Repository Universitas Jember
Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
- Koleksi Laporan Hasil Pengabdian Masyarakat
- Koleksi Laporan Praktek Kerja Program Diploma
- Koleksi Disertasi Program Doktoral
- Koleksi Laporan hasil penelitian dosen UNEJ
- Koleksi Tesis Program Magister
Recent Submissions
Item type:Item, Masyarakat Risiko: Dinamika Nelayan Desa Kramat atas Industri JIIPE(Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2026-10-12) Muhammad Rizky Al Zam ZamiPenelitian yang mengulas fenomena di Desa Kramat ini berfokus pada bidang sosiologi lingkungan dengan unsur ekonomi dan maritim yaitu, dinamika masyarakat nelayan yang muncul sebagai respons dari industrialisasi lewat pembangunan kawasan industri JIIPE. JIIPE sebagai kawasan terintegrasi yang mencakup kumpulan industri lintas sektor, pelabuhan dan perubahan di satu wilayah yang berada di kawasan pesisir Utara Gresik. Pesatnya perkembangan industri di kawasan tersebut memengaruhi kondisi masyarakat sekitar, salah satunya masyarakat di Desa Kramat yang mayoritas masih berprofesi sebagai nelayan. Dengan hadirnya industri tentunya kondisi masyarakat juga berubah, seperti dari segi ekonomi melalui terbukanya lapangan pekerjaan baru serta bantuan dari industri yang menguntungkan masyarakat. Di sisi lain, hadirnya industri juga merugikan masyarakat nelayan akibat dari perubahan kondisi lingkungan yang berdampak pada pekerjaan mereka. Dinamika yang dirasakan masyarakat setelah hadirnya pembangunan industri JIIPE di sekitar selain diharapkan meningkatkan ekonomi memunculkan kesadaran terhadap bahaya dan dampak buruk yang muncul berkenaan dengan perkembangan industri JIIPE. Oleh karena itu, dalam melihat keuntungan, kerugian maupun bahaya yang dihadapi masyarakat nelayan Desa Kramat, penelitian ini menggunakan teori masyarakat risiko oleh Ulrich Beck. Teori ini digunakan untuk membedah dan mencari tahu mengenai kondisi masyarakat Desa Kramat secara faktual dan menyeluruh yang berkaitan dengan distribusi kemakmuran dan distribusi risiko yang ada setelah adanya industri JIIPE. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi kepada masyarakat Desa Kramat sebagai kelompok masyarakat nelayan. Menggunakan purposeful dalam menentukan subjek atau informan hingga terpilih 7 subjek dalam penelitian, yaitu ketua Nelayan Desa Kramat, 2 Nelayan Desa Kramat, 1 Juragan atau Pengepul, 1 Ketua UMKM desa, 1 Ibu Rumah Tangga dan seorang pemuda Desa Kramat yang terlibat. Terdapat tiga teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Serta triangulasi sebagai teknik verifikasi data yang terdiri dari triangulasi sumber dan metode. Kemudian yang terakhir, teknik analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, pengkodean (coding), penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan mengenai dinamika nelayan Desa Kramat atas keberadaan kawasan industri JIIPE memunculkan bahaya yang saling bertautan dari risiko masyarakat industri melalui kemiskinan dan pengangguran, sekaligus bahaya yang berkaitan erat terhadap perubahan kondisi lingkungan pesisir yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Desa Kramat sebagai bentuk ciri dari fase masyarakat risiko. Kemudian kondisi yang terjadi menunjukkan bahwa transisi menuju masyarakat industri menciptakan mekanisme distribusi kemakmuran dan risiko yang tidak merata serta beroperasi secara hierarkis. Dalam distribusi kemakmuran, keuntungan ekonomi dirasakan sebagian pihak seperti pada pemuda melalui penyerapan tenaga kerja pabrik, segelintir orang pemilik lahan yang menerima kompensasi lahan reklamasi, serta para pengepul atau juragan yang mampu bertahan dengan membeli pasokan tangkapan dari nelayan luar desa. Sementara para nelayan Desa Kramat hanya menerima keuntungan dari bantuan CSR musiman yang tidak sebanding dengan hilangnya ruang hidup mereka. Sebaliknya, mekanisme distribusi risiko tidak merata yang memojokkan kelompok rentan seperti para nelayan yang kesulitan memperoleh hasil tangkapan. Beban ini semakin diperparah dengan ancaman laten berupa memburuknya kualitas air laut, peningkatan frekuensi banjir rob dari pendangkalan sungai sekitar, dan potensi polusi udara, yang pada akhirnya menjebak nelayan lansia di lingkungan terdegradasi tanpa memiliki akses ke pilihan profesi alternatif untuk bertahan hidup.Item type:Item, Uji Efektivitas Enkapsulasi NPV (Nuclear Polyhedrosis Virus) dengan Sodium Alginat terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera litura)(Fakultas Pertanian, 2026-06-18) Helvi Tiana Aisya PutriUlat grayak (Spodoptera litura) merupakan salah satu hama penting yang dapat menyebabkan kerusakan produksi tanaman. Pengendalian menggunakan insektisida kimia secara terus-menerus dapat menimbulkan resistensi hama dan pencemaran lingkungan. Nuclear Polyhedrosis Virus (NPV) merupakan agen hayati yang bersifat spesifik terhadap serangga sasaran dan relatif aman bagi lingkungan. Namun, kelemahan NPV yaitu rentan mengalami penurunan viabilitas akibat pengaruh faktor lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh enkapsulasi NPV menggunakan sodium alginat terhadap mortalitas larva S. litura serta menentukan konsentrasi sodium alginat terbaik dalam meningkatkan efektivitas NPV. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan lima perlakuan dan lima ulangan, yaitu P0 (kontrol), P1 (NPV tanpa enkapsulasi), P2 (NPV terenkapsulasi sodium alginat 2%), P3 (NPV terenkapsulasi sodium alginat 3%), dan P4 (NPV terenkapsulasi sodium alginat 4%). Parameter yang diamati meliputi persentase mortalitas larva S. litura dan nilai LT50. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji DMRT pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enkapsulasi NPV menggunakan sodium alginat berpengaruh nyata terhadap mortalitas larva S. litura. Mortalitas tertinggi diperoleh pada perlakuan sodium alginat 4% sebesar 84%, diikuti 3% sebesar 70%, 2% sebesar 54%, dan tanpa enkapsulasi sebesar 40%, sedangkan kontrol tidak menunjukkan mortalitas. Nilai LT50 menunjukkan bahwa perlakuan tanpa enkapsulasi menyebabkan kematian lebih cepat, namun mortalitas total lebih rendah dibandingkan perlakuan enkapsulasi, sehingga perlakuan sodium alginat 4% dinilai paling efektif dalam meningkatkan efektivitas NPV terhadap larva S. lituraItem type:Item, Difusivitas Air pada Keripik Pisang Candi (Musa paradisiaca) selama Penggorengan Celup(Fakultas Teknologi Pertanian, 2026-07-29) Septian Dewi MaharaniPisang merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan Indonesia dengan produksi yang sangat melimpah, termasuk pisang candi (Musa paradisiaca) yang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi keripik pisang. Mutu keripik pisang sangat dipengaruhi oleh kadar air selama proses penggorengan, sehingga pemahaman mendalam mengenai mekanisme perpindahan air menjadi hal yang krusial. Meskipun penelitian mengenai pengaruh suhu penggorengan terhadap kadar air keripik pisang telah banyak dilakukan, data khusus mengenai nilai difusivitas air pada keripik pisang candi selama penggorengan celup masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis difusivitas air pada keripik pisang candi selama penggorengan celup (deep frying) serta mengembangkan model matematis berdasarkan Hukum Fick II, sehingga dapat mendukung optimalisasi proses produksi keripik pisang yang efisien dan bermutu tinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari–Mei 2026 di Laboratorium Rekayasa Pangan dan Alat Mesin Pertanian, Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember, menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan tiga variasi suhu penggorengan, yaitu 140°C, 160°C, dan 180°C, dengan durasi penggorengan 10 menit untuk setiap perlakuan suhu. Irisan pisang candi dengan ketebalan 3 mm digoreng menggunakan deep fryer, dan pengukuran massa dilakukan pada interval waktu tertentu (0–600 detik) untuk mengetahui laju kehilangan air selama penggorengan. Kadar air ditentukan menggunakan metode oven pada suhu 105°C selama 6 jam. Data kadar air kemudian dianalisis melalui regresi linier antara ln CwR terhadap waktu untuk memperoleh nilai laju kehilangan air (Kw) pada masing-masing suhu, dilanjutkan dengan pendekatan model Arrhenius untuk memperoleh persamaan Kw sebagai fungsi suhu. Nilai difusivitas air efektif (Dw) selanjutnya dihitung dengan mengalikan Kw dengan L²/π², berdasarkan penyelesaian analitis Hukum Fick II untuk geometri slab tak terbatas. Seluruh data diolah secara statistik menggunakan program Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air keripik pisang candi menurun secara konsisten seiring bertambahnya waktu penggorengan pada ketiga variasi suhu, dengan laju penurunan tercepat terjadi pada suhu 180°C. Hubungan antara ln CwR dan waktu penggorengan bersifat linear, mengonfirmasi bahwa kehilangan air mengikuti kinetika orde satu, dengan nilai Kw sebesar -0,0109 s⁻¹ (140°C), -0,0101 s⁻¹ (160°C), dan -0,0143 s⁻¹ (180°C). Model laju kehilangan air sebagai fungsi suhu mengikuti persamaan Arrhenius, 𝐾𝑤 = 0,204. 𝑒(− 1239,3/𝑇) , dengan energi aktivasi (Ea) sebesar 10,304 kJ/mol yang berada dalam rentang nilai literatur untuk produk sejenis. Model matematis difusivitas air yang diperoleh adalah 𝐷𝑤 = 4,653 𝑥 10−8. 𝑒(−1239,3/𝑇) 𝑚2 /𝑠, dengan nilai Dw efektif berkisar antara 2,32 × 10⁻⁹ hingga 3,02 × 10⁻⁹ m²/s, meningkat seiring naiknya suhu penggorengan. Model ini dapat digunakan untuk memprediksi nilai difusivitas air keripik pisang candi pada rentang suhu 140°C–180°C guna mendukung pengendalian dan optimasi proses penggorengan.Item type:Item, Efektivitas Senam Otak untuk Meningkatkan Konsentrasi Anak Usia 5–6 Tahun di TK Kartika IV-73 Jember(Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026-06-08) Elfira AmudariyaKonsentrasi merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki anak usia dini dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Anak usia 5–6 tahun masih memiliki keterbatasan dalam memusatkan perhatian sehingga sering menunjukkan perilaku mudah teralihkan, kurang fokus, dan tidak merespons instruksi guru dengan optimal. Permasalahan tersebut ditemukan pada anak kelompok B di TK Kartika IV-73 Jember, sehingga diperlukan upaya yang tepat dan menyenangkan untuk meningkatkan konsentrasi belajar anak. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah senam otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas senam otak dalam meningkatkan konsentrasi anak usia 5–6 tahun di TK Kartika IV-73 Jember. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Non-Equivalent Control Group. Subjek penelitian berjumlah 30 anak kelompok B yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masingmasing berjumlah 15 anak. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa senam otak selama lima kali pertemuan, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dengan instrumen checklist berdasarkan indikator konsentrasi belajar, meliputi konsentrasi perhatian, sambutan lisan, dan sambutan psikomotorik. Data penelitian dianalisis melalui uji homogenitas, uji normalitas, dan uji Independent Samples t-Test dengan bantuan SPSS versi 27.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata konsentrasi anak pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan dari 76,6 pada pretest menjadi 91,6 pada posttest. Sementara itu, kelompok kontrol mengalami peningkatan yang lebih rendah, yaitu dari 61,6 menjadi 66,6. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05), sehingga hipotesis alternatif diterima. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa senam otak efektif dalam meningkatkan konsentrasi anak usia 5–6 tahun di TK Kartika IV-73 Jember. Senam otak dapat dijadikan sebagai alternatif kegiatan pembiasaan sebelum pembelajaran untuk membantu anak lebih fokus, siap belajar, serta menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan kondusif.Item type:Item, Karakteristik Kimia Permen Susu Fortifikasi Kulit Nanas Fermentasi (Tepache) : Tinjauan PH, Kadar Air, dan Kadar Abu(Fakultas Pertanian, 2026-07-29) Nabilah Ratna DewantiPermen susu merupakan salah satu produk olahan susu yang berpotensi dikembangkan melalui penambahan bahan fortifikasi untuk meningkatkan nilai fungsionalnya. Salah satu bahan yang dapat dimanfaatkan adalah fortifikasi tepache, yaitu hasil fermentasi kulit nanas yang mengandung berbagai senyawa hasil fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan tepache terhadap karakteristik kimia permen susu berdasarkan parameter pH, kadar air, dan kadar abu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, yaitu penambahan tepache sebesar 0% (P0), 2,5% (P1), 5% (P2), 7,5% (P3), dan 10% (P4), dengan lima ulangan pada setiap perlakuan. Data ditabulasikan di Microsoft Excel kemudian dianalisis menggunakan Statistical Package For The Social Sciences (SPSS) dengan ragam (ANOVA), kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepache memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai pH dan kadar abu, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar air. Nilai kadar air berkisar antara 3,7460–6,1337%, sedangkan kadar abu berkisar antara 1,3844–1,8946%. Seluruh perlakuan menghasilkan kadar abu yang masih memenuhi persyaratan mutu SNI 3547.2:2008. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fortifikasi tepache berpengaruh terhadap karakteristik kimia permen susu, terutama pada parameter pH dan kadar abu, tanpa menyebabkan perubahan yang signifikan terhadap kadar air.
