Peran Aksi Kolektif HIPPA Terhadap Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi di Kabupaten Lumajang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Irigasi merupakan suatu usaha penyediaan dan pembagian air untuk
menunjang sektor pertanian. Irigasi dalam sektor pertanian sangat
berpengaruh pada hasil panen yang akan dihasilkan petani. Mengingat
pentingnya irigasi, maka proses penyaluran air dari sumber air ke lahan
sawah harus diperhatikan. Permasalahan dalam pengelolaan irigasi sangat
komplek, baik dari segi fisik maupun kelembagaan. Berdasarkan Peraturan
Pemerintah nomor 23 tahun 1982, pemerintah telah menyerahkan tanggung
jawab kepada perkumpulan petani pemakai air atas pengelolaan jaringan
irigasi khususnya pada jaringan irigasi tersier. Hal tersebut seringkali kurang
ada aksi kolektif dari petani sehingga jaringan irigasi kurang terawat.
Pengelolaan irigasi perlu ditingkatkan untuk optimalisasi jaringan irigasi. Peran
HIPPA (Himpunan Petani Pemakai Air) sebagai suatu wadah organisasi petani
pemakai air sangat dibutuhkan untuk meningkatkan partisipasi petani untuk
melakukan aksi kolektif.. Aksi kolektif yang didasari saling percaya akan
meningkatkan partisipasi patani dalam berbagai bentuk dan dimensi terutama
dalam konteks kemajuan bersama dalam pengelolaan jaringan irigasi.
Kabupaten Lumajang merupakan kabupaten yang memiliki permasalahan
pengelolaan jaringan irigasi, sehingga perlu adanya peningkatan aksi kolektif
terhadap pengelolaan jaringan irigasi melalui HIPPA. Berdasarkan permasalahan
tersebut, penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui aksi kolektif HIPPA
dalam pengelolaan jaringan irigasi , (2) Mengetahui kondisi jaringan irigasi (3)
Mengetahui korelasi aksi kolektif dengan karakteristik sosial ekonomi anggota
HIPPA dan kondisi jaringan irigasi, dan (4) Mengetahui strategi meningkatkan
aksi kolektif HIPPA sebagai upaya peningkatan kegiatan operasi dan
pemeliharaan jaringan irigasi. Penelitian dilakukan di Daerah Irigasi Curah Menjangan Desa Dawuhan Lor
Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang dengan pertimbangan bahwa di Desa
Dawuhan Lor diyakini memiliki HIPPA yang paling aktif di Kabupaten Lumajang.
Metode penelitian ini adalah deskriptif dan analitik. Metode pengumpulan data
dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner, observasi dan dokumentasi.
Responden dalam penelitian ini sebanyak 43 petani dan 5 responden ahli atau expert
(pihak yang dianggap mempunyai kemampuan mengerti permasalahan yang terkait)
yaitu 2 expert dari HIPPA Desa Dawuhan Lor, 1 expert dari Dinas Pertanian
Kabupaten Lumajang, 1 expert Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Sukodono,
dan 1 expert dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lumajang. Analisis data
menggunakan (1) Analisis skoring aksi kolektif, (2) Analisis skoring kondisi jaringan
irigasi, (3) Analisis korelasi rank spearman aksi kolektif dengan karakteristik sosial
ekonomi anggota HIPPA dan kondisi jaringan irigasi, dan (4) Analisis FFA strategi
peningkatan aksi kolektif.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Tingkat aksi kolektif HIPPA di Daerah
Irigasi Curah Menjanan Desa Dawuhan Lor Kecamatan Sukodono Kabupaten
Lumajang adalah sedang dengan nilai 42,11; (2) Kondisi jaringan irigasi di Daerah
Irigasi Curah Menjanan Desa Dawuhan Lor Kecamatan Sukodono Kabupaten
Lumajang adalah sedang dengan nilai 42,08; (3) Aksi kolektif mempunyai hubungan
secara signifikan dengan pendidikan, luas lahan, jarak lahan ke saluran tersier,
penerimaan, dan kondisi jaringan irigasi dan tidak terdapat hubungan secara signifikan
dengan umur dan pengalaman; (4) Faktor pendorong peningkatan aksi kolektif HIPPA
terhadap operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi adalah dari aspek kelembagaannya
yaitu petani mengakui keberadaan HIPPA, sedangkan faktor penghambatnya yaitu
beberapa anggota bersifat pasif. Strategi agar dapat meningkatkan aksi kolektif HIPPA
terhadap operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi yaitu HIPPA lebih sering
mengadakan sosialisasi kepada petani mengenai pentingnya jaringan irigasi dengan
harapan bahwa petani dapat meningkatkan kontribusi dalam aksi kolektif baik dari
aspek pendapat, tenaga, uang, maupun kehadiran.
Description
:: Finalisasi file repositori 24 September 2026_Kurnadi
