Perancangan Desain PIT Penambangan Bijih Bauksit dengan Membandingkan Metode Pembobotan Pada Estimasi Sumber Daya
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Indonesia kaya akan sumber daya mineral dengan beragam komoditas
bahan galian, salah satunya adalah mineral bauksit. Bauksit merupakan sumber
utama dalam produksi aluminium, yang digunakan sebagai bahan baku berbagai
produk bernilai ekonomi tinggi. Kelimpahan bijih bauksit ini menjadikan
komoditas tersebut penting untuk dilakukan kajian lebih lanjut dalam desain
penambangan secara optimal. Perencanaan tambang menjadi tahap penentu suatu
proyek tambang dikatakan ekonomis untuk dilakukan eksploitasi bahan galian.
Estimasi sumber daya merupakan tahap permulaan yang penting dalam
proses perencanaan tambang. Setiap metode pembobotan dalam estimasi memiliki
karakteristik yang berbeda sehingga dapat menghasilkan sebaran kadaran pada
endapan yang berbeda maupun serupa. Perbedaan hasil pada estimasi sumber daya
akan berpengaruh pada proses selanjutnya, termasuk pada desain pit penambangan.
Penggunaan metode pembobotan perlu diperhatikan untuk mendapatkan desain
yang akurat sehingga penyimpangan hasil bahan galian tidak terlalu signifikan yang
menyebabkan kerugian dari segi ekonomi. Tingkat homogenitas suatu endapan
dapat berpengaruh pada hasil estimasi sumber daya. Endapan yang bersifat
homogen dapat berpengaruh dari tingkat kompleksitas geologi, sehingga
memungkinkan untuk menghasilkan hasil estimasi yang serupa dengan metode
pembobotan yang berbeda.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pembobotan
terhadap hasil desain akhir pit penambangan. Data yang digunakan berasal dari
lubang bor yang kemudian diinterpretasikan dalam bentuk blok model berukuran
panjang 5 meter, lebar 5 meter dan tinggi 1 meter. Estimasi dilakukan menggunakan
metode ordinary kriging dan inverse distance weighting. Hasil estimasi sumber
daya yang menghasilkan blok model sumber daya dilakukan uji validitas
menggunakan nilai root mean square error (RMSE). Semakin kecil nilai RMSE
maka tingkat penyimpangan estimasi dibandingkan aktualnya lebih minim.
Pengujian RMSE menggunakan data estimasi di sekitar area lubang bor. Optimasi
cadangan dilakukan dengan memotong kadar menggunakan cut off grade sebesar
35% pada sumber daya yang telah terestimasi. Cut off grade memotong kadar di
bawahnya, sehingga pada blok model sumber daya kadar bernilai kurang dari 35%
dianggap sebagai waste.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa estimasi sumber daya menghasilkan
pola sebaran kadar yang serupa, meskipun terdapat perbedaan dalam tingkat
kehalusan penyebarannya. Perolehan sumber daya menggunakan metode
pembobotan ordinary kriging dan inverse distance weighting menghasilkan volume
sebesar 567.200 m3
dengan tonase sebesar 907.520 ton. Perolehan cadangan
berdasarkan hasil estimasi sumber daya menggunakan metode pembobotan
ordinary kriging menghasilkan tonase sebesar 791.220 ton. Perolehan cadangan
berdasarkan hasil estimasi sumber daya menggunakan metode pembobotan inverse
distance weighting menghasilkan tonase sebesar 486.625 ton. Cadangan yang
dihasilkan dari ordinary kriging menghasilkan volume dan tonase lebih besar
namun dengan rata-rata kadar Al2O3 lebih kecil dibandingkan inverse distance weighting. Rentang kadar yang tidak terlalu jauh mengindikasikan bahwa
pengestimasian di kadar tinggi tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar
metode pembobotan.
Uji validitas hasil estimasi sumber daya dilakukan untuk mengetahui tingkat
penyimpangan hasil estimasi yang dibandingkan dengan nilai aktual. Hasil estimasi
menggunakan OK mendapatkan nilai RMSE yang lebih kecil dibandingkan IDW
yakni dengan nilai 3,64, sedangkan IDW dengan nilai 3,9. Lebih rendahnya nilai
RMSE pada estimasi OK mengartikan bahwa hasil estimasinya memiliki tingkat
akurasi yang lebih tinggi. Hasil pengujian menggunakan RMSE dapat lebih akurat
dengan menambahkan beberapa lubang bor pengujian (secondary drilling) di titik
terluar lubang bor eksplorasi.
Desain pit yang dihasilkan hanya menunjukkan perbedaan pada satu level
yakni pada RL156,5, sementara sebagian besar pada seluruh level cenderung sama.
Bentuk cadangan yang sama dapat disebabkan oleh endapan pada lokasi penelitian
bersifat homogen yang ditunjukkan oleh rendahnya nilai koefisien variasi yakni
sebesar 0,21. Kesamaan desain pit dan cadangan mengindikasikan bahwa hasil
estimasi sangat dipengaruhi oleh tingkat homogenitas endapan. Endapan yang lebih
homogen cenderung menghasilkan estimasi yang lebih sederhana.
Description
Reuploud Repository hasyim Juni 2026
Validasi file repositori 12 Mei 2026_Magang SP (Ulum)_Firli
