Repository Universitas Jember

Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 5 of 9

Recent Submissions

  • Item type:Item,
    Hubungan antara Pengetahuan Gizi, Kepatuhan Konsumsi Multiple Micronutrient Supplement, dan Food Taboo dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Pademawu Kabupaten Pamekasan)
    (Fakultas Kesehatan Masyarakat, 2026-10-20) Elita Kusuma Dewi
    Anemia selama kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan ibu yang perlu mendapat perhatian. Kejadian anemia dapat berkaitan dengan pengetahuan gizi, kepatuhan konsumsi multiple micronutrient supplements (MMS), serta pantangan makanan (food taboo) yang dipengaruhi oleh faktor budaya. Pada tahun 2025, Puskesmas Pademawu melaporkan jumlah kasus anemia tertinggi di antara ibu hamil yang menjalani kunjungan antenatal pertama di Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan gizi, kepatuhan konsumsi MMS, dan food taboo dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pademawu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri atas 80 ibu hamil yang menjalani kunjungan antenatal pertama pada periode Januari–Maret 2026, yang dipilih menggunakan teknik proportional quota sampling dari populasi sebanyak 199 ibu hamil. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan wawancara. Analisis univariat dilakukan untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan variabel penelitian, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square atau Continuity Correction. Hasil analisis disajikan dalam bentuk rasio prevalensi (RP) dan interval kepercayaan (IK) 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55 responden (68,8%) mengalami anemia, dengan rerata kadar hemoglobin sebesar 10,55 g/dL dan rentang 8,2–13,7 g/dL. Sebanyak 38 responden (47,5%) memiliki pengetahuan gizi kurang, 52 responden (65,0%) memiliki tingkat kepatuhan konsumsi MMS rendah, dan 48 responden (60,0%) menerapkan pantangan makanan tertentu. Pengetahuan gizi kurang berhubungan secara signifikan dengan kejadian anemia (RP = 3,158; IK 95%: 1,610–6,194; p < 0,001). Demikian pula, penerapan pantangan makanan berhubungan secara signifikan dengan kejadian anemia (RP = 1,625; IK 95%: 1,120–2,358; p = 0,003). Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kategori kepatuhan konsumsi MMS dan kejadian anemia, baik pada kategori kepatuhan rendah (p = 0,064) maupun sedang (p = 0,864), dengan kategori kepatuhan tinggi sebagai pembanding. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan gizi kurang dan penerapan pantangan makanan berhubungan secara signifikan dengan kejadian anemia pada responden, sedangkan kepatuhan konsumsi MMS tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik. Oleh karena itu, edukasi gizi dan konseling mengenai pemilihan makanan yang mempertimbangkan nilai budaya perlu diperkuat, disertai dukungan berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi MMS.
  • Item type:Item,
    Pemanfaatan Limbah Ampas Tahu untuk Perancangan Bio-Baterai sebagai Sumber Energi Terbarukan
    (Fakultas Teknik, 2025-06-30) Bagas Ananta Sena. W
    Kebutuhan energi listrik yang terus meningkat mendorong pengembangan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu sumber yang berpotensi adalah limbah organic, seperti ampas tahu yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bio-baterai berbasis limbah ampas tahu sebagai elektrolit serta menganalisis pengaruh variasi jenis elektroda dan lama waktu pengujian terhadap nilai tegangan, arus, dan daya yang dihasilkan. Metode penelitian dilakukan dengan memfermentasikan ampas tahu selama 72 jam menggunakan ragi untuk menghasilkan larutan elektrolit dengan Tingkat keasaman yang tinggi. Pengujian dilakukan menggunakan tembaga sebagai katoda dan variasi anoda berupa besi, seng, aluminium, dan timah, system dirangkai secara seri dan dihubungkan dengan beban LED 3 volt. Pengambilan data dilakukan pada variasi waktu 1 menit hingga 60 menit dengan parameter yang diukur meliputi pH, tegangan, arus, serta daya hasil perhitungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan eletrolit memiliki pH berkisar antara 1,8 hingga 2,4 yang menunjukkan tingkat keasaman tinggi dan baik untuk konduktivitas listrik. Pada elektroda tembaga-besi diperoleh tegangan 3,41 V dan arus 0,0012 A (daya 0,004092 W) pada menit ke-1 yang menurun menjadi 2,98 V pada menit ke-60. Pada elektroda tembaga-seng diperoleh daya terbesar yaitu 0,014127 W pada menit ke-1 dengan tegangan 2,77 V dan arus 0,0051 A, namun seiring waktu. Elektroda tembaga-aluminium menghasilkan daya 0,008938 W pada menit ke-10, sedangkan tembaga-timah menghasilkan tegangan tertinggi sebesar 4,01 V dengan daya 0,004812 W pada menit ke-1. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jenis elektroda dan lamanya waktu pengujian dapat memperngaruhi terhadap performa bio-baterai. Pasangan elektroda tembaga dan seng dapat menghasilkan daya terbesar dibandingkan kombinasi lainnya. Selain itu, semakin lama waktu mengujian, nilai tegangan, arus, dan daya cenderung menurun.
  • Item type:Item,
    Ambiguitas pada Iklan Produk Kecantikan di Instagram
    (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2025-07-31) Susti Rahayu
    Di era digital, iklan telah bergeser dari media konvensional ke platform seperti Instagram. Pergeseran tersebut menuntut penyampaian pesan yang ringkas dan menarik di tengah derasnya informasi. Bahasa menjadi komponen krusial dalam iklan untuk membujuk konsumen. Pada upaya kreatif tersebut, memunculkan fenomena ambiguitas. Ambiguitas merupakan kondisi pada sebuah kata, frasa, atau kalimat yang memiliki lebih dari satu makna. Teks iklan di Instagram yang singkat dan padat rentan terhadap ambiguitas karena minim konteks linguistik. Hal tersebut berpotensi menarik perhatian namun juga menimbulkan salah tafsir. Berdasarkan pemaparan tersebut, penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan (1) ambiguitas gramatikal pada teks iklan produk kecantikan di Instagram, dan (2) ambiguitas leksikal pada teks iklan produk kecantikan di Instagram. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian adalah teks atau tulisan yang ditemukan pada gambar iklan produk kecantikan yang diunggah di Instagram. Teks tersebut mencakup berbagai elemen linguistik seperti headline, body copy singkat, tagline, deskripsi produk, ajakan betindak, atau frasa-frasa yang terintegrasi langsung dalam desain visual iklan. Sumber data utama dalam penelitian adalah akun resmi merek produk kecantikan di Instagram. Pengumpulan data menggunakan metode observasi non-partisipan dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Instrumen penelitian terdiri atas instrumen pengumpul data dan instrumen analisis data. Langkahlangkah dalam penelitian terdiri atas tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyelesaian. Hasil dan pembahasan penelitian menunjukkan bahwa ambiguitas terdiri atas dua jenis utama, yaitu ambiguitas gramatikal dan ambiguitas leksikal. Ambiguitas gramatikal terdiri dari ambiguitas karena pembentukan kata, ambiguitas pada frasa, dan ambiguitas pada konteks. Ambiguitas karena pembentukan kata disebabkan oleh afiksasi. Ambiguitas pada frasa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: ketidakjelasan struktur frasa nominal, ketidakjelasan cakupan frasa penjelas, kategorisasi dan fungsi gramatikal frasa akibat pengaruh serapan bahasa asing. Ambiguitas pada konteks disebabkan oleh ketidakjelasan hubungan klausa dengan frasa, ketidakjelasan referensi keterangan waktu, ketidakjelasan fungsi simbol sebagai pengganti kata hubung, ketidakjelasan subjek, dan fleksibilitas posisi serta fungsi kata dalam kalimat. Ambiguitas leksikal terdiri dari polisemi dan homonimi. Polisemi disebabkan oleh perluasan makna dari nomina abstrak, adjektiva, dan nominal penunjuk peringkat atau identifikasi. Homonimi disebabkan oleh kesamaan bentuk akronim yang menghasilkan dua makna yang sama sekali tidak berkaitan. Berdasarkan hasil penelitian, maka saran yang dapat diberikan sebagai berikut (1) bagi pembaca, disarankan untuk lebih kritis dalam menafsirkan teks iklan. Pemahaman terhadap ambiguitas, baik gramatikal dan leksikal dapat membantu memahami bahwa pesan iklan dirancang untuk tujuan persuasif, (2) bagi peneliti selanjutnya, penelitian dapat diperluas dengan fokus pada beberapa aspek, seperti analisis perbandingan penggunaan ambiguitas dalam teks iklan di media sosial dan media iklan tradisional, kajian pragmatik maupun kajian sosiolinguistik.
  • Item type:Item,
    Pengembangan Media Pembelajaran Google Sites Berbasis Kearifan Lokal Jember dalam Pembelajaran Menulis Teks Puisi pada Murid Kelas XI SMAN Ambulu
    (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026-10-13) Safina Aimah Mufti Damayanti
    Arus perkembangan teknologi kian melesat dalam pemanfaatan media digital pada proses belajar mengajar. Salah satunya, peralihan media pembelajaran dari media konvensional menjadi digital. Sudah banyak inovasi media pembelajaran digital yang diterapkan menunjukkan hasil positif dalam menunjang pengalaman belajar. Penelitian pengembangan media pembelajaran ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan perkembangan teknologi digital dalam pembelajaran. Penelitian ini juga berangkat dari kebutuhan di sekolah yang menunjukkan bahwa masih terdapat kendala dalam pembelajaran menulis puisi. Kesulitan menuangkan imajinasi dalam sebuah puisi, perlunya daya tarik dan motivasi belajar, serta minimnya integrasi kearifan lokal Jember dalam pembelajaran. Berdasarkan kebutuhan tersebut, media Google Sites dipilih sebagai media pembelajaran yang diharapkan dapat membantu murid dalam menulis puisi dengan mengaitkan pembelajaran dengan kearifan lokal Jember. Fitur-fitur yang disajikan dalam media Google Sites tentunya disusun sesuai dengan kebutuhan murid. Tujuan penelitian pengembangan ini ialah menghasilkan media pembelajaran Google Sites untuk pembelajaran menulis puisi dengan fokus pembahasan berisikan profil media, proses pengembangan, hasil kelayakan dan respon murid terhadap media yang dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R&D) dengan menggunakan model 4D Thiagarajan yang meliputi empat tahapan, yaitu penetapan (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Teknik analisis data yang digunakan ialah mix-methods untuk memaparkan data hasil penelitian baik secara kualitatif dan kuantitatif. Data verbal dianalisis secara kualitatif dan data skor angka dianalisis secara kuantitatif menggunakan rumus perhitungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran Google Sites memiliki spesifikasi sebagai berikut: halaman utama, menu materi, menu latihan, dan menu refleksi. Proses pengembangan media ini melewati tahap define melalui wawancara dengan guru, design dengan membuat rancangan awal media pembelajaran. Tahap develop dengan menguji validasi kelayakan media kepada para validator untuk mendapatkan skor validasi dan acuan perbaikan media sehingga mendapatkan rancangan media untuk diujicobakan ke murid. Pada tahap ini, produk yang telah divalidasi diujicobakan kepada murid untuk memperoleh data respon murid. Tahap disseminate dilakukan untuk menyebarluaskan produk yang telah dikembangkan untuk dapat digunakan dan diimplementasikan dalam pembelajaran.
  • Item type:Item,
    Mekanisme Manajemen Event dan Pelaksanaan Event Roadshow Sedekah Dongeng pada Dompet Dhuafa Jawa Timur
    (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 2024-06-03) Novie Rahmadhani Kirana Astuti
    Berdasarkan kegiatan yang dilakukan selama Praktik Kerja Nyata dapat disimpulkan sebagai berikut : a.Sebelum melaksanakan event terdapat langkah researching seperti mencari informasi terkait data sekolah, memastikan kembali apakah sekolah tersebut sudah pernah dilaksanakan event Roadshow Sedekah Dongeng b.Kemudian langkah design dan planning yang meliputi menentukan tujuan, menentukan judul acara, mempersiapkan tema dongeng, menyiapkan prosedur administrasi yang terdiri atas proposal kegiatan, surat penawaran kolaborasi, pengisian google form, surat pemberitahuan orang tua, dan formulir infaq. c.Publikasi Roadshow Sedekah Dongeng ini melalui online dan offline. Publikasi online melalui media sosial. Sedangkan offline dengan mengunjungi sekolah – sekolah secara langsung d.Pelaksanaan event ini mencakup mempersiapkan perlengkapan, menyiapkan lokasi, pembukaan acara, acara inti, penutup dan dokumentasi, serta sesi donasi e.Langkah berikutnya adalah evaluation yang berfungsi sebagai acuan aspek mana saja yang perlu diperbaiki dan apakah pihak sekolah merasa puas dari pelaksanaan event. f.Hal terakhir yang dilakukan setelah pelaksanaan event adalah pembuatan laporan biaya pengeluaran untuk mengalokasikan dana operasional yang ada