tingkat kesiapan teknologi secara keseluruhan. Selain itu, dilakukan analisis K-Means Clustering untuk mengelompokkan pengguna berdasarkan kemiripan tingkat kesiapan, dengan jumlah cluster optimal ditentukan menggunakan metode Elbow Method dan Silhouette Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai TRI keseluruhan sebesar 3,77 yang termasuk dalam kategori kesiapan teknologi tinggi. Mayoritas responden memiliki sikap optimis, terbuka terhadap inovasi, dan merasa nyaman menggunakan aplikasi radarjember.net. Namun, dimensi insecurity memiliki nilai paling rendah, yang menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap keamanan dan keandalan aplikasi masih perlu ditingkatkan. Hasil clustering menghasilkan tiga segmen pengguna, yaitu Skeptics, Pioneers, dan Explorers, dengan mayoritas pengguna termasuk kategori Pioneers yang menunjukkan kesiapan tinggi namun masih membutuhkan peningkatan kepercayaan terhadap keamanan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengguna radarjember.net secara umum telah siap dalam mengadopsi teknologi digital, namun peningkatan aspek keamanan dan keandalan sistem perlu menjadi prioritas pengembangan. Peningkatan perlindungan data, transparansi kebijakan privasi, serta stabilitas sistem diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pengguna. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengombinasikan model lain seperti TAM atau UTAUT serta memperluas jumlah responden agar memperoleh hasil yang lebih komprehensif.Item type:Item, Pengembangan E-Modul Interaktif Berbasis Science, Environment, Technology, and Society (SETS) Bermuatan Mitigasi Bencana untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Siswa(Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026-01-30) Nur Muhamad IkbalilmaromPembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran strategis dalam membentuk pemahaman peserta didik terhadap hubungan antara manusia, lingkungan, dan dinamika sosial yang terjadi di masyarakat. Dalam konteks Indonesia sebagai wilayah rawan bencana, pembelajaran IPS dituntut mampu menanamkan kesadaran dan kesiapsiagaan peserta didik terhadap bencana sejak dini. Pendekatan Science, Environment, Technology, and Society (SETS) dipandang relevan karena mengintegrasikan konsep ilmu pengetahuan, lingkungan, teknologi, dan masyarakat secara kontekstual. Namun, berdasarkan hasil analisis kebutuhan di dua sekolah, yaitu SMP Negeri 2 Ambulu dan MTs Nahdlatul Arifin, ditemukan bahwa bahan ajar yang digunakan masih terbatas, kurang interaktif, dan belum mengintegrasikan materi mitigasi bencana secara kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan bahan ajar berupa e-modul interaktif berbasis SETS yang mampu menunjang pembelajaran IPS sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan peserta didik terhadap bencana. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana tingkat validitas e-modul interaktif berbasis (SETS) bermuatan mitigasi bencana?; (2) Bagaimana tingkat kemenarikan e-modul interaktif berbasis (SETS) bermuatan mitigasi bencana?; (3) Bagaimana tingkat efektivitas ee-modul interaktif mitigasi bencana berbasis SETS dalam meningkatkan hasil belajar dan kesiapsiagaan siswa?. Tujuan penelitian ini antara lain: (1) Menghasilkan produk berupa e-modul interaktif berbasis SETS pada materi mitigasi bencana dalam pembelajaran IPS yang tervalidasi dan layak digunakan; (2) Mengetahui tingkat kemenarikan dan xi kepraktisan e-modul interaktif berbasis SETS berdasarkan respon guru dan peserta didik; (3) Mengetahui efektivitas e-modul interaktif berbasis SETS dalam meningkatkan hasil belajar serta kesiapsiagaan peserta didik terhadap bencana. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE yang dikembangkan oleh Dick and Carey, yang terdiri atas lima tahapan, yaitu Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Model ini dipilih karena bersifat sistematis dan sesuai untuk mengembangkan bahan ajar digital yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik dan tujuan pembelajaran. Hasil validasi menunjukkan bahwa e-modul interaktif berbasis SETS memiliki tingkat kelayakan yang sangat baik. Validasi ahli materi mencapai persentase 93,0% dengan kualifikasi “sangat layak”, validasi ahli desain pembelajaran mencapai 94,0% dengan kualifikasi “sangat layak”, dan validasi ahli bahasa mencapai 83,5% dengan kualifikasi “layak”. Rata-rata keseluruhan hasil validasi mencapai 90,2% dengan kategori “sangat layak”, sehingga e-modul dinyatakan memenuhi kriteria untuk diimplementasikan dalam pembelajaran IPS. Pada tahap uji coba pengguna, hasil uji kemenarikan menunjukkan persentase rata-rata sebesar 84,9% dengan kategori “sangat menarik”. Uji efektivitas melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik dengan nilai N-Gain rata-rata sebesar 0,79 yang termasuk dalam kategori “tinggi”. Selain itu, hasil evaluasi kesiapsiagaan peserta didik terhadap bencana mencapai rata-rata 82,5% dengan kategori “siap”. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa e-modul interaktif berbasis SETS efektif digunakan dalam pembelajaran IPS serta mampu meningkatkan hasil belajar dan kesiapsiagaan peserta didik terhadap bencana.Item type:Item, Pengaruh Model Pembelajaran Problem-Based Learning Berbantuan Website OLabs terhadap Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa pada Pengukuran Besaran Listrik(Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026-06-27) Aida Al MuaripPenelitian ini di latarbelakangi oleh rendahnya keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran fisika, khususnya pada materi pengukuran besaran listrik. Selain itu, keterbatasan sarana laboratorium di sekolah menyebabkan kegiatan praktikum tidak dapat dilaksanakan secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan suatu model pembelajaran yang mampu melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar serta memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah model Problem Based Learning (PBL) berbantuan website Olabs yang menyediakan fasilitas laboratorium virtual untuk mendukung kegiatan pembelajaran fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan website Olabs terhadap keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan desain Non-Equivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning berbantuan website Olabs dan kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran secara konvensional. Data penelitian dikumpulkan melalui tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pelaksanaan penelitian dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pemberian pre-test, pelaksanaan pembelajaran, observasi keterampilan proses sains, dan pemberian post-test. Pada kelas eksperimen, siswa belajar melalui tahapan model PBL yang meliputi orientasi masalah, penyelidikan, diskusi kelompok, penyajian hasil, dan evaluasi. Website Olabs digunakan sebagai media praktikum virtual untuk membantu siswa memahami konsep pengukuran besaran listrik secara lebih nyata dan interaktif. Sementara itu, kelas kontrol mengikuti pembelajaran yang biasa diterapkan oleh guru dengan metode ceramah dan bantuan media presentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan website Olabs mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Rata-rata nilai post-test siswa pada kelas eksperimen mencapai 82,86, sedangkan rata-rata nilai kelas kontrol sebesar 77,20. Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa keterampilan proses sains siswa pada kelas eksperimen berada dalam kategori baik. Siswa menjadi lebih aktif dalam melakukan pengamatan, mengumpulkan data, menginterpretasikan hasil, serta menarik kesimpulan selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan website Olabs memberikan pengaruh positif terhadap keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa pada materi pengukuran besaran listrik. Penggunaan laboratorium virtual melalui website Olabs terbukti membantu siswa memahami konsep fisika dengan lebih baik sekaligus meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, model pembelajaran ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran fisika di sekolah.Item type:Item, Efektivitas Augmentorium terhadap Pengendalian Lalat Buah dan Augmentasi Parasitoid pada Beberapa Komoditas Hortikultura(Fakultas Pertanian, 2026-07-25) Afif ArifandiLalat buah (Diptera: Tephritidae) merupakan salah satu hama polifag dengan preferensi berbagai jenis tanaman hortikultura terutama buah-buahan sehingga mengganggu proses budidaya hortikultura. Pengendalian menggunakan insektisida sintetis dinilai kurang efektif karena tidak mampu membunuh larva lalat buah yang berkembang didalam buah. Sanitasi merupakan taktik pengendalian secara fisik-mekanis berupa pengambilan buah terserang lalu dilakukan pemusnahan. Tujuan sanitasi buah terserang untuk memutus siklus hidup lalat buah. Namun, teknik sanitasi dapat menghilangkan potensi parasitoid yang telah memarasit telur maupun larva lalat buah sehingga parasitoid tidak dapat berkembang menjadi imago. Inkubasi parasitoid merupakan solusi pengendalian augmentatif dengan memanfaatkan buah yang disanitasi untuk mengoptimalkan potensi kemunculan parasitoid. Proses inkubasi dapat dilakukan dengan augmentorium. Desain augmentorium dengan jaring penyekat 1.5mm/12mesh. Taraf perlakuan bobot ditentukan berdasarkan kapasitas masing-masing jenis buah dalam memenuhi augmentorium tanpa tumpang tindih, yang dikategorikan sebagai bobot sedang. Penelitian ini menguji efektivitas augmentorium menggunakan desain ruang tertutup yang dilengkapi dengan jaring penyekat berukuran 1,5 mm atau setara dengan 12 mesh. Evaluasi pengujian dilakukan secara komprehensif pada tiga jenis tanaman inang utama, yakni jambu kristal (P. guava), cabai rawit (C. frutescens), dan belimbing (A. carambola). Taraf perlakuan diatur berdasarkan kategori kapasitas bobot buah di dalam alat, yang bertujuan untuk mengukur secara presisi fluktuasi kemunculan serangga serta menganalisis dampaknya terhadap perubahan faktor abiotik di dalam ruang inkubasi tersebut. Hubungan antara intensitas serangan (IS) dan total pupa menunjukkan korelasi positif yang kuat dan signifikan secara statistik. Berdasarkan hasil pengamatan, kondisi suhu dan kelembapan di dalam augmentorium menunjukkan variasi yang dipengaruhi oleh kombinasi jenis komoditas hortikultura dan bobot buah yang diinkubasi. Pada cabai rawit, pola perkembangan berbeda dibandingkan jambu kristal, dimana persentase kemunculan parasitoid tertinggi ditemukan pada perlakuan B2 sebesar 39,44±4,20% dengan tingkat kegagalan eklosi terendah sebesar 23,96±3,94%. Kondisi ini menunjukkan bahwa bobot buah sedang memberikan lingkungan perkembangan yang lebih sesuai bagi hubungan inang– parasitoid. Pada komoditas jambu kristal, kegagalan eklosi mendominasi seluruh tingkat perlakuan bobot dengan nilai tertinggi pada perlakuan B3 sebesar 91,58±1,41%. Keberadaan parasitoid pada buah belimbing berkaitan erat dengan hubungan ekologis antara parasitoid ini dengan B. carambolae yang merupakan hama utama belimbing. Jambu kristal (P. guajava) menunjukkan efektivitas augmentorium yang paling rendah, ditandai dengan tingginya kegagalan eklosi yang mencapai 81,76% rata-rata seluruh perlakuan bobot. Inovasi augmentorium terbukti menjadi teknologi pengendalian hayati (biokontrol) yang efektif untuk memutus siklus lalat buah sekaligus melipatgandakan populasi parasitoid di lahan budidaya. Kinerja alat ini sangat ditentukan oleh manajemen kelembapan dari biomassa buah; komoditas berukuran kecil seperti cabai rawit memberikan iklim mikro yang sangat ideal bagi musuh alami dibandingkan komoditas berair banyak seperti jambu kristal. Implementasi teknologi augmentorium dalam penelitian ini memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terkait pembangunan pertanian yang berkelanjutan sesuai dengan target SDG 1 (No Poverty) dan SDG 2 (Zero Hunger). Pada SDG 1 (No Poverty), strategi konservasi musuh alami berpotensi meningkatkan pendapatan petani melalui pengurangan biaya produksi, penurunan risiko kehilangan hasil akibat serangan hama, serta peningkatan efisiensi usaha tani. Sementara pada SDG 2 (Zero Hunger), penelitian ini mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan melalui pengurangan kehilangan hasil panen, serta penerapan pengendalian hayati yang ramah lingkungan sehingga mampu mendukung ketersediaan pangan yang aman dan berkelanjutanItem type:Item, Ekspansi Ekspor Agribisnis Brasil di Tengah Penurunan Ketahanan Pangan Domestik Tahun 2019–2022(Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2026-10-16) Fradila Cindi RiawanBrasil mengalami paradoks pada periode 2019-2022, dengan ekspor agribisnis terus mencapai rekor tertinggi sementara ketahanan pangan domestik justru melemah, yang tercermin dari menurunnya skor ketahanan pangan dan akses masyarakat terhadap pangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis alasan yang melatarbelakangi keberlanjutan ekspansi ekspor agribisnis Brasil pada periode tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi literatur dan data sekunder, serta dianalisis menggunakan teori Open Economy Politics (OEP) yang didukung konsep policy trade-off serta interests and institutions. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspansi ekspor agribisnis Brasil didorong oleh dominasi kepentingan ekonomi kelompok agribisnis yang memperoleh keuntungan besar dari perdagangan internasional sekaligus memiliki pengaruh kuat dalam proses perumusan kebijakan, yang kemudian diperkuat melalui dukungan institusional negara guna memperluas akses pasar global. Akibatnya, pemerintah Brasil cenderung memprioritaskan pertumbuhan ekonomi dan perolehan devisa dibandingkan penguatan ketahanan pangan domestik. Dengan demikian, ekspansi ekspor agribisnis Brasil merupakan hasil dari dominasi kepentingan aktor agribisnis dalam proses kebijakan negara.
