Pengaruh Orkidektomi Unilateral Terhadap Struktur Otot Rangka Tikus (Rattus norvegicus)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Testosteron merupakan hormon androgen utama yang berperan penting
dalam fungsi reproduksi dan non reproduksi seperti mempertahankan massa,
kekuatan serta struktur otot rangka pada pria. Kadar testosteron dapat mengalami
penurunan karena gangguan fungsi testis seperti hipogonadisme atau prosedur
orkidektomi. Orkidektomi unilateral merupakan prosedur pengangkatan satu testis
yang berpotensi menurunkan produksi testosteron namun memungkinkan adanya
kompensasi hormonal dari testis yang tersisa. Oleh karena itu penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui pengaruh orkidektomi unilateral terhadap struktur otot
rangka tikus (Rattus norvegicus), terutama otot tibialis anterior.
Desain eksperimental penelitian ini menggunakan 20 ekor tikus jantan
(Rattus norvegicus) strain Wistar berumur 7 bulan yang dikelompokkan menjadi
dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan orkidektomi. Pemulihan setelah
orkidektomi unilateral dilakukan selama 12 minggu dan sehari setelahnya
dilakukan pengambilan otot tibialis anterior untuk pengukuran morfologi otot
meliputi: panjang, lebar dan berat otot, selain itu juga dilakukan pengukuran
histologi meliputi Cross Sectional Area (CSA) dan jumlah inti sel setiap serabut
otot. Preparat histologi otot dibuat dengan metode parafin dan pewarnaan
Hematoksilin – Eosin (HE). Hasil pengukuran lebar dan berat otot dianalisis
menggunakan uji independent samples t-test dengan signifikansi p < 0,05 karena
data terdistribusi normal dan homogen, sedangkan panjang otot, CSA dan jumlah
inti dianalisis menggunakan uji non parametrik Mann-Whitney karena data tidak
terdistribusi normal dan.homogen dengan signifikansi p < 0,05.
Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan orkidektomi unilateral tidak
berpengaruh signifikan terhadap panjang, lebar dan berat otot, serta CSA otot
tibialis anterior. Namun orkidektomi unilateral berpengaruh signifikan terhadap
jumlah inti sel setiap serabut otot. Meskipun tidak berpengaruh signifikan, data
pengukuran morfologi menunjukkan kecenderungan peningkatan morfologi berupa
panjang, lebar, dan berat otot tibialis anterior pasca orkidektomi unilateral.
Demikian pula pada pengamatan histologi struktur otot menunjukkan pada
perlakuan orkidektomi unilateral ukuran serabut otot (CSA) lebih besar
dibandingkan perlakuan kontrol. Perbedaan yang tidak signifikan pada morfologi
dan CSA otot tibialis anterior ini diduga berkaitan dengan kemampuan tikus dewasa
dalam melakukan kompensasi testosteron melalui testis yang tersisa sehingga dapat
mempertahankan kadar testosteron serum. Otot tibialis anterior bersifat androgen
insensitif sehingga perubahan kadar testosteron akibat pasca orkidektomi unilateral
tidak secara langsung mempengaruhi massa dan struktur otot tibilais anterior tikus.
Hasil pengukuran jumlah inti sel menunjukkan perbedaan yang signifikan antara
kontrol dan orkidektomi unilateral. Hal ini diduga karena adanya aktivasi sel satelit
dan jalur anabolik non-androgenik seperti IGF-1, Akt, mTOR yang berperan dalam
mempertahankan dan meningkatkan struktur serabut otot.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa orkidektomi
unilateral tidak mempengaruhi panjang, lebar,
berat, dan CSA namun
meningkatkan jumlah inti sel otot tibialis anterior pada tikus jantan dewasa.
Penelitian ini menunjukkan mekanisme kompensasi hormonal dan aktivasi jalur
anabolik otot berperan penting dalam mempertahankan struktur otot rangka tikus
pasca orkidektomi unilateral.
Description
Reupload Repositori File 04 Juni 2026_Kholif Basri
:: Finalisasi Repositori File 5 Juni 2026_Kurnadi
