Pengembangan Media Pembelajaran KARPACA Berbasis Augmented Reality Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Peserta Didik Kelas I SDN 2 Buduan Situbondo
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Bahasa atau lambang bunyi merupakan alat yang digunakan manusia
untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan. Komunikasi lisan mencakup
kemampuan menyimak dan berbicara, sedangkan komunikasi secara tertulis
mencakup kemampuan membaca dan menulis. Kemampuan peserta didik untuk
berbahasa menunjang kesuksesan mereka untuk menguasai dan memahami
pembelajaran. Keberhasilan peserta didik tergantunng pada kemampuannya untuk
menerjemahkan setiap simbol tulisan yang mampu diraih dengan kemampuan
membaca permulaan yang sudah diterapkan semenjak jenjang kelas rendah
(Suhartingsih, 2012). Kemampuan membaca permulaan yang kurang cenderung
menyebabkan peserta didik mengalami keterlambatan dalam memahami materi
berbentuk tulisan. Berdasarkan observasi dan wawancara diketahui nilai ulangan
harian peserta didik kelas I SDN 2 Buduan bab 1 “Bunyi apa?” memiliki rata-rata
nilai sebesar 70 sedangkan KKTP atau Kriteria Ketercapaian Tujuan
Pembelajaran sebesar 75. Guru masih menggunakan metode konvensional yaitu
kartu huruf. Penggunaan kartu huruf kurang optimal dan efektif karena tidak dapat
menghadirkan objek benda secara langsung di kelas, sehingga menyulitkan
peserta didik dalam membayangkan objek yang dipelajari. Oleh karena itu
dikembangkanlah media berbasis augmented reality untuk mendukung peserta
didik dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan berupa Kartu Papan
Baca berbasis AR atau disebut KARPACA.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model Borg
and Gall dengan 8 tahapan. Penelitian ini dilaksanakan 2 hari di SDN 2 Buduan
Situbondo semester ganjil tahun 2024/2025. Subjek penelitian ini merupakan
peserta didik kelas IA berjumlah 20 peserta didik dan kelas IB berjumlah 19
peserta didik. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara validasi terhadap
para ahli, menggunakan instrumen tes kemampuan peserta didik, dan
menggunakan angket. Selanjutnya instrumen tes dikembangkan melalui uji
validitas, uji reabilitas, uji tingkat kesulitan, dan uji tingkat daya pembeda.
Selanjutnya untuk mendapatkan hasil menggunakan teknik analisis data t-test,
keefektifan relatif, dan kepraktisan.
Hasilnya, proses pengembangan media KARPACA berbasis AR berhasil
dilakukan dengan 8 tahapan yaitu penelitian pendahuluan, perencanaan dan
pengembangan, pengembangan desain produk awal, validasi desain produk, revisi
produk awal, uji coba penggunaan produk, revisi produk pengembangan, dan uji
coba keefektifan. Media KARPACA berbasis AR dikembangkan untuk
meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik dengan bentuk fisik
dan non fisik. Bentuk media fisik berupa kartu bergambar huruf, contoh kata
sesuai huruf, dan ilustrasi dari kata. Sementara media non fisik berupa aplikasi di
ponsel android yang jika kartunya di scan dapat memunculkan gambar 3D dalam
ponsel yang dilengkapi dengan cara mengeja secara lisan seperti huruf A=AYAM
dieja A-Y-A-M. Hasil validasi media pembelajaran KARPACA berbasis AR
memperoleh skor Valpro sebesar 97 untuk validasi ahli media dengan kategori
sangat layak dan skor 97 untuk validasi ahli praktisi dengan kategori sangat layak.
Hasil uji keefektifan melalui uji t dengan nilai 61,6% yang termasuk kategori
keefektifan tinggi. Serta kepraktisan media menunjukkan hasil sebesar 95 yang
diklasifikasikan sebagai sangat praktis. Dari beberapa pengujian tersebut dapat
diketahui bahwa media KARPACA berbasis AR dapat meningkatkan kemampuan
membaca permulaan peserta didik kelas I SDN 2 Buduan Situbondo.
Description
Reuploud Repository hasyim Mei 2026
Validasi repository 18 Juni 2026_Naomy/Firly
