Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Budidaya Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) di DAS Rejoso, Pasuruan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Kabupaten Pasuruan memiliki produktivitas tebu yang belum optimal. Salah
satu penyebabnya adalah pemanfaatan lahan yang belum sepenuhnya
mempertimbangkan kesesuaian biofisik wilayah, khususnya di Daerah Aliran
Sungai (DAS) Rejoso yang merupakan DAS terbesar di Kabupaten Pasuruan.
Kabupaten Pasuruan memiliki potensi pengembangan tebu karena terdapat P3GI
(Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia) dan pabrik gula Kedawung.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan karakteristik lahan di DAS Rejoso,
Pasuruan, (2) menentukan kelas kesesuaian lahan dan faktor pembatas untuk
budidaya tanaman tebu di DAS Rejoso, Pasuruan dan (3) menentukan rekomendasi
pengelolaan lahan untuk budidaya tanaman tebu di DAS Rejoso, Pasuruan. Hasil
penelitian diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kesesuaian lahan
tanaman tebu di DAS Rejoso, Pasuruan dan menjadi pengembangan literatur ilmiah
untuk studi lanjutan dalam bidang evaluasi kesesuaian lahan di DAS Rejoso,
Pasuruan.
Metode yang digunakan adalah eksplorasi deskriptif yang diawali dengan
pembuatan SPL. Tahapan selanjutnya survei lapang dan pengambilan sampel tanah
dari 22 SPL dengan kedalaman 0-20 cm menggunakan metode purposive random
sampling. Sampel tanah kemudian dianalisis laboratorium meliputi tekstur, pH, C Organik, N-Total, Kapasitas Tukar Kation, Kejenuhan Basa, P tersedia, K tersedia,
dan salinitas tanah. Data pengamatan lapang, analisis laboratorium, dan data spasial
dilakukan matching dengan Buku Pedoman Penilaian Kesesuaian Lahan tahun
2016 untuk mendapatkan kelas kesesuaian lahan. Rekomendasi pengelolaan lahan
dilakukan untuk meningkatkan kelas kesesuaian lahan aktual menjadi potensial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual S3
meliputi SPL 1, 3, 4, 6, 12, 14, 15, 16, 19, dan 21 dengan luas 22.262 ha (64,3%);
Kelas N (Tidak Sesuai) meliputi SPL 2, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 13, 17, 18, 20, dan 22
dengan luas 12.342 ha (35,7%). Hasil kesesuaian lahan potensial adalah kelas S2
meliputi SPL 1 dan 14 dengan luas 8.562 ha (24,7%); Kelas S3 meliputi SPL 3, 4,
6, 12, 15, 16, 19, dan 21 dengan luas 13.700 ha (39,6%); Kelas N meliputi SPL 2,
5, 7, 8, 9, 10, 11, 13, 17, 18, 20, dan 22 dengan luas 12.342 ha (35,7%). Faktor
pembatas meliputi suhu, drainase, tekstur tanah, kedalaman efektif, P tersedia, K
tersedia, kejenuhan basa, kemiringan lereng, bahaya erosi dan banjir.
Rekomendasi pengelolaan lahan yang dapat dilakukan meliputi drainase
dengan sistem reynoso, kejenuhan basa menggunakan kapur dolomit dengan dosis
0,12 ton/ha, fosfor tersedia menggunakan pupuk SP36 dosis 244 kg/ha-381 kg/ha.
Berdasarkan hasil evaluasi kesesuaian lahan dan identifikasi faktor pembatas, dapat
disimpulkan bahwa pengembangan budidaya tebu di DAS Rejoso masih memiliki
peluang yang besar apabila disertai dengan pengelolaan lahan yang tepat. Oleh
karena itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam
perencanaan pengembangan lahan tebu untuk mendukung swasembada gula
nasional.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 24
