Pemetaan Wilayah Berisiko Demam Berdarah Dengue Berbasis Perilaku Pencegahan Pada Empat Kecamatan Di Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas ilmu kesehatan masyarakat
Abstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu permasalahan
utama kesehatan masyarakat di dunia. Persebaran vektor penyakit ini, yaitu
nyamuk spesies aedes kini telah menjangkau 100 negara dari Afrika, Amerika,
bagian Timur Mediaterania, Asia Tenggara, hingga bagian Barat Pasifik dengan
390 juta kasus pada tahun 2013. Indonesia sendiri dinobatkan sebagai negara
dengan kasus DBD terbanyak di Asia Tenggara pada tahun 2010. Kabupaten
Jember merupakan penyumbang salah satu daerah angka tertinggi kejadian DBD,
selain itu daerah pedesaan di Kabupaten Jember kini mengalami peningkatan
kasus DBD selama 3 tahun terakhir. Demam Berdarah Dengue umumnya memiliki strereotipe banyak terjadi
di daerah urban atau semi urban, namun sekarang kejadian DBD mulai menyerang
daerah pedesaan seiring dengan perkembangan daerah tersebut. Pola baru
penyebaran kasus DBD di Kabupaten Jember juga dipengaruhi oleh perilaku
pencegahan penyakit. Suatu sistem surveilans diperlukan sebagai bentuk upaya
pencegahan untuk mengetahui status kesehatan masyarakat, memantau status
kesehatan masyarakat, sebagai data dasar dalam menentukan prioritas kesehatan
dan mengevaluasi program kesehatan. Sistem surveilans berbasis Sistem
Informasi Geografis (SIG) dapat menjadi solusinya, SIG dapat dijadikan sebagai
alat bantu yang digunakan untuk memantau kondisi daerah terhadap penyakit
DBD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian hasil
pemetaan wilayah berisiko DBD dengan status kerawanan daerah pada empat
kecamatan di Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, sedangkan
pendekatan penelitian ini adalah analitik observasional. Apabila dilihat
berdasarkan waktunya, maka desain penelitian ini adalah crossectional. Terdapat
empat Kecamatan di Kabupaten Jember yang menjadi tempat penelitian yaitu
Kecamatan Mumbulsari, Kecamatan Panti, Kecamatan Pakusari dan Kecamatan
Arjasa. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga pada empat
kecamatan di Kabupaten Jember sebanyak 64.132 kepala keluarga/rumah tangga.
Sampel pada penelitian ini adalah sebagian dari kepala keluarga yang berada pada
daerah hasil clustering. Adapun kriteria inklusi sampel penelitian ini adalah 1)
kepala keluarga atau anggota keluarga lainnya, 2) bertempat tinggal di wilayah
penelitian minimal satu tahun, 3) berusia minimal > 17 tahun, 4) bersedia menjadi
responden penelitian. Kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah 1) individu yang
sudah meninggal pada saat atau sebelum penelitian dilakukan oleh peneliti, 2)
Individu dengan data kependudukan yang tidak sesuai dengan daerah penelitian.
Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan
dokumentasi dengan bantuan surveyor. Terdapat empat metode analisis data yaitu
analisis univariat, bivariat dan multivariat yang dianalisis menggunakan aplikasi
Statistical Products and Service Solutions (SPSS). Analisis spasial yang
digunakan untuk membentuk peta, menggunakan aplikasi SIG.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa terdapat hubungan
antara penerapan strategi promosi kesehatan dengan faktor predisposisi (p value
0,000), reinforcing (p value 0,000) dan enabling perilaku pencegahan DBD (p
value 0,012). Ketitga faktor tersebut juga berhubungan dengan perilaku
pencegahan DBD, perilaku pencegahan sendiri berhubungan dengan kejadian
DBD. Hanya variabel kondisi lingkungan yang tidak berhubungan dengan
kejadian DBD (p value 0,000). Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian
DBD di Kabupaten Jember adalah perilaku kesehatan terkait pencegahan penyakit
DBD. Hasil analisis sapasial menyatakan bahwa Kecamatan Pakusari dan
Kecamatan Mumbulsari yang berada pada kategori risiko sedang, sedangkan
Kecamatan Panti dan Kecamatan Arjasa berada pada kategori risiko rendah.
Adapun hasil pengujian kesesuaian antara pemetaan kerawanan dengan hasil
pemetaan wilayah berisiko menunjukkan kesesuaian. Hal ini menunjukkan
penggunaan indikator pemetaan dapat digunakan untuk memetakan wilayah
berisiko DBD pada tingkat Kecamatan di Kabupaten Jember.
Adapun saran yang diajukan peneliti berdasarkan hasil temuan penelitian
adalah inovasi edukasi kesehatan melalui penysunan manual book berupa panduan
penerapan perilaku kesehatan bagi setiap anggota keluarga, mengoptimalisasikan
jenis dan saluran media promosi kesehatan yang diberikan kepada masyarakat
melalui media sosial, radio dan televisi dengan jenis media yang beragam seperti
lagu, vidio maupun flipchart dan pembentukan aplikasi pemetaan wilayah
berisiko demam berdarah dengue.
Description
reupload file repository 15 april 2026 izza/toufik
