Repository Universitas Jember
Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
- Koleksi Laporan Hasil Pengabdian Masyarakat
- Koleksi Laporan Praktek Kerja Program Diploma
- Koleksi Disertasi Program Doktoral
- Koleksi Laporan hasil penelitian dosen UNEJ
- Koleksi Tesis Program Magister
Recent Submissions
Item type:Item, Pengaruh Bangunan Hijau dan Otomatisasi Transaksi terhadap Efisiensi Operasional (Studi pada Sektor Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)(Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 2026-07-13) R. Miftah AfkarinaPenelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh bangunan hijau dan otomatisasi transaksi terhadap efisiensi operasional perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Efisiensi operasional diukur menggunakan rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Bangunan hijau diukur menggunakan indeks pengungkapan berbasis Global Reporting Initiative (GRI), sedangkan otomatisasi transaksi diukur menggunakan logaritma natural jumlah transaksi digital. Penelitian ini juga menggunakan ukuran bank dan biaya utilitas sebagai variabel kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari annual report dan sustainability report perusahaan perbankan. Sampel penelitian terdiri dari 18 perusahaan perbankan yang dipilih menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh 72 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews 12. Berdasarkan hasil Uji Chow dan Uji Hausman, model terbaik yang digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil pengujian menunjukkan bahwa bangunan hijau tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi operasional. Sementara itu, otomatisasi transaksi berpengaruh signifikan terhadap efisiensi operasional dengan arah hubungan negatif terhadap BOPO, yang menunjukkan bahwa peningkatan transaksi digital mampu meningkatkan efisiensi operasional perusahaan perbankan. Variabel kontrol ukuran bank berpengaruh signifikan terhadap efisiensi operasional, sedangkan biaya utilitas tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel dalam model berpengaruh signifikan terhadap efisiensi operasional. Penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi digital melalui otomatisasi transaksi merupakan faktor yang lebih efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional perbankan dibandingkan implementasi bangunan hijau selama periode penelitian.Item type:Item, Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility terhadap Biaya Modal (Studi Empiris pada Perusahaan Crude Palm Oil yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)(Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 2026-07-30) NuryatiPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap biaya modal pada perusahaan sektor crude palm oil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Pengungkapan CSR diukur menggunakan indeks berdasarkan GRI Standards 2021, sedangkan biaya modal diukur menggunakan Weighted Average Cost of Capital (WACC). Penelitian ini juga menggunakan leverage (Debt to Equity Ratio) dan ukuran perusahaan (firm size) sebagai variabel kontrol. Data penelitian berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 13 perusahaan dengan total 39 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) tidak berpengaruh signifikan terhadap biaya modal. Di sisi lain, leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap biaya modal, sedangkan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor masih lebih berorientasi pada informasi keuangan dibandingkan informasi keberlanjutan dalam menilai risiko perusahaan dan menentukan biaya modal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan literatur mengenai pengungkapan CSR dan biaya modal serta menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam menyusun strategi pengungkapan keberlanjutan dan pengelolaan struktur pendanaan.Item type:Item, Penggunaan Pestisida dan Kandungan Residu Organofosfat pada Apel (Malus sylvestris Mill) di Desa Tulungrejo Kota Batu(Fakultas Kesehatan Masyarakat, 2026-08-26) Maulidya Dzikria KusnadiPraktik penggunaan pestisida organofosfat masih dilakukan secara masif untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), meningkatkan kuantitas, dan kualitas hasil panen, salah satunya pada komoditas hortikultura apel. Studi pendahuluan yang dilakukan pada petani apel di Desa Tulungrejo, Kota Batu, mengindikasikan bahwa pestisida organofosfat diaplikasikan secara rutin sejak awal hingga akhir periode generatif. Namun, praktik penyemprotan oleh petani apel di Kota Batu dinilai masih belum sesuai dengan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan prinsip 6 tepat. Hal ini didukung dengan ditemukannya residu pestisida organofosfat pada buah apel di Desa Tulungrejo, Kota Batu dengan bahan aktif dimetoat yang melebihi Batas Maksimum Residu (BMR) sebesar 0,015 mg/kg. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola penggunaan pestisida dan kandungan residu organofosfat bahan aktif profenofos, klorpirifos, dan diazinon pada apel di Desa Tulungrejo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk menggambarkan penggunaan pestisida serta kandungan residu organofosfat pada apel di Desa Tulungrejo, Kota Batu. Sampel lingkungan sebanyak 3 sampel apel dari varietas anna dan manalagi, yang diambil dari 3 lokasi perkebunan berbeda secara purposive sampling. Sampel masyarakat dalam penelitian ini adalah 15 orang petani Kelompok Tani Maju 01 dan 3 orang petani Kelompok Tani Maju Bersama. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan penggunaan pestisida dan penerapan penggunaan pestisida, serta lembar observasi untuk melihat penggunaan pestisida di lapangan. Analisis menggunakan analisis univariat dan selanjutnya data disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh petani telah menerapkan prinsip tepat sasaran dan tepat jenis (100%), dimana petani apel akan melakukan pengamatan jenis OPT yang menyerang sebelum menggunakan pestisida. Petani juga menggunakan pestisida yang legal, tidak kedaluwarsa, dan memiliki kemasan yang tidak mudah bocor. Namun, masih ditemukan ketidaksesuaian pada penerapan prinsip tepat jenis, dimana seluruh responden (100%) menggunakan pestisida yang tidak sesuai bagi jenis tanaman apel. Pada prinsip tepat waktu, diketahui jika sebanyak 7 responden (38,9%) masih melakukan penyemprotan kurang dari 14 hari sebelum panen, serta 17 responden (94,4%) melakukan penyemprotan sebelum adanya tanda serangan OPT. Hasil penelitian pada prinsip tepat dosis menunjukkan jika sebanyak 14 responden (77,8%) menggunakan pestisida dengan dosis yang tidak sesuai dengan label kemasan, seluruh responden melakukan pencampuran pestisida, dan sebanyak 16 responden (88,9%) mencampur setidaknya 3 jenis pestisida dalam 1 kali penyemprotan. Sementara itu, pada prinsip tepat cara, sebanyak 10 responden (55,6%) diketahui tidak mempertimbangkan arah angin saat melakukan penyemprotan. Hasil uji laboratorium menunjukkan jika residu pestisida organofosfat dengan bahan aktif profenofos, klorpirifos, dan diazinon tidak terdeteksi pada seluruh sampel apel. Penggunaan pestisida oleh petani apel pada aspek tepat sasaran dan tepat mutu termasuk dalam kategori baik, sementara aspek tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara masih memerlukan peningkatan. Upaya perbaikan praktik penggunaan pestisida dapat dilakukan dengan adanya koordinasi dari berbagai pihak. Petani apel, sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam penggunaan pestisida wajib memperhatikan penerapan prinsip 6 tepat terutama pada prinsip tepat jenis, dosis, waktu, dan cara. Instansi terkait seperti dinas pertanian dan penyuluh pertanian juga wajib memberikan pendampingan serta evaluasi secara berkala terhadap penggunaan pestisida.Item type:Item, Tugas Asisten Project Officer Pada Event Soft Launching Aplikasi Pelayanan Nahdlatul Ulama di Access Indonesia Surabaya(Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2026-09-15) Lailatul Magfiroh RomadhonaAccess Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Event Organizer (EO) dan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) yang menyediakan layanan penyelenggaraan acara secara profesional. Selama melaksanakan Praktik Kerja Nyata II di Access Indonesia, penulis memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam penyelenggaraan Event Soft Launching Aplikasi Pelayanan Nahdlatul Ulama. Tugas akhir ini disusun untuk menggambarkan tugas dan tanggung jawab asisten project officer dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan event melalui metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Pada tahap on event, penulis mendampingi project officer dalam mengoordinasikan seluruh divisi, memastikan setiap anggota menjalankan tugas sesuai job description, memeriksa kesiapan venue beserta seluruh fasilitas pendukung, serta membantu proses penyambutan tamu agar acara berlangsung tertib dan profesional. Setelah acara selesai, penulis turut melaksanakan evaluasi bersama seluruh divisi dengan mendokumentasikan kendala, masukan, dan hasil pelaksanaan kegiatan, kemudian membantu penyusunan laporan pertanggungjawaban melalui pengecekan aset, koordinasi dengan pihak hotel dan vendor, serta penyusunan dokumentasi kegiatan sebagai laporan akhir kepada penyelenggara dan klien. Melalui kegiatan tersebut, penulis memperoleh pengalaman dalam menerapkan manajemen event secara profesional serta meningkatkan kemampuan komunikasi, koordinasi, manajemen waktu, dan penyelesaian masalah. Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa keberhasilan sebuah event sangat dipengaruhi oleh kerja sama tim, koordinasi yang efektif, dan pelaksanaan tugas yang terorganisasi pada setiap tahapan kegiatan.Item type:Item, Peran Human Resources Department dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan di Treasure Bay Bintan(Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2026-09-15) Aureliya Faradiva RosyidThis final report discusses the role of the Human Resources Department in supporting sustainable tourism at Treasure Bay Bintan through the implementation of Environmental Social Governance (ESG) principles. Environmental Social Governance (ESG) is an approach that considers environmental, social, and governance aspects in managing business activities responsibly and sustainably. In this implementation, the Human Resources Department has a role in supporting human resource management and encouraging employee participation in sustainability-related activities. The role of the Human Resources Department includes supporting training activities, managing administrative needs, providing information, and assisting programs organized by the ESG Committee. These roles help increase employee awareness and encourage active participation in activities that support sustainability. Sustainable Tourism is implemented through various programs related to environmental conservation, employee welfare, occupational safety, social responsibility, and good governance. The Human Resources Department supports these programs through communication and coordination with the ESG Committee and employees involved in the activities. This report uses a qualitative method, with data collected through observation, interviews, documentation, and literature review during the Practical Work period at Treasure Bay Bintan. The results show that the Human Resources Department acts as a supporting and coordinating department rather than the main executor of all sustainability programs. Its involvement contributes to increasing employee awareness, participation, and responsibility in supporting sustainable practices. Therefore, the Human Resources Department plays a role in strengthening the implementation of Sustainable Tourism and supporting Treasure Bay Bintan as a responsible Tourist Destination that considers environmental, social, and governance aspects in its operations.
