Pemetaan Wilayah Berisiko Demam Berdarah Dengue Berbasis Perilaku Pencegahan Pada Empat Kecamatan Di Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Bhisma Satya Dharma | |
| dc.date.accessioned | 2026-04-15T06:31:45Z | |
| dc.date.issued | 2020-09-12 | |
| dc.description | reupload file repository 15 april 2026 izza/toufik | |
| dc.description.abstract | Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu permasalahan utama kesehatan masyarakat di dunia. Persebaran vektor penyakit ini, yaitu nyamuk spesies aedes kini telah menjangkau 100 negara dari Afrika, Amerika, bagian Timur Mediaterania, Asia Tenggara, hingga bagian Barat Pasifik dengan 390 juta kasus pada tahun 2013. Indonesia sendiri dinobatkan sebagai negara dengan kasus DBD terbanyak di Asia Tenggara pada tahun 2010. Kabupaten Jember merupakan penyumbang salah satu daerah angka tertinggi kejadian DBD, selain itu daerah pedesaan di Kabupaten Jember kini mengalami peningkatan kasus DBD selama 3 tahun terakhir. Demam Berdarah Dengue umumnya memiliki strereotipe banyak terjadi di daerah urban atau semi urban, namun sekarang kejadian DBD mulai menyerang daerah pedesaan seiring dengan perkembangan daerah tersebut. Pola baru penyebaran kasus DBD di Kabupaten Jember juga dipengaruhi oleh perilaku pencegahan penyakit. Suatu sistem surveilans diperlukan sebagai bentuk upaya pencegahan untuk mengetahui status kesehatan masyarakat, memantau status kesehatan masyarakat, sebagai data dasar dalam menentukan prioritas kesehatan dan mengevaluasi program kesehatan. Sistem surveilans berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat menjadi solusinya, SIG dapat dijadikan sebagai alat bantu yang digunakan untuk memantau kondisi daerah terhadap penyakit DBD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian hasil pemetaan wilayah berisiko DBD dengan status kerawanan daerah pada empat kecamatan di Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, sedangkan pendekatan penelitian ini adalah analitik observasional. Apabila dilihat berdasarkan waktunya, maka desain penelitian ini adalah crossectional. Terdapat empat Kecamatan di Kabupaten Jember yang menjadi tempat penelitian yaitu Kecamatan Mumbulsari, Kecamatan Panti, Kecamatan Pakusari dan Kecamatan Arjasa. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga pada empat kecamatan di Kabupaten Jember sebanyak 64.132 kepala keluarga/rumah tangga. Sampel pada penelitian ini adalah sebagian dari kepala keluarga yang berada pada daerah hasil clustering. Adapun kriteria inklusi sampel penelitian ini adalah 1) kepala keluarga atau anggota keluarga lainnya, 2) bertempat tinggal di wilayah penelitian minimal satu tahun, 3) berusia minimal > 17 tahun, 4) bersedia menjadi responden penelitian. Kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah 1) individu yang sudah meninggal pada saat atau sebelum penelitian dilakukan oleh peneliti, 2) Individu dengan data kependudukan yang tidak sesuai dengan daerah penelitian. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi dengan bantuan surveyor. Terdapat empat metode analisis data yaitu analisis univariat, bivariat dan multivariat yang dianalisis menggunakan aplikasi Statistical Products and Service Solutions (SPSS). Analisis spasial yang digunakan untuk membentuk peta, menggunakan aplikasi SIG. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa terdapat hubungan antara penerapan strategi promosi kesehatan dengan faktor predisposisi (p value 0,000), reinforcing (p value 0,000) dan enabling perilaku pencegahan DBD (p value 0,012). Ketitga faktor tersebut juga berhubungan dengan perilaku pencegahan DBD, perilaku pencegahan sendiri berhubungan dengan kejadian DBD. Hanya variabel kondisi lingkungan yang tidak berhubungan dengan kejadian DBD (p value 0,000). Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian DBD di Kabupaten Jember adalah perilaku kesehatan terkait pencegahan penyakit DBD. Hasil analisis sapasial menyatakan bahwa Kecamatan Pakusari dan Kecamatan Mumbulsari yang berada pada kategori risiko sedang, sedangkan Kecamatan Panti dan Kecamatan Arjasa berada pada kategori risiko rendah. Adapun hasil pengujian kesesuaian antara pemetaan kerawanan dengan hasil pemetaan wilayah berisiko menunjukkan kesesuaian. Hal ini menunjukkan penggunaan indikator pemetaan dapat digunakan untuk memetakan wilayah berisiko DBD pada tingkat Kecamatan di Kabupaten Jember. Adapun saran yang diajukan peneliti berdasarkan hasil temuan penelitian adalah inovasi edukasi kesehatan melalui penysunan manual book berupa panduan penerapan perilaku kesehatan bagi setiap anggota keluarga, mengoptimalisasikan jenis dan saluran media promosi kesehatan yang diberikan kepada masyarakat melalui media sosial, radio dan televisi dengan jenis media yang beragam seperti lagu, vidio maupun flipchart dan pembentukan aplikasi pemetaan wilayah berisiko demam berdarah dengue. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Dewi Rokhmah, S. KM., M. Kes. DPA: Dr. Isa ma‟rufi, S. KM., M. Kes. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/7165 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | fakultas ilmu kesehatan masyarakat | |
| dc.subject | Demam Berdarah | |
| dc.title | Pemetaan Wilayah Berisiko Demam Berdarah Dengue Berbasis Perilaku Pencegahan Pada Empat Kecamatan Di Kabupaten Jember | |
| dc.type | Other |
