Efek Pemberian Protein Pili 65,5 kDa Klebsiella pneumoniae terhadap Kadar IL-5 di Hati Mencit BALB/c

dc.contributor.authorKirafara Ghaitsa
dc.date.accessioned2026-06-11T03:31:30Z
dc.date.issued2026-01-12
dc.descriptionreupload 2026 Rudi H Validasi dan Finalisasi oleh Ratna 11 Juni 2026
dc.description.abstractKlebsiella pneumoniae merupakan penyebab penting pneumonia nosokomial dan dikenal memiliki tingkat resistensi antibiotik yang semakin meningkat, sehingga diperlukan pencegahan berupa pengembangan vaksin berbasis subunit. Salah satu kandidat antigen yang berpotensi adalah protein pili 65,5 kDa yang bersifat adhesin dan imunogenik. Respons imun adaptif terhadap protein tersebut dapat diamati melalui kadar IL-5, yaitu sitokin jalur Th2 yang berperan dalam aktivasi sel B dalam menghasilkan IgA dan IgG. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah pemberian protein pili 65,5 kDa K. pneumoniae dapat meningkatkan kadar IL-5 di hati mencit BALB/c. Penelitian menggunakan desain randomized post-test only controlled group. Sebanyak 21 mencit jantan BALB/c dibagi menjadi tiga kelompok: K1 (PBS), K2 (PBS + Freund’s adjuvant), dan K3 (PBS + Freund’s adjuvant + 50 µg protein pili 65,5 kDa K. pneumoniae). Pemberian perlakuan dilakukan melalui injeksi intraperitoneal sebanyak tiga kali dengan interval 14 hari. Pada hari ke-42, mencit diterminasi dan jaringan hati diambil untuk dianalisis kadar IL-5 menggunakan metode sandwich ELISA. Data diuji normalitas dan homogenitas sebelum dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan uji Post Hoc Tukey HSD. Rata-rata kadar IL-5 pada kelompok K1 adalah 75,03 ± 4,07 ng/L, sedangkan pada kelompok K2 dan K3 masing-masing sebesar 93,15 ± 9,84 ng/L dan 93,36 ± 12,54 ng/L. Hasil One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar kelompok (p = 0,002). Namun, uji Post Hoc Tukey HSD menunjukkan bahwa perbedaan bermakna hanya ditemukan antara kelompok K1 dengan K2 (p = 0,006) dan kelompok K1 dengan K3 (p = 0,005), sementara antara kelompok K2 dengan K3 (p = 0,999) tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemberian adjuvan berperan dominan dalam menginduksi aktivasi jalur Th2, sedangkan penambahan protein pili tidak memberikan peningkatan tambahan terhadap kadar IL-5, yang kemungkinan disebabkan oleh tercapainya plateau effect. Selain itu, jaringan hati yang bersifat tolerogenik serta kecenderungan respons Th2 pada mencit BALB/c turut berkontribusi terhadap hasil tersebut.
dc.description.sponsorshipdosen pembimbing utama dr. M. Ali Shodikin, M.Kes., Sp.A
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8683
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kedokteran
dc.subjectProtein Pili 65
dc.subject5 kDa
dc.subjectKlebsiella pneumoniae
dc.subjectKadar IL-5
dc.titleEfek Pemberian Protein Pili 65,5 kDa Klebsiella pneumoniae terhadap Kadar IL-5 di Hati Mencit BALB/c
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
KIRAFARA GHAITSA - 222010101060.pdf
Size:
1.52 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: