Konstruksi Sosial dalam Tradisi Nyabis Pada Masyarakat Nelayan di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo
| dc.contributor.author | Gesti Setyo Hadi | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-18T06:29:30Z | |
| dc.date.issued | 2026-04-18 | |
| dc.description | Validasi file repositori 18 Juni 2026_Magang SP (Ulum)_Firli | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini berfokus pada masyarakat nelayan mengenai fenomena tradisi nyabis yang belum banyak diteliti. Sebagian besar penelitian mengenai kehidupan masyarakat nelayan lebih banyak berfokus pada aspek ekonomi, pola produksi, dan strategi bertahan hidup. Sementara, dalam aspek sosial budaya seperti tradisi nyabis belum banyak mendapat perhatian. Oleh karena itu, penelitian ini menarik untuk dikaji dan diuraikan secara mendalam. Penelitian ini berlokasi di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Peneliti memilih lokasi tersebut karena masyarakat Desa Kalibuntu mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan memiliki keterikatan yang erat dengan laut, sehingga melahirkan sebuah tradisi yang hingga saat ini masih dilakukan yaitu, tradisi nyabis. Tradisi nyabis adalah kegiatan mengunjungi kiai/nyai untuk meminta doa, nasihat, dan keberkahan dalam hidup. Tidak hanya tokoh agama, dalam praktik tradisi nyabis juga melibatkan tokoh dukun dalam pelaksanaannya. Berdasarkan fenomena tersebut, tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui, menguraikan, dan menganalisis konstruksi sosial yang terbentuk dalam tradisi nyabis pada masyarakat nelayan di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai fenomena tradisi nyabis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi etnografi untuk mengkaji kehidupan masyarakat nelayan yang memiliki kebudayaan yang sama. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive dengan subjek penelitian yang terdiri dari, tiga nelayan, satu kiai, satu dukun, satu ketua rukun warga, satu kepala desa, dan satu istri pemilik kapal. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat nelayan melakukan tradisi nyabis melalui beberapa tahapan meliputi, pembersihan kapal pada masa bulan purnama, mengunjungi tokoh kiai/dukun, dan melaksanakan praktik tradisi nyabis sesuai dengan tokoh yang telah dikunjungi. Proses tersebut dipengaruhi oleh beberapa kategori yaitu, agama islam, ajaran NU, tradisi madura, dan budaya jawa. Selain itu, praktik pewarisan tradisi nyabis terjadi dalam lingkungan keluarga maupun di luar lingkup keluarga. Dalam praktik tersebut menunjukkan kesesuaian dengan teori konstruksi sosial yang dikemukakan oleh Berger dan Luckmann melalui tahap eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Dapat disimpulkan bahwa tradisi nyabis pada masyarakat nelayan tidak hanya menjadi praktik budaya yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi telah menjadi pengetahuan atau hasil konstruksi bersama yang dianggap wajar dalam kehidupan sehari-hari. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Dr. Rojabi Azharghany M.Si. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/9408 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | |
| dc.subject | Tradisi Nyabis | |
| dc.subject | Masyarakat Nelayan | |
| dc.title | Konstruksi Sosial dalam Tradisi Nyabis Pada Masyarakat Nelayan di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo | |
| dc.type | Other |
