Trem Tulungagung – Tugu Tahun 1919-1965
Loading...
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Kedatangan orang Eropa ke Nusantara mengenalkan salah satu inovasi baru
dalam hal transportasi pasca adanya Revolusi Industri. Transportasi menjadi hal
paling penting untuk melakukan mobilisasi masyarakat. Pengenalan kendaraan
berbasis rel karena dinilai mampu mengangkut komoditas dalam jumlah besar.
Pembangunan jalur utama lintas timur (Oosterlijnen) dan lintas barat (Westerlijnen)
menjadi proyek besar di akhir abad 19 dan abad 20-an. Salah satu perusahaan kereta
api yang merupakan milik negara bernama Staatspoor en Tramwegen (SS) berhasil
membangun banyak jalur kereta di Pulau Jawa. Salah satunya adalah jalur trem
Tulungagung – Tugu sepanjang 48 kilometer. Jalur trem Tulungagung-Tugu
menjadi salah satu jalur penting karena di wilayah Tulungagung cara mobilitas
masyarakatnya masih bersifat tradisional yang banyak mengalami kendala dan
medan yang dilalui masih berupa tanah yang belum dikeraskan sehingga mudah
becek saat musim hujan.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menganalisis latar belakang
pembangunan jalur trem Tulungagung- Tugu, (2) mengkaji pembangunan jalur
trem Tulungagung-Tugu, (3) menelaah pasang surut jalur trem Tulungagung-Tugu
pada tahun 1920-1932. Manfaat penelitian : (1) mampu memberikan kontribusi
sebagai referensi yang akan mengkaji tentang transportasi kereta api dan trem
khususnya di Tulungagung dan Trenggalek secara lebih lanjut; (2) mampu
menambah informasi bahwa di era kolonial terdapat jalur kereta api dari Kabupaten
Tulungagung ke Kabupaten Trenggalek; (3) mampu memberikan tambahan
wawasan mengenai sejarah transportasi berbasis rel di Tulungagung.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah
menurut Kuntowijoyo dengan lima tahapan, yaitu: (1) pemilihan topik; (2) pengumpulan sumber atau heuristik; (3) verifikasi (kritik dan keabsahan sumber);
(4) intepretasi; (5) historiografi atau penulisan. Pendekatan yang digunakan oleh
penulis adalah pendekatan struktural dan teori yang digunakan adalah teori
transportasi oleh Paul dan Slack.
Hasil penelitian ditemukan bahwa latar pembangunan jalur trem ini karena
dipengaruhi oleh kondisi geografis Kabupaten Tulungagung di sisi selatan yang
merupakan pegunungan marmer dan kapur. Sehingga trem digunakan dalam hal
pengangkutan marmer dan kapur ke pusat kota Tulungagung karena jalurnya berada
di sekitar kawasan industri kapur dan kemudian untuk kepentingan mobilitas
penduduk dalam hal pemerataan wilayah. Selama beroperasi melayani
pengangkutan orang dan barang, pendapatan terbesar yang diperoleh jalur trem ini
dari pengangkutan barang yang terdiri dari barang pribadi dan barang negara.
Dampak yang diberikan jalur trem Tulungagung – Tugu terhadap mobilitas
masyarakat, di antaranya mempengaruhi arus pertumbuhan penduduk di wilayah
Tulungagung yang mengalami peningkatan sekitar 30.000-an jiwa serta
mempengaruhi masyarakat untuk bermigrasi untuk menetap ke daerah lain dengan
tujuan memperoleh pekerjaan yang lebih baik dibandingkan daerah asal. Segi
perekonomian, jalur Tulungagung – Tugu mempengaruhi dalam hal pekerjaan baru
yang timbul di sekitar area stasiun/halte dan mempengaruhi arus distribusi pada
usaha rumahan. Dalam tata ruang kota mempengaruhi terbentuknya pemukiman
berbentuk memanjang sesuai jalur kereta dan pembangunan infrastruktur kota
semakin meningkat. Dalam perkembangan transportasi masa kini, tenaga
penggerak kereta dan mutu pelayanan mengalami perkembangan untuk menunjang
kenyamanan dan keamanan penumpang.
Simpulan dari penelitian ini yaitu pembangunan trem Tulungagung – Tugu
digunakan untuk mobilitas masyarakat, baik dalam kegiatan sosial mau pun
ekonomi, yang mulai dioperasikan SS sebagai jalur lalu lintas umum sejak tanggal
15 Juli 1921. Jalur tersebut hanya mampu beroperasi kurang lebih selama 1
dasawarsa hingga pada akhirnya harus dihentikan secara permanen oleh SS per
tanggal 1 November 1932. Keberlanjutan dalam pendistribusian barang tetap dilakukan dengan menggunakan layanan truk. Keberadaan jalur trem Tulungagung-
Tugu membawa dampak positif bagi Kabupaten Tulungagung. Pembongkaran
sarana dan prasarana dilakukan pada tahun 1960 dan SS saat itu telah
dinasionalisasikan menjadi PNKA (Perusahaan Negara Kereta Api).
Description
Reupload File Repositori 20 Februari 2026_Rudi H/Ardi
