Hubungan antara Jenis Kelamin, Usia, Index Massa Tubuh, dan Riwayat Hipertensi dengan Kejadian Osteoarthritis disebuah RS Swasta Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Osteoarthritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratif yang menjadi salah
satu penyebab utama penurunan kualitas hidup pada kelompok usia lanjut dan
dewasa. Penyakit ini terutama menyerang sendi penopang berat seperti lutut dan
dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, termasuk usia, jenis kelamin, index massa
tubuh (IMT), dan riwayat hipertensi. Di Indonesia, data epidemiologi mengenai
hubungan faktor-faktor tersebut dengan kejadian OA pada populasi lokal,
khususnya di layanan kesehatan sekunder, masih terbatas. Penelitian ini dilakukan
untuk memberikan pemahaman terbaru terkait peran faktor demografi dan
metabolik dalam perkembangan OA pada pasien di Rumah Sakit Swasta Jember.
Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jenis kelamin, usia, IMT,
dan riwayat hipertensi dengan kejadian OA lutut. Peneliti ingin mengetahui
bagaimana variabel-variabel tersebut dapat digunakan sebagai dasar bagi upaya
deteksi dini dan pencegahan OA pada populasi lokal.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif berbasis desain cross
sectional. Data diambil dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi
dan eksklusi di poliklinik ortopedi rumah sakit selama periode Januari hingga
Agustus 2025. Instrumen penelitian meliputi pengumpulan data primer dan
sekunder, dilanjutkan dengan analisis statistik univariat, bivariat (uji Chi-square
dan Fisher exact test).
Berdasarkan karakteristik sampel, dari total 64 pasien yang diteliti, mayoritas
berjenis kelamin perempuan sebanyak 46 orang (71,9%), dengan sebagian besar
termasuk dalam kelompok usia lanjut sebanyak 34 orang (53,1%). Dilihat dari
distribusi index massa tubuh, sebanyak 34 pasien (53,1%) memiliki IMT normal,
serta 34 pasien (53,1%) tercatat memiliki riwayat hipertensi. Hasil analisis statistik
menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara jenis kelamin, usia, dan
riwayat hipertensi dengan kejadian osteoarthritis (OA) lutut, masing-masing
dengan nilai p-value sebesar 0,024; 0,027; dan 0,036, sedangkan index massa tubuh
tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian OA lutut (p-value =
0,136). Temuan ini menunjukkan bahwa perempuan, pasien usia lanjut, dan pasien
dengan riwayat hipertensi memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami OA
lutut, sementara IMT tidak terbukti berhubungan secara bermakna dengan kejadian
OA lutut pada populasi penelitian ini. Oleh karena itu, upaya deteksi dini dan
pencegahan OA perlu memperhatikan ketiga faktor tersebut. Implementasi
pemantauan dan edukasi kesehatan terkait hipertensi diharapkan dapat membantu
menurunkan kasus OA lutut di masa mendatang. Penelitian lebih lanjut dengan
metode lain dianjurkan.
Description
reupload 2026 Rudi H
