Perancangan Desain PIT Penambangan Bijih Bauksit dengan Membandingkan Metode Pembobotan Pada Estimasi Sumber Daya
| dc.contributor.author | Fahreza Nanda Pristanto | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-11T07:06:36Z | |
| dc.date.issued | 2025-05-23 | |
| dc.description | Reuploud Repository hasyim Juni 2026 Validasi file repositori 12 Mei 2026_Magang SP (Ulum)_Firli | |
| dc.description.abstract | Indonesia kaya akan sumber daya mineral dengan beragam komoditas bahan galian, salah satunya adalah mineral bauksit. Bauksit merupakan sumber utama dalam produksi aluminium, yang digunakan sebagai bahan baku berbagai produk bernilai ekonomi tinggi. Kelimpahan bijih bauksit ini menjadikan komoditas tersebut penting untuk dilakukan kajian lebih lanjut dalam desain penambangan secara optimal. Perencanaan tambang menjadi tahap penentu suatu proyek tambang dikatakan ekonomis untuk dilakukan eksploitasi bahan galian. Estimasi sumber daya merupakan tahap permulaan yang penting dalam proses perencanaan tambang. Setiap metode pembobotan dalam estimasi memiliki karakteristik yang berbeda sehingga dapat menghasilkan sebaran kadaran pada endapan yang berbeda maupun serupa. Perbedaan hasil pada estimasi sumber daya akan berpengaruh pada proses selanjutnya, termasuk pada desain pit penambangan. Penggunaan metode pembobotan perlu diperhatikan untuk mendapatkan desain yang akurat sehingga penyimpangan hasil bahan galian tidak terlalu signifikan yang menyebabkan kerugian dari segi ekonomi. Tingkat homogenitas suatu endapan dapat berpengaruh pada hasil estimasi sumber daya. Endapan yang bersifat homogen dapat berpengaruh dari tingkat kompleksitas geologi, sehingga memungkinkan untuk menghasilkan hasil estimasi yang serupa dengan metode pembobotan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pembobotan terhadap hasil desain akhir pit penambangan. Data yang digunakan berasal dari lubang bor yang kemudian diinterpretasikan dalam bentuk blok model berukuran panjang 5 meter, lebar 5 meter dan tinggi 1 meter. Estimasi dilakukan menggunakan metode ordinary kriging dan inverse distance weighting. Hasil estimasi sumber daya yang menghasilkan blok model sumber daya dilakukan uji validitas menggunakan nilai root mean square error (RMSE). Semakin kecil nilai RMSE maka tingkat penyimpangan estimasi dibandingkan aktualnya lebih minim. Pengujian RMSE menggunakan data estimasi di sekitar area lubang bor. Optimasi cadangan dilakukan dengan memotong kadar menggunakan cut off grade sebesar 35% pada sumber daya yang telah terestimasi. Cut off grade memotong kadar di bawahnya, sehingga pada blok model sumber daya kadar bernilai kurang dari 35% dianggap sebagai waste. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estimasi sumber daya menghasilkan pola sebaran kadar yang serupa, meskipun terdapat perbedaan dalam tingkat kehalusan penyebarannya. Perolehan sumber daya menggunakan metode pembobotan ordinary kriging dan inverse distance weighting menghasilkan volume sebesar 567.200 m3 dengan tonase sebesar 907.520 ton. Perolehan cadangan berdasarkan hasil estimasi sumber daya menggunakan metode pembobotan ordinary kriging menghasilkan tonase sebesar 791.220 ton. Perolehan cadangan berdasarkan hasil estimasi sumber daya menggunakan metode pembobotan inverse distance weighting menghasilkan tonase sebesar 486.625 ton. Cadangan yang dihasilkan dari ordinary kriging menghasilkan volume dan tonase lebih besar namun dengan rata-rata kadar Al2O3 lebih kecil dibandingkan inverse distance weighting. Rentang kadar yang tidak terlalu jauh mengindikasikan bahwa pengestimasian di kadar tinggi tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar metode pembobotan. Uji validitas hasil estimasi sumber daya dilakukan untuk mengetahui tingkat penyimpangan hasil estimasi yang dibandingkan dengan nilai aktual. Hasil estimasi menggunakan OK mendapatkan nilai RMSE yang lebih kecil dibandingkan IDW yakni dengan nilai 3,64, sedangkan IDW dengan nilai 3,9. Lebih rendahnya nilai RMSE pada estimasi OK mengartikan bahwa hasil estimasinya memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi. Hasil pengujian menggunakan RMSE dapat lebih akurat dengan menambahkan beberapa lubang bor pengujian (secondary drilling) di titik terluar lubang bor eksplorasi. Desain pit yang dihasilkan hanya menunjukkan perbedaan pada satu level yakni pada RL156,5, sementara sebagian besar pada seluruh level cenderung sama. Bentuk cadangan yang sama dapat disebabkan oleh endapan pada lokasi penelitian bersifat homogen yang ditunjukkan oleh rendahnya nilai koefisien variasi yakni sebesar 0,21. Kesamaan desain pit dan cadangan mengindikasikan bahwa hasil estimasi sangat dipengaruhi oleh tingkat homogenitas endapan. Endapan yang lebih homogen cenderung menghasilkan estimasi yang lebih sederhana. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Ir. Fanteri Aji Dharma Suparno, S.T., M.S., Dosen Pembimbing Anggota : Ir. Januar Fery Irawan, S.T., M.Eng., | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8716 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Teknik | |
| dc.subject | Genesa Bahan Galian | |
| dc.subject | Sumber Daya Mineral | |
| dc.subject | Analisis RMSE | |
| dc.subject | Analisis IDW | |
| dc.subject | Metode Pembobotan Geostatistik | |
| dc.title | Perancangan Desain PIT Penambangan Bijih Bauksit dengan Membandingkan Metode Pembobotan Pada Estimasi Sumber Daya | |
| dc.type | Other |
