Pengaruh ESG Disclosure, Struktur Kepemilikan, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan Sektor Perbankan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonoi dan Bisnis
Abstract
Tren pemulihan ekonomi dan dinamika sektor perbankan menuntut adaptasi
perusahaan, termasuk peningkatan kualitas tata kelola dan transparansi aspek
keberlanjutan yang menekankan akuntabilitas untuk meningkatkan nilai
perusahaan dan melindungi pemangku kepentingan. Profitabilitas dan pengawasan
kepemilikan institusional muncul sebagai faktor fundamental yang tidak hanya
merefleksikan efisiensi operasional dan tata kelola risiko, tetapi juga membangun
kepercayaan stakeholder serta berpotensi menjadi pengungkit nilai perusahaan
melalui pembentukan persepsi pasar yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk
menguji pengaruh ESG Disclosure, struktur kepemilikan, dan profitabilitas
terhadap nilai perusahaan. Objek dalam penelitian ini yaitu perusahaan perbankan
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2024. Faktor-faktor
yang diuji dalam penelitian ini yaitu pengungkapan keberlanjutan yang diukur
dengan standar GRI untuk ESG Disclosure, struktur kepemilikan yang diukur
dengan persentase kepemilikan institusional, serta profitabilitas yang diukur
dengan Return on Assets (ROA) sebagai variabel independen, dan nilai perusahaan
yang diukur dengan rasio Tobin’s Q sebagai variabel dependen. Analisis data yang
digunakan pada penelitian ini yaitu dengan metode analisis data yang terdiri dari
analisis statistik deskriptif, uji normalitas data, estimasi model, pemilihan model,
uji asumsi klasik, uji hipotesis dan uji koefisien determinasi. Berdasarkan hasil
pengujian tersebut didapatkan model yang dipilih adalah Fixed Effect Model
dengan hasil bahwa profitabilitas terbukti memperkuat nilai perusahaan secara
signifikan, memberikan sinyal positif atas kemampuan manajemen mencetak laba.
Sebaliknya, pengungkapan ESG menghasilkan efek negatif yang signifikan,
menandakan persepsi pasar yang mungkin menganggap praktik ini sebagai beban
biaya operasional di tahap awal atau adanya indikasi sentimen greenwashing. Pada
struktur kepemilikan institusional, hasil menunjukkan arah positif namun tidak
signifikan terhadap nilai perusahaan, mengindikasikan adanya substitusi
pengawasan yang lebih dominan dari ketatnya regulasi otoritas perbankan. Secara
simultan, integrasi antara pengungkapan ESG, kepemilikan institusional, dan
profitabilitas terbukti secara signifikan memengaruhi nilai perusahaan.
Description
FINALISASI oleh Arif 2026 Juni 17
