Hubungan Antara Kualitas Pelayanan Instalasi Listrik dan Bangunan dengan Kepuasan Peserta pada Pelatihaan Instalasi Listrik dan Bangunan di UPT Balai Latihan Kerja Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Balai Latihan Kerja Jember merupakan Unit Pelaksana Teknik (UPT) yang
merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal yang berfokus
pada kegiatanpelatihan dan berada di bawah naungan Dinas Tenaga Kerja
dan TransmigrasiProvinsi Jawa Timur. UPT BLK Jember memiliki berbagai
program pelatihan,namun pelatihan instalasi listrik dan bangunan memiliki
jumlah pendaftar yangpaling sedikit. Salah satu dugaan penyebab rendahnya
minat adalah kualitaspelayanan pelatihan yang belum optimal. Latar belakang
penelitian ini berawal dari fenomena rendahnya jumlah pendaftar pada program
pelatihan instalasi listrik danbangunan dibandingkan dengan program pelatihan
lain di BLK Jember. Skripsi inimembahas hubungan antara kualitas pelayanan
pelatihan dengan kepuasan pesertapada program pelatihan instalasi listrik
dan bangunan di UPT Balai Latihan Kerja(BLK) Jember. Berdasarkan kondisi
tersebut, maka rumusan masalah ini adalah“Adakah hubungan antara kualitas
pelayanan pelatihan dengan kepuasan pesertapelatihan pada program instalasi
listrik dan bangunan di UPT BLK Jember?” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kualitas pelayanan yang meliputi bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), dan
daya tanggap (responsiveness) berhubungan dengan tingkat kepuasan peserta
pelatihan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif korelasional. Lokasi
penelitian berada di UPT Balai Latihan Kerja Jember, yang dipilih menggunakan
teknik purposive area dengan mempertimbangkan beberapa alasan tertentu. Teknik
pengambil sampel menggunakan total sampling berjumlah 32 responden. Responden
tersebut dipilih karena memenuhi kriteria yang sesuai dengan tujuan penelitian, yakni
peserta pelatihan instalasi listrik dan bangunan. Teknik pengumpulan data menggunakan
kuesioner melalui skala likert. Dalam pengolahan data, dilakukan serangkaian analisis,
meliputi uji validitas, uji reliabilitas, dan uji pearson product moment. Uji validitas item-
item pernyataan pada variabel kualitas pelayanan pelatihan (X) dan variabel kepuasan
peserta (Y) dengan total 30pernyataan. Dari 30 pernyataan tersebut, dinyatakan
reliabel dibuktikan dengan nilai cronbach’s alpha 0,851 yang lebih tinggi dari 0,60.
Berdasarkan hasil uji statistik pearson product moment, diperoleh nilai korelasi sebesar
0,723 yang termasuk dalam kategori kuat. Sehingga, hasil penelitian menunjukkan
bahwa kualitas pelayanan dinilai sangat baik oleh mayoritas peserta, dan kepuasan
peserta juga berada pada tingkat tinggi. Karena nilai signifikansi < 0,05 dan nilai korelasi
menunjukkan hubungan yang kuat (r =0,723), maka H₀ ditolak dan H₁ diterima. Artinya,
terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan dan kepuasan peserta
pelatihan. Peningkatan kualitas pelayanan pelatihan dapat menjadi strategi penting dalam
meningkatkan kepuasan dan partisipasi peserta pada program pelatihan di BLK Jember.
Peningkatan kualitas pelayanan berperan penting dalam meningkatkan kepuasan peserta
dan menarik minat calon peserta pelatihan. Ketiga dimensi yang digunakan ini menjadi dasar
persepsi peserta terhadap mutu pelayanan. Dari ketiga indikator tersebut, indikator daya
tanggap (responsiveness) menjadi dimensi yang paling dominan dalam mempengaruhi
kepuasan peserta dibandingkan dengan dua dimensi lainnya. Hal ini dikarenakan para
peserta umumnya lebih cepat merasakan manfaat dari interaksi langsung,dibandingkan
aspek-aspek yang bersifat fisik atau sistemik. Sementara itu, dimensi bukti fisik (tangibles)
memperoleh nilai interpretasi paling rendah dibandingkan dua dimensi lainnya. Hal ini
disebabkan karena fasilitas fisik seperti kelas, peralatan, kenyamanan ruang pelatihan,
dan media pelatihan masih belum optimal menurut sebagian peserta. Meskipun tangibles
bukan faktor utama dalam menciptakan kepuasan, aspek ini tetap penting sebagai penunjang
kesan profesionalisme dan kenyamanan, sehingga perlu ditingkatkan untuk menyeimbangkan
kualitas layanan secara menyeluruh. Lembaga disarankan untuk fokus meningkatkan tiga
aspek utama, yaitu: bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap instruktur
(responsiveness). Kemudian, pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengukur dampak
jangka panjang kualitas pelayananterhadap keberhasilan peserta di dunia kerja setelah
menyelesaikan pelatihan.
Description
Reuploud file repositori 2 Feb 2026_Firli
