Penerapan Metode Six Sigma untuk Meningkatkan Mutu Produk Kue Bolen Pisang (Studi Kasus DKM Cake & Cookies Jember)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Persaingan dalam dunia industri makanan semakin ketat dengan memasuki
era globalisasi, sehingga setiap industri dituntut untuk mempunyai keunggulan
kompetitif dalam menghadapi persaingan tersebut. Salah satunya industri yang
memproduksi kue bolen. perusahaan harus mampu mengendalikan jumlah
kapasitas produksi dengan tetap menjaga dan mengendalikan kualitas produknya.
Oleh karena itu, perusahaan harus meningkatkan pengendalian kualitas melalui
perbaikan untuk mempertahankan standar produk dan mengurangi cacat. Penelitian
ini bertujuan untuk menerapkan pengendalian kualitas untuk meingkat mutu produk
kue bolen pisang dan meminimalkan cacat produk, serta memberikan rekomendasi
perbaikan pada proses produksi dengan kegagalan yang kritis pada produk kue
bolen “DKM Cake & Cookies” PT Murdani Mandiri Indonesia agar menghasilkan
produk yang terjamin kualitasnya dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Metode
pengendalian kualitas yang akan digunakan adalah six sigma. Metode six sigma
adalah salah satu alat pengendalian kualitas produk yang sering atau umum
digunakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa defect produk yang
menjadi fokus perhatian di perusahaan, yaitu isian bocor, ukuran tidak sama,
gosong dan hancur. Keempat defect tersebut sangat mempengaruhi penurunan
kualitas produk, kepercayaan konsumen, dan profitabilitas perusahaan. Nilai defect
rate per million opportunities (DPMO) produk defect pada DKM Cake & Cookies
sebesar 56.666.67, sedangkan nilai sigma sebesar 3,08 masih jauh dari 6σ, yang
menunjukkan bahwa masih diperlukan perbaikan kualitas. Rekomendasi perbaikan
berdasarkan metode FTA perlu diimplementasikan secara komprehensif.
Perbaikan-perbaikan yang akan dilakukan berdasarkan penyebab-penyebab
kegagalan proses produksi yang telah dianalisis berdasarkan metode Fault Tree
Analysis (FTA) yang sudah diketahui akar-akar permasalahan sehingga perlu
dilakukan upaya usulan perbaikan. Usulan rekomendasi perbaikan diberikan
berdasarkan potensi-potensi kegagalan proses produksi yang telah dianalisa.
Description
Repo 23 Juni 2026_ Rudy K ; FINALISASI oleh Agus 2026 Juni 23
