Persepsi Petani dalam Pengaplikasian Pupuk Organik Padat dari Kotoran Sapi di Desa Banyuputih Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Pupuk organik padat merupakan salah satu jenis pupuk yang sebagian
besar atau keseluruhan bahan dasar pembuatannya terdiri dari bahan organik yang
berasal dari sisa tanaman, hewan, maupun limbah organik lainnya yang kemudian
mengalami proses dekomposisi. Pengaplikasian pupuk organik padat dapat
diterapkan pada berbagai komoditas pertanian, salah satunya adalah komoditas
pangan. Dengan menggunakan bahan organik akan dihasilkan tanaman yang
berkualitas dan sehat untuk dikonsumsi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani dalam
pengaplikasian pupuk organik padat dari kotoran sapi. Lokasi penelitian
ditentukan secara sengaja, yaitu di Desa Banyuputih Kecamatan Banyuputih
Kabupaten Situbondo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif
kualitatif. Informan ditentukan secara sengaja dengan kriteria tertentu. Data yang
dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi
dianalisis model Miles dan Huberman (2014).
Hasil penelitian ini menunjukkan persepsi petani dalam pengaplikasian
pupuk organik padat dari kotoran sapi melalui 6 tahapan proses yakni penerimaan
informasi, seleksi, pengorganisasian, penafsiran, pengecekan, dan reaksi. Pada
proses penerimaan informasi, petani menerima informasi melalui 4 aspek yaitu
pendidikan formal (Perguruan Tinggi), pendidikan non-formal (kegiatan
penyuluhan dan pelatihan), pendidikan informal (keluarga dan teman sesama
petani), dan melalui internet (google dan media sosial yang berupa youtube).
Proses kedua adalah proses seleksi, informasi yang telah diterima petani akan
diseleksi berdasarkan kebutuhan petani, baik kebutuhan internal (pengalaman,
tanggapan, dan kendala) maupun kebutuhan eksternal (intensitas petani dalam
mencari dan menerima informasi). Proses ketiga adalah proses pengorganisasian
informasi yang terbagi menjadi 3 tahap yaitu pengelompokan informasi, bentuk
timbul dan latar, serta kemantapan persepsi. Pengelompokan informasi dilakukan
berdasarkan berbagai informasi yang telah diterima petani, kemudian informasi
informasi tersebut akan dipilih yang paling menarik untuk dipahami dan yang
melatarbelakanginya seperti informasi yang mencakup proses pembuatan dan
pengaplikasian pupuk organik dan proses pengolahan lahan. Berdasarkan
ketertarikan tersebut, petani memutuskan tindakan untuk mencoba
mempraktikkan informasi yang telah mereka terima. Proses keempat yakni proses
penafsiran informasi, petani akan menilai informasi tersebut berdasarkan
keuntungan dan efektivitas penggunaan pupuk organik. Proses kelima, proses
pengecekan yang dilakukan petani untuk memvalidasi kebenaran informasi yang
telah diterima melalui 3 cara yaitu melalui praktik, diskusi bersama PPL,
kelompok tani, dan teman sesama petani, serta melalui internet seperti situs
pencarian berupa google dan media sosial berupa youtube. Proses keenam yaitu
proses reaksi yang terbagi menjadi 2 tindakan, tindakan terbuka dan tindakan
tersembunyi. Untuk tindakan terbuka berupa tindakan nyata/langsung dengan
membuat dan mengaplikasikan pupuk organik padat dari kotoran sapi, serta
mengajak petani lain untuk melakukan hal yang sama dengan menyampaikan
berbagai manfaat dari adanya inovasi tersebut. Sedangkan untuk tindakan
tersembunyi berupa pembentukan kesan/sikap dari adanya inovasi pupuk organik
padat dari kotoran sapi yang meliputi proses pembuatan dinilai rumit, hasil akhir
susah terlihat, tidak adanya pendampingan, serta merasa sibuk dan malas.
Description
Reuploud Repository hasyim Juni 2026
Validasi repository 18 Juni 2026_Naomy/Firly
