Repository Universitas Jember
Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
- Koleksi Laporan Hasil Pengabdian Masyarakat
- Koleksi Laporan Praktek Kerja Program Diploma
- Koleksi Disertasi Program Doktoral
- Koleksi Laporan hasil penelitian dosen UNEJ
- Koleksi Tesis Program Magister
Recent Submissions
Item type:Item, From Novice to Expert: Understanding Anxiety Triggers & Coping Mechanisms of EFL Teachers in EMI School(Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026-07-02) Septy Dwi Agustin FajriyahForeign Language Teaching Anxiety (FLTA) is a psychological challenge that may affect teachers’ confidence and teaching effectiveness, particularly among novice EFL teachers who are still adapting to professional demands. This study aimed to investigate the anxiety triggers experienced by novice EFL teachers and the coping mechanisms they employed in an English Medium Instruction (EMI) school. A qualitative case study design was employed in an EMI elementary school in East Java, Indonesia, involving three novice EFL teachers selected through snowball sampling. Data were collected through questionnaires, semi-structured interviews, and classroom observations using video recordings. The data were analyzed thematically using an abductive approach, combining deductive coding based on Horwitz’s Foreign Language Teaching Anxiety (FLTA) framework with inductive coding to identify context-specific patterns. The findings revealed three major themes related to anxiety triggers: professional expectations in EMI school, language-related challenges in EMI teaching, and instructional challenges in EMI school. These included anxiety related to external judgment, role model expectations, language proficiency, instructional demands, and students’ comprehension. Meanwhile, three themes emerged regarding coping mechanisms: professional learning in EMI school, personal coping strategies, and instructional adaptation in EMI. The findings indicate that novice EFL teachers’ anxiety in EMI contexts is influenced not only by language-related demands but also by professional expectations and instructional responsibilities. To manage these challenges, teachers employed professional development, social support, emotional regulation, acceptance of imperfection, resource utilization, and instructional adaptation. These findings highlight the importance of providing comprehensive professional and emotional support for novice EFL teachers in EMI settings.Item type:Item, Pembelajaran Berbasis Problem Solving dalam Mengembangkan Analisis Literasi Iklim Siswa SMA(Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026-07-28) Miftahul Gea Alivia PutriClimate change is a global challenge that requires strengthening education, particularly to improve students' climate literacy. Low levels of climate literacy highlight the need for learning approaches that promote critical thinking and problem-solving skills. This study aimed to (1) describe the implementation of problem-solving-based instruction on climate change in senior high school and (2) analyze students' climate literacy during the learning process. This research employed a qualitative approach with a single case study design involving 28 students of class X.D at SMA Muhammadiyah 3 Jember. Data were collected through observation, interviews, documentation, and student worksheets, and analyzed using the Miles and Huberman model, including data collection, reduction, display, and conclusion drawing. The findings showed that problemsolving-based instruction was implemented successfully through five stages: identifying problems, defining problems, exploring solutions, implementing strategies, and evaluating results. Students actively engaged in contextual group discussions using waste accumulation as a case study. Overall, students demonstrated very good climate literacy. Student worksheet analysis indicated very good performance in understanding the climate system, analyzing climate change impacts, decision-making (mitigation and adaptation), and environmental attitudes and actions, while evaluating scientific information remained weak. These findings suggest that problem-solving-based instruction effectively promotes students' climate literacy, although greater emphasis on evaluating scientific information is needed.Item type:Item, Gambaran Masalah Keperawatan pada Pasien Post Operasi Fraktur Ekstremitas Bawah di RSD dr. Soebandi Kabupaten Jember(Fakultas Keperawatan, 2026-01-30) Nabila Putri Salma HakimFraktur merupakan kondisi terputusnya kesinambungan tulang yang umumnya terjadi akibat tekanan eksternal yang berlebihan. Di Indonesia, fraktur ekstremitas bawah merupakan jenis fraktur yang paling banyak terjadi, dimana sebagian besar kasusnya disebabkan oleh trauma akibat kecelakaan. Penatalaksanaan fraktur umumnya dilakukan melalui tindakan operatif untuk memperbaiki deformitas tulang serta mengembalikan fungsi struktur secara optimal. Namun, tindakan operatif dapat menimbulkan berbagai efek post operasi yaitu nyeri hebat, pembengkakan pada area pembedahan, serta keterbatasan mobilitas yang berdampak pada kemampuan berjalan. Salah satu aspek penting dalam perawatan pasien adalah penegakan masalah keperawatan. Ketepatan dalam mengenali masalah keperawatan dan menegakkan diagnosis keperawatan menjadikan perawat memiliki peran penting untuk mendukung penyembuhan pasien serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran masalah keperawatan pada pasien post operasi fraktur ekstremitas bawah di RSD dr. Soebandi Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan retrospektif. Data diambil dari rekam medis pasien post operasi fraktur ekstremitas bawah yang dirawat inap di RSD dr. Soebandi Jember dengan diagnosis primer fraktur ekstremitas bawah tanpa penyakit penyerta pada tahun 2023 sampai 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan perhitungan rumus slovin sehingga didapatkan sampel sebanyak 105 pasien. Pengumpulan data dilakukan di ruang rekam medis RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dengan pendekatan statistic deskriptif. Data yang terkumpul berupa karakterikstik pasien, masalah keperawatan, serta tanda dan gejala masalah keperawatan dianalisis dan dimasukkan ke dalam tabel distribusi frekuensi dengan ukuran presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berada pada kelompok usia 17–25 tahun (33,3%), dengan proporsi jenis kelamin laki-laki sebesar (66,7%). Jenis operasi yang paling banyak dilakukan adalah Open Reduction and Internal Fixation (ORIF) sebesar (96,2%), sedangkan lokasi fraktur terbanyak adalah fraktur femur (65,7%). Masalah keperawatan dengan prevalensi tertinggi adalah nyeri akut (100,0%), dengan gejala utama mengeluh nyeri (100,0%). Masalah keperawatan kedua adalah gangguan mobilitas fisik (88,6%), dengan tanda objektif gerak terbatas (98,9%) sebagai gejala utama. Gangguan integritas kulit/jaringan ditemukan pada (35,2%), dengan gejala kerusakan integritas jaringan dan/atau lapisan kulit (100,0%) dan nyeri (91,9%). Risiko infeksi ditemukan pada (22,9%). Masalah keperawatan dengan prevalensi rendah adalah risiko jatuh (1,0%). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa masalah keperawatan yang paling sering ditemukan pada pasien post operasi fraktur ekstremitas bawah meliputi nyeri akut, gangguan mobilitas fisik. Maka dari itu, temuan ini dapat menjadi dasar bagi perawat untuk merencanakan dan melaksanakan intervensi dan implementasi yang tepat untuk menangani permasalahan nyeri dan gangguan mobilitas fisik pada pasien post operasi fraktur ekstremitas bawah.Item type:Item, Diplomasi Publik Amerika Serikat di Indonesia Melalui United States Agency for International Development (USAID)(Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2025-09-30) Aidilla Lungguh ArumdiptaPenelitian ini membahas implementasi diplomasi publik Amerika Serikat (AS) di Indonesia melalui United States Agency for International Development (USAID) serta faktor yang menyebabkan upaya tersebut belum berhasil mengubah persepsi publik Indonesia secara signifikan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara pelaksanaan berbagai program bantuan USAID dan persepsi publik Indonesia terhadap AS yang masih stagnan bahkan cenderung negatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus dan naratif. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teori Diplomasi Publik dan konsep Soft Power. Analisis difokuskan pada implementasi program USAID dalam sektor kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan demokrasi selama periode 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diplomasi publik AS melalui USAID dilaksanakan melalui berbagai bentuk advokasi, kampanye, pelatihan, bantuan teknis, serta pembentukan jejaring profesional dan kelembagaan. Program-program tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan pembangunan, tetapi juga menjadi instrumen untuk menyebarkan nilai-nilai demokrasi liberal, tata kelola pemerintahan yang baik, transparansi, pluralisme, inklusivitas, dan inovasi teknologi yang selaras dengan kepentingan strategis AS. Namun, efektivitas diplomasi publik tersebut masih terbatas karena program USAID lebih banyak menjangkau institusi dan komunitas strategis dibandingkan publik luas. Selain itu, persepsi masyarakat Indonesia lebih reaktif terhadap dinamika politik global, kebijakan luar negeri AS yang kontroversial, serta perubahan kebijakan dan pendanaan pemerintah AS. Dengan demikian, meskipun program USAID memberikan dampak nyata pada tingkat lokal dan kelembagaan, kontribusinya belum cukup untuk membentuk citra positif AS secara luas di Indonesia.Item type:Item, Aplikasi Putih Telur Sebagai Foaming Agent pada Foam Mat Drying Bubuk Tomat dengan Perlakuan Blanching dan Tanpa Blanching(Fakultas Teknologi Pertanian, 2026-07-30) Ryka Afhe AngelaTomat (Solanum lycopersicum) memiliki sifat yang mudah rusak karena kadar airnya tinggi (94%) dan klimaterik, sehingga umur simpannya pendek. Salah satu upaya memperpanjang umur simpan adalah mengolahnya menjadi bubuk melalui foam mat drying, metode pengeringan sederhana dan terjangkau pada suhu rendah (50–80°C) yang cocok untuk bahan bernutrisi sensitif. Metode ini memerlukan putih telur sebagai foaming agent untuk menstabilkan busa, menambah volume, mencegah penggumpalan, dan memperbaiki sifat rehidrasi produk, serta pre-treatment blanching untuk menonaktifkan enzim polifenol oksidase dan peroksidase agar senyawa bioaktif tetap terjaga, meski dapat menurunkan kadar vitamin C. Penelitian mengenai kombinasi putih telur dan perlakuan blanching dan tanpa blanching pada bubuk tomat belum pernah dilakukan, sehingga penelitian dilakukan dengan tujuan untuk : (1) Mengetahui pengaruh variasi konsentrasi putih telur dan perlakuan blanching dan tanpa blanching terhadap karakteristik bubuk tomat yang dihasilkan dengan metode foam mat drying, (2) Mengetahui perlakuan terbaik bubuk tomat dengan variasi konsentrasi putih telur dan perlakuan blanching serta tanpa blanching. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, yaitu faktor A (konsentrasi putih telur: 10%, 15%, dan 20%) dan faktor B (perlakuan blanching dan tanpa blanching), dengan tiga kali ulangan sehingga diperoleh 6 perlakuan dan 18 unit percobaan. Pembuatan bubuk tomat diawali dengan pencucian tomat, selanjutnya tomat dibagi menjadi dua perlakuan yaitu steam blanching selama 5 menit atau tanpa steam blanching, lalu dihancurkan menjadi puree dan dicampur gum arab 5%. Puree tomat dikocok bersama busa putih telur sesuai konsentrasi. Busa dihamparkan pada loyang (ketebalan ± 2 mm) dan dikeringkan dengan food dehydrator (suhu 60°C selama 6 jam). Lembaran kering dihaluskan dan diayak menggunakan ayakan 60 mesh. Parameter yang diamati meliputi rendemen, higroskopisitas, kelarutan, kecerahan (L*), derajat kemerahan (a*), kadar air, vitamin C, total polifenol, dan aktivitas antioksidan. Data dianalisis dengan two way ANOVA (α=5%) dilanjutkan uji Duncan, serta uji efektivitas de Garmo untuk menentukan perlakuan terbaik.
