Repository Universitas Jember

Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 5 of 9

Recent Submissions

  • Item type:Item,
    Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Reaktivasi Bandara Notohadinegoro Kabupaten Jember
    (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2026-07-30) Christina Maharani
    Reaktivasi Bandara Notohadinegoro merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Jember untuk meningkatkan konektivitas wilayah dan mendukung pembangunan daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan Pemerintah Daerah dalam proses reaktivasi Bandara Notohadinegoro Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis kebijakan Patton dan Sawicki (1993). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah telah melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung reaktivasi bandara. Namun, implementasi kebijakan belum optimal karena keterbatasan permintaan pasar, operasional maskapai, dan pembiayaan. Berdasarkan hasil analisis, kerja sama dengan pihak ketiga melalui agen perjalanan menjadi alternatif kebijakan yang paling layak untuk mendukung keberlanjutan operasional penerbangan.
  • Item type:Item,
    Pemberian Abolisi Terhadap Pelaku Tindak Pidana Korupsi: Konsistensi Extraordinary Measures dan Implikasinya dalam Penyertaan
    (Fakultas Hukum, 2026-07-31) Bahrul Kafi Hidayat
    Korupsi di Indonesia telah berkembang menjadi fenomena sistemik yang terintegrasi dalam struktur kekuasaan dan birokrasi negara, sehingga mendorong penetapannya sebagai extraordinary crime yang pemberantasannya dilakukan melalui extraordinary measures. Di sisi lain, sistem ketatanegaraan Indonesia mengenal abolisi sebagai hak prerogatif Presiden untuk menghapus tuntutan pidana atas dasar kepentingan negara. Pemberian abolisi kepada pelaku korupsi, sebagaimana diilustrasikan melalui Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2025 sebagai satu satunya preseden yang ada, memunculkan persoalan normatif baru, terlebih karena tindak pidana tersebut dilakukan secara penyertaan sehingga berimplikasi pula terhadap pertanggungjawaban pidana pelaku lain. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian pemberian abolisi terhadap pelaku korupsi dengan pendekatan extraordinary measures, serta implikasinya terhadap pertanggungjawaban pidana pelaku lain dalam penyertaan tindak pidana korupsi. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan konseptual, perundang undangan, dan kasus, melalui studi kepustakaan atas bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abolisi kepada pelaku korupsi tidak selaras dengan paradigma extraordinary measures dan hanya dapat dibenarkan apabila didasarkan pada kepentingan negara yang bobotnya setara dengan pemberantasan korupsi. Penelitian juga menemukan bahwa pemberian abolisi kepada salah satu pelaku dalam penyertaan korupsi mengganggu keutuhan konstruksi perbuatan, pembuktian, gradasi pertanggungjawaban, serta kesetaraan perlakuan di hadapan hukum, sehingga konsisten secara logika hukum semestinya diberikan pula kepada seluruh pelaku dalam perkara yang sama.
  • Item type:Item,
    Perbedaan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Think Pair Share (TPS) pada Siswa Kelas X Mata Pelajaran Ekonomi SMAN 1 Tanggul Kabupaten Jember
    (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026-08-26) Sevrina Bella Pradana
    Good learning is certainly driven by the achievement of good learning outcomes. Education has undergone significant changes, including in a wide variety of learning models, such as PBL and TPS-type cooperative learning. The purpose of this study was to determine the differences in student learning outcomes between problem-based learning models and cooperative learning type TPS in grade X of SMAN 1 Tanggul, Jember Regency, in the 2025/2026 academic year. The population of this study was grade X students at SMAN 1 Tanggul. The research method used in this study was a quasi-experimental with a quantitative approach. The sample taken in this study was grades X4 and X6, each with 36 students. The sampling technique used the purposive sampling method, which was based on the result of interviews with economics teachers who stated that economics learning outcomes were still low. The technique used to collect learning outcome data was a post-test with 10 descriptive questions. . The results of the instrument validity tests show that all questions obtained valid results, as evidenced by a significance value of <0.05. The results of the instrument reliability test show that all questions obtained reliable results, as evidenced by the magnitude obtained from the reliability test being 0.848. The results of the hypothesis testing show that the results of the normality test show that the control class obtained a significance of 0.078 and the experimental class obtained a significance value of 0.131 with the results of all data being normally distributed. The results of the homogeneity test obtained a significance value of 0.146 with these results, the data was declared homogeneous. Based on the results of the Independent sample t Test analysis, the results were 0.000 <0.05, which means there is a significant influence on the differences in learning outcomes of the Problem Based Learning (PBL) learning model and the Cooperative Learning learning model of the Think Pair Share (TPS) type.
  • Item type:Item,
    Identifikasi Morfologi, Fisiologi, dan Ekspresi GmSLAH3 pada Tanaman Kedelai (Glycine max L.) terhadap Cekaman Salinitas dengan Aplikasi Silika pada Sistem Hidroponik
    (Fakultas Pertanian, 2026-07-30) Dara Shinta Nurhidayah
    Cekaman salinitas merupakan salah satu faktor pembatas utama dalam budidaya kedelai karena dapat menghambat pertumbuhan, mengganggu keseimbangan ion, menurunkan aktivitas fotosintesis, serta meningkatkan stres oksidatif. Aplikasi silika diketahui mampu meningkatkan toleransi tanaman terhadap cekaman salinitas, sedangkan GmSLAH3 berperan dalam regulasi homeostasis ion dan pembukaan stomata selama tanaman mengalami cekaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh aplikasi silika terhadap respons morfologi, fisiologi, biokimia, kandungan pigmen fotosintesis, kandungan silika, dan ekspresi GmSLAH3 pada tanaman kedelai yang mengalami cekaman salinitas. Penelitian menggunakan dua varietas kedelai, yaitu Dering 1 dan Gepak Kuning, dengan empat perlakuan, yaitu kontrol, NaCl 160 mM, silika, dan NaCl+silika pada hidroponik wick system. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan tanaman, kandungan pigmen fotosintesis, H₂O₂, MDA, kebocoran elektrolit, kadar air relatif, karakter stomata, kandungan silika, dan ekspresi GmSLAH3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cekaman salinitas menurunkan pertumbuhan tanaman, kandungan klorofil, serta karakter stomata, dan meningkatkan kandungan H₂O₂ serta MDA. Aplikasi silika mampu meningkatkan kandungan klorofil dan silika, menekan akumulasi H₂O₂ dan MDA, serta memengaruhi ekspresi GmSLAH3.
  • Item type:Item,
    Skrining Aktinomisetes Selulolitik Asal Rizosfer Dehaasia pugerensis Koord. & Valeton di Kawasan Bandealit
    (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 2026-07-20) Lilis Setiyorini
    The bioconservation of Dehaasia pugerensis, a rare and endemic plant, can be supported through preliminary exploration of the potential of actinomycete isolates derived from the rhizosphere of D. pugerensis. Cellulolytic actinomycetes play a role in litter decomposition through the production of cellulase enzymes, thereby potentially increasing the availability of nutrients, particularly organic carbon, in the soil. This study aims to obtain actinomycete isolates with the highest cellulase activity and to determine the morphological characteristics of the selected isolates. The research methodology included screening cellulolytic actinomycetes on cellulase medium, macroscopic observations including colony shape and texture, as well as the color of the substrate and aerial mycelium and microscopic observations including spore chain structure using the cover slip method and Gram staining followed by identification to the genus level based on literature references. The results showed that all 24 selected actinomycete isolates exhibited cellulolytic activity. The actinomycete isolates with the highest cellulase activity were DP2, DP11, DP15, and DP19. Morphological observations showed that isolates DP2, DP11, DP15, and DP19 had powdery colony textures and circular colony shapes, while Gram staining results indicated that all of these isolates were Gram-positive bacteria. The spore chain structure in isolates DP2, DP11, and DP15 was open spiral, whereas isolate DP19 had a closed spiral spore chain. Based on these spore chain structures, isolates DP2, DP11, DP15, and DP19 belong to the genus Streptomyces.