Uji Perlakuan Suhu Tinggi terhadap Produksi Bioetanol Isolat Khamir YD1, YD2, dan YD3
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Kenaikan suhu selama fermentasi seringkali membuat laju fermentasi melambat.
Suhu dapat meningkat hingga melebihi 40°C akibat panas yang dilepaskan khamir dari
proses metabolismenya. Hal ini memaksa produsen bioetanol perlu menambahkan
sistem pendingin untuk menjaga suhu pertumbuhan tetap stabil sehingga laju
fermentasi tetap normal, namun penggunaan sistem pendingin justru dapat
meningkatkan biaya produksi karena sistem ini memerlukan konsumsi energi listrik
yang tinggi. Solusi alternatif yang dapat digunakan dalam menangani permasalahan
tersebut adalah dengan menggunakan isolat khamir termotoleran yang tahan terhadap
suhu tinggi. Akan tetapi, kebanyakan khamir adalah kelompok mesofil yang hidup
optimal pada suhu sedang sehingga untuk mendapatkan isolat termotoleran diperlukan
upaya seleksi. Seleksi tersebut dapat dilakukan pada isolat yang telah dikoleksi seperti
isolat khamir YD1, YD2, dan YD3. Ketiga isolat khamir tersebut diketahui mampu
menghasilkan bioetanol, namun hingga kini belum ada penelitian lebih lanjut terkait
potensinya sebagai isolat termotoleran. Maka dari itu penelitian ini dilakukan dengan
tujuan untuk mendapatkan isolat khamir yang tahan terhadap suhu tinggi dan mampu
memproduksi bioetanol.
Description
reupload 2026 Rudi H
Validasi repository 11 Juni 2026_Dila/Firly
