Repository Universitas Jember

Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 5 of 9

Recent Submissions

  • Item type:Item,
    Sikap dan Kepuasan Konsumen terhadap Kopi Keliling di Kabupaten Jember
    (Fakultas Pertanian, 2026-07-30) RR. Maritza Nur 'Aini
    Konsumsi kopi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Jember, terus mengalami peningkatan seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Kondisi tersebut mendorong berkembangnya usaha kopi keliling sebagai alternatif bisnis UMKM. Namun, tingginya persaingan mengharuskan pelaku usaha memahami sikap dan kepuasan konsumen terhadap atribut kopi keliling. Penelitian ini bertujuan menganalisis sikap dan tingkat kepuasan konsumen terhadap usaha kopi keliling di Kabupaten Jember sebagai dasar penyusunan strategi pemasaran yang lebih efektif. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kaliwates, Patrang, dan Sumbersari menggunakan metode deskriptif analitik. Penentuan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah 90 responden. Analisis data dilakukan menggunakan model Multiatribut Fishbein, Customer Satisfaction Index (CSI), dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh atribut kopi keliling berada pada kategori sikap positif dengan nilai sikap total (Ao) sebesar 162,2. Atribut lokasi memperoleh skor sikap tertinggi sebesar 20,0. Hasil analisis CSI menunjukkan nilai sebesar 83,68% yang termasuk dalam kategori sangat puas. Atribut higienitas memiliki tingkat kepentingan (MIS) tertinggi sebesar 4,72, sedangkan lokasi memperoleh tingkat kepuasan (MSS) tertinggi sebesar 4,40 dan nilai Weight Score (WS) tertinggi sebesar 50,09. Hasil analisis IPA menunjukkan bahwa higienitas serta kesesuaian harga dengan kualitas berada pada Kuadran I sebagai prioritas utama yang perlu ditingkatkan. Atribut lokasi, pelayanan, dan keterjangkauan harga berada pada Kuadran II yang perlu dipertahankan. Sementara itu, cita rasa, variasi menu, dan kemasan berada pada Kuadran III, sedangkan variasi metode pembayaran berada pada Kuadran IV. Secara keseluruhan, usaha kopi keliling telah mampu membangun sikap positif dan tingkat kepuasan konsumen yang tinggi, namun masih perlu melakukan perbaikan pada aspek higienitas dan kesesuaian harga dengan kualitas untuk meningkatkan kepuasan serta loyalitas konsumen.
  • Item type:Item,
    Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Bank Sampah Larahan Makmur di Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember
    (Fakultas Pertanian, 2026-07-30) Ade Angelia Maizul Putri
    Permasalahan sampah, khususnya sampah anorganik, merupakan tantangan lingkungan yang semakin serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Timur yang menunjukkan peningkatan volume timbulan sampah secara terus-menerus dari tahun 2020 hingga 2024. Salah satu upaya penanganan sampah berbasis masyarakat adalah program Bank Sampah, termasuk Bank Sampah Larahan Makmur (BSLM) yang berada di Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, wilayah yang secara geografis terletak di lereng Gunung Argopuro dan rawan bencana banjir. Meskipun BSLM telah berdiri, sebagian masyarakat masih membuang sampah ke sungai serta melakukan pembakaran sampah secara terbuka, sehingga partisipasi masyarakat dalam pengelolaannya menjadi penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan BSLM berdasarkan empat aspek partisipasi menurut Cohen dan Uphoff (1980), yaitu pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian yang ditentukan secara purposive di Desa Suci. Informan ditentukan menggunakan teknik snowball sampling, dengan Ketua Bank Sampah Larahan Makmur sebagai informan awal. Berdasarkan informasi dan rekomendasi dari informan awal, peneliti memperoleh informan berikutnya yang meliputi Pembina BSLM, pengurus BSLM, nasabah BSLM, masyarakat Desa Suci yang tidak tergabung dalam BSLM, serta Pemerintah Desa Suci. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014), serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat telah berlangsung pada keempat tahap tersebut, tetapi belum optimal karena keterlibatan masih terpusat pada pembina dan pengurus. Nasabah lebih banyak berperan pada tahap pelaksanaan melalui pemilahan, pengumpulan, dan penyetoran sampah, sementara keterlibatannya pada tahap pengambilan keputusan dan evaluasi masih terbatas. Pemanfaatan hasil mencakup manfaat material berupa tabungan dan tambahan pendapatan, manfaat sosial berupa lingkungan yang lebih bersih, serta manfaat pribadi berupa peningkatan pengetahuan dan perubahan pola pikir dalam mengelola sampah. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan tempat penimbangan, sarana transportasi pengangkutan sampah, jangkauan sosialisasi, serta konsistensi pemilahan sampah oleh sebagian nasabah.
  • Item type:Item,
    Analisis Ion Cu²⁺ secara Flow Injection Potentiometry (FIP) dengan Elektroda Lapis Tipis Cu/CuO
    (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 2026-10-13) Berlian Nailah Afkarina
    Ion tembaga (Cu2+) merupakan salah satu logam berat yang banyak ditemukan sebagai kontaminan di perairan akibat aktivitas industri pertambangan, electroplating, dan pengolangan logam. Keberadaan ion Cu2+ ditetapkan dalam air minum maupun air lingkungan yang melebihi batas ambang yang ditetapkan sebesar 2 mg/L dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan. Penentuan kadar Cu2+ menjadi hal yang penting dalam pengawasan kualitas air. Berbagai teknik analisis digunakan untuk mengukur kadar Cu2+, seperti spektrofotometri serapan atom (SSA) dan ICP-MS yang dikenal memiliki sensitivitas tinggi. Namun, metode tersebut memerlukan instrument yang mahal, waktu analisis yang lama, dan prosedur preparasi sampel yang kompleks, maka diperlukan metode alternatif yang lebih sederhana, cepat, dan ekonomis, namun tetap akurat, seperti metode potensiometri. Metode potensiometri jika dikombinasikan dengan sistem Flow Injection Analysis (FIA) dalam bentuk Flow Injection Potentiometry (FIP), mampu memberika analisis dengan laju tinggi, penggunakan sampel dalam jumlah kecil, serti presisi yang baik. Metode ini memerlukan elektroda yang senstitiv dan selektivitas yang tinggi terhadap ion Cu2+ . Dalam kajian ini, dikembangkan elektroda lapis tipis Cu/CuO sebagai sensor potensiometri untuk deteksi ion Cu2+ dalam sistem FIP. Kawat tembaga digunakan sebagai subtract elektroda karena mudah didapat, ekonomis, dan memiliki konduktivitas listrik yang baik. Lapisan CuO yang terbentuk di permukaan tembaga berperan sebagai material aktif elektroda yang mempu merespon perubahan potensial konsentrasu ion Cu2+. Kinerja elektroda Cu/CuO dalam sistem FIP dipengaruhi oleh berapa parameter seperti pH carrier, flow rate, dan volume injeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH carrier, flow rate, dan volume injeksi terhadap analisis ion Cu2+ menggunakan elektroda lapis tipis Cu/CuO, serta mengevaluasi kinerja elektroda berdasarkan parameter sensitivitas, linearitas, daerah kerja, batas deteksi (LOD), SD, dan RSD. Kondisi optimum yang diperoleh selanjutnya diuji kelayakannya terhadao sampel air keran melalui uji recovery. Proses dimulai dengan preparasi elektroda lapis tipis Cu/CuO melalui proses anodisasi tembaga dalam larutan NaOH 1 M. Sebelum anodisasi, tembaga dibersihkan dengan larutan HCl 4 M dan dibilas dengan etanol untuk menghilangkan kotaminan. Anodisasi dilakukan dengan memvariasikan tegangan sebesar 0,4 V; 0,5 V; dan 0,6 V selama 30 menit untuk memperoleh kondisi preparasi yang paling optimal. Elektroda kemudian dikalsinasikan dalam furnace pada suhu 250 °C selama 1 jam untuk mengubah lapisan Cu(OH)2 yang terbentuk selema anodisasi mejadi lapisan CuO yang lebih stabil secara elektrokimia. Sistem FIP disusun terdiri dari pompa peristaltik, port injeksi, flow cell, dan volmeter berbasis Arduino untuk pembacaan sinyal. Tahap selanjutnya adalah optimasi parameter FIP yang meliputi variasi pH carrier (pH 3,4,5, dan 6) menggunakan buffer asetat, variasi flow rate (2,2; 3; 4,3; dan 5,2 mL/min), dan variasi volume injeksi (100, 150, 200, dan 250 μL). Parameter optimum ditentukan berdasarkan nilai beda potensial terbesar. Elektroda dengan kondisi optimum kemudian diuji karakteristik kinerjanya meliputi sensitivitas, linearitas, daerah kerja, batas deteksi, SD dan RSD melalui pengukuran kurva kalibrasi. Tahap terakhir adalah uji recovery pada sampel air keran untuk mengevaluiasi akurasi dan ketelitian metode analisis elektrokimia ini dalam mengukur sampel lingkungan yang sebenarnya.
  • Item type:Item,
    Kinerja Microbial Fuel Cell (MFC) Berbasis Biochar Tongkol Jagung sebagai Material Elektroda
    (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 2026-10-19) Laillatus Nur Febriyanti
    Microbial Fuel Cell (MFC) merupakan salah satu teknologi bio-elektrokimia yang secara simultan dapat mengubah energi kimia dalam limbah organik menjadi biolistrik dengan bantuan mikroorganisme sebagai biokatalis. Aplikasi MFC skala besar selama ini terkendala oleh tingginya biaya material anoda komersial berbasis karbon seperti carbon felt dan grafit. Oleh karena itu, pemanfaatan biochar limbah tongkol jagung teraktivasi KOH dikembangkan sebagai material anoda alternatif yang murah, efisien, dan berkelanjutan. Sintesis biochar dilakukan melalui metode pirolisis pada suhu 650 °C selama 2 jam, dilanjutkan aktivasi kimia menggunakan larutan KOH 4 M, dan pirolisis ulang untuk pembentukan porositas. Serbuk biochar teraktivasi kemudian difabrikasi menjadi pelet elektroda komposit dengan memvariasikan rasio biochar, agen konduktif grafit, dan binder PTFE (seperti Reaktor 3 berbasis rasio 80:10:10 % dan Reaktor 4 berbasis rasio 85:10:5 %), untuk kemudian dibandingkan terhadap anoda komersial carbon felt (Reaktor 6). Pengoperasian sistem MFC dual-chamber dengan substrat limbah cair tahu dilakukan selama 30 hari. Parameter kinerja bioelektrokimia dievaluasi melalui luaran tegangan, kerapatan daya, Efisiensi Coulomb (CE), dan persentase penurunan kadar COD, serta disinkronkan dengan hasil karakterisasi fisik-kimia material meliputi konduktivitas listrik (metode 2-point probe), FTIR, SEM, dan BET/BJH. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa elektroda Reaktor 3 (rasio 80:10:10 %) menghasilkan kinerja paling optimal di antara variasi elektroda biochar, mencatatkan konduktivitas listrik sebesar 105,26 S/cm, luaran tegangan puncak 75 mV, dan nilai CE sebesar 9,23 %. Berdasarkan analisis statistik Independent Sample t-Test perbandingan kinerja elektroda biochar dan elektroda carbon felt memperoleh tegangan potensial tanpa beban pada reaktor 3 sebesar (75 mV) yang tidak berbeda signifikan (ā > 0,05) jika dibandingkan dengan anoda komersial carbon felt (75,6 mV), hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan awal kedua material dalam menghasilkan beda potensial sel adalah setara. Meskipun carbon felt menunjukkan keunggulan yang berbeda signifikan (ā < 0,05) pada parameter konduktivitas (222,22 S/cm), rapat arus puncak (251,11 mA/m²), dan rapat daya (11,35 mW/m² dibandingkan 6,27 mW/m² pada biochar) akibat struktur serat makroporinya yang kontinu tanpa hambatan binder hidrofobik, elektroda biochar reaktor 3 mampu menyamai efektivitas pengolahan limbah secara kompetitif. Reaktor 3 berhasil mencatatkan efisiensi penurunan kadar COD sebesar 98% (menurun dari 13.280 mg/L menjadi 265,6 mg/L) dalam pengolahan limbah cair tahu, yang bernilai sama dan setara dengan efisiensi penyisihan COD pada Reaktor 6 (carbon felt) yang juga mencapai 98%. Tingginya performa Reaktor 3 dijelaskan oleh perpaduan sifat fisik dan kimia materialnya. Analisis SEM menunjukkan pembentukan morfologi pori sarang lebah (honeycomb) yang terdistribusi merata dan ideal bagi kolonisasi matriks biofilm bakteri elektrogenik. Luas permukaan spesifik yang tinggi (ĂBET = 343,515 m 2 /g) mempercepat transportasi serta difusi substrat organik, sementara spektrum FTIR mengonfirmasi peningkatan aromatisasi ikatan C=C hasil aktivasi KOH yang memfasilitasi kelancaran alir elektron ekstraseluler (Extracellular Electron Transfer/EET). Hasil yang didapatkan ini mengkonfirmasi bahwa biochar tongkol jagung teraktivasi KOH dengan formulasi 80:10:10 % terbukti memiliki potensi yang sangat unggul sebagai material anoda alternatif yang ramah lingkungan untuk menggantikan material karbon komersial dalam aplikasi MFC.
  • Item type:Item,
    Analisis Elektroda Nanokomposit MnO₂/TiO₂ Nanotube (MnO₂/TNT) dalam Mendeteksi Hidrogen Peroksida (H₂O₂) secara Cyclic Voltammetry
    (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 2026-10-06) Desta Rahma Taufiki
    Hidrogen peroksida (H2O2) merupakan senyawa yang bersifat oksidator kuat serta dapat terbentuk secara alami dalam tubuh makhluk hidup. Kadar H2O2 yang tinggi dalam tubuh berpotensi menyebabkan toksisitas sehingga dibutuhkan metode pengukuran yang sensitif. Metode enzimatik memiliki tingkat sensivitas yang tinggi namun memiliki keterbatasan yaitu enzim yang mudah mengalami denaturasi, sehingga dikembangkan metode non-enzimatik berbasis oksida logam seperti MnO2 yang memiliki sifat elektrokatalitik. Material tersebut dapat digunakan untuk modifikasi elektroda kerja, terutama pada pengukuran secara voltametri yang kinerjanya didukung oleh potensiostat portabel. Potensiostat Hunstat merupakan potensiostat yang sangat sederhana dan menawarkan beberapa keuntungan seperti tingkat sensivitas yang tinggi serta noise yang rendah. Dalam pengukuran secara voltametri, deteksi H2O2 dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya pH larutan elektrolit serta laju pemindaian (scan rate), sehingga kedua faktor tersebut perlu dikaji kembali untuk mendapatkan kondisi pengukuran yang optimum. Berdasarkan hal tersebut, maka rumusan masalah kali ini adalah bagaimana hasil kalibrasi dan karaketeristik dari potensiostat Hunstat dan elektroda nanokomposit MnO2/TiO2 nanotube (MnO2/TNT), bagaimana pengaruh variasi pH larutan elektrolit dan laju pemindaian (scan rate) terhadap hasil pengukuran H2O2 menggunakan elektroda nanokomposit MnO2/TNT, serta bagaiaman kinerja elektroda tersebut dalam pengukuran H2O2 menggunakan HunStat. Metode penelitian diawali dengan perakitan potensiostat Hunstat yang kemudian dilanjutkan dengan instalasi board Seeduino untuk mendukung kinerja dari Hunstat Selanjutnya dilakukan proses kalibrasi HunStat untuk memastikan bahwa alat sudah bekerja dengan baik. Kemudian, dilakukan preparasi modifikasi elektroda kerja dengan menyiapkan grafit pensil 2B sebagai substrat yang pada bagian ujungnya akan dilapisi dengan material aktif berupa carbon fyber yang dicampurkan secara perlahan dengan komposit MnO2/TNT dengan perbandingan (4,21:1). Proses selanjutnya yaitu akan dilakukan pengukuran secara cyclic voltammetry (CV) untuuk mengetahui kondisi pengukuran yang optimum, dimana pengukuran dilakukan dalam larutan standar H2O2 0,420 mM dengan melakukan variasi pH elektrolit (12; 12,4; 12,8; 13,2; dan 13,6) dan laju pemindaian (scan rate) (25; 50; 75; dan 100 mV/s). Analisis akhir dilakukan dengan membuat kurva kalibrasi dengan tujuan untuk menghitung linearitas (R2 ), linear range, sensivitas, limit of detection (LOD), standart deviation (SD), relative standart deviation (%RSD) dan recovery menggunakan sampel susu. Hasil kalibrasi HunStat menunjukkan HunStat telah mengikuti Hukum Ohm dengan nilai arus (µA) yang didapat sebesar 85,116 dengan linearitas (R2 ) yang baik yaitu R2 = 0,9975. Kondisi Optimum dari kinerja elektroda didapatkan peningkatan arus seiring dengan kenaikan konsentrasi elektrolit (pH) dan didapatkan nilai optimum pada konsentrasi 0,398M (pH 13,6) dengan tingkat presisi yang baik (%RSD 1,942%). Selain itu juga didapatkan kenaikan arus seiring dengan kenaikan nilai laju pemindaian dan didapatkan nilai optimum pada laju pemindaian 100 mV/s dengan tingkat presisi yang baik juga (%RSD 1,795%), dimana hasil tersebut sesuai dengan persamaan Randles-Sevcik. Pada hasil pengujian kinerja elektroda terhadap variasi konsentrasi larutan standar H2O2 didapatkan persamaan garis regresi sebesar y=72,72x+4,9676 dengan nilai koefisien determinasi (R2 ) yang baik sebesar 0,9847. Selain itu hasil elektroda modifikasi MnO2 menunjukkan tingkat sensitivitas yang baik sebesar 146,6 µA/mM/cm-2 dengan batas LOD sebesar 6,5 x 10-5 M. Hasil dari uji recovery yang dilakukan pada sampel susu didapatkan nilai persen recovery sebesar 81,89% yang masih masuk kedalam persen kriteria recovery.