Sintesis dan Karakterisasi Biokomposit Biochar-Pati Terikat Silang Beserta Kajian Lepas Lambatnya Terhadap Urea
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Pupuk urea merupakan pupuk yang mengandung 45% nitrogen yang
berfungsi untuk membantu pertumbuhan akar pada tanaman. Efisiensi pemupukan
tanaman dalam bentuk urea cukup rendah hanya 30-60% urea yang diserap tanaman
karena mudah menguap sehingga menyebabkan 40-70% urea terbuang dan
mencemari lingkungan. Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi pupuk urea
adalah dengan memodifikasi pupuk tersebut menjadi slow release fertilizer (SRF).
SRF memiliki dua komponen utama, yaitu komponen matriks dan komponen bahan
aktif (urea). Material yang digunakan dalam komponen matriks, yaitu polimer alam
berupa pati. Pati digunakan sebagai komponen dalam SRF karena keberadaannya
yang melimpah, dapat terbiodegradasi, dan harganya terjangkau. Namun,
kelemahan pati adalah sifatnya yang hidrofilik, yaitu mudah menyerap air. Hal ini
menyebabkan film yang dihasilkan mudah patah. Salah satu metode untuk
mengatasi permasalahan ini dengan pemberian pengikat silang berupa asam sitrat.
SRF berbahan dasar pati bisa dimodifikasi dengan biochar. Biochar adalah material
kaya karbon yang dihasilkan melalui proses pirolisis. Penelitian ini bertujuan
mengenkapsulasi urea menggunakan biochar, pati dan asam sitrat sebagai matriks
untuk diidentifikasi sifat fisik, karakteristik FTIR, daya serap air terhadap film
biokomposit dan pelepasan ureanya.
Penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu sintesis biokomposit biochar pati, karakterisasi fisikokimia biokomposit serta uji pelepasan urea. Sintesis
biokomposit dilakukan dengan memvariasi pati dan asam sitrat, yakni (6:0); (5:1);
(4,5:1,5); dan (3:1). Hasil biokomposit yang diperoleh akan dikarakterisasi gugus
fungsinya menggunakan FTIR, uji daya serap air menggunakan metode gravimetri,
dan uji pelepasan urea menggunakan metode spektrofotometriHasil dari sintesis biokomposit ini berupa film. Hasil yang diperoleh
menunjukkan bahwa film dengan rasio pati-asam sitrat (6:0) menghasilkan film
yang mudah patah dibandingkan film dengan rasio (5:1); (4.5:1.5); (3:1) yang
menghasilkan film yang tidak mudah patah. Analisis FTIR bertujuan untuk
mengetahui gugus fungsi pada film. Hasil FTIR pada penelitian ini, menunjukkan
adanya gugus -OH, -NH, C=O, C-O, dan C-H yang mengindikasikan telah
terjadinya reaksi esterifikasi antara pati dan asam sitrat serta menunjukkan adanya
urea dan biochar. Uji daya serap air (DSA) dilakukan untuk menentukan
kemampuan film biokomposit biochar-pati dalam menyerap air hingga mencapai
kesetimbangan. Hasil uji menunjukkan bahwa film dengan rasio pati-asam sitrat
(6:0) menunjukkan nilai DSA paling tinggi dibandingkan dengan film yang
menggunakan asam sitrat. Film dengan rasio (3:2) memiliki nilai DSA paling
rendah. Semakin bertambahnya kandungan asam sitrat, maka nilai DSA akan
semakin rendah. Hal ini dikarenakan terbentuknya ikat silang antara pati dan asam
sitrat, yang meningkatkan kerapatan struktur biokomposit. Uji pelepasan urea
dilakukan selama 96 jam, dengan kondisi setimbang mulai terbentuk pada jam ke-
72. Film biokomposit biochar-pati tanpa asam sitrat menunjukkan nilai persen
massa urea terlepas lebih tinggi dibandingkan dengan film yang mengandung asam
sitrat. Film dengan rasio pati dan asam sitrat (3:2) menunjukkan nilai % massa
terlepas paling rendah. Semakin banyak asam sitrat yang ditambahkan, semakin
rendah % massa urea yang terlepas, karena ikatan silang yang terbentuk
menghambat difusi air pada film biokomposit
Description
Reupload file repository 2 Februari 2026_arif/halima
