Analisis Penerapan PSAK 241 Atas Akuntansi Aset Biologis (Studi Kasus PT Rifki Kopi Sejahtera)
| dc.contributor.author | Muflikhatun Nikmah | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-18T03:24:08Z | |
| dc.date.issued | 2026-03-09 | |
| dc.description | Reuploud file repositori 18 Mei 2026_Firli Approved by Teddy | |
| dc.description.abstract | Indonesia merupakan negara agraris dengan sektor pertanian yang berperan penting dalam perekonomian nasional khususnya subsektor perkebunan kopi jenis robusta yang memiliki ekonomi tinggi sebagai komoditas ekspor. Namun, dalam praktiknya masih banyak entitas mengalami kendala dalam pencatatan dan pelaporan aset biologis akibat keterbatasan pemahaman terhadap standar akuntansi yang berlaku, sehingga nilai ekonomi perusahaan tercermin secara akurat dalam laporan keuangan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian penerapan akuntansi aset biologis pada PT Rifki Kopi Sejahtera berdasarkan PSAK 241. Dan memberikan rekomendasi penerapan PSAK 241 terkait pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan sesuai standar akuntansi yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Rifki Kopi Sejahtera secara keseluruhan aspek belum optimal dan belum sesuai PSAK 241. Pada aspek pengakuan PT Rifki belum mengakui tanaman kopi sebagai aset biologis. Pada aspek pengukuran belum memahami terkait dasar pengukuran aset biologis. Pada Aspek penyajian dan pengungkapan laporan keuangan yang dibuat PT. Rifki Kopi Sejahtera pada periode berjalan masih dibuat secara sederhana untuk keperluan administrasi pajak dan belum sesuai dengan standar Akuntansi. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan rekomendasi penerapan PSAK 241 terkait pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan sesuai standar akuntansi yang berlaku. Pada aspek pengakuan PT. Rifki Kopi sejahtera mengakui tanaman kopi sebagai aset biologis. Pada aspek pengukuran PT Rifki Kopi sejahtera melakukan pengukuran menggunakan biaya perolehan dan pengukuran selanjutnya menggunakan nilai wajar dikurangi biaya menjual melalui pendekatan taksasi. Pada aspek penyajian aset biologis diklasifikasikan TBM dan TM, serta pengungkapan dengan menambahkan CALK meliputi informasi kegiatan dan operasi utama perusahaan, kebijakan akuntansi aset biologis, dan strategi perusahaan. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Ahmad Ahsin Kusuma Mawardi, S.E, M.Si | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/9337 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ekonomi dan Bisnis | |
| dc.subject | PSAK 241 | |
| dc.subject | Agrikultur | |
| dc.subject | Aset Biologis | |
| dc.subject | Taksasi | |
| dc.subject | Entreprise Theory | |
| dc.title | Analisis Penerapan PSAK 241 Atas Akuntansi Aset Biologis (Studi Kasus PT Rifki Kopi Sejahtera) | |
| dc.type | Other |
