Hubungan paparan Pestisida dengan Gejala Iritasi Saluran Pernapasan pada Petani Buah di Desa Suren Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Paparan pestisida pada petani padi merupakan salah satu faktor risiko
penting yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada sistem
pernapasan. Petani seringkali terpapar pestisida melalui proses penyemprotan, baik
akibat penggunaan pestisida dengan konsentrasi tinggi, durasi penyemprotan yang
lama, frekuensi penyemprotan yang sering, maupun penggunaan alat pelindung diri
(APD) yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
paparan pestisida terhadap gejala iritasi saluran pernapasan pada petani padi di Desa
Suren, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan
desain cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 86 petani padi.
Instrumen penelitian berupa kuesioner yang meliputi karakteristik responden,
faktor internal dan eksternal paparan pestisida, serta gejala iritasi saluran
pernapasan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji
Chi-Square, Fisher Exact Test, dan Monte Carlo Exact Test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada
kelompok usia 36–45 tahun (45,3%), yang termasuk dalam kategori usia produktif.
Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (87,5%). Petani yang merokok
sebanyak 55,8%. Masa kerja petani mayoritas adalah ≥ 5 tahun (69,8%). Jenis
pestisida yang paling banyak digunakan adalah insektisida (54,7%). Sebagian besar
petani melakukan penyemprotan dengan durasi lebih dari 2 jam per hari (68,6%),
dan frekuensi penyemprotan lebih dari 2 kali per minggu (69,8%). Konsentrasi
pestisida yang digunakan sebagian berada pada kategori sedang (37,2%).
Penggunaan alat pelindung diri masih rendah, di mana 46,5% petani tergolong
kurang dalam penggunaan masker, dan hanya 32,6% yang menggunakan masker
sesuai standar (N95 atau kain tebal tiga lapis). Sebanyak 68,6% responden
dilaporkan mengalami gejala iritasi saluran pernapasan, dengan kategori gejala
terbanyak adalah gejala ringan (61,6%). Gejala yang paling sering dikeluhkan
adalah batuk, sesak napas, nyeri tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, serta
bersin.
Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor internal yang memiliki
hubungan signifikan dengan gejala iritasi saluran pernapasan adalah usia (p=0,039)
dan kebiasaan merokok (p=0,006). Sementara itu, dari faktor eksternal ditemukan
hubungan signifikan pada lama penyemprotan (p=0,025), konsentrasi pestisida
(p=0,016), dan penggunaan masker (p=0,019). Jenis pestisida dan frekuensi
penyemprotan tidak menunjukkan hubungan signifikan (p>0,05), meskipun secara
deskriptif kelompok dengan frekuensi penyemprotan tinggi menunjukkan lebih
banyak gejala iritasi.
Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa paparan pestisida, baik dari faktor
internal maupun eksternal, berhubungan signifikan dengan gejala iritasi saluran
pernapasan pada petani padi. Penggunaan masker yang konsisten serta
pengendalian faktor risiko lain sangat penting untuk menurunkan dampak kesehatan akibat paparan pestisida.
Description
reupload repository_Magang SP_Reza
Validasi file repositori 15 Juni 2026_Firli
