Repository Universitas Jember
Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
- Koleksi Laporan Hasil Pengabdian Masyarakat
- Koleksi Laporan Praktek Kerja Program Diploma
- Koleksi Disertasi Program Doktoral
- Koleksi Laporan hasil penelitian dosen UNEJ
- Koleksi Tesis Program Magister
Recent Submissions
Item type:Item, Optimasi Carboxymethylcellulose Sodium (CMC NA) dan Carbopol dalam Sediaan Sampo Ekstrak Cair Mengkudu Terfermentasi (Morinda Citrifolia L.)(Fakultas Farmasi, 2026-07-10) Maulida Anisa RahmawatiMengkudu (Morinda citrifolia L.) adalah tanaman yang memiliki potensi untuk dijadikan sebagai sediaan kosmetik jenis sampo antiketombe. Di dalam buah mengkudu, terkandung berbagai macam kandungan bioaktif. Salah satu bioaktif yang terkandung di dalam buah mengkudu adalah skopoletin yang memiliki aktivitas antijamur. Pada buah mengkudu yang difermentasi, kandungan bioaktif dapat meningkat sehingga dapat meningkatkan aktivitas antijamurnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan kadar total fenolik pada sari mengkudu dan sari mengkudu terfermentasi serta mengoptimasi carboxymethhylcellulose sodium (CMC Na) dan carbopol dalam sediaan sampo sehingga didapatkan formula optimum yang dilakukan secara eksperimental laboratorium. Prosedur yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi penetapan kadar total fenolik menggunakan metode Follin-Ciocalteu dengan sampel berupa sari mengkudu dan sari mengkudu terfermentasi serta optimasi CMC Na dan carbopol menggunakan metode Simplex Lattice Design dengan menggunakan dua faktor yaitu CMC Na dan carbopol sebagai basis sampo. Pada sediaan sampo yang dibuat, dilakukan evaluasi sediaan meliputi uji pH, viskositas, dan daya sebar, serta dilakukan uji karakterisasi tambahan berupa uji organoleptis, homogenitas, dan tinggi busa dari sediaan sampo. Analisis data dilakukan menggunakan software Design-Expert untuk mengetahui pengaruh masing-masing faktor serta interaksinya terhadap respon fisik sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar total fenolik pada sari mengkudu terfermentasi lebih tinggi (40,322 mgGAE/g) dibandingkan dengan sari mengkudu (11,959 mgGAE/g). Berdasarkan hasil tersebut, sari mengkudu terfermentasi digunakan untuk formulasi sampo antiketombe. Selain itu, seluruh formula menghasilkan sampo yang sesuai dengan karakteristik fisik seperti pH, viskositas, dan daya sebar. Selain itu, pada karakterisasi tambahan diketahui bahwa hasil uji organoleptis sediaan berwarna coklat, dengan tekstur sedikit kental, serta aroma khas. Sediaan sampo tercampur secara homogen dengan tinggi busa yang memenuhi persyaratan. Dari hasil optimasi diketahui bahwa CMC Na berpengaruh pada nilai pH dan daya sebar sedangkan carbopol berpengaruh pada nilai viskositas. Berdasarkan hasil optimasi, formula optimum didapatkan dari kombinasi konsentrasi CMC Na 0,679% dan carbopol 0,321%.Item type:Item, Pra-Rancangan Pabrik Carboxymethyl Cellulose dari Limbah Tongkol Jagung dengan Proses Russel-Nelson Kapasitas 13.000 Ton/Tahun(Fakultas Teknik, 2026-07-29) Qonita Ainani MahfudBerdasarkan hasil pra-rancangan pabrik Carboxymethyl Cellulose (CMC) berbasis tongkol jagung dengan kapasitas 13.000 Ton/Tahun ini dapat disimpulkan bahwa CMC merupakan salah satu produk turunan selulosa yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pada berbagai industri. Tongkol jagung dipilih sebagai bahan baku karena merupakan limbah pertanian yang tersedia dalam jumlah besar di Indonesia serta memiliki kandungan selulosa yang tinggi. Pabrik ini direncanakan beroperasi dengan kapasitas 13.000 ton/tahun pada tahun 2030 di Kawasan Industri Tuban, Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pemilihan lokasi pabrik ini didasarkan pada kemudahan akses bahan baku dari wilayah sentra jagung seperti Tuban dan Lamongan, ketersediaan sarana utilitas dan tenaga kerja, serta kemudahan transportasi di jalur Pantai Utara (Pantura). Proses produksi CMC yang dipilih dalam rancangan ini adalah Proses Russel-Nelson kontinu yang menggunakan dua reaktor terpisah. Tahapan proses diawali dengan persiapan bahan baku berupa pengecilan ukuran tongkol jagung menggunakan hammer mill dan penyeragaman ukuran dengan screener. Selanjutnya dilakukan isolasi selulosa melalui proses delignifikasi menggunakan larutan NaOH 10% pada suhu 80°C selama 3 jam, yang dilanjutkan dengan proses bleaching menggunakan H₂O₂ 30% pada suhu 80°C selama 3 jam, filtrasi, serta pengeringan. Tahap sintesis produk dilakukan melalui reaksi alkalisasi selulosa menggunakan NaOH 20% dengan pelarut isopropanol pada suhu 45°C selama 1 jam, kemudian dilanjutkan reaksi eterifikasi atau karboksimetilasi menggunakan sodium monochloroacetate (SMCA) pada suhu 45°C selama 1 jam. Produk hasil reaksi kemudian masuk ke tahap netralisasi sisa basa menggunakan asam asetat 90%, pemisahan padatan, pencucian dan pengendapan CMC menggunakan etanol 70%, pengeringan dengan rotary dryer, serta penyeragaman ukuran produk akhir hingga 80 mesh menggunakan disk attrition mill. Proses ini mampu menghasilkan produk CMC berbentuk serbuk padatan dengan kemurnian mencapai 91% yang memenuhi standar spesifikasi industri. Pabrik Carboxymethyl Cellulose dirancang dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan jumlah karyawan sebanyak 253 orang. Hasil Evaluasi ekonomi menunjukkan bahwa laba bersih pabrik sebesar Rp 155.295.239.658, Pay Out Time (POT) selama 4,48 tahun, dengan laju pengembalian modal 19,77%, sehingga didapatkan Break Even Point (BEP) sebesar 43,28%.Item type:Item, Figurative Language Analysis in the Lyrics of BTS Song Swim(Fakultas Ilmu Budaya, 2026-07-22) Ana Muthi'ah FajriyahThis study analyzes figurative language found in the BTS’s song lyrics Swim and examines their contribution to the themes of the song. As mentioned by RM, the leader of the group, in a Message from RM uploaded on Spotify that the song Swim is centered on the courage to face life by choosing to move at one's own rhythm rather than fighting the current. Using a qualitative descriptive method, the study analyzes figurative language in the lyrics based on Perrine’s (1963) classification and analyzed the meaning of each data on its context using Kreidler’s theory of contextual meaning. The findings reveal that 20 lines of lyrics lines contain figurative language. Symbolism is the most frequent type, which appears thirteen times, and is used to convey a profound message of never giving up by using other terms that broaden the listener's interpretation. Hyperbole appears four times, which conveys perseverance and courage in a dramatic way. Simile, metaphor, and personification also help illustrate the singer's courage, persistence, and goals conveyed in the song's lyrics.Item type:Item, Pengaruh Penerapan Model Project Based Learning Terhadap Kemampuan Tanggung Jawab Anak Kelas A2 di TK Kartika IX-35 Jember(Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026-06-09) Shakti Sandy NastitiPenelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya perkembangan aspek sosial emosional pada anak usia dini, khususnya pada perilaku tanggung jawab, yakni salah satu nilai karakter yang perlu ditanamkan sejak dini, karena di tengah era modern masa kini anak dihadapkan pada berbagai tantangan sosial dan emosional yang memerlukan pengembangan karakter yang kuat. Pada usia 4-5 tahun, anak diharapkan sudah mampu menunjukkan sikap tanggung jawab pada dirinya sendiri dan lingkungannya. Namun, berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di TK Kartika IX-35 Jember, kemampuan tanggung jawab anak kelompok A2 masih belum berkembang secara optimal. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh proses pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan lebih banyak menggunakan Lembar Kerja Anak (LKA). Selain itu, permasalahan tersebut juga disebabkan karena suasana belajar yang kurang menyenangkan, kurang aman, dan kurang nyaman bagi anak. Model pembelajaran yang digunakan menggunakan model klasikal, yang membuat anak kurang leluasa untuk aktif dan terlibat secara langsung dalam kegiatan belajar. Berdasarkan adanya permasalahan tersebut, diperlukan model pembelajaran yang lebih inovatif dan mampu melibatkan anak secara langsung dalam proses belajar. Peneliti menerapkan model Project Based Learning (PjBL) sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang dapat menstimulasi kemampuan tanggung jawab anak melalui kegiatan proyek yang bermakna dan menyenangkan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk meganalisis ada atau tidaknya pengaruh penerapan model Project Based Learning terhadap kemampuan tanggung jawab anak kelas A2 di TK Kartika IX-35 Jember. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Experimental melalui pola Non-Equivalent Control Group Design. Dengan populasi penelitian berjumlah 35 anak kelompok A, yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data melalui observasi menggunakan instrumen checklist pada tahap pretest dan posttest. Setelah diberikan treatment untuk kelompok eksperimen berupa pembelajaran menggunakan model PjBL melalui kegiatan proyek, kemampuan tanggung jawab anak mengalami peningkatan. Hasil posttest menunjukkan bahwa rata-rata nilai kelompok eksperimen sebesar 88, sedangkan kelompok kontrol sebesar 80,70. Selama pelaksanaan penelitian ditemukan bahwa anak pada kelompok eksperimen menunjukkan kemampuan tanggung jawab yang tinggi, antusiasme terlibat aktif dalam setiap tahapan proyek. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan Independent Simple T-Test menunjukkan bahwa nila thitung > ttabel (2.700 > 2.035) dan nilai Sig. (2. tailed) sebesar 0.011 < dari 0.05., sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan tanggung jawab anak kelas A2 di TK Kartika IX-35 Jember. Meskipun demikian, dalam pelaksanaan penelitian terdapat beberapa kendala, seperti kendala berupa kondisi kelas yang kurang kondusif saat kegiatan outdoor, membutuhkan waktu yang lebih lama, serta kebutuhan persiapan alat dan bahan yang lebih banyak. Namun secara keseluruhan, model PjBL terbukti mampu meningkatkan kemampuan tanggung jawab anak melalui kegiatan pembelajaran yang lebih aktif, bermakna, dan menyenangkan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada pendidik untuk lebih sering menerapkan kegiatan pembelajaran yang mampu menstimulasi nilai-nilai karakter anak khususnya tanggung jawab, melalui kegiatan yang menyenangkan seperti model PjBL. Selain itu, bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian serupa dengan durasi waktu yang lebih panjang serta mengkaji penerapan model Project Based Learning terhadap aspek perkembangan anak lainnya.Item type:Item, Pengaruh Metode Unplugged Coding Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Anak Kelompok A di TKIT Buah Hati Kita(Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026-06-02) Maulidyah Zahra Galuh PramestiPenelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya kemampuan pemecahan masalah pada anak usia dini sebagai salah satu aspek perkembangan kognitif yang perlu distimulasi sejak dini. Kemampuan ini membantu anak dalam menghadapi berbagai situasi, berpikir logis, serta menemukan solusi secara mandiri. Namun, pada kenyataannya, kemampuan pemecahan masalah anak masih perlu dikembangkan melalui metode pembelajaran yang tepat dan inovatif. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah unplugged coding, yaitu pembelajaran konsep dasar berpikir komputasional tanpa menggunakan perangkat digital. Metode ini dikemas dalam bentuk permainan, seperti permainan labirin, yang dapat melatih anak dalam mengenali pola, mengambil keputusan, serta menyelesaikan masalah secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode unplugged coding terhadap kemampuan pemecahan masalah anak kelompok A di TKIT Buah Hati Kita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Desain yang digunakan adalah non-quivalent control group design, yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa pembelajaran menggunakan metode unplugged coding melalui permainan labirin dengan sampel 11 anak, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional dan juga menggunakan sampel 11 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan menggunakan instrumen penilaian kemampuan pemecahan masalah anak. Waktu treatment dilakukan selama 3 hari berturut-turut, data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji statistik, yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan nilai rata-rata pada kelompok eksperimen setelah diberikan perlakuan. Nilai pretest kelompok kontrol 12,09 sedangkan kelompok eksperimen 9,63, setelah dilakukan treatment lalu posttest kelompok kontrol menghasilnya nilai sebesar 13,09 dan kelompok eksperimen sebesar 11,36 dengan kenaikan rata-rata pada kelompok kontrol 8% dan kelompok eksperimen sebesar 18%. Hal ini menunjukkan bahwa metode unplugged coding memberikan dampak positif terhadap perkembangan kemampuan pemecahan masalah anak. Namun demikian, berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,844 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan metode unplugged coding terhadap kemampuan pemecahan masalah anak. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) ditolak dan hipotesis nol (H0) diterima. Tidak signifikannya hasil penelitian ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain durasi perlakuan yang relatif singkat, lingkungan, dan kemampuan anak. Meskipun tidak memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik, metode unplugged coding tetap memiliki potensi sebagai alternatif pembelajaran yang dapat menstimulasi kemampuan berpikir dan pemecahan masalah anak. Kegiatan yang berbasis metode permainan unplugged coding terbukti mampu meningkatkan keterlibatan anak dalam proses pembelajaran serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar metode unplugged coding dapat diterapkan secara lebih optimal dengan durasi yang lebih panjang agar pemberian perlakuannya dapat menghasilkan perubahan yang signifikan.
