Model Pengentasan Kemiskinan Berbasis Partisipasi Masyarakat di Desa Mulyorejo Kabupaten Jember Menggunakan Sustainable Livelihood Approach
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Kemiskinan adalah isu utama yang dihadapi oleh banyak negara di seluruh dunia,
khususnya di negara-negara yang sedang berkembang. Di Indonesia, kemiskinan
disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pendapatan yang masih rendah, tingkat
pengangguran yang tinggi, dan pertumbuhan ekonomi yang lambat. Provinsi Jawa
Timur tercatat pada urutan pertama yang memiliki jumlah penduduk miskin terbanyak
di Indonesia sebanyak 4.236.510 jiwa. Kabupaten Jember sebagai salah satu kabupaten
di Jawa Timur, juga tidak luput dari permasalahan ini. Karakteristik keluarga miskin
dapat dilihat dari berbagai aspek kehidupan sosial, pola hidup keluarga miskin, tingkat
pendidikan, infrastruktur, kondisi lingkungan dan kondisi sandang pangan keluarga
miskin, serta bagaimana cara keluarga miskin tersebut dalam mengelola keuangan.
Dalam merancang program pengentasan kemiskinan maka dibutuhkan solusi
berupa penghidupan berkelanjutan (sustainable livilhoods), livelihood atau penghidupan
didefinisikan sebagai kepemilikan sumber daya, kemampuan mengelola, dan berbagai
kegiatan lainnya yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupannya. Dimana kehidupan
tetap berlanjut jika aspek-aspek dalam suatu masyarakat mampu bertahan dan bisa
menghadapi tekanan, guncangan serta mampu meningkatkan kualitas sumber daya
dengan hasil kesejahteraan masyarakat meningkat baik sekarang ataupun dimasa depan
tanpa menurunkan nilai sumber daya alam yang ada.
Pendekatan dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan
menggunakan sumber data primer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan
mengetahui pentagonal asset Desa Mulyorejo, untuk menganalisis kerentanan yang
terjadi pada Desa Mulyorejo. Bagaimana kebijakan dan kelembagaan yang efektif pada
Desa Mulyorejo serta menganalisis strategi pengentasan kemiskinan Desa Mulyorejo.
Untuk menjelaskan rumusan masalah pertama menggunakan teknik SLA/Sustainable
viii
Livelihood Approach untuk mengetahui pentagonal asset serta kerentanan yang terjadi.
Untuk menjelaskan rumusan masalah kedua menggunakan metode analisis deskriptif
kualitatif dengan menggambarkan dan mengdeskripsikan hasil penelitian yang
dilakukan di lapangan melalui wawancara langsung kepada responden. Sementara itu
untuk menjawab rumusan masalah ketiga menggunakan analisis SWOT untuk
menentukan startegi pengentasan kemiskinan di Desa Mulyorejo.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kondisi sumber daya atau aset
penghidupan di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember mengindikasikan
bahwa modal alam dan modal sosial memiliki nilai skala tertinggi di antara aset lainnya.
Modal alam memiliki nilai sebesar (2,4), diikuti oleh modal sosial (2,2), sementara tiga
aspek lainnya, yaitu modal fisik (2,1), aspek keuangan (2,1), dan modal manusia (1,7),
memiliki nilai yang lebih rendah. Sementara kerentanan yang terjadi di Desa Mulyorejo
terdapat tiga karakteristik yaitu yang pertama shocks berupa guncangan yang terjadi
yaitu banjir, kekeringan, longsor serta pada tahun 2019 yang lalu terjadi wabah covid
19, kedua trends yaitu berupa kecenderungan yang sering terjadi yaitu pada SDM yang
tidak memiliki keinginan menugaskan kemiskinannya, ketiga seasonality yaitu berupa
musiman terdapat 2 musim yaitu musim hujan yang menyebabkan banjir dan longsor,
musim kemarau menyebabkan kekeringan dan kekurangan stok air bersih. Sementara
itu untuk Kebijakan dan kelembagaan yang efektif peran pemerintah desa sangat
penting dalam mengentaskan kemiskinan yang ada di Desa Mulyorejo dikarenakan
banyak masyarakat yang masih acuh dengan kondisi masing-masing individu. Banyak
sektor pertanian kopi yang dapat dijadikan sebagai tempat pariwisata yang harus diolah
sehingga bisa menarik, dapat menjadikan kondisi masyarakat sekitar meningkat dari
perekonomiannya. Selanjutnya untuk hasil analisis mengenai pengentasan kemiskinan
berbasis partisipasi masyarakat menggunakan analisis SWOT menghasilkan strategi
pada kuadran I dalam koordinat kartesius SWOT, sehingga strategi yang tepat
digunakan yakni stategi agresif.
Description
Reuploud file repositori 18 Mei 2026_Magang SP (Rabithah)_Firli
Approved by Teddy
