Repository Universitas Jember

Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 5 of 9

Recent Submissions

  • Item type:Item,
    Kebijakan Dividen Ditinjau Melalui Aspek Kinerja Keuangan, Tata Kelola, dan Inovasi Perusahaan Manufaktur Bei 2015-2024
    (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 2026-07-29) Dimas Aditya Davin Danadipa
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor keuangan (profitabilitas, ukuran perusahaan, leverage, dan likuiditas) serta faktor non keuangan (frekuensi rapat direksi dan intensitas Research & Development) terhadap kebijakan dividen. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2015 2024. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode purposive sampling, yang menghasilkan 10 perusahaan dengan total 100 unit observasi. Analisis data menggunakan metode regresi linier berganda yang telah melalui tahapan uji asumsi klasik, termasuk perbaikan Weighted Least Square (WLS) dan Cochrane-Orcutt untuk mengeliminasi masalah heteroskedastisitas serta autokorelasi. Hasil pengujian hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa profitabilitas (ROA) dan ukuran perusahaan (Total Aset) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan dividen. Hal ini mengindikasikan bahwa ketersediaan laba bersih dan kapasitas operasional yang memadai menjadi landasan utama manajemen dalam mendistribusikan kas kepada pemegang saham. Sebaliknya, leverage (DER), likuiditas (Current Ratio), frekuensi rapat direksi, dan intensitas R&D terbukti tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Temuan ini menegaskan bahwa fluktuasi beban utang dan aset lancar tidak secara linier membatasi keputusan pembagian dividen selama perusahaan memiliki kekuatan pencapaian laba yang solid.
  • Item type:Item,
    Efisiensi Belanja Pemerintah Daerah Sektor Publik dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Ekonomi Daerah di Indonesia
    (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 2026-07-30) Marta Uli Manurung
    Penelitian ini menganalisis efisiensi belanja pemerintah daerah pada sektor publik serta pengaruhnya terhadap kinerja ekonomi daerah di Indonesia. Fenomena budget paradox menjadi latar belakang, di mana peningkatan alokasi belanja sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi belum tentu diikuti perbaikan indikator makroekonomi seperti Produk Domestik Regional Bruto dan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efisiensi teknis belanja publik pada 34 provinsi di Indonesia selama periode 2019-2024, serta menganalisis pengaruh efisiensi tersebut terhadap PDRB per kapita dan tingkat kemiskinan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis dua tahap (two-stage analysis). Tahap pertama menggunakan Data Envelopment Analysis dengan pendekatan Variable Returns to Scale berorientasi output untuk mengukur efisiensi relatif belanja kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Output yang digunakan meliputi jumlah puskesmas dan tenaga medis, jumlah sekolah dan guru, serta panjang jalan. Tahap kedua menggunakan regresi data panel dengan Fixed Effect Model yang terpilih melalui Uji Chow dan Uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan rata- rata efisiensi teknis nasional masih tergolong rendah, yaitu sektor kesehatan sebesar 0,709, pendidikan sebesar 0,696, dan ekonomi sebesar 0,532, yang mengindikasikan sebagian besar provinsi belum mampu mengoptimalkan anggaran menjadi output fisik yang maksimal. Secara parsial, efisiensi kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap PDRB, sementara efisiensi pendidikan dan ekonomi menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan, mengindikasikan adanya mismatch antara efisiensi administratif dan kualitas layanan riil. Selain itu, hanya efisiensi pendidikan terbukti signifikan positif terhadap kemiskinan, sedangkan efisiensi kesehatan dan ekonomi tidak signifikan, yang menegaskan kemiskinan bersifat multidimensi dan membutuhkan intervensi kebijakan yang lebih luas. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa efisiensi teknis dalam penyediaan kapasitas fisik publik belum cukup mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan tanpa diiringi perbaikan tata kelola anggaran, peningkatan kualitas program, serta penguatan sistem penganggaran berbasis kinerja
  • Item type:Item,
    Peran Staf Administrasi dalam Proses Persiapan Wisata Pendidikan pada PT. Ferrari Jaya Group Kediri
    (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2026-07-28) Dwi Nur Kharisma Oktafinnaini
    Perkembangan wisata edukasi mendorong biro perjalanan wisata untuk menyediakan layanan yang profesional dan terencana dalam penyelenggaraan kegiatan study tour. PT. Ferrari Jaya Group merupakan salah satu perusahaan jasa perjalanan wisata yang melayani berbagai program perjalanan edukatif bagi sekolah dan instansi pendidikan. Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut, diperlukan proses persiapan yang sistematis serta didukung oleh pengelolaan administrasi yang baik. Praktik Kerja Nyata (PKN) dilaksanakan di PT. Ferrari Jaya Group selama lima bulan, mulai 22 Desember 2025 hingga 22 Mei 2026. Selama periode tersebut, penulis ditempatkan pada bagian administrasi dan terlibat secara langsung dalam berbagai kegiatan, seperti mengelola data peserta dan sekolah, menyusun Memorandum of Understanding (MoU), membuat invoice, mengisi jadwal study tour ke dalam spreadsheet, menyusun itinerary, mengarsipkan dokumen, serta membantu persiapan administrasi dan keberangkatan study tour. Berdasarkan hasil Praktik Kerja Nyata (PKN), proses persiapan study tour di PT. Ferrari Jaya Group meliputi beberapa tahapan, yaitu memasarkan paket study tour, membahas program study tour, menyusun Memorandum of Understanding (MoU), membuat invoice pembayaran untuk client, menerima pembayaran study tour dari client, mengisi jadwal study tour ke dalam spreadsheet, menyusun itinerary perjalanan, hingga menyiapkan keberangkatan study tour. Selain bertugas sebagai staf administrasi, penulis juga berkesempatan mendampingi beberapa kegiatan study tour sebagai Tour Leader (TL). Pengalaman tersebut memberikan pemahaman mengenai tahapan persiapan study tour, baik dari aspek administrasi maupun operasional di lapangan.
  • Item type:Item,
    Tahapan Customer Service Dalam Menangani Kebutuhan Pelanggan Pada Nabila Travel Malang
    (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2026-09-22) Elok Putri Erika
    Customer service plays an essential role in the tourism industry by providing quality services that meet customer needs and enhance customer satisfaction. This final project aims to describe the stages of customer service in handling customer needs at Nabila Travel Malang during the implementation of the second Field Work Practice (Praktik Kerja Nyata II). The study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through direct observation, interviews with company staff, documentation, and active participation in daily operational activities. The findings show that customer service at Nabila Travel Malang performs its responsibilities through three main stages: pre-service, service, and post-service. During the pre-service stage, customer service identifies customer needs, provides information about tour packages, and offers travel recommendations according to customer preferences. During the service stage, customer service responds to customer inquiries, prepares travel itineraries, confirms reservations and payments, and coordinates with the operational team to ensure smooth travel arrangements. In the post-service stage, customer service follows up with customers, gathers feedback, and maintains communication to strengthen long-term relationships. These systematic stages contribute to delivering responsive, efficient, and customer-oriented services. The study concludes that the implementation of structured customer service stages helps improve service quality, build customer trust, and increase customer satisfaction, thereby supporting the company's competitiveness in the tourism industry.
  • Item type:Item,
    Sintesis Satu Langkah Hibrida TIO2/Pumice Menggunakan Metode Hidrotermal Untuk Penghilangan Metilen Biru
    (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 2026-07-29) Muhammad Fais
    Methylene blue (MB) is a synthetic dye commonly found in textile wastewater that is resistant to biological degradation, posing risks to aquatic ecosystems and human health. Titanium dioxide (TiO2) is a promising photocatalyst for MB degradation, but its application in suspended nanoparticle form faces separation and light-exposure limitations. This study addresses these issues by immobilizing TiO2 on pumice, a porous and buoyant volcanic material, through a one-step in situ hydrothermal method, eliminating the need for separate synthesis and coating stages used in previous approaches. TiO2/pumice composites were synthesized with pumice mass variations of 5, 10, 15, and 20 g, then characterized using SEM-EDX and XRD, and evaluated for MB removal activity, dosage optimization, and reusability. SEM-EDX confirmed a substantial increase in Ti content after hydrothermal treatment, from 0.42 wt% in raw pumice to a range of 3.74–8.62 wt% across composite samples, with a relatively uniform Ti distribution. The TP-15 sample (15 g pumice) exhibited the highest MB removal efficiency of 60.79% and the highest pseudo-first-order rate constant of 0.00919 min⁻¹ after 105 minutes of UV irradiation, establishing it as the optimum composition. Dosage optimization on TP-15 revealed maximum performance at 10 g/L (95.14% removal), while excessive dosing reduced efficiency due to light-scattering effects. Reusability testing showed a progressive decline in photocatalytic performance across five cycles, attributed to mechanical erosion and mass loss of the composite. XRD analysis confirmed the presence of anatase-phase TiO2 alongside a naturally occurring α-Fe (ferrite) phase from the pumice, suggesting a potential Schottky junction that may enhance charge separation. These findings demonstrate that the one-step hydrothermal method is a viable and simplified route for producing TiO2/pumice composites for water treatment applications, though improvements in mechanical stability are needed to enhance long-term reusability.