Integrasi UTAUT2 dengan Trust Perceived Risk, Perceived Security, dan Perceived Privacy untuk Menganalisis Adopsi Stockbit oleh Generasi Z
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer
Abstract
Pertumbuhan jumlah investor di Indonesia menunjukkan tren yang terus meningkat, namun rasio terhadap populasi masih tergolong rendah, terutama di kalangan Generasi Z yang merupakan kelompok dengan partisipasi pasar modal tertinggi. Salah satu aplikasi sekuritas dengan transaksi tertinggi di Indonesia yang menawarkan kemudahan dan aksesibilitas yaitu Stockbit. Di sisi lain, aplikasi sekuritas digital ini tidak terlepas dari berbagai risiko, misalnya seperti fenomena kehilangan dana nasabah dalam skala besar yang memengaruhi persepsi risiko pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan dan penggunaan aplikasi sekuritas Stockbit oleh Generasi Z melalui integrasi Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2) dengan variabel eksternal trust, perceived risk, perceived security, dan perceived privacy. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara komprehensif dengan metode Structural Equation Model Partial Least Square (PLS-SEM) dengan dukungan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal habit, price value, effort expectancy dan faktor eksternal perceived security terbukti berpengaruh signifikan secara statistik terhadap behavioral intention. Temuan ini juga menegaskan bahwa behavioral intention bertindak sebagai mediator krusial yang menjembatani faktor-faktor determinan menuju use behavior. Lebih lanjut, hasil pengujian moderasi menunjukkan bahwa tidak ditemukan efek moderasi gender dan experience yang signifikan terhadap hubungan antar variabel dalam model. Hal ini mengindikasikan bahwa perilaku penggunaan Stockbit di kalangan Generasi Z bersifat homogen, di mana karakteristik gender dan pengalaman tidak menciptakan perbedaan pola penggunaan yang signifikan. Berdasarkan temuan tersebut, pengembangan aplikasi Stockbit disarankan untuk lebih fokus pada penguatan aspek keamanan serta fitur-fitur yang membantu pembentukan habit secara umum, tanpa perlu melakukan diferensiasi strategi fungsional yang berbasis pada perbedaan gender dan experience.
