Analisis Antioksidan dan Daya Terima Kue Bagiak Substitusi Tepung Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah tidak normal (≥140/90
mmHg) dan merupakan salah satu penyebab utama kematian dini di dunia. Secara
global, sekitar 1,28 miliar orang dewasa usia 30–79 tahun mengalami hipertensi.
Di Asia Tenggara, prevalensinya mencapai 25%, di Indonesia 29,2%, dan di
Provinsi Jawa Timur lebih tinggi dibandingkan dengan angka prevalensi nasional
yaitu 32,8%. Kabupaten Banyuwangi menempati peringkat kelima tertinggi di
Jawa Timur dengan prevalensi 30% pada tahun 2022, meningkat menjadi 30,1%
pada tahun 2023. Faktor risikonya meliputi riwayat keluarga, usia, jenis kelamin,
serta gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi natrium berlebih dan kurang aktivitas
fisik. Hipertensi dapat dicegah melalui konsumsi bahan makanan yang
mengandung antioksidan alami. Kulit buah naga merah merupakan limbah
pertanian yang memiliki sumber antioksidan potensial, serta mengandung senyawa
bioaktif seperti betasianin, antosianin, dan senyawa fenolik. Kandungan ini
bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah dan mencegah penyumbatan
pembuluh darah. Kulit buah naga merah ini dapat diolah menjadi tepung sebagai
bahan pangan fungsional. Salah satu produk olahan pangan lokal yang dapat
dikembangkan adalah kue bagiak, yaitu kue kering tradisional khas Banyuwangi.
Nilai produksi kue bagiak di Banyuwangi pada tahun 2023 mencapai Rp.
634.930.000,-. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi
tepung kulit buah naga merah terhadap antioksidan dan daya terima kue bagiak.
Penelitian ini menggunakan metode Quasi-Experimental dengan desain
One Group Posttest-Only Design pada empat formulasi: P0 (0%), P1 (10%), P2
(20%), dan P3 (30%) tepung kulit buah naga. Pembuatan produk dan analisis
kandungan antioksidan yang dilakukan di Laboratorium Fakultas Teknologi
Pangan, Universitas Jember, sedangkan uji daya terima dilakukan oleh 30 panelis
vi
tidak terlatih di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Purwoharjo. Penelitian
ini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Jember pada 15 April 2025. Prosedur penelitian
diawali dengan pembuatan tepung kulit buah naga merah kemudian pembuatan
bagiak sesuai dengan formulasi. Setelah itu dilakukan analisis kandungan
antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1 picrylhydrazyl) dan uji
daya terima menggunakan uji hedonik.
Hasil uji laboratorium menunjukkan kandungan antioksidan P0, P1, P2, dan
P3 berturut-turut yaitu 1,76%; 41,79%; 55,11% dan 70,52%. Uji One Way ANOVA
menunjukkan perbedaan kandungan antioksidan yang signifikan antar perlakuan
(p-value = 0,000). Uji Duncan selanjutnya menunjukkan bahwa P₀ berbeda nyata
dengan P₁, P₂, dan P₃; P₁ berbeda nyata dengan P₂ dan P₃; serta P₂ berbeda nyata
dengan P₃. Pada hasil uji daya terima menggunakan analisis statistik Friedman
menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada parameter warna (p-value =
0,040), rasa, aroma dan tekstur (p-value = 0,000). Berdasarkan hasil perhitungan
dengan menggunakan Metode Perbandingan Eksponensial, formulasi terbaik
terdapat pada perlakuan P1, yang ditandai dengan warna merah muda keunguan
pucat, rasa khas kulit buah naga yang ringan, aroma yang sedikit langu namun
masih dapat diterima, dan tekstur yang renyah namun tidak mudah rapuh, serta
memiliki kandungan antioksidan sebesar 41,97%.
Description
Finalisasi_Maya_16 Juni 2026
