Pengaruh Penyaluran Dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) Baznas dan Pendapatan Perkapita Kabupaten/Kota terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Jawa Timur Periode Tahun 2022-2023
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Pengaruh Penyaluran Dana Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) Baznas dan
Pendapatan Perkapita Kabupaten/Kota Terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi
Jawa Timur Periode Tahun 2022–2023; Siti Sofiyatun Nisak; 210810102024;
2025; Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Jember.
Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan sosial dan ekonomi yang
masih menjadi tantangan utama di Provinsi Jawa Timur, meskipun daerah ini
memiliki potensi sumber daya alam dan ekonomi yang cukup besar. Salah satu
upaya strategis yang dapat dilakukan untuk menekan angka kemiskinan adalah
dengan mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat, infaq, dan sedekah (ZIS), serta
meningkatkan pendapatan Perkapita Kabupaten/Kota. Berdasarkan latar belakang
tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyaluran dana
ZIS BAZNAS dan pendapatan Perkapita Kabupaten/Kota terhadap tingkat
kemiskinan di Provinsi Jawa Timur pada periode 2022–2023.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory
research. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Teknik
analisis yang diterapkan adalah regresi data panel dengan memanfaatkan aplikasi
EViews 12, serta dilengkapi dengan uji asumsi klasik, uji F, uji t, dan pengujian
koefisien determinasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyaluran dana ZIS BAZNAS
memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi
Jawa Timur. Artinya, semakin besar dana ZIS yang disalurkan, maka tingkat
kemiskinan cenderung mengalami penurunan. Demikian pula, pendapatan
Perkapita Kabupaten/Kota berpengaruh negatif dan signifikan terhadap
kemiskinan, di mana peningkatan pendapatan Perkapita Kabupaten/Kota dapat
menurunkan angka kemiskinan di wilayah tersebut. Meskipun demikian, nilai
koefisien determinasi yang diperoleh dalam penelitian ini mengindikasikan bahwa
kedua variabel tersebut hanya mampu menjelaskan sebagian kecil variasi tingkat
kemiskinan. Oleh karena itu, diperlukan kajian terhadap faktor-faktor lain yang
turut memengaruhi kemiskinan guna mendukung upaya pengentasan kemiskinan
secara lebih optimal di Provinsi Jawa Timur.
Description
Reupload file repository 3 Februari 2026_Arif/Halima
