Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Lanjut Usia (Lansia) merupakan kelompok orang yang telah mencapai usia
60 tahun keatas, yang menandakan memasuki tahap akhir dari fase kehidupan.
Lansia akan mengalami suatu proses yang disebut proses penuaan. Proses penuaan
merupakan proses alami yang melibatkan perubahan fisik, sosial, dam psikologis
selain itu juga mengalami perubahan pada fungsi kognitifnya. Fungsi kognitif yang
sering mengalami penurunan kemampuan di awal adalah memori. Penurunan
memori jangka pendek lebih sering terjadi pada lansia. Salat tahajud adalah salat
sunah yang paling dianjurkan untuk dilakukan setelah salat wajib. Salat dapat
meningkatkan aktivitas gelombang alfa. Tingginya tingkat aktivitas saat salat
dikaitkan dengan peningkatan relaksasi. Keadaan ini dapat menigkatkan atensi,
mampu menyimpan dan memproses informasi dengan baik, yang pada akhirnya
meningkatkan memori jangka pendek. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh salat tahajud terhadap memori jangka pendek pada lansia di
Karang Werda Sumbersari, Patrang, Kaliwates, Sumberjambe, Silo, dan Puger.
Jenis penelitian yang digunakan merupakan analitik observasional dengan
rancangan penelitian cross sectional yang dilakukan dari Agustus sampai Oktober
2023. Tempat penelitian ini dilakukan di Karang Werda Kecamatan Sumbersari,
Patrang, Kaliwates, Silo, Sumberjambe, dan Puger. Sampel penelitian adalah lansia
yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Besar sampel yang digunakan
pada penelitian ini adalah motode Accidental Sampling. Penelitian mendapatkan 40
sampel dengan laki- laki yang menjalankan salat tahajud ada 8 (72.73%) dan yang
tidak menjalankan ada 3 (27,27%) sedangkan perempuan yang menjalankan ada 23
(79,31%) dan yang tidak menjalankan ada 6 (20,69%). Nilai median dari totol nilai
digit forward dan backward adalah 6. Nilai median tertinggi yaitu pada frekuensi salat tahajud 6-7 kali dengan nilai 7. Nilai median tertinggi yaitu pada sampel yang
melaksanakan salat tahajud 2 dan 8 rakaat dengan nilai 7. Hasil uji Kruskal-Wallis
antara kelompok frekuensi salat tahajud terhadap memori jangka pendek
didapatkan nilai p-value 0,00 (<0,05) sedangkan kelompok rakaat salat tahajud
terhadap memori jangka pendek didapatkan nilai p-value 0,01 (<0,05) yang dapat
diartikan terdapat perbedaan bermakna.
Kesimpulan penelitian ini terdapat pengaruh salat tahajud terhadap memori
jangka pendek pada lansia di Karang Werda Sumbersari, Patrang, Kaliwates,
Sumberjambe, Silo, dan Puger. Lansia yang melaksanakan salat tahajud baik dilihat
dari frekuensi maupun jumlah rakaat salat tahajud memiliki memori jangka pendek
yang lebih baik dibandingkan yang tidak melaksanakan salat tahajud
Description
Reupload Repository 10 Februari 2026_Hasyim/Firdiana
