Efek Pemberian Protein Pili 65,5 kDa Klebsiella pneumoniae terhadap Kadar IL-5 di Hati Mencit BALB/c
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Klebsiella pneumoniae merupakan penyebab penting pneumonia
nosokomial dan dikenal memiliki tingkat resistensi antibiotik yang semakin
meningkat, sehingga diperlukan pencegahan berupa pengembangan vaksin berbasis
subunit. Salah satu kandidat antigen yang berpotensi adalah protein pili 65,5 kDa
yang bersifat adhesin dan imunogenik. Respons imun adaptif terhadap protein
tersebut dapat diamati melalui kadar IL-5, yaitu sitokin jalur Th2 yang berperan
dalam aktivasi sel B dalam menghasilkan IgA dan IgG. Penelitian ini dilakukan
untuk mengetahui apakah pemberian protein pili 65,5 kDa K. pneumoniae dapat
meningkatkan kadar IL-5 di hati mencit BALB/c.
Penelitian menggunakan desain randomized post-test only controlled group.
Sebanyak 21 mencit jantan BALB/c dibagi menjadi tiga kelompok: K1 (PBS), K2
(PBS + Freund’s adjuvant), dan K3 (PBS + Freund’s adjuvant + 50 µg protein pili
65,5 kDa K. pneumoniae). Pemberian perlakuan dilakukan melalui injeksi
intraperitoneal sebanyak tiga kali dengan interval 14 hari. Pada hari ke-42, mencit
diterminasi dan jaringan hati diambil untuk dianalisis kadar IL-5 menggunakan
metode sandwich ELISA.
Data diuji normalitas dan homogenitas sebelum dianalisis menggunakan
One Way ANOVA dan uji Post Hoc Tukey HSD. Rata-rata kadar IL-5 pada
kelompok K1 adalah 75,03 ± 4,07 ng/L, sedangkan pada kelompok K2 dan K3
masing-masing sebesar 93,15 ± 9,84 ng/L dan 93,36 ± 12,54 ng/L. Hasil One Way
ANOVA menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar kelompok (p = 0,002).
Namun, uji Post Hoc Tukey HSD menunjukkan bahwa perbedaan bermakna hanya
ditemukan antara kelompok K1 dengan K2 (p = 0,006) dan kelompok K1 dengan
K3 (p = 0,005), sementara antara kelompok K2 dengan K3 (p = 0,999) tidak
menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik. Temuan ini
mengindikasikan bahwa pemberian adjuvan berperan dominan dalam menginduksi
aktivasi jalur Th2, sedangkan penambahan protein pili tidak memberikan
peningkatan tambahan terhadap kadar IL-5, yang kemungkinan disebabkan oleh
tercapainya plateau effect. Selain itu, jaringan hati yang bersifat tolerogenik serta
kecenderungan respons Th2 pada mencit BALB/c turut berkontribusi terhadap hasil
tersebut.
Description
reupload 2026 Rudi H
Validasi dan Finalisasi oleh Ratna 11 Juni 2026
