Repository Universitas Jember

Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 5 of 9

Recent Submissions

  • Item type:Item,
    Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Poncogati 1 Bondowoso
    (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026-07-29) Ulil Albab
    Salah satu permasalahan yang dihadapi dunia pendidikan adalah rendahnya minat dan kualitas hasil belajar yang dicapai siswa. Rendahnya minat belajar ditandai dengan kurangnya ketertarikan siswa terhadap pembelajaran, rendahnya perhatian saat proses pembelajaran berlangsung, kurangnya motivasi belajar, serta rendahnya keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Sementara itu, rendahnya hasil belajar ditandai dengan belum optimalnya pencapaian hasil belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang cocok digunakan adalah model Cooperatif Learning tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Menurut Rusman (2014) model Cooperative Learning adalah pembelajaran yang dilaksanakan dengan cara siswa belajar dan mengerjakan tugas dalam kelompok kecil yang terdiri atas empat sampai enam orang, sehingga mendorong interaksi dan tanggung jawab bersama. Melalui model STAD, siswa belajar dalam kelompok heterogen untuk saling membantu memahami materi, sedangkan pendekatan CTL menurut Khasanah (2021) juga menyatakan bahwa siswa yang mampu menghubungkan materi dengan pengalaman pribadi dapat membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna dan nyata, sehingga situasi tersebut memberikan alasan bagi siswa untuk lebih semangat dalam belajar Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan, maka rumusan penelitian ini adalah: Bagaimana penerapan model Cooperatif Learning tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas IV pada materi keanekaragaman hayati di SDN Poncogati 01 Bondowoso? Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan melalui tindakan yang dirancang untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas melalui refleksi terhadap praktik pembelajaran yang dilaksanakan guru. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV dan peneliti yang bertindak sebagai guru. Prosedur pengumpulan data yang digunakan meliputi tes, angket, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan minat dan hasil belajar siswa setelah diterapkan model Cooperatif Learning tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Peningkatan minat belajar terlihat dari meningkatnya keterlibatan siswa dalam diskusi kelompok, perhatian terhadap pembelajaran, serta antusiasme dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Selain itu, hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan oleh meningkatnya persentase ketuntasan belajar pada setiap siklus tindakan yang dilakukan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penerapan model Cooperatif Learning tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi keanekaragaman hayati dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Poncogati 01 Bondowoso. Adapun saran dalam penelitian ini yaitu: (1) bagi guru, diharapkan dapat menerapkan model Cooperatif Learning tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa, serta mengelola waktu dan aktivitas kelompok secara efektif; (2) bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk mengembangkan penelitian selanjutnya dengan materi maupun jenjang yang berbeda serta memperhatikan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi minat dan hasil belajar siswa.
  • Item type:Item,
    Penerapan Biaya Lingkungan di Rumah Batik Rezti Jember
    (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026-07-28) Feilyncia Caesarreline Yofeigo
    Rumah Batik Rezti telah menerapkan biaya lingkungan dalam kegiatan operasionalnya, terutama melalui berbagai upaya yang berkaitan dengan pengelolaan dampak lingkungan dari proses produksi batik. Namun demikian, biaya-biaya yang timbul dari aktivitas tersebut belum dicatat secara khusus dan belum dipisahkan secara rinci dalam laporan keuangan. Pencatatan yang dilakukan masih bersifat sederhana, sehingga biaya lingkungan belum dapat disajikan secara terstruktur sebagaimana mestinya. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan biaya lingkungan di Rumah Batik Rezti Jember.
  • Item type:Item,
    Rancang Bangun Alat Pengering Daun Tembakau Rajang dengan Pengendalian Suhu Berbasis PID Ziegler-Nichols
    (Fakultas Teknik, 2025-07-20) Gilang Bayu Saputra
    Pengeringan merupakan tahapan penting dalam pengolahan pasca panen tembakau rajang untuk menghasilkan kualitas produk yang memenuhi standar. Namun, metode pengeringan konvensional masih bergantung pada faktor cuaca dan tidak stabil dalam mengkontrol suhu. Penelitian ini merancang dan membangun alat pengering daun tembakau rajang berbasis pengendalian suhu PID Ziegler-Nicholsdengan sumber panas gas LPG. Sistem menggunakan dua sensor DS18B20 sebagai umpan balik suhu rata-rata, dengan dua kipas DC sebagai pendingin saat suhu melebihi setpoint. Proses tuning PID dilakukan menggunakan metode Ziegler-Nichols 2 (osilasi), menghasilkan parameter Kp = 360, Ki = 4,2, dan Kd = 7650. Pengujian menunjukkan karakteristik respon sistem dengan overshoot 2,32%, settling time 421 detik, error steady state 0,5%, dan suhu rata-rata 49,99°C dengan standar deviasi 0,07. Proses pengeringan selama 60 dan 75 menit menghasilkan kadar air akhir sebesar 20% dan 18,7%, sesuai dengan standar SNI, serta penyusutan berat mencapai 80% dan 81,3% dari berat awal. Dari segi warna, hasil pengeringan serupa dengan metode manual petani, namun dari segi aroma belum sesuai karena intensitas bau yang lebih tajam. Sistem ini menunjukkan kemampuan menjaga suhu stabil secara otomatis dalam proses pengeringan tembakau rajang berbasis energi LPG dan kontrol PID.
  • Item type:Item,
    Pilarisasi Bentonit dengan Al₂O₃ sebagai Katalis dalam Produksi Biodiesel
    (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 2025-11-24) Dhea Mariatul Fadilah
    Biodiesel merupakan salah satu sumber energi alternatif terbarukan yang biasa digunakan untuk mesin diesel yang diproduksi melalui reaksi transterifikasi antara alkohol dengan minyak atau lemak (Ikhsan dan Nizar, 2020). Biodiesel dapat dimanfaatkan karena bersifat ramah lingkungan, tidak mengandung zat beracun, mudah terurai, tidak mengandung sulfur, dan meningkatkan efisiensi mesin (Murugesan et al., 2009). Biodiesel memerlukan keberadaan katalis dalam proses produksinya, karena dapat meningkatkan laju reaksi reaktan menjadi produk. Katalis yang digunakan dalam produksi biodiesel terdiri dua jenis berdasarkan fasenya yaitu katalis homogen dan katalis heterogen. Katalis heterogen memiliki kelebihan dibandingkan dengan katalis homogen yaitu lebih efisien digunakan dalam produksi biodiesel, karena proses pemisahannya sederhana
  • Item type:Item,
    Arahan Mitigasi Bencana Abrasi dan Gelombang Ekstrem Berdasarkan Analisis Perubahan Garis Pantai di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo
    (Fakultas Teknik, 2026-10-09) Dante Damara Winatariski Narendra
    Besuki Sub-district, Situbondo Regency, has a coastal area designated as the Urban Local Activity Center (PKL) of Besuki under the Situbondo Regency Spatial Plan (RTRW) 2025–2045. However, it currently faces annual threats of abrasion and extreme waves that damage coastal protection structures and settlements. This study identifies the rate of shoreline change in Besuki Sub-district during 2015–2025, predicts shoreline change for the next 20 years (2026–2046), and formulates mitigation directions for abrasion and extreme wave disasters. A mixed-methods approach was applied, combining spatial and descriptive statistical analysis (quantitative) with triangulation analysis (qualitative). Results based on the Linear Regression Rate (LRR) show that the shoreline of Besuki Sub-district in 2015–2025 was dominated by abrasion, with 97.00% of transects eroding at an average rate of -3.23 m/year (High Abrasion). This is corroborated by the End Point Rate (EPR), showing 76.39% eroding transects at an average of -2.58 m/year (High Abrasion), while the Net Shoreline Movement (NSM) recorded a maximum abrasion of -156.99 m. By 2046, abrasion is projected to reach an average of -78.29 m over 20 years, affecting 36.93 hectares. Meanwhile, existing coastal protection structures cover only 51.89% of the shoreline, with 37.74% of seawalls already damaged. Socioeconomic conditions reveal low community adaptation and preparedness, alongside heavy dependence on the fisheries and marine sector, heightening coastal vulnerability to abrasion and extreme waves. The study concludes that Besuki's coastal area is experiencing High Abrasion (< -2 m/year) and faces continued threats over the next two decades. Accordingly, the mitigation directions derived through triangulation address four key variables: shoreline change, predicted shoreline change, condition of coastal protection structures, and community socioeconomic conditions.