Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember

dc.contributor.authorArmando Hayden Maghriza Pratama
dc.date.accessioned2026-02-10T08:11:11Z
dc.date.issued2024-07-03
dc.descriptionReupload Repository 10 Februari 2026_Hasyim/Firdiana
dc.description.abstractLanjut Usia (Lansia) merupakan kelompok orang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas, yang menandakan memasuki tahap akhir dari fase kehidupan. Lansia akan mengalami suatu proses yang disebut proses penuaan. Proses penuaan merupakan proses alami yang melibatkan perubahan fisik, sosial, dam psikologis selain itu juga mengalami perubahan pada fungsi kognitifnya. Fungsi kognitif yang sering mengalami penurunan kemampuan di awal adalah memori. Penurunan memori jangka pendek lebih sering terjadi pada lansia. Salat tahajud adalah salat sunah yang paling dianjurkan untuk dilakukan setelah salat wajib. Salat dapat meningkatkan aktivitas gelombang alfa. Tingginya tingkat aktivitas saat salat dikaitkan dengan peningkatan relaksasi. Keadaan ini dapat menigkatkan atensi, mampu menyimpan dan memproses informasi dengan baik, yang pada akhirnya meningkatkan memori jangka pendek. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh salat tahajud terhadap memori jangka pendek pada lansia di Karang Werda Sumbersari, Patrang, Kaliwates, Sumberjambe, Silo, dan Puger. Jenis penelitian yang digunakan merupakan analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional yang dilakukan dari Agustus sampai Oktober 2023. Tempat penelitian ini dilakukan di Karang Werda Kecamatan Sumbersari, Patrang, Kaliwates, Silo, Sumberjambe, dan Puger. Sampel penelitian adalah lansia yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Besar sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah motode Accidental Sampling. Penelitian mendapatkan 40 sampel dengan laki- laki yang menjalankan salat tahajud ada 8 (72.73%) dan yang tidak menjalankan ada 3 (27,27%) sedangkan perempuan yang menjalankan ada 23 (79,31%) dan yang tidak menjalankan ada 6 (20,69%). Nilai median dari totol nilai digit forward dan backward adalah 6. Nilai median tertinggi yaitu pada frekuensi salat tahajud 6-7 kali dengan nilai 7. Nilai median tertinggi yaitu pada sampel yang melaksanakan salat tahajud 2 dan 8 rakaat dengan nilai 7. Hasil uji Kruskal-Wallis antara kelompok frekuensi salat tahajud terhadap memori jangka pendek didapatkan nilai p-value 0,00 (<0,05) sedangkan kelompok rakaat salat tahajud terhadap memori jangka pendek didapatkan nilai p-value 0,01 (<0,05) yang dapat diartikan terdapat perbedaan bermakna. Kesimpulan penelitian ini terdapat pengaruh salat tahajud terhadap memori jangka pendek pada lansia di Karang Werda Sumbersari, Patrang, Kaliwates, Sumberjambe, Silo, dan Puger. Lansia yang melaksanakan salat tahajud baik dilihat dari frekuensi maupun jumlah rakaat salat tahajud memiliki memori jangka pendek yang lebih baik dibandingkan yang tidak melaksanakan salat tahajud
dc.description.sponsorshipDPU: dr. Kristianningrum Dian Sofiana, M.Biomed. DPA: dr. Azham Purwandhono, M.Si, Sp.N
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2700
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kedokteran
dc.subjectSalat Tahajud
dc.subjectMemori Jangka Pendek
dc.subjectLanjut Usia (Lansia)
dc.titlePengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Armando Hayden Maghriza Pratama - 202010101094.pdf
Size:
1.9 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: