Analisis Penerapan PSAK 241 Atas Akuntansi Aset Biologis (Studi Kasus PT Rifki Kopi Sejahtera)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Indonesia merupakan negara agraris dengan sektor pertanian yang berperan
penting dalam perekonomian nasional khususnya subsektor perkebunan kopi jenis
robusta yang memiliki ekonomi tinggi sebagai komoditas ekspor. Namun, dalam
praktiknya masih banyak entitas mengalami kendala dalam pencatatan dan
pelaporan aset biologis akibat keterbatasan pemahaman terhadap standar akuntansi
yang berlaku, sehingga nilai ekonomi perusahaan tercermin secara akurat dalam
laporan keuangan.
Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian penerapan
akuntansi aset biologis pada PT Rifki Kopi Sejahtera berdasarkan PSAK 241. Dan
memberikan rekomendasi penerapan PSAK 241 terkait pengakuan, pengukuran,
penyajian, dan pengungkapan sesuai standar akuntansi yang berlaku. Metode
penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan
data melalui wawancara dan studi dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Rifki Kopi Sejahtera secara
keseluruhan aspek belum optimal dan belum sesuai PSAK 241. Pada aspek
pengakuan PT Rifki belum mengakui tanaman kopi sebagai aset biologis. Pada
aspek pengukuran belum memahami terkait dasar pengukuran aset biologis. Pada
Aspek penyajian dan pengungkapan laporan keuangan yang dibuat PT. Rifki Kopi
Sejahtera pada periode berjalan masih dibuat secara sederhana untuk keperluan
administrasi pajak dan belum sesuai dengan standar Akuntansi.
Oleh karena itu, penelitian ini memberikan rekomendasi penerapan PSAK
241 terkait pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan sesuai standar
akuntansi yang berlaku. Pada aspek pengakuan PT. Rifki Kopi sejahtera mengakui
tanaman kopi sebagai aset biologis. Pada aspek pengukuran PT Rifki Kopi sejahtera
melakukan pengukuran menggunakan biaya perolehan dan pengukuran selanjutnya
menggunakan nilai wajar dikurangi biaya menjual melalui pendekatan taksasi. Pada
aspek penyajian aset biologis diklasifikasikan TBM dan TM, serta pengungkapan
dengan menambahkan CALK meliputi informasi kegiatan dan operasi utama
perusahaan, kebijakan akuntansi aset biologis, dan strategi perusahaan.
Description
Reuploud file repositori 18 Mei 2026_Firli
Approved by Teddy
