Integrasi Layanan Sosial, Psikologis, dan Pendidikan di Sekolah Gratis Berasrama untuk Anak dari Keluarga Miskin (Studi Deskriptif di SMA Unggulan CT Arsa Foundation Sukoharjo)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Pendidikan gratis berasrama bagi anak dari keluarga miskin membutuhkan
layanan yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik tetapi juga
mencakup dukungan sosial, psikologis, pengasuhan, dan pendampingan
kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan
menganalisis bentuk integrasi layanan sosial, psikologis, dan pendidikan di SMA
Unggulan CT Arsa Foundation Sukoharjo sebagai sekolah gratis berasrama untuk
siswa dari keluarga miskin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi,
dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles, Huberman,
dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan
kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi
teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Unggulan CT Arsa Foundation
Sukoharjo menyelenggarakan tiga bentuk layanan utama, yaitu layanan sosial,
layanan psikologis, dan layanan pendidikan. Layanan sosial diwujudkan melalui
seleksi siswa miskin berprestasi, beasiswa penuh, penyediaan asrama, pemenuhan
kebutuhan dasar, logistik harian, serta pengasuhan. Layanan psikologis diberikan
melalui bimbingan dan konseling, konseling individual, bimbingan klasikal, cyber
counseling, peer counseling, serta pendampingan adaptasi siswa di sekolah
berasrama. Layanan pendidikan dilaksanakan melalui pembelajaran akademik
yang terstruktur, dukungan guru, fasilitas pendidikan, pembinaan karakter,
pengembangan minat dan bakat, serta pendampingan studi lanjut. Bentuk integrasi
layanan tampak melalui dua hal, yaitu keterhubungan fungsi guru, BK, wali asuh,
dan wali asrama dalam pendampingan siswa, serta koordinasi antara sekolah dan
asrama dalam penanganan dan pendampingan siswa. Integrasi tersebut
menunjukkan bahwa layanan sosial, psikologis, dan pendidikan tidak berjalan
secara terpisah, tetapi saling terhubung dalam sistem sekolah berasrama.
Description
Approved by Teddy
