Hubungan Paparan Asap dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) pada Anak Usia 0-5 Tahun di Wilayah Pertanian Kecamatan Panti Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan salah satu
penyebab utama kematian pada balita (Mahendra, 2019). Penyebab terjadinya
ISPA berkaitan dengan kondisi lingkungan di dalam rumah (Christiana, 2018).
Rumah tangga pedesaan di Indonesia terutama dikalangan petani, diperkirakam
24,5 juta rumah tangga masih bergantung pada bahan bakar tradisional terutama
kayu sebagai bahan bakar memasak (Bank Dunia, 2013). Selain itu kebiasaan
merokok di dalam rumah juga menjadi salah satu kontribusi tinggi buruknya
kualitas udara didalam rumah. Indonesia merupakan negara tropis dengan iklim
panas dan lembab sehingga digemari untuk hidup dan berkembang biak oleh
nyamuk, obat nyamuk bakar menjadi salah satu potensi sebagai pengusir nyamuk
terutama di kalangan pedesaan alasannya karna murah dan awet. Tujuan
penelitian untuk menganalisis hubungan paparan asap dengan kejadian ISPA pada
anak usia 0-5 tahun di Wilayah pertanian Kecamatan Panti Kabupaten Jember.
Desaian Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan case
control. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan
menggunakan statified random sampling dan didapatkan 240 responden.
Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner pemantauan kualitas
udara didalam ruang. Penelitian dilakukan pada bulan 10 September – 10 Oktober
2019. Uji etik penelitian No.551/UN25.8/KEPK/DL/2019.
Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa jenis bahan bakar memasak
menggungunakan kayu sebanyak 63,3% Hasil uji chi-square diperoleh nilai (χ2 =
5,813; p-value = 0,016) maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara
paparan asap kayu bakar dengan kejadian ISPA pada anak usia 0-5 tahun.
Keluarga yang terdapat perokok aktif sebanyak 75,8%. Hasil uji chi-square
diperoleh nilai (χ2 = 9,094; p-value = 0,004) maka dapat disimpulkan bahwa ada
hubungan antara paparan asap rokok dengan kejadian ISPA pada anak usia 0-5
tahun. Keluarga yang memiliki kebiasaan menggunakan obat nyamuk bakar
didalam rumah sebanyak 68,3%. Hasil uji chi square diperoleh nilai (χ2 =4,929; p
value = 0,037) maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara paparan asap
obat nyamuk dengan kejadian ISPA pada anak usia 0-5 tahun.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan anatara
paparan asap kayu bakar, asap rokok dan asap obat nyamuk bakar dengan
kejadian ISPA pada anak usia 0-5 tahun di Wilayah pertanian Kecamatan Panti
Kabupaten Jember. Hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya ISPA
dengan menjaga kualitas udara didalam rumah dengan upaya memberikan
cerobong asap di ruang dapur, tidak membawa anak ke dapur dalam aktifitas
memasak, tidak merokok didalam rumah dan merubah kebiasaan mengusir
nyamuk menggunakan obat nyamuk bakar dengan bahan yang lebih ramah
lingkungan.
Description
Reupload Repositori File 18 Mei 2026_Kholif Basri
Validasi file repositori 11 Juni 2026_Dea_Firli
