Konstruksi Sosial dalam Tradisi Nyabis Pada Masyarakat Nelayan di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Penelitian ini berfokus pada masyarakat nelayan mengenai fenomena tradisi
nyabis yang belum banyak diteliti. Sebagian besar penelitian mengenai kehidupan
masyarakat nelayan lebih banyak berfokus pada aspek ekonomi, pola produksi, dan
strategi bertahan hidup. Sementara, dalam aspek sosial budaya seperti tradisi nyabis
belum banyak mendapat perhatian. Oleh karena itu, penelitian ini menarik untuk
dikaji dan diuraikan secara mendalam. Penelitian ini berlokasi di Desa Kalibuntu,
Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Peneliti memilih lokasi tersebut
karena masyarakat Desa Kalibuntu mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan
memiliki keterikatan yang erat dengan laut, sehingga melahirkan sebuah tradisi
yang hingga saat ini masih dilakukan yaitu, tradisi nyabis.
Tradisi nyabis adalah kegiatan mengunjungi kiai/nyai untuk meminta doa,
nasihat, dan keberkahan dalam hidup. Tidak hanya tokoh agama, dalam praktik
tradisi nyabis juga melibatkan tokoh dukun dalam pelaksanaannya. Berdasarkan
fenomena tersebut, tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui,
menguraikan, dan menganalisis konstruksi sosial yang terbentuk dalam tradisi
nyabis pada masyarakat nelayan di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan,
Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman
yang lebih mendalam mengenai fenomena tradisi nyabis.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif
dengan pendekatan studi etnografi untuk mengkaji kehidupan masyarakat nelayan
yang memiliki kebudayaan yang sama. Teknik penentuan informan menggunakan
teknik purposive dengan subjek penelitian yang terdiri dari, tiga nelayan, satu kiai,
satu dukun, satu ketua rukun warga, satu kepala desa, dan satu istri pemilik kapal.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang sesuai dengan
kebutuhan penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat nelayan melakukan tradisi
nyabis melalui beberapa tahapan meliputi, pembersihan kapal pada masa bulan
purnama, mengunjungi tokoh kiai/dukun, dan melaksanakan praktik tradisi nyabis
sesuai dengan tokoh yang telah dikunjungi. Proses tersebut dipengaruhi oleh
beberapa kategori yaitu, agama islam, ajaran NU, tradisi madura, dan budaya jawa.
Selain itu, praktik pewarisan tradisi nyabis terjadi dalam lingkungan keluarga
maupun di luar lingkup keluarga. Dalam praktik tersebut menunjukkan kesesuaian
dengan teori konstruksi sosial yang dikemukakan oleh Berger dan Luckmann
melalui tahap eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Dapat disimpulkan
bahwa tradisi nyabis pada masyarakat nelayan tidak hanya menjadi praktik budaya
yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi telah menjadi pengetahuan atau hasil
konstruksi bersama yang dianggap wajar dalam kehidupan sehari-hari.
Description
Validasi file repositori 18 Juni 2026_Magang SP (Ulum)_Firli
