Trem Tulungagung – Tugu Tahun 1919-1965

dc.contributor.authorLucky Rahmanisa Fadia Cut Tari Winaryo
dc.date.accessioned2026-02-20T03:03:04Z
dc.date.issued2024-06-19
dc.descriptionReupload File Repositori 20 Februari 2026_Rudi H/Ardi
dc.description.abstractKedatangan orang Eropa ke Nusantara mengenalkan salah satu inovasi baru dalam hal transportasi pasca adanya Revolusi Industri. Transportasi menjadi hal paling penting untuk melakukan mobilisasi masyarakat. Pengenalan kendaraan berbasis rel karena dinilai mampu mengangkut komoditas dalam jumlah besar. Pembangunan jalur utama lintas timur (Oosterlijnen) dan lintas barat (Westerlijnen) menjadi proyek besar di akhir abad 19 dan abad 20-an. Salah satu perusahaan kereta api yang merupakan milik negara bernama Staatspoor en Tramwegen (SS) berhasil membangun banyak jalur kereta di Pulau Jawa. Salah satunya adalah jalur trem Tulungagung – Tugu sepanjang 48 kilometer. Jalur trem Tulungagung-Tugu menjadi salah satu jalur penting karena di wilayah Tulungagung cara mobilitas masyarakatnya masih bersifat tradisional yang banyak mengalami kendala dan medan yang dilalui masih berupa tanah yang belum dikeraskan sehingga mudah becek saat musim hujan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menganalisis latar belakang pembangunan jalur trem Tulungagung- Tugu, (2) mengkaji pembangunan jalur trem Tulungagung-Tugu, (3) menelaah pasang surut jalur trem Tulungagung-Tugu pada tahun 1920-1932. Manfaat penelitian : (1) mampu memberikan kontribusi sebagai referensi yang akan mengkaji tentang transportasi kereta api dan trem khususnya di Tulungagung dan Trenggalek secara lebih lanjut; (2) mampu menambah informasi bahwa di era kolonial terdapat jalur kereta api dari Kabupaten Tulungagung ke Kabupaten Trenggalek; (3) mampu memberikan tambahan wawasan mengenai sejarah transportasi berbasis rel di Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah menurut Kuntowijoyo dengan lima tahapan, yaitu: (1) pemilihan topik; (2) pengumpulan sumber atau heuristik; (3) verifikasi (kritik dan keabsahan sumber); (4) intepretasi; (5) historiografi atau penulisan. Pendekatan yang digunakan oleh penulis adalah pendekatan struktural dan teori yang digunakan adalah teori transportasi oleh Paul dan Slack. Hasil penelitian ditemukan bahwa latar pembangunan jalur trem ini karena dipengaruhi oleh kondisi geografis Kabupaten Tulungagung di sisi selatan yang merupakan pegunungan marmer dan kapur. Sehingga trem digunakan dalam hal pengangkutan marmer dan kapur ke pusat kota Tulungagung karena jalurnya berada di sekitar kawasan industri kapur dan kemudian untuk kepentingan mobilitas penduduk dalam hal pemerataan wilayah. Selama beroperasi melayani pengangkutan orang dan barang, pendapatan terbesar yang diperoleh jalur trem ini dari pengangkutan barang yang terdiri dari barang pribadi dan barang negara. Dampak yang diberikan jalur trem Tulungagung – Tugu terhadap mobilitas masyarakat, di antaranya mempengaruhi arus pertumbuhan penduduk di wilayah Tulungagung yang mengalami peningkatan sekitar 30.000-an jiwa serta mempengaruhi masyarakat untuk bermigrasi untuk menetap ke daerah lain dengan tujuan memperoleh pekerjaan yang lebih baik dibandingkan daerah asal. Segi perekonomian, jalur Tulungagung – Tugu mempengaruhi dalam hal pekerjaan baru yang timbul di sekitar area stasiun/halte dan mempengaruhi arus distribusi pada usaha rumahan. Dalam tata ruang kota mempengaruhi terbentuknya pemukiman berbentuk memanjang sesuai jalur kereta dan pembangunan infrastruktur kota semakin meningkat. Dalam perkembangan transportasi masa kini, tenaga penggerak kereta dan mutu pelayanan mengalami perkembangan untuk menunjang kenyamanan dan keamanan penumpang. Simpulan dari penelitian ini yaitu pembangunan trem Tulungagung – Tugu digunakan untuk mobilitas masyarakat, baik dalam kegiatan sosial mau pun ekonomi, yang mulai dioperasikan SS sebagai jalur lalu lintas umum sejak tanggal 15 Juli 1921. Jalur tersebut hanya mampu beroperasi kurang lebih selama 1 dasawarsa hingga pada akhirnya harus dihentikan secara permanen oleh SS per tanggal 1 November 1932. Keberlanjutan dalam pendistribusian barang tetap dilakukan dengan menggunakan layanan truk. Keberadaan jalur trem Tulungagung- Tugu membawa dampak positif bagi Kabupaten Tulungagung. Pembongkaran sarana dan prasarana dilakukan pada tahun 1960 dan SS saat itu telah dinasionalisasikan menjadi PNKA (Perusahaan Negara Kereta Api).
dc.description.sponsorshipDPU : Akhmad Ryan Pratama, S.Hum., M.A DPA : Dr. Mohammad Na’im, M.Pd.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3859
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
dc.titleTrem Tulungagung – Tugu Tahun 1919-1965
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Lucky Rahmanisa Fadia Cut Tari Winaryo - 200210302019.pdf
Size:
1.59 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: