Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Budidaya Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) di DAS Rejoso, Pasuruan
| dc.contributor.author | Ani Acfiyatul Fardila | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-24T02:57:26Z | |
| dc.date.issued | 2025-06-25 | |
| dc.description | Entry oleh Arif 2026 Februari 24 | |
| dc.description.abstract | Kabupaten Pasuruan memiliki produktivitas tebu yang belum optimal. Salah satu penyebabnya adalah pemanfaatan lahan yang belum sepenuhnya mempertimbangkan kesesuaian biofisik wilayah, khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejoso yang merupakan DAS terbesar di Kabupaten Pasuruan. Kabupaten Pasuruan memiliki potensi pengembangan tebu karena terdapat P3GI (Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia) dan pabrik gula Kedawung. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan karakteristik lahan di DAS Rejoso, Pasuruan, (2) menentukan kelas kesesuaian lahan dan faktor pembatas untuk budidaya tanaman tebu di DAS Rejoso, Pasuruan dan (3) menentukan rekomendasi pengelolaan lahan untuk budidaya tanaman tebu di DAS Rejoso, Pasuruan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kesesuaian lahan tanaman tebu di DAS Rejoso, Pasuruan dan menjadi pengembangan literatur ilmiah untuk studi lanjutan dalam bidang evaluasi kesesuaian lahan di DAS Rejoso, Pasuruan. Metode yang digunakan adalah eksplorasi deskriptif yang diawali dengan pembuatan SPL. Tahapan selanjutnya survei lapang dan pengambilan sampel tanah dari 22 SPL dengan kedalaman 0-20 cm menggunakan metode purposive random sampling. Sampel tanah kemudian dianalisis laboratorium meliputi tekstur, pH, C Organik, N-Total, Kapasitas Tukar Kation, Kejenuhan Basa, P tersedia, K tersedia, dan salinitas tanah. Data pengamatan lapang, analisis laboratorium, dan data spasial dilakukan matching dengan Buku Pedoman Penilaian Kesesuaian Lahan tahun 2016 untuk mendapatkan kelas kesesuaian lahan. Rekomendasi pengelolaan lahan dilakukan untuk meningkatkan kelas kesesuaian lahan aktual menjadi potensial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual S3 meliputi SPL 1, 3, 4, 6, 12, 14, 15, 16, 19, dan 21 dengan luas 22.262 ha (64,3%); Kelas N (Tidak Sesuai) meliputi SPL 2, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 13, 17, 18, 20, dan 22 dengan luas 12.342 ha (35,7%). Hasil kesesuaian lahan potensial adalah kelas S2 meliputi SPL 1 dan 14 dengan luas 8.562 ha (24,7%); Kelas S3 meliputi SPL 3, 4, 6, 12, 15, 16, 19, dan 21 dengan luas 13.700 ha (39,6%); Kelas N meliputi SPL 2, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 13, 17, 18, 20, dan 22 dengan luas 12.342 ha (35,7%). Faktor pembatas meliputi suhu, drainase, tekstur tanah, kedalaman efektif, P tersedia, K tersedia, kejenuhan basa, kemiringan lereng, bahaya erosi dan banjir. Rekomendasi pengelolaan lahan yang dapat dilakukan meliputi drainase dengan sistem reynoso, kejenuhan basa menggunakan kapur dolomit dengan dosis 0,12 ton/ha, fosfor tersedia menggunakan pupuk SP36 dosis 244 kg/ha-381 kg/ha. Berdasarkan hasil evaluasi kesesuaian lahan dan identifikasi faktor pembatas, dapat disimpulkan bahwa pengembangan budidaya tebu di DAS Rejoso masih memiliki peluang yang besar apabila disertai dengan pengelolaan lahan yang tepat. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam perencanaan pengembangan lahan tebu untuk mendukung swasembada gula nasional. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Ir. Bambang Hermiyanto, MP | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4207 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | Evaluasi Kesesuaian Lahan | |
| dc.subject | Daerah Aliran Sungai Rejoso | |
| dc.subject | Tebu | |
| dc.title | Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Budidaya Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) di DAS Rejoso, Pasuruan | |
| dc.type | Other |
