Repository Universitas Jember

Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 5 of 9

Recent Submissions

  • Item type:Item,
    Uji Kesesuaian Serangga Predator Rhynocoris Fuscipes Terhadap Jenis Tanaman Refugia Berdasarkan Morfologi Bunga
    (Fakultas Pertanian, 2025-06-30) Lailatul Qodriyah
    Penurunan populasi serangga musuh alami akibat penggunaan pestisida dan kerusakan habitat menjadi permasalahan dalam pengendalian hama terpadu. Salah satu strategi konservasi yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan tanaman refugia untuk mendukung keberadaan serangga predator, seperti Rhynocoris fuscipes. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian tanaman refugia bagi R. fuscipes berdasarkan preferensi kunjungan, aksesbilitas nektar, dan kesesuaian morfologi bunga. Tujuh jenis bunga yang diuji meliputi Tagetes erecta kuning dan oranye, Turnera subulata, Turnera ulmifolia, Melampodium spp., Lantana camara, dan Cosmos sulphureus. Pengamatan meliputi preferensi kunjungan, akses nektar, durasi kunjungan, kesesuaian morfologi bunga dengan panjang rostrum, lama hidup, fekunditas, dan penetasan telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa R. fuscipes mengunjungi beberapa jenis bunga, tetapi Cosmos sulphureus merupakan satu-satunya bunga yang nektarnya teramati dapat diakses oleh serangga. Kesesuaian morfologi bunga dan panjang rostrum mendukung kemampuan serangga dalam mengakses nektar. Pada perlakuan Cosmos sulphureus, rata-rata lama hidup serangga jantan mencapai 11,00 ± 1,41 hari dan betina 20,75 ± 0,96 hari, sedangkan pada kontrol masing-masing 7,00 ± 0,82 hari dan 10,00 ± 1,41 hari. Hasil analisis ragam menunjukkan adanya perbedaan lama hidup yang signifikan antara perlakuan dan kontrol pada serangga jantan maupun betina. Rata-rata fekunditas pada perlakuan Cosmos sulphureus mencapai 9,75 butir telur per ulangan, dengan 29 dari 39 butir telur menetas atau sebesar 74,36%. Berdasarkan akses nektar, kesesuaian morfologi bunga, lama hidup, dan hasil reproduksi, Cosmos sulphureus berpotensi menjadi tanaman refugia untuk mendukung konservasi R. fuscipes. Pengujian lebih lanjut di lapangan diperlukan untuk mengetahui efektivitasnya dalam mendukung keberadaan predator pada agroekosistem.
  • Item type:Item,
    A Multimodal Discourse Analysis of Empathy Representation in selected YouTube Videos for Vocational High School EFL Context
    (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026-07-31) Widiawati
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi representasi empati serta menjelaskan bagaimana sumber daya semiotik verbal, visual, dan gestural berinteraksi dalam mengonstruksikannya dalam tiga video YouTube terpilih: Ripple-Kindnes and Good Deeds Will Come Back to You, The Gift of Giving, dan Empathy: The Human Connection to Patient Care. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Multimodal (MDA). Penyaringan awal menggunakan kata kunci “empathy”, “kindness”, dan “empathy short film” mengidentifikasi 40 video, sebelum akhirnya tiga video dipilih secara purposif berdasarkan kriteria inklusi. Data penelitian terdiri atas 20 ekstrak multimodal. Sumber daya verbal dianalisis menggunakan Linguistik Fungsional Sistemik dari Halliday dan Matthiessen (2014), sumber daya visual menggunakan Tata Bahasa Visual Kress dan van Leeuwen (2006), sedangkan representasi empati diinterpretasikan berdasarkan teori Davis (1983) dan Goleman (2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa empati direpresentasikan melalui tiga dimensi yang saling berkaitan: empati kognitif (pengambilan perspektif dan pemahaman situasi), empati afektif (keterlibatan emosional dan kepedulian empatik), dan empati berbelas kasih (tindakan nyata dan perilaku prososial). Representasi tersebut dikonstruksikan melalui perpaduan berbagai bentuk realisasi verbal yaitu dialog lisan dalam Ripple, narasi suara dalam The Gift of Giving, dan teks pada layar dalam Empathy: The Human Connection to Patient Care-yang berinteraksi dengan ekspresi wajah, tatapan, gestur, teknik kamera, dan komposisi visual. Meskipun memiliki konfigurasi multimodal berbeda, ketiga video secara konsisten merepresentasikan empati sebagai nilai interpersonal dan sosial. Temuan ini dapat menjadi referensi bagi guru bahasa Inggris dalam memilih video YouTube autentik sebagai bahan pelengkap potensial dalam pembelajaran EFL, tanpa mengklaim efektivitasnya secara langsung di dalam kelas.
  • Item type:Item,
    Faktor Motivasi dan Hambatan Perempuan Usia Subur Terhadap Skrining Kanker Serviks: Literatur Review
    (Fakultas Keperawatan, 2026-01-30) Rahayu Nugraheni
    Kanker serviks termasuk salah satu jenis kanker yang kejadiannya dapat dicegah dengan pemeriksaan sedini mungkin. Namun pencapaian target skrining yang ditetapkan oleh WHO sebesar 70% hingga tahun 2030 mengahadapi tantangan yang serius. Cakupan skrining kanker serviks secara global masih tergolong sangat rendah, terutama di negara dengan penghasilan rendah-menengah hanya sebesar 19%. Sedangkan negara berpenghasilan tinggi memiliki cakupan sebesar 63%. Pemeriksaan deteksi dini kanker serviks memiliki metode yang beragam seperti Pap Smear, IVA tes dan HPV tes, namun cakupannya masih rendah. Berbagai studi melaporkan adanya hambatan yang dihadapi oleh perempuan usia subur terhadap kanker serviks seperti, hambatan struktural, tingkat pendidikan rendah, penghasilan bulanan rendah, miskonsepsi, faktor sosiokultural, dan fatalisme. Selain itu faktor kurangnya sistem pelayanan keehatan dan faktor psikologis turut andil dalam menghambat partisipasi skrining kanker serviks pada perempuan usia subur. Selain itu beberapa faktor menjadi pendukung dalam meningkatkan skrining kanker serviks, yaitu pengetahuan yang baik, sistem kesehatan yang aktif, dukungan dari orang penting, efikasi diri, persepsi manfaat, sikap positif terhadap skrining dan dukungan sosial. Artikel yang dikaji bersumber dari tiga database elektronik, meliputi Pubmed, Sciencedirect dan Google Schoolar. Strategi PICO dan Boolean operator digunakan untuk menentukan kata kunci yang akan digunakan. Proses seleksi artikel dilakukan dengan mengggunaan diagram alir PRISMA sebagai pedoman. Kriteria inklusi yang digunakan meliputi tahun publikasi 2021-2025, open access, bukan artikel duplikat, penelitian dengan data primer, subjek penelitian adalah perempuan usia subur terindex Sinta (1-3) atau Scimagojr (Q1-Q2), dan penelitian yang fokus pada budaya, hambatan atau faktor yang mempengaruhi motivasi skrining kanker serviks. Terdapat 26 artikel yang akan diulas, dengan desain penelian studi kualitatif (8), cross sectional (16) dan mix method (2). Hasil tinjuan literatur dari 26 artikel didapatkan 5 tema tentang hambatan terhadap skrining kanker serviks pada perempuan usia subur, meliputi faktor sosiokultural, faktor psikologis, faktor sistem pelayanan kesehatan, faktor pengetahuan dan miskonsepsi, serta faktor sosial ekonomi. Sedangkan empat tema faktor yang mendukung partisipasi skrining kanker serviks pada perempuan usia subur meliputi; (1) dukungan sosial, tenaga kesehatan, dan pengalaman sosial, (2) pengetahuan tentang kanker serviks, (3) pekerjaan dan status ekonomi, (4) aksesbilitas layanan dan kontak dengan fasilitas kesehatan. Serta satu tema tentang perbandingan partisipasi skrining kanker serviks di Indonesia dan negara lain. Disimpulkan bahwa partisipasi skrining kanker serviks pada perempuan usia subur masih sangat rendah di Indonesia maupun negara lainnya. Akibat dari kesenjangan pengetahuan, persepsi, dan perilaku pencegahan. Perlunya pengembangan intervensi keperawatan multidimensional yang sensitif budaya, melibatkan keluarga dan komunitas, didukung peningkatan kualitas layanan serta kebijakan pembiayaan dan fasilitas kesehatan untuk meningkatkan partisipasi skrining kanker serviks.
  • Item type:Item,
    Analisis Pengendalian Kualitas Produk Tahu Menggunakan Statistical Process Control (SPC) dan Fmea pada UMKM X
    (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 2026-07-02) Ronald Santana
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas produk tahu pada UMKM X menggunakan metode Statistical Process Control (SPC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Data yang digunakan berupa data produksi dan produk cacat pada UMKM X. Hasil analisis SPC menunjukkan bahwa proses produksi tahu belum sepenuhnya berada dalam kondisi terkendali. Berdasarkan peta kendali (p-chart), masih terdapat beberapa titik yang berada di luar batas kendali atas (Upper Control Limit/UCL), sehingga menunjukkan adanya variasi proses yang tidak terkendali. Jenis cacat yang paling dominan adalah tahu berjamur dan tahu hancur. Hasil analisis fishbone diagram menunjukkan bahwa penyebab kecacatan berasal dari faktor man, method, material, machine, Information, Equipment dan environment. Analisis FMEA menunjukkan bahwa penyebab kecacatan dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi adalah penyimpanan produk pada suhu ruang tanpa batas waktu simpan yang jelas dengan nilai RPN sebesar 252. Prioritas perbaikan berikutnya adalah kurang hati-hati saat proses pemindahan produk dengan nilai RPN sebesar 210. Berdasarkan hasil penelitian, rekomendasi perbaikan yang diberikan meliputi penetapan batas waktu simpan produk, penggunaan wadah penyimpanan tertutup, peningkatan kebersihan area produksi, perbaikan sirkulasi udara ruang produksi, serta peningkatan kehati-hatian tenaga kerja selama proses pemindahan produk.
  • Item type:Item,
    Improving Students' Speaking Achievement Through Think-Pair-Share Learning Technique 
    (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026-07-22) Elfi Maziyyah S.
    Speaking is one of the important skills in learning English because it enables students to communicate their ideas, opinions, and experiences orally. However, some students face difficulties in speaking English, such as limited vocabulary, lack of confidence, pronunciation problems, and low participation during classroom activities. These problems can affect students’ speaking achievement. Therefore, an appropriate learning technique is needed to encourage students to participate actively and improve their speaking performance. Think-Pair-Share (TPS) is one of the cooperative learning techniques that provides students with opportunities to think individually, discuss with a partner, and share their ideas with others. The objectives of this research were to improve students’ participation and the speaking achievement of ninth-grade students through the Think-Pair-Share learning technique. This research employed Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model, which consists of four stages: planning, acting, observing, and reflecting. The subjects of this research were 29 ninth-grade students at one of Islamic junior high school in Jember. The research focused on speaking activities using narrative texts, particularly fairy tales. The instruments used in this research were speaking tests and student participation observation checklist. The students’ speaking performance was assessed based on pronunciation, grammar, vocabulary, fluency, and comprehension. The implementation of the Think-Pair-Share technique was conducted through three meetings. The first and second meetings focused on implementing the learning actions, while the third meeting was used for the final speaking test. In the Think stage, students were given opportunities to think about the story and prepare their ideas. In the Pair stage, students worked with partners to discuss, practice, and develop their speaking performance. In the Share stage, students presented or retold the story orally in front of the class. The learning activities emphasized speaking practice through monologue and dialogue activities rather than merely reading narrative texts. The findings of the research showed an improvement in students’ participation and speaking achievement after the implementation of the Think-Pair- Share technique. Student participation increased during the learning process, from approximately 55% in the first meeting to 79% in the second meeting. Furthermore, the final speaking test showed that 23 out of 29 students, or 79% of the students, achieved a score of at least 75. This result met the predetermined success criterion, which required at least 75% of students to achieve the minimum score of 75. The findings indicated that the Think-Pair-Share technique provided students with opportunities to practice speaking, collaborate with their partners, and share their ideas with greater participation. Based on the research findings, it can be concluded that the implementation of the Think-Pair-Share learning technique improved students’ participation and students’ speaking achievement in English learning. The technique supported students in preparing their ideas, practicing speaking with partners, and performing oral activities in front of the class. Therefore, Think-Pair-Share can be applied as an alternative learning technique for developing students’ speaking skills, particularly in learning narrative texts and fairy tales.