Faktor Yang Berhubungan denganTimbulnya Gejala Green Tobacco Sickness (GTS) Pada Petani Tembakau di Kelurahan Antirogo Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Indonesia merupakan negara penghasil tembakau terbesar kelima di dunia
dengan jumlah produksi mencapai 198.296 ton pada tahun 2017. Indonesia
memiliki petani tembakau sebanyak 568.906 orang, dimana 351.956 orang
diantaranya berasal dari Jawa Timur. Petani tembakau rentan terhadap risiko
kesehatan karena adanya paparan nikotin yang merupakan senyawa alkaloid.
Nikotin pada daun tembakau basah dapat masuk ke tubuh petani melalui kontak
langsung. Hal tersebut dapat mengakibatkan gangguan kesehatan yang disebut
dengan Green Tobacco Sickness (GTS), dengan gejala khas berupa mual, muntah,
sakit kepala, pusing, kram perut, kesulitan bernapas, serta peningkatan air liur.
Nikotin merupakan zat yang memiliki berat molekul kecil dengan kelarutan
yang baik pada lemak dan air, sehingga dapat dengan mudah diserap oleh kulit.
Nikotin dapat tertarik ke permukaan daun oleh air hujan, embun, atau keringat. Saat
terjadi kontak, nikotin akan diabsorpsi melalui kulit kemudian masuk langsung ke
aliran darah dan didistribusikan ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. Faktor-faktor
risiko yang diidentifikasi pada GTS antara lain: usia, kondisi lingkungan, riwayat
penggunaan tembakau, jenis pekerjaan yang dilakukan, masa kerja, letak daun yang
dipetik, serta pemakaian alat pelindung diri. Jika panen dilakukan dengan tangan,
para petani akan memegang daun-daun yang telah dipetik dekat dengan tubuh
mereka. Getah yang mengandung nikotin dapat mengalir dari daun yang dipetik dan
membasahi pakaian petani tembakau, sehingga memungkinkan nikotin berada di
kulit mereka untuk jangka waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui faktor yang berhubungan dengan timbulnya gejala Green Tobacco
Sickness pada petani tembakau di Kelurahan Antirogo Kecamatan Sumbersari
Kabupaten Jember.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan
desain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel 54 orang petani tembakau.
Data berupa hasil isian kuesioner mengenai variabel-variabel penelitian yang
diperoleh melalui wawancara langsung dengan responden. Data yang telah
diperoleh dari proses pengumpulan data diubah ke dalam bentuk tabel-tabel,
kemudian data diolah menggunakan SPSS. Data dianalisis menggunakan dua
metode, yaitu analisis univariat dan bivariat.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa petani tembakau di
Kelurahan Antirogo Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember memiliki
karakteristik: 77,8% berjenis kelamin perempuan, 51,9% berusia ≤50 tahun, 53,7%
merupakan lulusan Sekolah Dasar (SD), 83,3% memiliki masa kerja ≥10 tahun,
53,7% bekerja selama ≤5 jam/hari, 63% bekerja pada proses pengeringan daun
tembakau, 85,2% bukan perokok, 74,1% belum menggunakan APD dengan baik,
dan 77,8% memiliki tingkat kebersihan diri yang baik. Sebanyak 59,3% petani
tembakau di Kelurahan Antirogo Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember
mengalami gejala Green Tobacco Sickness (GTS).
Berdasarkan analisis bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi Square
atau uji statistik Fisher Exact, didapatkan hasil tidak ada hubungan bermakna antara
usia, masa kerja, durasi kerja, jenis pekerjaan, status merokok, penggunaan alat
pelindung diri (APD), dan kebersihan diri dengan timbulnya gejala Green Tobacco
Sickness (GTS) pada petani tembakau di Kelurahan Antirogo Kecamatan
Sumbersari Kabupaten Jember.
Description
Reupload Repositori File 18 Mei 2026_Kholif Basri\
Validasi file repositori 11 Juni 2026_Dea_Firli
