Analisis Kebutuhan Pengembangan Simrs dalam Pendataan dan Pelaporan Obat Expired Date (ED) di Instalasi Farmasi RSD dr. Soebandi Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) modul
farmasi dalam pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi RSD dr. Soebandi
bertujuan mentransformasikan proses konvensional menjadi sistem yang
terotomatisasi. Operasionalisasi SIMRS modul farmasi mendukung tata kelola dan
kebaruan dalam pelaporan dan pendataan obat expired date (ED) berupa aliran data
yang lebih efisien. Hal tersebut sangat krusial mengingat obat expired menjadi
tantangan dalam pengelolaan sediaan farmasi. Berdasarkan studi pendahuluan di
IFRS RSD dr. Soebandi Jember bahwa permasalahan terkait kegiatan pendataan
dan pelaporan obat ED masih memakan waktu disebabkan keterbatasan fitur
SIMRS modul farmasi. Depo - depo farmasi tidak bisa mengakses tanggal ED obat
dan sistem belum dilengkapi fitur pemisah obat ED. Selain itu analisis kebutuhan
pengembangan secara terstruktur belum pernah dilakukan. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan pengembangan SIMRS modul
farmasi terkait pendataan dan pelaporan obat ED menggunakan metode FAST
(Framework for the Aplication of System Thinking), meliputi beberapa tahapan,
yakni scope definition, problem analysis, requirements analysis, dan logical design.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan
pendekatan cross-sectional. Peneliti melakukan analisis secara kuantitatif
berdasarkan rerata jawaban hasil pengisian kuesioner dari 50 responden di bagian
depo maupun gudang farmasi selaku pengguna SIMRS modul farmasi
menggunakan teknik simple random sampling. Adapun teknik analisis yang
digunakan meliputi analisis univariat pada variabel PIECES untuk menggambarkan
permasalahan pada setiap variabel sehingga memudahkan penentuan batasan
masalah dan identifikasi root cause analysis (RCA). Hal tersebut dibutuhkan dalam
analisis kebutuhan pengembangan sistem serta rekomendasi perancangan sistem
berupa diagram DFD (Data Flow Diagram) dan ERD (Entity Relationship
Diagram).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap scope definition terdapat temuan
masalah berdasarkan variabel PIECES. Pada variabel perfomance temuan masalah
terletak pada indikator completeness. Variabel information, masalah mencakup
indikator accuracy, presentation of information, dan expandibility. Variabel service,
permasalahan terdapat pada indikator accuracy dan reliability. Sebagai tindak
lanjut tahap scope definition, tahap problem analysis dilakukan dengan
mengklasifikasikan permasalahan ke dalam tiga faktor, yaitu material, method, dan
man. Faktor material mencakup tidak tersedianya informasi tren obat ED secara
periodik, tidak tersedianya data tanggal ED obat di depo farmasi, tidak adanya early
warning system (EWS) serta belum terintegrasi dengan sistem barcode.
Permasalahan pada faktor man ditunjukkan dari adanya potensi pengambilan fisik
obat secara acak oleh staf farmasi. Faktor method, belum tersedianya template
berita acara pelaporan obat dan beberapa kegiatan pendataan dan pelaporan obat
masih dilakukan secara manual. Temuan penyebab permasalahan tersebut sebagai
pertimbangan dalam tahap requirements analysis untuk menentukan kebutuhan
fungsional dan non fungsional pengembangan sistem. Tahap requirements analysis
menentukan arah pengembangan khususnya fitur, kemudahan akses interface serta
kriteria operasional. Perancangan sistem menu obat ED diperlukan guna
meningkatkan efektivitas dan efisiensi pendataan dan pelaporan obat ED. Dengan
demikian, requirements analysis menjadi acuan pada tahapan logical design
sehingga menghasilkan rekomendasi perancangan sistem menu obat ED berupa
visualisasi diagram DFD dan ERD. Sistem menu obat ED meliputi proses scanning
dan cetak barcode, pendataan obat, penyortiran data ED obat, pengolahan data ED
obat, early warning system (EWS), pengajuan pelaporan pemusnahan obat expired,
dan penyajian data ED obat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penelitian
ini hanya mencakup keempat tahapan metode FAST dan menghasilkan suatu
rekomendasi pengembangan sistem berupa logical design. Adapun perancangan
diagram DFD dan ERD sebagai output penelitian ini perlu diuji dan disempurnakan
dengan use case diagram.
Description
Repo 15 Mei 2026_ Rudy K
Validasi repository 18 Juni 2026_Naomy/Firly
