Pengaruh Orkidektomi Unilateral Terhadap Struktur Otot Rangka Tikus (Rattus norvegicus)
| dc.contributor.author | Dhea Citra Sahara | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-04T21:56:41Z | |
| dc.date.issued | 2026-01-12 | |
| dc.description | Reupload Repositori File 04 Juni 2026_Kholif Basri :: Finalisasi Repositori File 5 Juni 2026_Kurnadi | |
| dc.description.abstract | Testosteron merupakan hormon androgen utama yang berperan penting dalam fungsi reproduksi dan non reproduksi seperti mempertahankan massa, kekuatan serta struktur otot rangka pada pria. Kadar testosteron dapat mengalami penurunan karena gangguan fungsi testis seperti hipogonadisme atau prosedur orkidektomi. Orkidektomi unilateral merupakan prosedur pengangkatan satu testis yang berpotensi menurunkan produksi testosteron namun memungkinkan adanya kompensasi hormonal dari testis yang tersisa. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh orkidektomi unilateral terhadap struktur otot rangka tikus (Rattus norvegicus), terutama otot tibialis anterior. Desain eksperimental penelitian ini menggunakan 20 ekor tikus jantan (Rattus norvegicus) strain Wistar berumur 7 bulan yang dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan orkidektomi. Pemulihan setelah orkidektomi unilateral dilakukan selama 12 minggu dan sehari setelahnya dilakukan pengambilan otot tibialis anterior untuk pengukuran morfologi otot meliputi: panjang, lebar dan berat otot, selain itu juga dilakukan pengukuran histologi meliputi Cross Sectional Area (CSA) dan jumlah inti sel setiap serabut otot. Preparat histologi otot dibuat dengan metode parafin dan pewarnaan Hematoksilin – Eosin (HE). Hasil pengukuran lebar dan berat otot dianalisis menggunakan uji independent samples t-test dengan signifikansi p < 0,05 karena data terdistribusi normal dan homogen, sedangkan panjang otot, CSA dan jumlah inti dianalisis menggunakan uji non parametrik Mann-Whitney karena data tidak terdistribusi normal dan.homogen dengan signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan orkidektomi unilateral tidak berpengaruh signifikan terhadap panjang, lebar dan berat otot, serta CSA otot tibialis anterior. Namun orkidektomi unilateral berpengaruh signifikan terhadap jumlah inti sel setiap serabut otot. Meskipun tidak berpengaruh signifikan, data pengukuran morfologi menunjukkan kecenderungan peningkatan morfologi berupa panjang, lebar, dan berat otot tibialis anterior pasca orkidektomi unilateral. Demikian pula pada pengamatan histologi struktur otot menunjukkan pada perlakuan orkidektomi unilateral ukuran serabut otot (CSA) lebih besar dibandingkan perlakuan kontrol. Perbedaan yang tidak signifikan pada morfologi dan CSA otot tibialis anterior ini diduga berkaitan dengan kemampuan tikus dewasa dalam melakukan kompensasi testosteron melalui testis yang tersisa sehingga dapat mempertahankan kadar testosteron serum. Otot tibialis anterior bersifat androgen insensitif sehingga perubahan kadar testosteron akibat pasca orkidektomi unilateral tidak secara langsung mempengaruhi massa dan struktur otot tibilais anterior tikus. Hasil pengukuran jumlah inti sel menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kontrol dan orkidektomi unilateral. Hal ini diduga karena adanya aktivasi sel satelit dan jalur anabolik non-androgenik seperti IGF-1, Akt, mTOR yang berperan dalam mempertahankan dan meningkatkan struktur serabut otot. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa orkidektomi unilateral tidak mempengaruhi panjang, lebar, berat, dan CSA namun meningkatkan jumlah inti sel otot tibialis anterior pada tikus jantan dewasa. Penelitian ini menunjukkan mekanisme kompensasi hormonal dan aktivasi jalur anabolik otot berperan penting dalam mempertahankan struktur otot rangka tikus pasca orkidektomi unilateral. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Eva Tyas Utami, S.Si., M.Si Dosen Pembimbing Anggota: -- | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8097 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam | |
| dc.subject | Testosteron | |
| dc.subject | hormon androgen | |
| dc.subject | fungsi reproduksi | |
| dc.subject | struktur otot | |
| dc.subject | hipogonadisme | |
| dc.subject | orkidektomi | |
| dc.title | Pengaruh Orkidektomi Unilateral Terhadap Struktur Otot Rangka Tikus (Rattus norvegicus) | |
| dc.type | Other |
