Repository Universitas Jember
Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
- Koleksi Laporan Hasil Pengabdian Masyarakat
- Koleksi Laporan Praktek Kerja Program Diploma
- Koleksi Disertasi Program Doktoral
- Koleksi Laporan hasil penelitian dosen UNEJ
- Koleksi Tesis Program Magister
Recent Submissions
Item type:Item, Pemetaan dan Rekomendasi Pupuk K Berdasarkan Status K-Tertukar terhadap Tanaman Jagung pada Lahan Sawah di Kabupaten Bondowoso(Fakultas Pertanian, 2026-06-30) Nadia Putri AndiniKalium (K) merupakan unsur hara makro esensial yang berperan penting dalam pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung. Perbedaan karakteristik tanah menyebabkan status K-tertukar bervariasi antar wilayah, sehingga diperlukan pemetaan dan rekomendasi pemupukan spesifik lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status dan sebaran K-tertukar serta menentukan rekomendasi pemupukan kalium pada tanaman jagung di lahan sawah Kabupaten Bondowoso. Penelitian dilakukan menggunakan 39 sampel tanah yang diambil dengan metode purposive random sampling pada kedalaman 0–20 cm. Analisis laboratorium meliputi K-tertukar, pH H₂O, C-organik, kapasitas tukar kation (KTK), berat volume (BV), dan tekstur tanah. Data dianalisis secara spasial untuk menghasilkan peta sebaran K-tertukar dan rekomendasi pupuk, sedangkan hubungan antara K-tertukar dan sifat tanah dianalisis menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status K-tertukar berkisar antara 0,08–0,75 me/100 g tanah, dari kategori sangat rendah hingga tinggi. Kategori sedang mendominasi dengan luas 9.966,64 ha (36,87%), sedangkan kategori sangat rendah dan rendah mencakup 12.607,29 ha (46,64%). K-tertukar memiliki hubungan positif dan signifikan dengan C-organik (rs = 0,357; p = 0,026), sementara pH H₂O, KTK, BV, dan fraksi tekstur tidak menunjukkan hubungan signifikan. Rekomendasi pupuk KCl mencapai dosis tertinggi 104,87 kg/ha, sedangkan pupuk NPK 15-15-15 mencapai 419,47 kg/ha. Pemetaan status K tertukar dapat menjadi dasar pengelolaan dan pemupukan kalium secara berimbang dan spesifik lokasi untuk mendukung produktivitas jagung.Item type:Item, Pengaruh Harga dan Suasana Coffee Shop terhadap Loyalitas Konsumen pada Randevoo Coffee Ambulu(Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2026-10-02) Intan Nur AiniPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga dan suasana kedai kopi terhadap loyalitas konsumen pada Randevoo Coffee Ambulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif serta menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga dan suasana kedai kopi berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen, baik secara parsial maupun simultan. Secara bersama-sama, kedua variabel tersebut menjelaskan 65,4% variansi loyalitas konsumen, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini menegaskan bahwa harga dan suasana yang nyaman secara sinergis membangun kepuasan melalui pengalaman positif konsumen, yang pada akhirnya mendorong terciptanya loyalitas pelanggan yang kuat.Item type:Item, Inflasi dan Disintermediasi Perbankan Umum di Indonesia(Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 2025-11-03) Alfida MelianaInflasi global yang dipicu oleh fluktuasi harga minyak dunia memberi dampak besar pada perekonomian, termasuk di Indonesia. Lonjakan harga minyak tidak hanya menekan inflasi domestik, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan. Karena itu, Bank Indonesia perlu merespons melalui kebijakan moneter agar fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan optimal. Fungsi intermediasi ini penting karena bank berperan menyalurkan dana masyarakat dalam bentuk kredit untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menganalisis periode Januari 2011 hingga Desember 2019 dengan data bulanan. Selama periode tersebut, Indonesia beberapa kali mengalami tekanan inflasi yang dipicu harga minyak global. Untuk memahami dampaknya terhadap perbankan, penelitian ini menggunakan tiga saluran utama, yaitu net wealth (NETW), loan misallocation (LOANMIS), dan deposit outflow (DEPOOUT). Data sekunder diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dianalisis menggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS). Selain itu, penelitian juga mengukur pengaruh eksposur inflasi dari mitra dagang utama Indonesia, yakni Singapura, Malaysia, Tiongkok, dan Amerika Serikat sebagai pembanding. Hasil penelitian menemukan bahwa dua saluran, yaitu NETW dan LOANMIS, memiliki pengaruh signifikan terhadap stabilitas intermediasi perbankan di Indonesia. Ketika kekayaan bersih masyarakat menurun akibat inflasi, konsumsi dan tabungan berkurang, sehingga kemampuan bank menghimpun dana maupun menyalurkan kredit ikut terpengaruh. Demikian pula, penyaluran kredit yang tidak efisien atau salah sasaran (loan misallocation) terbukti dapat mengganggu kinerja intermediasi, terutama dalam kondisi inflasi tinggi. Sebaliknya, saluran DEPOOUT tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Artinya, meskipun terdapat potensi penarikan dana dari perbankan saat inflasi meningkat, faktor ini tidak cukup kuat untuk mengguncang stabilitas perbankan. Hal ini dapat disebabkan oleh kepercayaan masyarakat terhadap bank serta kebijakan stabilisasi yang dijalankan Bank Indonesia. Penelitian juga menunjukkan bahwa eksposur inflasi dari negara mitra dagang (Singapura, Malaysia, Tiongkok, maupun Amerika Serikat) tidak berpengaruh signifikan terhadap intermediasi perbankan umum di Indonesia. Dengan demikian, eksposur inflasi tidak memberikan dampak langsung pada fungsi intermediasi perbankan umum di Indonesia. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa faktor internal, terutama net wealth dan loan misallocation lebih berpengaruh terhadap stabilitas perbankan dibandingkan faktor eksternal berupa inflasi global. Temuan ini juga menekankan bahwa kebijakan Bank Indonesia berhasil meredam gejolak inflasi sehingga sistem perbankan tetap stabil sepanjang periode penelitian.Item type:Item, Studi Dinamis Variasi Debit Udara Masuk pada Sistem Autofeeding Gasification terhadap Karakteristik Syngas dan Output Daya Genset untuk Mencapai Autostart Engine(Fakultas Teknik, 2026-07-30) Ricky Kurnia YudistiraGasifikasi biomassa merupakan teknologi konversi energi yang berpotensi menghasilkan gas sintesis (syngas) sebagai bahan bakar alternatif untuk aplikasi pembangkitan energi yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh metode airflow scanning terhadap distribusi temperatur reaktor, karakteristik syngas, dan performa engine pada moving fluidized bed gasifier berbahan bakar biomassa kulit kopi. Laju feeding biomassa dijaga konstan sebesar 50,4 g/min, sedangkan debit udara divariasikan secara bertahap pada rentang 0–100 𝓵/min untuk mengidentifikasi rentang optimum optimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan debit udara meningkatkan temperatur pada seluruh zona reaktor, dengan temperatur maksimum zona oksidasi mencapai sekitar 630°C. Rentang debit udara 60–80 𝓵/min menghasilkan distribusi temperatur paling efektif dengan ΔT₄–₂ sebesar 390–460°C, sehingga mendukung pembentukan syngas berkualitas tinggi. Pada kondisi tersebut diperoleh komposisi syngas terbaik dengan kadar CH₄ mencapai 16–17%, disertai peningkatan CO dan H₂ serta penurunan CO₂ hingga sekitar 13%. Syngas yang dihasilkan mampu menyalakan engine secara kontinu selama 36 detik, menghasilkan daya keluaran generator sebesar 600–750 W dengan Brake Thermal Efficiency (BTE) maksimum sekitar 27,8%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode airflow scanning efektif dalam menentukan rentang optimum untuk menghasilkan distribusi temperatur yang stabil, kualitas syngas yang tinggi, serta performa sistem gasifier–engine yang optimal pada pemanfaatan biomassa kulit kopi.Item type:Item, Analisis Penggunaan Full Body Harness (FBH) terhadap Stres Kerja Pekerja Ketinggian di Proyek Konstruksi(Fakultas Kesehatan Masyarakat, 2026-10-08) Aldila Putri MartyanaStres kerja merupakan salah satu permasalahan K3 yang dapat memengaruhi kondisi psikologis, konsentrasi, produktivitas dan keselamatan pekerja. Pekerja ketinggian memiliki risiko stres lebih tinggi karena menghadapi bahaya jatuh serta tuntutan konsentrasi dan kewaspadaan selama bekerja. Salah satu faktor yang dapat berkaitan dengan munculnya stres kerja pada pekerja ketinggian adalah penggunaan Full Body Harness (FBH) yang tidak lengkap maupun tidak dalam kondisi layak pakai. Penelitian ini dilakukan pada pekerja ketinggian di PT PP proyek pelebaran ruas jalan tol Surabaya–Gempol pada bulan Juni sampai Agustus 2026. Berdasarkan studi pendahuluan masih ditemukan pekerja yang mengalami rasa khawatir ketika bekerja di ketinggian akibat penggunaan FBH yang tidak lengkap. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan FBH terhadap stres kerja karena penggunaan FBH pada pekerja ketinggian di proyek konstruksi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan desain cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 127 pekerja ketinggian dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 84 pekerja. Variabel dependen pada penelitian ini yaitu stres kerja, sedangkan variabel independen meliputi penggunaan FBH, usia, masa kerja, shift kerja, status perkawinan dan riwayat kecelakaan kerja. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, kuesioner dan dokumentasi. Pengukuran stres kerja menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scales-42 (DASS-42), sedangkan penggunaan FBH melalui lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 84 pekerja ketinggian, mayoritas responden berada pada kelompok usia 38–47 tahun sebanyak 40 orang (47,6%), memiliki masa kerja lebih dari 3 tahun sebanyak 57 orang (67,9%), bekerja pada shift siang-malam sebanyak 42 orang (50,0%), berstatus kawin sebanyak 52 orang (61,9%), dan tidak pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak 60 orang (71,4%). Berdasarkan pengukuran stres kerja menggunakan DASS-42, sebanyak 62 pekerja (73,9%) mengalami stres kerja kategori parah, 15 pekerja (17,9%) mengalami stres sedang, dan 7 pekerja (9,3%) mengalami stres sangat parah dan tidak terdapat pekerja yang berada pada kategori stres normal maupun ringan. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara status perkawinan (p = 0,019), riwayat kecelakaan kerja (p = 0,002), dan penggunaan FBH (p = 0,042) dengan stres kerja pada pekerja ketinggian. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan antara usia (p = 0,715), masa kerja (p = 0,477), dan shift kerja (p = 0,408) dengan stres kerja. Hubungan status perkawinan bersifat negatif dengan kekuatan lemah, sedangkan riwayat kecelakaan kerja dan penggunaan FBH memiliki hubungan positif dengan kekuatan lemah. Pekerja dengan penggunaan FBH tidak lengkap lebih banyak mengalami stres kerja parah, sedangkan pekerja dengan penggunaan FBH lengkap lebih banyak mengalami stres kerja sedang. Kesimpulan penelitian ini yaitu mayoritas pekerja ketinggian mengalami stres kerja parah. Faktor yang terbukti berhubungan yaitu penggunaan FBH, status perkawinan dan riwayat kecelakaan kerja sedangkan usia, masa kerja, shift kerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Saran yang dapat diberikan yaitu perusahaan perlu melakukan pemeriksaan FBH sebelum digunakan, terutama pada webbing, lanyard dan buckle, serta segera mengganti komponen yang rusak atau tidak berfungsi.
